Sinopsis Love Me If You Dare episode 17

 Sinopsis Love Me If You Dare episode 17



Tim SWAT menemukan ruang bawah tanah sekaligus penjara tempat Xie Han menyekap para korbannya. Mereka menemukan dua korban terakhir Xie Han (pelayan toko perhiasan dan pensiunan profesor) dan untunglah mereka masih hidup. Tapi sayangnya mereka tidak menemukan Xun Ran di sana.


Bu presdir datang tak lama kemudian sambil bicara di telepon dengan Xie Han. Tapi polisi tidak mengizinkannya masuk. Dia berusaha memberitahu polisi kalau dia saudaranya Jin Yan tapi polisi tidak percaya karena marga mereka berbeda. 

Mereka juga menolak permintaan bu presdir yang meminta Jin Yan keluar menemuinya sekarang juga dengan alasan kalau Jin Yan sedang sibuk sekarang.


Berkat Zi Yu lah, bu presdir akhirnya bisa masuk menemui Jin Yan. Dia datang karena telepon dari Xie Han yang minta bicara dengan Jin Yan. Begitu Jin Yan menjawab teleponnya, Xie Han memberitahu bahwa didalam villa itu ada bom. 

Kebetulan saat itu tim SWAT sedang menyelidiki lantai atas. Kevin (kepala tim polisi Hong Kong) hendak membuka salah satu ruangan, tapi Jin Yan menghubunginya tepat saat itu juga dan memberitahunya tentang adanya bom. Kevin pun langsung memerintahkan anak buahnya keluar villa.


Setelah itu Jin Yan kembali bicara dengan Xie Han dan bertanya apa lagi aturan main game yang sedang Xie Han jalankan ini. Xie Han memerintahkan Jin Yan untuk berdiri di halaman depan villa. 

Setelah Jin Yan menurutinya, Xie Han berkata bahwa dia menaruh 2 bom yang dia ikat pada 2 orang yang dia tempatkan di 2 ruangan yang berbeda. Bisa ditebak kalau 2 orang itu adalah Xun Ran dan Yi Yang. Xun Ran ada di bangunan utama sementara Yi Yang ada di bangunan kedua.

Mematikan bomnya sangat mudah, bomnya akan mati begitu Jin Yan menempelkan sidik jarinya. Tapi, dia menyetel timer bomnya 3 menit sementara Jin Yan hanya punya waktu 2 menit untuk lari dari tempat dia berdiri sekarang ke salah satu ruangan. Dengan kata lain, Jin Yan hanya bisa menyelamatkan satu orang. Jadi Jin Yan harus memilih siapa yang harus dia selamatkan, Xun Ran atau Yi Yang.


Jin Yan bingung tapi begitu Xie Han mengaktifkan timer bomnya, dia langsung membuat keputusan dan lari secepat kilat... menyelamatkan Yi Yang. 

Xie Han tidak percaya mendengarnya. Xun Ran adalah polisi yang baik dan sudah sering bekerja sama dengan Jin Yan sementara Yi Yang adalah seorang penjudi, lalu kenapa Jin Yan lebih memilih menyelamatkan Yi Yang dan memutuskan untuk membunuh Xun Ran.


Jin Yan dengan santainya berkata kalau dia tidak membunuh siapapun karena dia tahu kalau Xun Ran sebenarnya tidak ada di dalam villa itu "Walaupun kau suka membunuh orang tapi kau sebenarnya lebih suka perasaan saat kau mengalahkanku. Kau mengira bahwa dengan mengamatiku cukup lama akan membuatmu mengerti aku, karena itulah kau mengira aku akan memilih Xun Ran. Kau berencana membuatku pergi ke bangunan utama yang kosong dan bom yang terikat pada Li Yi Yang akan meledak. Dengan begitu, aku akan membuat seseorang terbunuh tanpa menyelamatkan seorangpun. Dan tujuan utamamu mengalahkanku akan tercapai, iya kan?"

"Apa kau menggunakan nyawa Li Xun Ran untuk taruhan denganku?"

"Menganalisa pikiran orang gila adalah pekerjaanku, bukan taruhan"

"Kurasa aku tidak salah pilih orang. Simon, kau adalah satu-satunya orang di dunia ini yang paling memahamiku. Aku sangat menanti-nantikan saat kita bertatap muka. Saat kau jadi partnerku" kata Xie Han sebelum akhirnya dia mematikan teleponnya lalu membuang ponselnya dan berlalu pergi.


Saat Jin Yan memberitahu Yao Yao kalau Xun Ran tidak ada di villa ini, Yao Yao langsung menangis dan menyesali dirinya yang tidak melihat gerakan jari Xun Ran lebih cepat.

Menyesal karena tidak memahami usaha yang Xun Ran lakukan untuk berkomunikasi. Jin Yan berusaha menghiburnya dan meyakinkannya kalau Xie Han tidak akan membunuh Xun Ran karena jika dia membawa Xun Ran kabur maka itu artinya Xie Han pasti punya rencana lain.


Di penjara lain tempat dia menyekap Xun Ran, Xie Han menyetel musik klasik yang dia gunakan untuk menghipnotis pikiran Xun Ran agar Xun Ran patuh padanya dan perintahnya.


Di kamar mereka, Yao Yao cemas akankah mereka bisa menangkap Xie Han. Walaupun polisi sudah memblokir semua jalur bandara, pelabuhan dll, tapi Hong Kong adalah kota besar dan ramai orang berlalu lalang. Pasti ada banyak cara lain yang bisa Xie Han gunakan untuk kabur.

Jin Yan mengingatkan Yao Yao kalau dia pasti bisa menangkap Xie Han karena dia ahli menangkap kriminal paling berbahaya. Tapi Jin Yan merasa dia harus meminta maaf pada Yao Yao dan mengaku bahwa saat dia membuat keputusan untuk menyelamatkan Yi Yang, dia sebenarnya tidak yakin sepenuhnya kalau Xun Ran tidak ada di ruangan yang satunya.

"Kita hanya manusia. Siapa yang hidup dan siapa yang mati adalah pertanyaan yang tidak akan ada jawabannya. Dalam situasi seperti itu, apapun keputusan yang kau buat didalam hatimu, kau akan selalu merasa keputusan itu salah. Tapi apapun keputusan yang kau buat, itu adalah keputusan yang benar. Karena aku tahu hatimu"


Jin Yan tidak bisa tidur dan akhirnya pergi menemui Zi Yu yang saat itu masih sibuk. Zi Yu langsung menggoda Jin Yan karena tidak menemani Yao Yao padahal saat ini Yao Yao sedang mengalami masalah yang cukup berat. Jin Yan memberitahu Zi Yu kalau responnya Yao Yao sebenarnya cukup baik.

"Jian Yao itu gadis yang unik dan sudah jauh melebihi imajinasimu kan?"

"Terkadang dia tampak seperti sesuatu yang lembut, imut dan kecil yang bisa kau pegang dengan tanganmu. Tapi terkadang, dia sangat kuat dan gigih sampai-sampai aku bisa bersandar padanya tanpa perlu cemas."


Zi Yu berkata bahwa biasanya takdir orang itu saling terkait. Terkadang hubungan manusia di masa lalu dan di masa kini sangat menakjubkan.

Waktu Jin Yan kecil dia hidup di kota Tong yang merupakan kampung halaman ibunya sekaligus kampung halamannya Yao Yao. Walaupun Jin Yan cuma tinggal sebentar di sana tapi tetap saja itu namanya takdir.

Membicarakan masalah masa lalu dan masa kini tiba-tiba membuat Jin Yan menyadari sesuatu. Dulu, dia tidak pernah sekalipun mengira kalau Tommy punya partner. Sekarang dia tahu kalau Tommy tidak punya partner tapi dia punya seorang guru.

Berdasarkan prakondisi ini, Jin Yan merasa mereka perlu mereview kembali semua data kasus Tommy untuk melihat apakah ada sesuatu yang berhubungan dengan Hong Kong.

Tommy adalah orang Amerika tulen, jadi jika dalam laporan kasusnya mereka bisa menemukan jejak yang berhubungan dengan Hong Kong maka hal itu pasti disuplai oleh Xie Han.


Ditambah lagi aksi Xie Han di Hong Kong sangat cermat dan efektif. Semua ini tidak mungkin bisa dilakukan hanya dengan mengontrol Yi Yang.

Xie Han bisa menghilang tanpa jejak, pasti karena dia punya dasar yang kuat di Hong Kong. Satu-satunya harapan mereka untuk menemukan Xie Han adalah dengan menelusuri masa lalu Tommy. Jin Yan memerintahkan Zi Yu untuk menghubungi Susan dan minta Susan untuk mereview data kasus Tommy.

"Kenapa Jian Yao bisa tidur sementara aku harus kerja? Cuma segitu saja perhatiannya sama teman dibandingkan sama pacar" gerutu Zi Yu.


Pada saat yang bersamaan, Xie Han pergi ke pelabuhan dan mendatangi seorang kenalan lamanya yang bernama paman Cai tapi Paman Cai tampak ketakutan pada Xie Han.

Xie Han berkata kalau dia harus meninggalkan Hong Kong dan dia membutuhkan bantuan paman Cai. Xie Han memberi waktu 3 hari pada paman Cai untuk mempersiapkan segala keperluannya.


Keesokan harinya, Yao Yao mendapati Jin Yan dan Zi Yu masing-masing tidur di sofa dan di lantai. Dan begitu bangun, mereka langsung bekerja lagi.

Jin Yan memberitahu Yao Yao bahwa mereka sedang menyelidiki kasus Tommy kembali untuk menangkap Xie Han. Mereka harus bisa menangkap Xie Han sebelum Xie Han pergi meninggalkan Hong Kong, jika tidak maka akan sulit bagi mereka untuk menemukannya dan Xun Ran.

Sementara itu, Xie Han kembali menghipnotis Xun Ran dengan menggunakan kalung salib. Tapi usahanya gagal lagi karena Xun Ran masih bersikeras menyatakan kalau dia adalah Xun Ran dan bukannya karya seni hasil ciptaan Xie Han. Kegigihan Xun Ran membuat Xie Han semakin bertekad untuk meluluhkan Xun Ran.


Polisi menemukan ponselnya Yi Yang yang pernah digunakan Xie Han yang kemudian dia buang. Sementara itu, Jin Yan dan Zi Yu masih sibuk membaca data kasus Tommy sampai siang tapi masih saja mereka belum menemukan hubungan Tommy dengan Hong Kong.

Bu presdir datang tak lama kemudian dan berterima kasih pada Jin Yan karena dia menyelamatkan Yi Yang. Insiden ini membuat harga saham perusahaannya Yi Yang sempat anjlok tapi sekarang sudah kembali pulih.

Dan sekarang perusahaannya bu presdir berhasil membeli lebih banyak saham perusahaannya Yi Yang dan menjadi pemegang saham terbesar perusahaannya Yi Yang.

Dan itu artinya bu presdir sekarang punya kontrol yang jauh lebih besar dan dia juga bisa membatalkan pertunangannya dengan Yi Yang.


Menyadari cara Jin Yan memandang Yao Yao, bu presdir langsung tahu kalau ada sesuatu diantara mereka. Berhubung selama ini Jin Yan tidak pernah berhubungan dengan wanita dan bahkan semua asistennya dulu lelaki, dia jadi cemas apakah Jin Yan yakin dengan pilihannya? apakah Jin Yan yakin apa yang dia rasakan pada Yao Yao adalah cinta?

"Pernah punya banyak hubungan cinta bukan berarti kau tahu tentang cinta. Walaupun kau punya banyak pengalaman dalam hubungan tapi kau masih belum mengerti sesuatu yang simple. Pertanyaanmu itu adalah sebuah paradox. Jika kau memikirkannya baik-baik, ada banyak wanita di dunia ini tapi kenapa sebelumnya aku hanya memakai asisten pria sampai akhirnya Jian Yao muncul dan aku mengubah kebiasaanku dengan menggunakan asisten wanita?"

"Aku mengerti sekarang. Walaupun aku masih sulit memahaminya tapi aku bahagia untukmu dan sungguh-sungguh berharap kalian berdua akan bahagia."


Jin Yan akhirnya menemukan sesuatu yang menarik, sebuah berita tentang polisi yang berhasil memecahkan kasus penyelundupan perhiasan yang menggunakan bangkai binatang.


Susan menginterogasi Tommy tentang saat Tommy bekerja di sebuah pelabuhan di Seattle dimana dia membunuh dan memakan 3 orang. Seorang rekan kerjanya Tommy tak sengaja terjatuh ke laut dan mati lalu jasadnya dikirim ke kampung halamannya di Hong Kong.

Tapi Susan yakin kejadian itu pasti bukan kecelakaan. Tommy pasti membunuhnya dan kenapa polisi tidak mencurigai Tommy adalah karena jasad rekan kerjanya itu masih utuh. Dan alasan kenapa jasad orang itu dalam keadaan utuh adalah karena atasannya Tommy membutuhkan jasad si rekan kerja itu untuk tujuan tertentu.

Lalu pada tahun berikutnya, polisi berhasil memecahkan kasus pencurian perhiasan yang disembunyikan didalam jasad binatang.

Hubungan kasus kedua ini dengan kasus yang pertama adalah jasad utuh si rekan kerja juga dimanfaatkan untuk mentransfer perhiasan curian. Pertanyaan utamanya adalah "Siapa orang dibalik semua ini?"

Tommy mengaku kalau dia sebenarnya tidak tahu siapa namanya. Dia orang yang berada di Hong Kong dan punya tato bunga teratai hitam besar.


Bersambung ke episode 18

Post a Comment

0 Comments