Namun dengan melakukan itu, maka temperamennya Yi Shui pun otomatis terpengaruh oleh mata air spiritual. Kalau matanya memerah, itu artinya dia sedang dikuasai oleh mata air spiritual.
Contohnya waktu Yi Shui menciumnya barusan, matanya jadi memerah. Itu artinya, kekuatan mata air spiritual meningkat dan sulit dikontrol.
Saat itu terjadi, tentu saja Ran Ran tak bisa menyalahkannya, tapi... tetap saja ciuman tadi membuatnya merasa bahwa hubungan guru dan murid mereka tidak akan bisa kembali normal.
Namun tanpa Ran Ran ketahui, sebenarnya Yi Shui menciumnya dengan ganas adalah karena dia sebenarnya sangat marah gara-gara Ran Ran mempertaruhkan nyawanya hanya demi menempelkan jimat tadi. Setiap kali teringat itu, rasanya dia ingin sekali menghancurkan seluruh dunia. (Oh, pantesan si naga waktu itu membawa pergi si Kaisar yang mendiami tubuhnya dengan penuh amarah)
Namun setiap kali Yi Shui tak sengaja menyakiti Ran Ran gara-gara emosinya yang sekarang agak sulit dikontrol dan membuat Ran Ran berlinang air mata karenanya, emosi Yi Shui pun seketika mereda dan mata merahnya kembali menghitam.
Untungnya Ran Ran sudah pernah berendam di kolam sumsum yang meningkatkan kekuatan spiritualnya dan juga meminum sedikit darah Burung Zhuque sehingga dia tidak mati dan jiwanya tidak hancur saat terkena pukulan fatalnya Kaisar Su Yu tadi.
Tapi tulang punggungnya tetap patah sehingga sekarang dia harus bergantung pada Yi Shui sepenuhnya untuk penyembuhannya.
Terlepas dari sifat dan temperamennya yang sekarang terasa lebih suram dan gampang tersulut emosi, namun Yi Shui tetap merawat Ran Ran dengan teliti dan penuh perhatian.
Berkat Yi Shui yang menyalurkan kekuatan spiritualnya padanya, Ran Ran pun dengan cepat pulih. Bahkan besoknya, dia sudah bisa terlepas dari ikatan papan dan sudah bisa duduk.
Setiap kali Yi Shui sibuk bermeditasi di gua untuk mengontrol kekuatan mata air spiritual, Ran Ran biasanya duduk-duduk di batu tepi pantai sambil melihat si naga yang mengejar ikan.
Sekarang ini mereka sedang terdampar di sebuah pulau terpencil di tengah laut, dan si naga sekarang bahagia banget, berenang bebas di lautan dan setiap hari mengejar-ngejar ikan, benar-benar kayak anak kecil yang akhirnya bebas dari kurungan.
Namun dia tidak bisa bebas sepenuhnya juga karena Yi Shui tetap mengontrolnya dengan kalung Qiankun di lehernya. Yi Shui mau mengembalikannya ke pulau naga, tapi terlebih dulu dia harus menekan sisi jahatnya.
Bagaimanapun, dia adalah naga yang kekuatan spiritualnya dimatangkan secara paksa dengan cara diberi makan para kultivator. Kalau langsung dilepas, dia akan membahayakan kapal-kapal dan orang-orang yang lewat.
Pernah beberapa kali si naga menyelinap di belakang Ran Ran, berniat untuk memakan Ran Ran. Maklum, selama ini dia selalu makan para kultivator, makanya dia mengira Ran Ran adalah hidangan utama, sedangkan ikan-ikan di laut cuma hidangan pembuka.
Namun setelah beberapa kali gagal, bahkan bahkan hampir kehilangan satu matanya gara-gara belatinya Ran Ran, dia akhirnya jadi lebih patuh. Ran Ran bahkan pernah melemparkan pil penenang jiwa padanya dan sejak saat itu dia jadi tidak nafsu makan. Wkwkwk! Kasihan!
Namun dibandingkan masalah si naga, masalah Yi Shui jauh lebih rumit. Walaupun seringkali dia mampu menekan kekuatan mata air spiritual dengan tekad yang kuat, tapi setiap tengah malam saat kekuatan mata air spiritual mencapai puncaknya, Yi Shui terlalu sulit mengontrolnya, dan setiap kali ini terjadi, Yi Shui harus melampiaskannya dengan cara mencium Ran Ran sampai Ran Ran susah bernapas.
Untungnya Yi Shui masih sanggup mengontrol diri dan tidak sampai melakukan sesuatu yang lebih kelewatan, walaupun si mata air spiritual sebenarnya terus berusaha mendorongnya untuk melakukan apa yang ada di dalam hatinya.
Ran Ran yang tidak mengetahui pergolakan hati Yi Shui, tertidur dengan tenang dalam pelukannya, tidak tahu kalau setiap malam Yi Shui tidak pernah berani tidur karena khawatir mata air spiritual akan menguasainya untuk melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan yang bisa membuatnya kehilangan Ran Ran.
Sementara suasana di pulau terasa begitu manis dan romantis, suasana di istana terasa sangat suram. Berkat Lao Feng, jiwa Su Yu bisa kembali ke tubuhnya. Namun roh primordial-nya rusak, yang otomatis membuat umurnya jadi semakin pendek.
Masalahnya, kalau dia sampai mati sekarang, dia tidak mau mati dan tidak ada satu pun di antara putra-putranya yang cocok untuk menggantikannya jadi Kaisar, makanya selama ini dia belum menunjuk Putra Mahkota. Namun pastinya karena ini pula, para selir yang punya putra sekarang sedang bersiap-siap untuk berebut kekuasaan.
Di saat inilah, Wei Jiu mendadak muncul dan menawarkan diri untuk jadi teman Kaisar dan menawarkan bantuannya untuk memperpanjang umur Kaisar.
Sebagai balasannya, dia cuma mau tahu tentang keberadaan Mu Qing Ge reinkarnasi yang asli karena dia yakin bahwa Mu Qing Ge reinkarnasi yang dia kenal ini palsu. Kaisar setuju, tapi dia hanya akan memberitahu kalau Wei Jiu sudah bisa memperpanjang umurnya. Deal!
Dari saling berkirim kabar dengan Yu Tong melalui Burung Zhuque, Yi Shui dan Ran Ran mengetahui bahwa Zhou Fei Hua sekeluarga sekarang ditangkap dan dipenjara atas tuduhan melakukan praktek sihir untuk mencelakai Kaisar. Jelas ini ulahnya Kaisar yang melampiaskan kemarahannya pada Zhou Fei Hua sekeluarga atas kegagalan rencananya.
Ran Ran jadi ingin segera pulang saking khawatirnya dengan Zhou Fei Hua, tapi mereka harus terlebih dulu mampir ke Pulau Naga untuk mengembalikan si naga.
Namun Yi Shui tidak membawanya pulang, malah membawanya ke gunung terdekat dan bertemu dengan Yu Tong yang sedang bersama Zhou Fei Hua. Heh? Bagaimana dia bisa ada di sini?
Ternyata awalnya, saat Kaisar berniat menghukum Zhou Fei Hua sekeluarga, para jenderal yang merupakan rekan seperjuangan ayahnya Zhou Fei Hua langsung berdemo menuntut keringanan untuk Jenderal Zhou.
Untungnya walaupun Kaisar terobsesi dengan keabadian, dia juga tidak cukup bodoh untuk melakukan sesuatu yang bisa mengancam keselamatan negara. Jadi dia cuma memecat Jenderal Zhou dan mengusirnya kembali ke kampung halaman. Sedangkan Zhou Fei Hua, dia dikurung di istana dingin.
Lalu kemudian Yu Tong menerima pesan balasan Yi Shui yang menginstruksikannya untuk menyelamatkan Zhou Fei Hua.
Maka kemudian, Yu Tong dan Yu Chen menyelinap masuk istana dingin di malam hari, menempatkan mayat tanpa identitas yang mereka dapatkan dari kuburan massal untuk menggantikan Zhou Fei Hua, lalu membakar istana dingin tersebut.
Saat akhirnya kebakaran itu berhasil dipadamkan, orang-orang istana hanya menemukan mayat yang sudah gosong dan Zhou Fei Hua pun dianggap sudah mati.
Namun Ran Ran memperhatikan Zhou Fei Hua tidak terlalu bahagia juga, dia jadi berpikir kalau Zhou Fei Hua mungkin sebenernya ada rasa pada Kaisar.
Namun saat dia mencoba menanyakan apakah dia kangen istana, Zhou Fei Hua menyangkal. Bagaimanapun, sekarang Kaisar sudah banyak berubah, dia bahkan tega menipu orang yang dia sukai, Mu Qing Ge. Dia sudah lelah dengan kehidupan istana, ayahnya juga selalu berharap dia bisa meninggalkan istana, jadi bisa memalsukan kematiannya dan kabur dari istana adalah berkah yang dikirimkan oleh Langit untuknya.
Sekarang yang paling membuat Zhou Fei Hua penasaran adalah identitas masa lalu Ran Ran, apakah dia adalah reinkarnasinya Mu Ran Wu?
Ran Ran jujur mengaku kalau dia tidak ingat kehidupan masa lalunya, tapi siapa pun dia di masa lalu, itu tidak penting. Dia sekarang hanya Xue Ran Ran, dan dia harap Zhou Fei Hua tidak akan mempermasalahkannya juga.
Zhou Fei Hua sebenarnya suka sama Ran Ran tapi dia benci sama Mu Ran Wu, si licik itu. Makanya saat melihat wajah sedih Ran Ran, dia jadi tidak tega dan akhirnya berpikir bahwa sifat jelek Mu Ran Wu di masa lalu mungkin sudah dimusnahkan oleh pohon reinkarnasi dan sekarang sudah berubah jadi baik.
Dia sama sekali tidak kepikiran tentang peran dan kontribusi Su Yi Shui dalam masalah Ran Ran, padahal Yi Shui-lah yang mendidik Ran Ran sehingga mampu menghasilkan murid yang unggul.
Pikirannya tentang Yi Shui masih sangat negatif, apalagi saat dia memperhatikan interaksi Yi Shui dan Ran Ran yang lebih mirip sepasang kekasih daripada guru dan murid.
Pemandangan itu membuatnya jadi semakin jijik sama Yi Shui, berpikir kalau dia adalah bajingan tengik yang merayu muridnya sendiri. Makanya dia kemudian berusaha memperingatkan Ran Ran untuk tidak sampai tertipu oleh pria tua brengsek itu.
Namun Ran Ran langsung membela gurunya dan tidak terima gurunya difitnah. Zhou Fei Hua menyangkal, dia tidak memfitnah, Yi Shui memang penjahat keji.
Dulu dia menipu gurunya, Mu Qing Ge, untuk membuka pintu Dunia Bawah di mana dia mendapatkan kekuatan mata air spiritual, lalu kemudian dia menghasut ayahnya untuk melakukan pemberontakan
Lalu kemudian dia menjadikan dirinya sendiri sebagai pahlawan yang membasmi kejahatan, sedangkan Mu Qing Ge justru mati karena dia dan difitnah sebagai kultivator jahat yang membuka Dunia Bawah karena dia menginginkan kekuatan mata air spiritual.
Namun yang tidak mereka sangka, Yi Shui ternyata membuntuti mereka secara diam-diam dan mendengar semua yang Zhou Fei Hua katakan pada Ran Ran dan sekarang dia mendadak mencekik leher Zhou Fei Hua kuat-kuat dengan mata merah yang jelas saja membuat Ran Ran panik.
Dia berusaha mengingatkan Yi Shui untuk mengontrol dirinya sendiri, tapi Yi Shui malah semakin menguatkan cengkeramannya di leher Fei Hua.
Panik, terpaksa Ran Ran menggigit tangan Yi Shui dan itulah yang akhirnya berhasil membuat Yi Shui sadar sehingga Zhou Fei Hua pun bisa terlepas dari cengkeramannya. Namun Yi Shui masih sakit hati, makanya dengan dinginnya dengan membenarkan bahwa dia memang tidak sebaik yang Ran Ran pikir.
Pun begitu, Ran Ran sama sekali tidak meragukannya. Apalagi saat dia melihat Yi Shui berjalan pergi, dia hanya melihat kesepian dan rasa sakit dari sosok yang semakin menjauh itu.
Karena itulah, dia yakin bahwa pasti ada kesalahpahaman tentang Yi Shui dari semua ini. Dia penasaran apakah Mu Qing Ge tahu kalau Yi Shui adalah anak iblis.
Zhou Fei Hua membenarkan, tentu saja Mu Qing Ge tahu karena Mu Qing Ge adalah gurunya. Namun Mu Qing Ge bersikeras meyakini kalau Yi Shui jadi seperti itu karena pengalaman masa kecilnya yang susah dan ketidakadilan yang dialami oleh ibunya sehingga membuat pikirannya jadi ekstrem.
Mu Qing Ge sama sekali tak pernah menyalahkan Yi Shui, malah menyalahkan dirinya sendiri, meyakini bahwa dialah yang gagal mendidik muridnya, makanya dia rela menanggung fitnahan tersebut demi Yi Shui.
Mendengar itu, Ran Ran jadi semakin yakin bahwa Yi Shui pada dasarnya hanya salah paham terhadap Mu Qing Ge yang dia anggap tidak memahami dirinya. Mu Qing Ge memahami itu, Ran Ran pun memahaminya. Karena itulah, sama seperti Mu Qing Ge yang dulu menolak meninggalkan Yi Shui, Ran Ran juga menolak meninggalkannya. Apalagi sekarang ini adalah masa-masa sulit bagi Yi Shui.
Yu bersaudara dan para murid juga pada akhirnya mengetahui tentang mata air spiritual yang ada pada tubuh Yi Shui. Makanya sifat dan sikap Yi Shui sekarang jauh lebih ganas.
Shifu yang dulu selalu diam, sekarang mulutnya sangat berbisa. Dia bahkan tega ceplas-ceplos mengkritik Qiu Xier gendut karena kebanyakan makan, makanya Qiu Xier tidak pernah mengalami peningkatan dalam ilmu meringankan tubuh dan tidak bisa memanjat pohon.
Qiu Xier sakit hati dan sontak pergi sambil menangis. Yang lain jadi tidak berani mengambil lebih banyak lauk, secepat mungkin menghabiskan nasi mereka lalu bergegas pergi juga.
Namun saat Ran Ran juga mau pergi , Yi Shui malah mencegahnya dan dengan senang hati memberikan semua daging ayam yang tersisa untuk Ran Ran dan menyuruh Ran Ran untuk menggendut biar enak dipegang.
Astaga! Ran Ran tidak tahan lagi melihat sikap Shifu yang tambah lama tambah kurang ajar ini, makanya dia langsung mengomeli Yi Shui untuk mengontrol dirinya dari pengaruh mata air spiritual bak seorang ibu yang mengajari anaknya cara bersikap yang baik dan benar.
Yi Shui juga sadar kalau kata-katanya cukup kasar. Pada dasarnya, semua itu memang apa yang dia pikirkan. Dulu dia bisa mengontrolnya, namun keberadaan mata air spiritual di dalam dirinya mendorongnya untuk mengeluarkan apa saja yang ada dalam pikirannya. Tapi baiklah, dia janji untuk berusaha mengontrolnya lalu tiba-tiba saja dia mencium Ran Ran lagi.
Zhou Fei Hua tidak bisa terus bersama mereka karena mengkhawatirkan ayahnya. Dia sudah mengatur untuk kabur keluar negeri bersama ayahnya karena dia yakin begitu Kaisar pulih, dia pasti tidak akan melepaskan ayahnya, jadi lebih baik kabur sekarang.
Namun sebelum pergi, dia memberikan buku Catatan Sekte Fantian pada Ran Ran. Buku itu dia dapatkan saat istana sedang kacau balau, yang kemudian dia titipkan pada sepupunya yang kerja jadi pengawal kekaisaran.
Untungnya sepupunya dengan cerdiknya menyembunyikan buku itu dengan cara dikubur di bawah pohon di kediaman Zhou sehingga saat kediaman Zhou digeledah oleh pengawal istana, mereka tidak menemukan apa pun.
Setelah memalsukan kematiannya, Zhou Fei Hua mendapatkan buku itu kembali dan menyerahkannya ke Ran Ran dengan sebuah peringatan penting tentang Yi Shui.
Dia masih sangat meragukan Yi Shui, tapi dia tetap mau membantu demi Ran Ran. Bagus kalau Yi Shui beneran berniat mengembalikan mata air spiritual ke Dunia Bawah. Tapi jika tidak... dia sengaja tidak melanjutkan kalimatnya dan hanya mengisyaratkan dengan menyentuh memar bekas cekikan Yi Shui di lehernya. Ran Ran paham apa maksudnya, tapi dia tetap mempercayai gurunya.
Mulai membuka buku itu, Yi Shui memperhatikan bahwa Kaisar sudah membaca halaman tentang mantra kutukan tujuh transformasi berulang kali, tapi sebagian besar buku itu belum selesai dibaca.
Sedangkan bagian tentang pintu masuk Dunia Bawah, hanya ada dua kalimat petunjuk... 'Di bawah tebing air terjun surgawi adalah mata air spiritual', 'Bunga Paruh Elang Iblis, mekar dari darah'.
Kalimat pertama terlalu ambigu dan luas sehingga sulit untuk menentukan air terjun yang mana yang dimaksud. Namun dari kalimat kedua, Ran Ran langsung bisa menggabungkan kedua petunjuk.
Air surgawi yang dimaksud adalah hukuman surgawi. Setiap beberapa dekade, pasti terjadi perang di dunia manusia, biasanya terjadi di perbatasan, ini bisa dianggap hukuman surgawi. Setiap kali terjadi perang, pasti ada lautan darah.
Yi Shui baru ingat. Pada perang di masa lalu, dia memang pernah melihat bunga yang berbentuk seperti paruh elang di medan perang. Berarti bunga itu, yang merupakan pertanda kemunculan pintu masuk Dunia Bawah, selalu mekar di tempat yang banyak darahnya.
Sekarang Yi Shui cs tahu ke mana tujuan mereka selanjutnya, daerah perbatasan, tempat sering terjadi banyak perang. Sekarang ini memang sedang terjadi perang antara Daqi, negara mereka, dengan negera tetangga, Gaokan.
Kebetulan, mereka memang harus segera kabur karena mendadak lukisan wajah-wajah mereka ditempel di papan pengumuman di seluruh kota sebagai buron.
Di tengah jalan, mereka memutuskan mampir menemui Tetua Jiu dengan harapan untuk mendapatkan lebih banyak jimat, tapi malah mendapati seluruh gunung dan rumah Tetua Jiu hancur berantakan. OMG!
Parahnya lagi, Ran Ran kemudian menemukan pesan yang belum selesai ditulis lengkap yang berbunyi 'Sekte Fantian bangkit kembali, berhati-hatilah..."
Sepertinya dia belum selesai menulis pesannya, entah apa kelanjutannya, berhati-hati terhadap apa atau siapa?
Bersambung...

0 Comments
Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam