Yeo Reum dan Tae Ha tiba di pabrik kayu, salah seorang pekerja
memperlihatkan kayu daur ulang yang selama ini dicari-cari Yeo Reum.
Sebuah kayu yang walaupun sudah tua tapi masih sangat bagus.
Di panti asuhan, Ah Rim tersenyum melihat Ha Jin bermain sepak bola
bersama anak-anak. Seorang biarawati datang dan bertanya apakah Ah Rim
menyukai pria itu, suster menanyakan hal ini karena dia memperhatikan
satu-satunya yang dilihat Ah Rim hanya Ha Jin seorang.
Ah Rim berusaha menyangkalnya tapi akhirnya dia mengaku bahwa cintanya
bertepuk sebelah tangan karena Ha Jin telah memiliki seorang pacar.
Biarawati cemas bagaimana kalau Ah Rim jadi rakus (merebut pacar orang)
tapi Ah Rim dengan penuh keyakinan mengatakan kalau dia tidak akan
menjadi rakus.
Gara-gara seorang anak terjatuh dan terluka, permainan sepak bola itu
langsung dihentikan. Saat Ah Rim memandang Ha Jin sedang mengobati luka
si anak, Ah Rim langsung teringat tentang masa kecilnya saat Jin Soo
mengobati lukanya.
Setelah selesai melihat-lihat kayunya, Tae Ha mengajak Ah Rim sebuah
jembatan lalu bertanya apakah Yeo Reum mengenal tempat itu. Yeo Reum
tentu saja langsung bingung karena dia sama sekali tidak ingat pernah
pergi ke tempat itu. Tae Ha bersikeras kalau mereka pernah kesana lalu
berusaha mengingatkan Yeo Reum bahwa dulu mereka pernah membangun tenda
dan berlibur disana.
"Dulu jembatan ini masih belum ada. Villa itu juga belum ada dulu" ujar Tae Ha
"Jangan berbohong. Kita tidak pernah pergi ke tempat ini. Lagipula, villa itu pasti sudah berumur lebih dari 10 tahun"
"Kau tidak terperdaya rupanya"
Yeo Reum untuk apa Tae Ha mengatakan kebohongan itu. Tae Ha mengaku
bahwa dia melakukannya hanya untuk menyelidiki apa saja yang diingat Yeo
Reum tentang kenangan semasa mereka masih pacaran dulu. Karena bagi Tae
Ha semua kenangan mereka, bahkan kenangan saat mereka bertengkar pun
adalah sebuah kenangan yang sangat berharga dan hangat.
"Pertengkaranku dengan Ha Jin juga akan kami ingat sebagai kenangan yang hangat" ujar Yeo Reum
Tae Ha langsung protes, hal itu hanya akan menjadi kenangan yang indah
kalau mereka putus. Hanya setelah putus, segala kenangan menjadi hangat.
Karena itulah Tae Ha langsung menyuruh Yeo Reum untuk putus saja dengan
Ha Jin.
"Putuslah, putuslah" goda Tae Ha sambil membuat gerakan melingkar dengan
jarinya di wajah Yeo Reum seolah sedang menghipnotis Yeo Reum. Yeo Reum
langsung menepuk tangan Tae Ha dengan kesal.
Yeo Reum curhat pada Tae Ha karena Ha Jin bahkan tidak meneleponnya. Yeo
Reum merasa dia memang kurang beruntung dengan pria. Yeo Reum
mengatakan bahwa ketidakberuntungannya ini dikarenakan sejak awal dia
sudah pacaran dengan orang yang salah. Dulu dia pacaran dengan si mobil
bekas Tae Ha dan sekarang dia juga pacaran dengan si mobil bekas Ha Jin.
Yeo Reum tidak percaya di umurnya yang ke 32 tahun ini dia hanya
memacari 2 pria yang semuanya mobil bekas.
"Kenapa aku sangat tidak beruntung?" keluh Yeo Reum
Semua keluhan Yeo Reum itu membuat Tae Ha merasa kalau Yeo Reum agak
gila tapi Yeo Reum tidak peduli, dia merasa tidak ada gunanya juga
menahan diri. Tae Ha mengerti, dia tahu kalau Yeo Reum selalu melakukan
apapun untuk orang yang dicintainya dan mempertahankan cinta itu. Yeo
Reum mengucap kata perpisahan karena sekarang dia tidak ingin gagal
lagi.
Tae Ha lalu menambahkan "Tapi aku tetap berpikir bahwa jauh lebih baik bagimu untuk putus saja (dengan Ha Jin)"
Yeo Reum langsung kesal mendengarnya "Jangan bicara seperti itu"
Tae Ha merengek meminta Yeo Reum untuk putus saja dengan Ha Jin, Tae Ha
berjanji kalau Yeo Reum kembali padanya, dia akan memperlakukan Yeo Reum
dengan sangat baik. Yeo Reum langsung pergi dengan kesal.
Dalam perjalanan pulang, mereka melewati sebuah tempat memancing yang
dulu pernah mereka kunjungi bersama ayahnya Yeo Reum. Tae Ha mengajak
Yeo Reum untuk keluar dan melihat-lihat tempat itu tapi anehnya Yeo Reum
terlihat sangat gugup sampai tidak mau keluar dari mobil.
Tae Ha akhirnya keluar sendirian untuk melihat-lihat tempat itu dan
mengenang saat-saat dia, Yeo Reum dan ayahnya Yeo Reum datang ke tempat
itu bersama.
Tae Ha lalu kembali ke mobil untuk mengajak Yeo Reum melihat-lihat
tempat itu tapi dia malah melihat Yeo Reum berkeringat dingin dan
mencengkeram sabuk pengamannya erat-erat. Tae Ha langsung cemas, kenapa
Yeo Reum tiba-tiba seperti ini. Tapi Yeo Reum tidak menjawabnya malah
langsung berteriak meminta Tae Ha pergi dari tempat itu.
Dalam perjalanan, Tae Ha cemas apakah Yeo Reum sakit tapi Yeo Reum
bersikap sangat aneh seperti kesakitan. Saat itulah Tae Ha tiba-tiba
teringat kembali kenangan terakhirnya bersama ayahnya Yeo Reum di tempat
pemancingan.
Flashback,
Ayahnya Yeo Reum meminta Tae Ha untuk tidak bertengkar dengan Yeo Reum
karena akhir-akhir ini dia sering melihat Yeo Reum menangis. Ayahnya Yeo
Reum bertanya apakah Tae Ha akan menikah dengan Yeo Reum dan Tae Ha pun
langsung mengiyakannya.
"Jangan hidup seperti aku dan istriku. Anggaplah dia (Yeo Reum) sebagai
orang terakhir dalam hidupmu" ujar ayahnya Yeo Reum "Ibunya Yeo Reum dan
Yeo Reum sama-sama kuat jadi mereka sering bertengkar. Pintar-pintarlah
saat berada di tengah-tengah mereka"
Tae Ha heran kenapa ayahnya Yeo Reum bicara seperti orang yang hendak
pergi jauh. Tapi ayahnya Yeo Reum hanya menanggapinya dengan senyum
sedih.
Kembali ke masa kini,
Tae Ha akhirnya mengerti bahwa semua ucapan ayahnya Yeo Reum saat itu
adalah pesan terakhirnya. Tae Ha sekarang mengerti kenapa tidak ada
laporan tentang adanya kecelakaan yang menewaskan ayahnya Yeo Reum.
Semua itu karena ayahnya Yeo Reum tidak mati dalam kecelakaan.
Saat Tae Ha tercengang memandang Yeo Reum, dia tidak memperhatikan
adanya blokade jalan didepannya. Dan saat dia melihat blokade jalan itu,
dia berusaha mengerem mobilnya. Tapi karena jaraknya yang terlalu dekat
dengan blokade jalan, Tae Ha langsung memeluk Yeo Reum untuk
melindunginya.
Disaat panik itulah, Yeo Reum membuka matanya dan sekilas Yeo Reum
mengingat saat pertama kali dia menemukan mayat ayahnya bunuh diri di
tiang gantungan. Mobil Tae Ha berhasil berhenti tepat sebelum menabrak
blokade jalan tapi saat itu pula Yeo Reum langsung pingsan.
Pada saat yang bersamaan, Yoon Hee meletakkan bunga chrysant putih di
kuburan ayahnya Yeo Reum. Dia datang kesana diantar oleh Min Soo yang
ternyata mengetahui kebenaran tentang kematian ayahnya Yeo Reum.
Yoon Hee memberitahu Min Soo bahwa Yeo Reum tidak pernah datang kemari
karena sangat sulit bagi Yeo Reum mengunjungi kuburan ayahnya ini. Yoon
Hee juga cemas setiap kali melihat Yeo Reum karena walaupun Yeo Reum
terlihat baik-baik saja tapi tampaknya semua itu hanya pura-pura.
"Suamimu itu benar-benar... bagaimana bisa dia pergi tanpa meninggalkan sepatah kata" ujar Min Soo
"Dia pasti sangat membenciku. Seharusnya aku melepaskannya saat dia
memintaku untuk melepaskannya pergi. Aku benar-benar bodoh dengan
mempertahankannya. Manusia hanya hidup sekali, seharusnya aku
membiarkannya hidup bersama dengan orang yang diinginkannya" sesal Yoon
Hee
Tae Ha membawa Yeo Reum ke rumah sakit. Dokter memberitahu Tae Ha bahwa
Yeo Reum mengalami vasovagal syncope yang membuat detak jantungnya
melambat sehingga membuatnya gugup sampai pingsan.
Dokter juga memberitahu bahwa penyebabnya berasal dari tekanan psikologi
dan stres. Dokter lalu bertanya apakah terjadi sesuatu pada Yeo Reum
yang menyebabkannya pingsan seperti ini, tapi Tae Ha tidak bisa
menjawabnya.
Saat Tae Ha tengah memandang Yeo Reum yang masih belum sadar, dia
teringat saat Yeo Reum yang menkonfrontasinya karena tidak datang bahkan
walaupun Yeo Reum telah meneleponnya berkali-kali. Tae Ha berkaca-kaca
saat dia mulai mengingat kapan kira-kira pertama kalinya dia mendapat
telepon dari Yeo Reum di hari kematian ayahnya Yeo Reum.
Flashback,
Tae Ha tertidur di lokasi proyek setelah bekerja seharian saat dia
ditelepon Yeo Reum yang memintanya untuk datang. Tapi saat itu Tae Ha
sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga dia hanya mengatakan pada Yeo
Reum bahwa dia akan datang kalau sempat. Kedua kalinya dia mendapat
telepon dari Yeo Reum, dia langsung cepat-cepat mematikan ponselnya
karena dia sedang rapat penting.
Ketiga kalinya Yeo Reum menelepon saat dia bekerja di lokasi proyek, Tae
Ha mendengar Yeo Reum menangis di telepon. Tae Ha sedang sangat sibuk
karena itulah dia meminta Yeo Reum mengatakan alasan kenapa dia
menangis, tapi Yeo Reum tidak bisa mengatakan alasannya lewat telepon.
Tae Ha pun berjanji akan datang hari ini tapi tiba-tiba saja janji itu
terlupakan karena ada seorang pekerja yang terluka di lokasi proyek.
Kembali ke masa kini,
Tae Ha menangis menyesali saat-saat dia mengacuhkan semua telepon Yeo
Reum waktu itu. Tae Ha menyesal karena tidak menemui Yeo Reum padahal
walaupun waktu itu dia sedang sangat sibuk tapi dia yakin ada saat-saat
dimana sebenarnya dia bisa pergi.
Tae Ha menggenggam tangan Yeo Reum saat dia mengenang kembali saat
mereka berpisah di stasiun. Sekarang Tae Ha menyadari bahwa waktu itu
adalah terakhir kalinya Yeo Reum membutuhkannya. Seharusnya dulu dia
bertanya kenapa Yeo Reum menangis waktu itu. Tae Ha menangis sampai air
matanya terjatuh di tangan Yeo Reum yang tengah digenggamnya.
"Apa yang kupikirkan, waktu aku pacaran dengan Yeo Reum?" sesal Tae Ha
"Selama kami pacaran, aku mengatakan padanya bahwa aku mencintainya
ratusan kali. Tapi aku bahkan tidak tahu apa itu cinta. Bagaimana bisa
aku mengatakan kata cinta semudah itu jika aku bahkan tidak tahu apa itu
cinta?"
Sekarang Tae Ha menyadari bahwa dia tidak akan bisa lagi mengatakan 'aku mencintaimu' lagi "Aku adalah orang brengs** yang tidak punya hak untuk mengatakan kata-kata itu"
Di panti asuhan, Ha Jin dan Ah Rim menemani anak-anak makan saat seorang
anak meminta Ha Jin dan Ah Rim untuk menginap dan tidur bersama mereka.
Ha Jin dan Ah Rim langsung bingung dengan permintaan itu, tapi kemudian
Ah Rim membisiki Ha Jin untuk menuruti saja permintaan anak-anak itu
dan jika anak-anak sudah tidur, mereka bisa pergi. Maka Ha Jin pun
mengiyakan permintaan mereka dan membuat anak-anak berteriak kegirangan.
Malam harinya, Ha Jin, Ah Rim dan anak-anak panti asuhan tidur bersama
di sebuah kamar. Awalnya Ha Jin dan Ah Rim berbaring berjauhan. Tapi
gara-gara anak-anak saling berebut pindah posisi agar mereka bisa dekat
dengan Ha Jin atau dekat dengan Ah Rim, akhirnya Ha Jin dan Ah Rim malah
berbaring berdampingan di tengah-tengah.
Saat anak-anak sudah tidur, Ha Jin bertanya pada Ah Rim berapa lama Ah
Rim tinggal di panti asuhan ini. Ah Rim mengatakan kalau dia tinggal
sampai lulus SMA dan setelah itu dia keluar dari panti asuhan dengan
membawa uang sumbangan dari pemerintah dan tinggal di asrama sekolah
dengan uang itu dan dia cukup beruntung karena setelah itu dia mendapat
beasiswa.
"Kau pasti sangat kesusahan" ujar Ha Jin
Ah Rim mengaku bahwa dia sering menangis dan berpikir kenapa dunia ini
sangat tidak adil. Ha Jin bertanya apakah Ah Rim berpikir seperti itu
karena dia menyalahkan oppa-nya yang diadopsi. Ah Rim memberitahu bahwa
oppa-nya itu sebenarnya bukan oppa kandungnya karena mereka baru bertemu
di panti asuhan ini.
"Aku datang kesini saat aku masih sangat kecil, jadi aku tidak ingat
sama sekali tentang ibuku. Ayahku sudah meninggal dunia sebelum aku
lahir. Anak-anak disini terkadang menangis karena mereka merindukan
ibu-ibu mereka. Tapi aku tidak punya ingatan apapun tentang ibuku"
Karena itulah bagi Ah Rim, Jin Soo adalah oppa dan keluarga baginya. Dan
dia sering menangis karena merindukan oppa-nya. Walaupun dia sering
menyalahkan oppa-nya karena meninggalkannya sendirian tapi sekarang hal
itu bukan masalah besar lagi karena Ah Rim yakin, oppa-nya itu hidup
enak.
Ha Jin berkaca-kaca saat dia mengatakan bahwa oppa-nya Ah Rim tidak
mungkin hidup enak apalagi setelah meninggalkan Ah Rim. Ah Rim menangis
saat dia memberitahu Ha Jin bahwa oppa-nya berumur 12 tahun saat
oppa-nya diadopsi sementara dia sendiri saat itu baru berumur 7 tahun.
Ha Jin pun berusaha keras menahan tangisannya sendiri.
Di rumah sakit, Yeo Reum akhirnya sadar dan melihat Tae Ha disampingnya.
Tae Ha memberitahu Yeo Reum bahwa dia pingsan karena stres yang
berlebihan saat mereka berhenti di kolam memancing.
"Kau pasti memikirkan ayahmu" sesal Tae Ha
Tae Ha menyesal karena baik dulu maupun sekarang dia tidak mendengarkan
Yeo Reum. Tae Ha menyesal karena berhenti di tempat itu dan berjanji
tidak akan lagi pergi kolam pancing itu. Walaupun masih sangat pucat
tapi Yeo Reum bersikeras mau pulang.
Di rumah, Joon Ho mendengarkan detak jantungnya dengan stetoskop dan
ternyata detak jantungnya normal. Joon Ho langsung menyalahkan Yoon Sol
sebagai penyebab detak jantungnya jadi tidak normal.
Dia lalu menemui Yoon Sol untuk menkonfrontasinya tapi Yoon Sol sedang
sibuk makan dengan sangat rakus. Yoon Sol mengaku bahwa dia seperti ini
gara-gara bertemu kembali dengan Eun Gyu yang membuatnya sangat-sangat
lapar.
Joon Ho lalu meminta Yoon Sol untuk berteriak padanya seperti waktu dia
meneriaki pacarnya Eun Gyu. Dan Yoon Sol pun langsung menurutinya,
meneriaki Joon Ho dan menyuruhnya pergi. Dan setelah Yoon Sol
meneriakkannya, Joon Ho mendengarkan detak jantungnya dan langsung
terbelalak menyadari kalau detak jantungnya tidak normal.
"Sol-ah, sepertinya ada yang tidak beres denganku. Aku... aku... kurasa
aku menderita aritmia (gangguan jantung)" ujar Joon Hi sedih
Yoon Sol langsung bingung tapi sesaat kemudian dia tidak sempat lagi
memikirkan keanehan Joon Ho karena tiba-tiba Tae Ha meneleponnya dan
memberitahunya tentang kondisi Yeo Reum dan sekarang mereka sedang dalam
perjalanan pulang.
Ha Jin tiba di dekat rumah Ah Rim untuk mengantarkan Ah Rim dan Tae
Gyung. Ha Jin menyuruh Tae Gyung untuk makan yang banyak sebelum
operasi. Karenanya Tae Gyung langsung mengajak Ha Jin untuk makan siang
bersama mereka besok, walaupun sebenarnya agak ragu tapi Ha Jin tetap
menurutinya dan berjanji akan makan siang bersama mereka besok.
Sesampainya di rumah, Tae Ha menuntun Yeo Reum keluar dari mobil tepat
saat Ha Jin datang dan menatap mereka berdua dengan marah.
Joon Ho dan Yoon Sol terburu-buru keluar sambil bertanya pada Tae Ha,
kenapa Yeo Reum seperti ini padahal tadi pagi Yeo Reum baik-baik saja,
apa yang telah Tae Ha lakukan pada Yeo Reum sampai Yeo Reum seperti ini.
Mendengar hal itu, Ha Jin langsung membanting pintu mobilnya dengan
marah lalu berjalan mendekati mereka dengan ekspresi yang menakutkan.
Bersambung ke episode 10
































































0 Comments
Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam