Sinopsis Once Upon a Time... In My Heart Episode 1 - 2

 Sinopsis Once Upon a Time... In My Heart Episode 1 - 2


Geng White Tiger - musuhnya Daniel itu, tengah berjalan di bandara dengan mengawal sang ketua mereka yang masih muda seperti Daniel - Chen Ming.


Pada saat yang bersamaan, Fai dan Fahsai juga baru tiba di bandara Jepang. Mereka tengah berhenti di tengah jalan gara-gara melihat hujan di luar saat geng White Tiger turun via eskalator.

Saat itulah pandangan Chen Ming jatuh ke Fahsai dan langsung shock melihat wajah Fahsai yang sangat mirip dengan wajah Botan. Dia sontak lari mengejar Fahsai, tapi terlambat, karena Fahsai sudah masuk taksi dan pergi.


Tepat saat itu juga, salah satu anak buahnya yang bernama Tian Kong mendapat informasi dari mata-mata mereka yang mengatakan bahwa 'mantan sahabatnya' Chen Ming mau memberikan buku hitam yang dia curi dari mereka ke polisi.

Ah, jadi Daniel dan Chen Ming dulu sahabatan, tapi entah apa yang terjadi dengan persahabatan mereka hingga sekarang mereka jadi musuh. Buku itu sendiri berisi informasi bisnis ilegal mereka. Kalau sampai jatuh ke tangan polisi, sudah pasti mereka akan berada dalam bahaya.


Chen Ming kontan marah mendengar informasi itu. "Suruh yang lain bersiap-siap. Ada dua hal yang harus kuhancurkan dan kutinggalkan di sini. Yaitu buku hitam itu dan nyawa Daniel."


Fai dan Fahsai menikmati jalan-jalan mereka ke Jepang. Fahsai mengaku kalau dia sebenarnya cuma bawa ang sedikit, ini saja belum beli oleh-oleh buat ayah dan ibunya.

Fai benar-benar kagum padanya. Seandainya dia punya anak, dia ingin sekali punya anak seperti Fahsai yang selalu memikirkan orang tuanya ke manapun dia pergi. 

"P'Itt sangat bodoh karena melepaskan orang sebaik dirimu."

"Aku mungkin putri yang baik, tapi aku bukan pacar yang baik."

"Sedih lagi?"

"Tidak. Aku cuma mengatakan kebenarannya. tentang P'Itt, aku sudah tidak mempermasalahkannya lagi. Ayah dan Ibu tidak pernah membuatk sedih. Dia siapa? Berani sekali dia membuatku sedih?"


Fai senang, baguslah kalau Fahsai berpikir begitu. Pokoknya dia tidak boleh sedih hanya karena satu pria. Di dunia ini ada banyak sekali pria baik.

Contoh saja dirinya. Fai single bukan karena tidak ada seorangpun yang menginginkan dirinya, tapi dialah yang tidak menginginkan siapapun. Dia maunya cowok yang ganteng kayak Weir Sukollawat, tinggi kayak pemain basket, pintar kayak Mark Zuckerberg, sopan dan menghormatinya.

Fahsai tersenyum mendengarnya. Setulus hati dia berdoa semoga Fai akan bertemu dengan orang seperti itu secepatnya.

"Aku juga berharap kau akan bertemu orang baik yang tulus padamu agar kau tidak bersedih lagi."

Mereka lalu bertemu temannya Fai yang mengaku kalau dia sudah menyiapkan pesta makan untuk mereka bersama teman-temannya juga. Tapi Fahsai tak enak ikut dan menolak dengan sopan, dia tunggu di hotel saja.


Chen Ming menyiapkan sepucuk pistol sembari mengingat kenangan buruk beberapa tahun sebelumnya. Sebuah kejadian yang pada akhirnya menghancurkan persahabatan Chen Min dan Daniel.

Flashback.


Suatu hari, Chen Ming baru pulang tapi malah mendapati semua orang di rumahnya terbantai dengan keji. Dan parahnya lagi, dia kemudian menemukan ayah dan kakaknya tergantung. (Ayahnya meninggal dunia tapi sepertinya kakaknya selamat)

Cuma Tian Kong yang selamat dari kejadian itu dan dia berkata kalau ini adalah perbuatannya geng Golden Dragon.

Flashback end.

 

Emosi teringat kejadian itu, Chen Min bersumpah akan mancabut nyawa Daniel untuk membalaskan dendam ayahnya.

Keesokan harinya, Daniel bersiap untuk menemui Oliver Pan. Tapi Chen Biao penasaran, apa sebenarnya rencana Daniel. Katakan saja biar mereka bisa bersiap-siap.

Dia tidak percaya kalau Daniel cuma mau bertemu Oliver Pan. Biasanya Daniel tidak pernah membiarkan siapapun melakukan hal yang tidak penting sebelum mengecek latar belakang mereka lebih dulu.

"Saat kau datang untuak bekerja padaku, pernahkah aku mengecek latar belakangmu?" Tanya Daniel.


Dia lalu memerintahkan anak buahnya yang bernama Ah Hwa untuk pergi menyiapkan mobil untuknya. Tapi errr... saat Ah Hwa berbalik, ekspresi wajahnya tampak aneh dan mencurigakan.


Tak lama kemudian, mobilnya Daniel berhenti di sebuah dermaga yang sepi saat tiba-tiba saja Chen Ming dan anak-anak buahnya datang menyerbu mobil itu dengan rentetan peluru.

Tak mungkin ada yang selamat dengan rentetan tembakan sebanyak itu. Tapi saat mereka membuka mobil itu, mereka malah mendapati isinya cuma sebuah boneka dan Ah Hwa yang entah bagaimana sudah mati dalam keadaan terikat.


Ah, ternyata Daniel sudah mengetahui rencana mereka duluan. Chen Ming jelas kesal. Daniel and the geng baru muncul saat itu dengan membawa sejumlah pasukan yang tak kalah banyak dari Chen Ming.

"Kalau kau menginginkan suatu pembalasan, kau bisa menegosiasikannya dengan baik-baik, Chen Ming. Tidak perlu pakai cara kekerasan."

"Membiarkan orang lain mati demi melindungi dirimu sendiri, kau masih berdarah dingin, tidak pernah berubah."

"Aku harus menghukumnya berdasarkan aturan geng Golden Dragon."

"Seperti yang kau lakukan pada Botan?"

"Khun Daniel, jika anda tidak ingin siapapun mati. Sebaiknya anda seahkan buku hitam itu." Ancam Tian Kong.

Boleh. Tapi ada syaratnya, White Tiger harus menyerahkan semua bisnis mereka pada Golden Dragon. Daniel janji akan membagi keuntungan di antara mereka secara adil.

"Keadilan bagiku adalah... kau harus mati!" Sinis Chen Ming.

 

Diskusi tak membuahkan hasil, tak pelak pertarungan antar kedua geng itu pun pecah. Sementara kedua kubu saliang bertarung dengan sengit, kedua ketua geng cuma saling menatap dengan sengit sebelum akhirnya keduanya maju menerobos pertarungan itu lalu berduel.

Daniel dengan mudahnya mengalahkan Chen Ming, tapi dia berbaik hati tidak menembak ke arahnya lalu melarikan diri melewati gang-gang sempit.


Chen Ming kehilangan jejaknya di tengah jalan. Tapi tiba-tiba saja Daniel menyerangnya dan dengan cepat melucuti senjatanya dan memelintirnya.

"Chen Ming. Aku punya niat baik terhadapmu. Aku melakukan apapun demi kebaikanmu."

Chen Ming tak percaya. "Orang sepertimu tidak pernah melakukan apapun demi siapapun kecuali demi dirimu sendiri."


Chen Ming dengan cepata melepaskan diri dari cengkeraman Daniel dan menuduhnya merebut Botan darinya karena dialah yang jatuh cinta duluan pada Botan.

"Ayahku harus mati dan P'Yai jadi gila karena mereka tidak mengikuti perintahmu!"

"Kalau kau hanya menggunakan emosimu, maka kau hanya akan mendapat lebih banyak masalah."

"Asalkan aku bisa mencabut nyawamu demi membalaskan dendam orang-orang yang kukasihi, bahkan sekalipun aku harus mati, aku rela!"

Kontan kedua pria itu saling serang lagi dengan sengit lalu saling menodongkan pistol secara bersamaan, tapi Daniel lebih cepat darinya dan berhasil menembak Chen Ming.

"Akuilah Chen Ming, kau tidak terlahir untuk menjadi seorang petarung."


Tapi Chen Ming menolak menyerah dan langsung balas menyerang Daniel dan kali ini dia berhasil menembak lengannya Daniel. Daniel langsung melarikan diri dan Chen Ming kehilangan jejaknya dengan cepat.

Chen Ming langsung memerintahkan Tian Kong untuk mencari Daniel. Dia terluka, jadi dia tidak akan bisa lari jauh.


Fah menelepon ibunya yang nitip dibelikan seaweed face cream Jepang, katanya barang itu bagus soalnya. Fah heran, memangnya Ayah punya selingkuhan yah sampai Ibu ingin terlihat cantik?

"Tidak. Mau ibu gunakan untuk kepentingan ibu sendiri. Mau ibu posting di IG pakai kata-kata yang keren. Kayak misalnya... Eh, Ayah. Face cream yang mau ku posting di IG itu, mau ditulis apa? Aku lupa."

Dan Ayah dengan lucunya nyerocos kayak sales kosmetik yang kontan membuat Ibu senang memuji Ayah. Mereka benar-benar pasutri yang cute sampai membuat Fah iri.


"Berapa banyak pasangan di dunia ini yang benar-benar saling mencintai seperti Ayah dan Ibu?" Gumam Fah sedih.
Ibu seketika peka dengan nada suara sendunya dan langsung cemas. Apa dia baik-baik saja? Kenapa dia kedengarannya sedang menangis?

Tapi Fah tak ingin membuat Ibu cemas dan berbohong kalau dia baik-baik saja lalu buru-buru menghindar dengan alasan mau membelikan face cream pesanan Ibu di supermarket terdekat.


Tapi Ibu tetap cemas dan langsung mencoba mendiskusikan masalah ini dengan Ayah. Tapi Ayah santai saja, Ayah yakin kalau Fah cuma stres karena pekerjaannya. Katanya majalah mereka kurang bagus penjualannya bulan ini, Fah pasti stres karena itu.

Ibu tak yakin. "Pasti ada masalah yang lebih daripada itu."

"Bu, jangan khawatir. Putri kita tuh cantik... kayak aku (Pfft!). Dan dia baik hati kayak ibu. Apapun yang terjadi, kebaikan dalam diri Fah, pasti akan membantunya mengatasi segala rintangan."


Karen Fai masih pesta makan bersama teman-temannya, Fah akhirnya keluar jalan-jalan sendirian. Dia lalu masuk ke sebuah supermarket... bersamaan dengan Daniel yang juga masuk ke supermarket yang sama.

Awalnya mereka saling melewatkan, tapi kemudian Daniel tak sengaja melihat Fah... yang sangat mirip Botan dan kontan membuatnya begitu tercengang.

Dia langsung saja mengikuti setiap pergerakan Fah dari rak sebelah hingga akhirnya mereka saling berhadapan di ujung rak dan membuat Fah menubruknya hingga belanjaannya terjatuh.


Daniel benar-benar sulit melepaskan pandangannya. Dia bahkan membantu Fah memunguti kembali belanjaannya dengan terus menatap wajah Fah.

Fah meminta maaf dalam Bahasa Inggris dan berterima kasih sambil tersenyum ramah, tapi Daniel malah terus menerus menatapnya dengan intens yang jelas saja membuat Fah lama-lama jadi takut padanya.

Bersambung ke part 3

1 komentar: