Sinopsis How, Boss Wants to Marry Me Episode 6 - 2

Sinopsis, How Boss Wants to Marry Me Episode 6 - 2

Setibanya di hotel, Xia Lin kaget bertemu Anran di sana bersama seorang aktor bernama Lu Di. Pada Lu Di, Anran memperkenalkan Xia Lin sebagai 'sahabat terbaiknya'. Pfft!


Anran pura-pura tak menyangka kalau dia bakalan bisa bekerja sama dengan Xia Lin secepat ini. Kalau Xia Lin butuh bantuan, dia cari saja Lu Di.


Tapi begitu Xia Lin naik ke kamarnya, senyum ramah Anran luntur seketika. Lu Di heran, jika Xia Lin benar-benar teman baiknya Anran, lalu kenapa Anran malah menyuruhnya untuk menciptakan rumor antara dirinya dengan Xia Lin?

"Lakukan saja apa yang kusuruh. Yang lainnya bukan urusanmu."


Di kantor, Wen Li melapor bahwa selama 2 bulan terakhir ini, banyak pegawai di departemen penelitian dan pengembangan yang mengundurkan diri dan bekerja di perusahaan lain.

Kalau begitu, Yi Zhou memerintahkannya untuk menyelidiki internal perusahan dulu dan selidiki juga perusahaan lain itu. Jika perusahaan itu adalah saingan mereka, maka tuntut para pegawai yang pergi itu dengan tuntutan pelanggaran kontrak.

Umumkan juga pada para pegawai, bahwa mulai sekarang, baik pegawai baru atau lama, semuanya akan diperlakukan secara adil.

Beralih topik dari masalah pekerjaan, Yi Zhou tiba-tiba tanya. "Apa yang biasanya disukai wanita?"

Apa Yi Zhou mau memberi hadiah untuk Xia Lin? Tapi Wen Li tidak punya teman cewek, jadi dia tidak punya jawaban untuk pertanyaan itu.

"Bukankah kau dekat dengan Jia Fei (Nama asli Fei Fei)?"


Maka Wen Li segera pergi menemui Fei Fei hanya untuk menanyakan hal apa yang disukai Xia Lin.

"Hanya demi mempertahankan keutuhan keluarga, Bos Ling berusaha terlalu keras."

Bos memang selalu komprehensif. Fei Fei tidak usah khawatir, dia jamin Xia Lin tidak akan mengetahui percakapan mereka hari ini.

Fei Fei sih tidak mempermasalahkan hal itu. Tapi... dia tidak suka membantu orang hanya untuk bersenang-senang.

Jangan khawatir. Wen Li meyakinkan bahwa setelah Fei Fei memberi informasi, dia akan mendapatkan kontrak kerja sama dengan sutradara Cai. Deal!


Begitu kembali ke kantor, Wen Li memberitahu bahwa biarpun berlian adalah benda kesukaan wanita, tapi Xia Lin bukan wanita biasa semacam itu. Jika Yi Zhou ingin membuat kemajuan dalam hubungannya, maka dia harus mengembangkan hubungan emosional.

"To the point aja."

"Misalnya, memelihara hewan peliharaan. Nyonya sepertinya sangat menyukai anjing."

"Kurasa... sebaiknya kau balik kerja saja."

"Bos, selama Nyonya syuting, apa anda akan kerja lembur lagi setiap hari seperti ini?"

"Iya. Aku harus cari duit untuk mengurus Mumu. Jomblo sepertimu tidak akan mengerti." (Wkwkwk! Duh, Bos Ling, kan kasihan Wen Li)


Xia Lin sedang mempelajari skrip saat Lu Di tiba-tiba muncul dan langsung melancarkan aksinya merayu Xia Lin. Dia langsung merngkul Xia Lin lalu berusaha mengajaknya selfie bareng yang jelas saja membuat Xia Lin tak nyaman dengan sentuhannya.

Untung saja Chu Yan datang saat itu dan langsung menjauhkan istri sahabatnya itu dari Lu Di. Sedang apa mereka berdua?

"Tuan Chu, ke-kenapa kau datang kemari? Cuma berkunjung kah?"

"Tidak, aku datang kemari untuk menjaga seseorang."

"Kalian berdua saling mengenal?"

Chu Yan langsung merangkl Xia Lin dan mengklaim kalau mereka bukan cuma saling mengenal, mereka bahkan selalu baca naskah bersama. Mereka lalu cepat-cepat pergi meninggalkan Lu Di.


Lu Di lalu menghubungi Anran untuk melaporkan kegagalannya gara-gara Chu Yan. Anran jelas kesal, ngapain Chu Yan ke sana. Kalau begitu, Lu Di ikuti saja mereka.

Lu Di benar-benar heran dengan semua ini. Siapa sih sebenarnya Xia Lin itu? Setidaknya dia harus tahu siapa yang sedang dia hadapi ini. Anran menolak memberitahu apapun. Pokoknya Lu Di lakukan saja perintahnya. Jika tidak, maka Lu Di harus berurusan dengan perusahaannya.


Xia Lin bingung dengan ucapan Chu Yan tadi, memangnya sejak kapan mereka baca skrip bareng? Dan kenapa dia tiba-tiba datang kemari?

Chu Yan hanya membantu 'seseorang' saja kok. Oh yah, apa kabar 'Nyonya Ling' belakangan ini?

"Cukup baik. Semua orang menjagaku dengan baik."

"Menjaga macam apa pakai acara sentuh-sentuhan di tempat sepi?"

"Mana kutahu kalau dia bakalan dekat-dekat padaku. Makasih yah untuk yang tadi."

"Hei, aku tidak membantumu, aku hanya takut kau mempermalukan si tua Ling."

"Tidak ada seorangpun yang mengetahui hubunganku dengan Li Yi Zhou."

"Jika mereka tahu kalau kau adalah Nyonya Ling, mereka tidak akan berani memperlakukanmu seperti itu."

"Kau jangan coba-coba membocorkan masalah pernikahan kami."

"Kenapa?"

Soalnya dia dan Yi Zhou sudah sepakat untuk menyembunyikan pernikahan mereka, jadi Chu Yan pura-pura tak tahu saja dan jangan bilang-bilang masalah tadi pada Yi Zhou.

Chu Yan cuma diam saja, maka Xia Lin memutuskan untuk menganggap itu sebagai persetujuan. Kalau begitu, sebaiknya Chu Yan pergi saja.

"Tapi kuperingatkan kau, menjauhlah dari Lu Di atau aku akan memberitahu Ling."

"Aku mengerti, tukang ngadu."


Tapi beberapa saat kemudian saat Xia Lin sedang mempelajari naskahnya kembali, tiba-tiba saja hujan mengguyur deras. Xia Lin jadi mencemaskan Chu Yan dan bergegas pergi mencarinya.

Tapi saat dia menemukan Chu Yan, dia malah tak sengaja mendengar Chu Yan bertengkar dengan ayahnya di telepon.

Dari situlah Xia Lin mengetahui bahwa Chu Yan ternyata anak yatim piatu yang diadopsi oleh Tuan Chu dan sekarang dia marah karena merasa diperalat demi memenuhi ambisi Tuan Chu yang terus menerus memaksanya untuk menikah demi memperluas bisnisnya.


Alih-alih pergi, Xia Lin memutuskan untuk mendekat dan memayungi Chu Yan. Jelas saja Chu Yan kesal menyadari Xia Lin sekarang mengetahui rahasianya. Apa menyenangkan menguping pembicaraan orang lain dan mengetahui rahasia mereka?

"Maaf. Aku hanya datang untuk memberimu payung. Tapi jangan khawatir. Aku tidak akan membocorkannya."

"Tidak perlu. Singkirkan belas kasihanmu yang konyol itu. Aku tidak membutuhkannya."

Xia Lin jadi terpancing emosi mendengarnya. Siapa juga yang mengasihani Chu Yan? Memangnya dia pantas dikasihani? Dia kan punya wajah tampan, menjadi raja akting di usia semuda ini, punya 50 juta fans, dan segala macam kelebihan lainnya.

Dia sudah memiliki apa yang tidak mungkin dicapai orang lain seumur hidup mereka, jadi dia tidak puas apa?


"Jangan menghinaku hanya karena kau mengetahui kelemahanku."

"Aku hanya tidak suka kau mengeluh padahal tak ada yang salah dalam hidupmu seolah seluruh dunia berhutang padamu."

"Berani sekali kau menghinaku?! Apa bedanya kau dengan para wanita yang menggunakan pria untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan?! Bukankah kau sama saja? Kau menggunakan Ling untuk menyelesaikan insiden gaun itu! Kau masih berani bilang kalau kau tidak punya pikiran apapun saat mendekati Ling?"

"Apa yang terjadi antara Ling Yi Zhou dan aku itu urusan kami berdua! Urus saja urusanu sendiri!" Kesal Xia Lin lalu menyerahkan payungnya ke Chu Yan dan bergegas pergi. Chu Yan mulai merasa bersalah sekarang.

Xia Lin menggerutu kesal. Siapa juga yang ingin mengetahui rahasianya?! Tidak seharusnya dia tadi ngasih payungnya ke Chu Yan, biarin aja asmanya kumat!


Keesokan harinya, Xia Lin mendatangi ruang private restoran karena katanya ada acara pesta kru, tapi malah mendapati cuma Lu Di yang ada di sana. Jelas ini cuma akal-akalannya Lu Di.

Tak nyaman, Xia Lin berusaha menghindar sambil melakukan sesuatu dengan ponselnya tapi tentu saja Lu Di tidak membiarkannya pergi begitu saja.

Xia Lin ternyata diam-diam mengirim lokasi keberadaannya pada Chu Yan yang langsung mengerti maksudnya. Chu Yan pun bergegas pergi.

Lu Di berusaha membuat Xia Lin minum wine, bahkan saat Xia Lin menolaknya, dia berubah memaksa Xia Lin. Untung saja Chu Yan cepat datang untuk menyelamatkannya.


Chu Yan langsung menyeretnya keluar dan mengomelinya karena tidak melarikan diri. Tapi Xia Lin merasa tak enak, bagaimanapun, dia dan Lu Di masih harus syuting bareng.

"Kalau aku tidak datang, apa yang akan kau lakukan?"

"Kemarin kau mengatakan kata-kata sekejam itu, apa kau tidak malu kalau kau tidak datang?"

Baiklah, Chu Yan mengaku kalau sikapnya memang kasar. Tapi kan dia sudah menyelamatkan Xia Lin tepat waktu, jadi mereka impas sekarang.

"Seperti ini permintaan maafmu?"

"Tidak juga, ini lebih seperti... berdamai."

"Siapa juga yang mau berdamai denganmu."


"Baiklah, baiklah. Aku minta maaf, oke? Alasan kita bertengkar kan karena si tua Ling, jadi maafkanlah aku demi Ling."

"Ini tidak ada hubungannya dengan dia. Tapi aku orang baik."

Mereka pun tos sebagai tanda damai, tapi mereka tidak sadar kalau Lu Dia diam-diam memotret kedekatan mereka.

Bersambung ke part 3

Post a Comment

3 Comments

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam