Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 13 - 1

 Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 13 - 1


Yu Yin langsung saja duduk di mejanya Mo Mo lalu menanyakan pendapat Mo Mo. Menurut Mo Mo, apakah benar-benar ada persahabatan murni diantara pria dan wanita?


Mo Mo kan tinggal bersama Wei Yi tapi mereka bukan pasangan, makanya dia penasaran akan hubungan mereka. Mo Mo menyangkal, mereka cuma berteman kok.

Tapi tetap saja Yu Yin tidak bisa tenang mendengar jawabannya. Pria dan wanita tinggal bersama, mungkin saja bisa terjadi sesuatu di antara mereka.

Mo Mo ngotot menyangkal. Yu Yin akhirnya bisa tenang lalu mulai menikmati makanannya. Tapi kenapa Yu Yin tanya, apa Yu Yin naksir Wei Yi?

"Iya." Jawab Yu Yin tanpa ragu dan kontan membuat Mo Mo membeku.

Tapi Yu Yin heran kenapa Wei Yi belum datang yah, katanya tadi dia mau makan siang bersama. Mo Mo bingung, dia kira kalau Wei Yi sibuk penelitian di kampus lama?

"Kami sudah pindah kemari cukup lama kok. Apa dia tidak memberitahumu?"

"Tidak. Mungkin dia pikir aku tidak penting..." Err, tidak. Mo Mo buru-buru meralat kalimatnya. "Mungkin dia pikir itu tidak penting, makanya dia tidak memberitahuku."

"Iya, kau kan tidak membantu dalam penelitiannya."


Tepat saat itu juga, dia melihat Wei Yi masuk. Dia mencoba memanggilnya tapi Wei Yi tidak dengar. Yu Yin langsung beranjak bangkit untuk menyusul Wei Yi.

Meng Lu baru kembali saat itu, Mo Mo sontak mendorongnya keluar dari sana secepat mungkin tanpa menyadari kalau mereka meninggalkan ponselnya Meng Lu dan kartu kantinnya Mo Mo.

Yu Yin jelas bingung saat dia kembali tapi malah mendapati Mo Mo sudah tidak ada. Wei Yi sempat melihatnya kabur bersama Meng Lu dan akhirnya dia mengambil ponselnya Meng Lu dan kartu kantinnya Mo Mo.


Mo Mo cepat-cepat mengajak Meng Lu makan di luar saja dengan alasan makanan di kantin nggak enak. Tapi Meng Lu tak percaya, Mo Mo sepertinya sedang melarikan diri.

Tapi begitu Mo Mo bilang kalau dia yang traktir, Meng Lu akhirnya setuju. Tapi dia perlu mengantarkan makan siangnya Ah Ke dulu, sini kasih ponselnya.

Oh, astaga! Mo Mo meninggalkannya di kantin, kartu kantinnya juga ketinggalan. Mereka hampir saja mau kembali tapi tiba-tiba ponselnya Mo Mo berbunyi dari Wei Yi yang memberitahu kalau ponselnya Meng Lu dan kartu kantinnya Mo Mo ada padanya.

"Kalau begitu, aku akan menemuimu sekarang."

"Aku ada perlu penting di lab, sampai ketemu di lab."

Mo Mo lega mendengarnya. Sekarang dia dan Meng Lu bisa makan siang dulu deh.


Mo Mo pergi ke lab tak lama kemudian. Tapi tepat saat itu juga, dia melihat Wei Yi keluar dari suatu ruangan lalu diikuti Yu Yin. Bersama-sama mereka masuk ke lab.

Di dalam lab, ternyata Zhou Lei membawa kucing peliharaannya tapi Wei Yi sepertinya takut kucing dan menolak dekat-dekat dengannya.

Zhou Lei dan Yu Yin malah sengaja menggodanya dengan mendekatkan kucing itu ke Wei Yi dan memaksa Wei Yi untuk mengakui kalau kucing itu imut.

"Aku akan datang padamu kalau kau tidak menjawab!" Ancam Yu Yin sambil menyodorkan kucing itu ke muka Wei Yi yang kontan saja membuat Wei Yi mundur dengan takut-takut dan terpaksa mengakui kalau dia memang imut.

Yang jadi masalah, tepat saat mereka bicara seperti itu, Mo Mo mendengarkan dari luar pintu dan langsung salah paham mengira yang Wei Yi maksud imut adalah Yu Yin.


Dia langsung berbalik mau pergi, tapi malah berpapasan dengan Prof Jiang yang baru datang dan langsung bertanya lantang. Apa Mo Mo kemari untuk menemui Wei Yi? Di mana dia?

Menjawab pertanyaannya, Wei Yi keluar saat itu juga. Prof Jiang pun meninggalkan mereka berduaan.

"Apa kau baru datang?" Tanya Wei Yi.

"Baru sampai." Dingin Mo Mo tanpa mau menatap mata Wei Yi.

Wei Yi menyerahkan kedua barang itu padanya dan Mo Mo mau langsung pergi begitu saja. Wei Yi dengan cepat mencegahnya dan tanya dia mau pergi ke mana?

"Asrama."

"Jam berapa kau akan pulang?"

"Nggak tahu."

"Aku akan menunggumu, mari kita pulang bersama."

"Aku tidak mau mengganggumu."

"Tidak masalah kok."

"Aku yang bermasalah!" Ketus Mo Mo lalu pergi dengan kesal.

Wei Yi bingung, Mo Mo cemburu lagi? Tapi kesalahan apa yang dia perbuat kali ini? Perasaan, dia tidak melakukan apapun deh.


Tak lama kemudian, Prof Jiang menyudahi sesi penelitian mereka. Tapi ia memerintahkan Zhou Lei untuk membersihkan lab dulu soalnya kucingnya Zhou Lei bikin kotor lab, jadi dia wajib bertanggung jawab membersihkan lab.

Tapi Wei Yi mendadak berbaik hati menyatakan mau membersihkan lab. Prof Jiang kontan tambah getol membanding-bandingkan Wei Yi dan Zhou Lei. Dan seperti biasanya, Zhou Lei mendadak curiga. Jangan-jangan Prof Jiang mau ngasih pelajaran tambahan pada Wei Yi, yah?

Wei Yi menegaskan kalau dia mau membersihkan lab sekalian mau menunggu seseorang. Oh, Zhou Lei mengerti. Yah sudah, dia pergi duluan yah. Dah!


Tapi bahkan sampai malam tiba, Mo Mo masih juga belum keluar dari asrama. Ditelepon juga tidak diangkat. Kepala Asrama baru keluar saat itua dan langsung penasaran, Wei Yi menunggu siapa? Biar dia panggilkan orangnya.

Wei Yi menolak dan tepat saat itu juga, dia melihat Shan Shan berjalan pulang bersama Fu Pei. Kepala Asrama jadi salah paham mengira yang Wei Yi tunggu adalah Shan Shan.

"Bukan." Sangkal Wei Yi.

Syukurlah kalau begitu, soalnya pasangan kekasih itu mesra banget, Wei Yi tidak akan bisa memisahkan mereka. Si pria selalu menunggu si wanita di sini, mereka selalu bawa banyak buku dan tetap belajar biarpun lagi jatuh cinta.

Shan Shan dan Fu Pei akhirnya sampai di depan asrama dan Wei Yi meminta maaf pada Shan Shan atas kejadian di apartemennya yang terakhir kali waktu itu. Fu Pei penasaran apa maksudnya?

"Yang kita terakhir kali ke rumah Mo Mo untuk memasak bubur buat dia."

Oh, Fu Pei mengerti. Tapi Shan Shan tidak perlu takut sama Wei Yi. Shan Shan kan justru membantu mereka.

Tetap saja Shan Shan takut. Soalnya waktu itu Wei Yi mengira dia datang untuk membantu Fu Pei mendapatkan Mo Mo, makanya Wei Yi marah banget sama dia.

Kedua orang itu mendadak mesra banget saling menggoda satu sama lain sampai Wei Yi harus menyela mereka dan mengajak Fu Pei ngobrol berdua dengannya.


Mereka akhirnya duduk di lapangan sambil nge-bir. Wei Yi penasaran apakah Fu Pei sudah memberitahu Mo Mo tentang hubungannya dengan Shan Shan?

"Kami sudah memperjelasnya."

"Maksudmu?"

Fu Pei geli juga melihat emosinya Wei Yi. 4 tahun mereka tinggal seasrama, baru kali ini Fu Pei melihat wajah Wei Yi terlihat seperti manusia normal.

"Jawab saja pertanyaanku."

Fu pei menegaskan bahwa dia dan Mo Mo sudah saling memperjelas segalanya. Mo Mo tidak menyukainya, dan begitupun sebaliknya, jadi mereka sudah berpisah.

"Dia bisa... jatuh cinta... pada orang lain. Aku juga bisa jatuh cinta pada Wang Shan."


Seharusnya Wei Yi mendukungnya dong, dia disakiti sama Mo Mo dan itu meninggalkan bayangan gelap dalam hatinya. Wei Yi malah senyum geli mendengarnya.

"Kau menertawaiku? Kau itu sudah merebut pacarku, dasar jahat."

"Memangnya dia pacarmu waktu itu?" (Pfft!)

Fu Pei speechless. "Hampir. Rasanya ingin sekali aku menonjokmu."

"Ayo bertarung. Jangan panggil dia Mo Mo lagi jika aku mengalahkanmu."

"Apa kau gila?"


Mo Mo akhirnya menelepon tak lama kemudian dan Wei Yi langsung protes begitu Mo Mo mengaku kalau dia sudah pulang dan baru melihat misscall-nya Wei Yi soalnya dia baru keluar dari kamar mandi. Kenapa Mo Mo tidak bilang-bilang kalau dia sudah pulang.

"Kenapa juga aku harus bilang?" Ketus Mo Mo lalu menutup teleponnya begitu saja.

Fu Pei geli melihat itu. Mo Mo memang agak sulit ditangani... dan Wei Yi kontan menatapnya setajam silet sampai Fu Pei akhirnya meralat panggilannya... Si Tu Mo, dia janji akan tidak akan memanggilnya Mo Mo lagi. Oke?!


Sementara itu di rumah, Mo Mo masih emosi setiap kali teringat apa yang di dengarnya dari balik pintu lab tadi. Dia sampai salah ketik saking emosinya.

Wei Yi tiba di depan pintu saat itu. Dia sebenarnya bawa kunci, tapi tiba-tiba saja sesuatu terlintas dalam benaknya lalu memencet bel. Awalnya dia memencet bel dengan cara normal, tapi kemudian dia mulai memainkannya secara berirama.

Mo Mo membuka pintu dengan kesal. Bahkan saking emosinya, dia tidak bisa mengenali nada lagu yang dimainkan Wei Yi dengan belnya.

"Kau tidak bisa dengar? Ini lagu."

"Tidak."

"Dengarlah." Wei Yi mulai memainkannya lagi. Ah! Lagunya Doraemon.

Aku ingin begini, aku ingin begitu.
Ingin ini, ingin itu, banyak sekali.
Semua semua semua dapat dikabulkan.
Dapat dikabulkan dengan kantong ajaib.
Aku ingin terbang bebas di angkasa.
Hei, baling-baling bambu.
La... la... la... aku sayang sekali Doraemon~~~


Tapi Mo Mo malah ketus menyuruhnya berhenti memencet bel lalu kembali ke pekerjaannya. Wei Yi mencoba ngobrol dengan menanyakan tentang jus-jus jeruk itu, tapi Mo Mo masih saja dingin menanggapinya.

"Kalau begitu, cobalah meminumnya pakai mug." Ujar Wei Yi.

Dia berniat menyodorkan tas yang sedari tadi dibawanya, tapi bahkan sebelum dia sempat menyerahkan tas itu, Mo Mo sudah ketus duluan memberitahu Wei Yi kalau dia memang sudah pakai mug.

Wei Yi terpaksa urung menyerahkan tasnya lalu gantia membaca label informasi salah satu jus jeruk. Ada sesuatu yang menarik perhatiannya di situ. Kenapa Mo Mo cuma memperhatikan rasa doang?


Ucapannya sukses menarik perhatian Mo Mo yang langsung merebut botol jus itu dan membaca apa yang selama ini dilewatkannya dan kontan memberinya ide baru... dan Wei Yi langsung mencondongkan diri untuk ikutan membaca laporannya. Pfft!
Mo Mo kontan memelototinya dengan kesal. Tapi Wei Yi tak bisa mengalihkan pandangannya dari Mo Mo... sampai saat Mo Mo mendadak menoleh padanya dan mengonfrontasinya.

"Kau lihat apa?"


Canggung, Wei Yi buru-buru mengalihkan topik ke mikroskopnya, mengambil setetes sample jus jeruk lalu memasukkannya ke mikroskop. Lihatlah, jus jeruk yang di-zoom 2000X.

Mo Mo menoleh padanya dengan sinis... dan berubah terpesona melihat wajah serius Wei Yi yang sibuk dengan mikroskopnya.

Saat Wei Yi menyodorkan miskroskopnya, Mo Mo sontak terkagum-kagum dengan apa yang dilihatnya. Wei Yi langsung ikutan melihatnya dalam posisi seolah sedang back hug Mo Mo yang jelas saja membuat Mo Mo gugup.


Salinag menyadari kedekatan mereka, Mo Mo an Wei Yi kontan saling berpandangan... sampai akhirnya keduanya sama-sama sadar dan buru-buru menjauh dengan canggung.


Mendadak teringat lagi percakapan mesra antara Wei Yi dan Yu Yin di lab tadi, Mo Mo langsung berubah ketus mengusirnya. Masuk kamar sana! Mengganggu saja!

Wei Yi akhirnya menyerahkan tasnya itu lalu masuk ke kamarnya tak peduli biarpun Mo Mo ketus menolak. Padahal begitu aman sendirian, Mo Mo langsung mengecek isi tas itu dan mendapati isinya ternyata mug Doraemon yang sama persis. Wah! Mo Mo senang. Dia kira ini sudah tidak diproduksi lagi, dari mana Wei Yi mendapatkannya?

"Aku suka! Muah!"

Bersambung ke part 2

1 komentar: