Sinopsis Story of Kunning Palace Episode 11 - Part 2

Dia lalu mengalihkan topik menanyakan alasan Xue Ning berdiri di sana tadi. Xue Ning mengaku kalau dia hanya berterima kasih pada Zhang Zhe karena hanya Zhang Zhe yang bersedia membantunya menangani kasus ini.

"Kau dan Zhang Zhe saling mengenal? Apa hubungan kalian?"

Xue Ning mengaku tidak ada hubungan apa-apa, hanya kagum. Tapi ekspresi canggungnya terlalu mencurigakan sehingga Xie Wei bisa langsung menebak kalau Xue Ning menyukai Zhang Zhe. Sejak kapan dia mulai menyukai Zhang Zhe? Apa Yan Lin sudah mengetahuinya?

"Perasaanku terhadap Yan Lin hanya sebatas teman."

"Jadi perasaanmu terhadap Zhang Zhe adalah cinta?" kesal Xie Wei.

"Ini urusanku sendiri."


Xie Wei sontak tambah kesal menuduh Xue Ning pengkhianat dan mengatai-ngatai Zhang Zhe dan hubungan mereka yang tidak mungkin akan berhasil, dan itu sontak membuat Xue Ning kesal membentaknya.

"Aku hanya sengaja mengatai Zhang Zhe satu kalimat, kau langsung kesal. Hanya beberapa kata, kau langsung menunjukkan kelemahan sendiri. Apa karena kau mengira aku adalah orang baik dan bisa dipercaya, atau kau merasa semua orang di dunia ini baik sehingga tidak waspada terhadap siapa pun?"

Maksudnya bicara seperti ini sebenarnya adalah untuk memperingatkan Xue Ning agar dia menyimpan perasaannya dalam-dalam agar tidak membuat orang-orang bisa melihat perasaannya.

Jika suatu hari orang yang mengetahui perasaan Xue Ning terhadap Zhang Zhe adalah musuh yang ingin melawannya dan mengendalikannya, maka orang pertama yang akan dicelakai orang itu pastilah Zhang Zhe.

"Pada saat itu kau akan tahu apa yang disebut dengan mencelakai diri sendiri, juga mencelakai orang lain!"


Saking kesalnya (atau lebih tepatnya, cembokur. Hehe), Xie Wei mendadak memutuskan cuti dan batal mengajar kelas wanita hari ini. Dia malah menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki identitas Zhang Zhe.

Sementara itu, Ibu Suri sedang mengomeli Xue Shu karena Xue Shu membuat keributan di istana dan hampir saja menyeret keluarga mereka. Bisa-bisanya, dia yang notabene putri seorang adipati, melakukan semua ini hanya untuk melawan seorang Xue Ning yang sama sekali tidak penting dan statusnya jauh lebih rendah darinya.

Xue Shu meyakinkan Ibu Suri kalau Xue Ning itu punya niatan lain selain mendapatkan perhatian Tuan Putri, Xue Ning juga menggoda Shen Jie. Dia beralasan bahwa dia melakukan ini karena dia khawatir Shen Jie akan tertipu oleh Xue Ning. Dia yakin karena dia melihat sendiri Xue Ning menggoda Shen Jie.

Masalah kenapa dia semalam pura-pura membela Xue Ning hanya untuk mengelabui semua orang setelah dia yakin kalau rencananya ini akan gagal gara-gara Zhang Zhe. 

Jika tidak, takutnya akan ada petunjuk yang mengarah ke Ibu Suri dan pada akhirnya akan merusak rencana masa depan Ibu Suri untuk membantu Keluarga Xue.

Ibu Suri jadi kesal dengan kegagalan semalam. Untuk saat ini, sebaiknya mereka diam dulu dan tidak membuat lawan waspada. Tapi tidak masalah, selama orang-orang itu masih tinggal di istana, maka mereka pasti akan menemukan cara lain untuk melawan mereka.

Setelah mengetahui kejadian semalam, Zhi Yi mendadak memberikan banyak baju-baju bagus untuk Xue Ning, berniat menggunakan semua ini untuk menaikkan martabat Xue Ning.

Dia tidak terima teman baiknya difitnah seperti ini. Pelakunya pasti mengira kalau Xue Ning tidak memiliki pendukung di istana ini. Dia sudah janji akan menjaga Xue Ning di istana, jadi dia pasti tidak akan membiarkan orang lain menindas Xue Ning. 

Makanya dia memberikan semua ini untuk menghibur Xue Ning. Dia bahkan memerintahkan pelayannya untuk menginterogasi si pelayan wanita itu sampai dia mau mengakui siapa dalangnya.

"Yang Mulia begitu menyayangiku, aku malah tidak bisa membalasnya. Aku merasa bersalah, tapi masalah ini tidak sesederhana itu di baliknya. Lebih baik Yang Mulia jangan terlibat terlalu dalam."

Dia meyakinkan bahwa dia sangat mengetahui kebaikan Zhin Yi terhadapnya, tapi perhatian yang begitu besar ini pasti akan membuat orang iri. Karena itulah, dia menyarankan agar Zhin Yi bersikap adil pada semua teman belajarnya.

"Ning Ning sialan. Hanya tahu mendorongku pergi. Nanti setelah aku memanjakan orang lain, kau jangan sampai cemburu."

"Kalau begitu, aku hanya bisa seperti para permaisuri itu. Hiks! Menangis dan membuat keributan, membuat Tuan Putri tidak bisa tenang," canda Xue Ning.

Saking asyiknya bercanda, tak sengaja Xue Ning menumpahkan segelas air. Otomatis dia mengeluarkan sapu tangannya untuk mengelap mereka, dan sontak saja Zhin Yi jadi penasaran saat melihat sulaman di saputangan itu.

Dia ingat betul kalau kakaknya, Shen Jie, juga memiliki saputangan dengan sulaman yang sama. Dia pernah melihatnya waktu dia bersama Xue Shu waktu itu. Jelas saja dia jadi berpikir kalau mereka berdua pasti ada hubungan. 

Baru ingat, Xue Ning buru-buru menyangkal dan meyakinkan bahwa saputangannya ini hanyalah saputangan biasa dan bisa dibeli di pasaran. Tapi mendengar Xue Shu juga pernah melihat Shen Jie memiliki saputangan yang sama dengannya, jelas menarik perhatian Xue Ning.


Zhi Yi pun dengan senang hati berbagi rahasia dengannya. Ibundanya sebenarnya berniat menjodohkan Shen Jie dengan Xue Shu. Aaaah! Xue Ning pun langsung bisa menduga alasan Xue Ning menyerangnya pastilah karena masalah ini. Semua ini membuat Xue Ning jadi semakin bertekad untuk membuktikan bahwa dalangnya adalah Xue Shu.

Dulu dia bertarung sana-sini hanya untuk menduduki jabatan Permaisuri. Tapi kali ini dia sama sekali tidak peduli. Siapa saja yang mau jadi permaisuri, silakan saja, dia tidak sudi.

Xie Wei pergi ke kediaman Keluarga Yan dan diberitahu bahwa Adipati Yan sudah sadar. Makanya setelah mengetahui jasa Xie Wei membantu mereka semalam, ia langsung mengundang Xie Wei kemari untuk mengucap terima kasih.

Dia menemukan Adipati Yan sedang menatap pohon gundul itu. Namun yang tak disangkanya, Adipati Yan tiba-tiba membungkuk penuh hormat padanya karena ia benar-benar berterima kasih atas bantuan Xie Wei dalam menyelamatkan nyawanya.

Dulu saat mereka pertama kali bertemu, entah mengapa Adipati Yan merasa seolah mereka dekat. Lalu kemudian Xie Wei menjadi gurunya Yan Lin dan sangat menjaganya, bahkan Yan Lin selalu memuji-muji Xie Wei.

Namun semalam, Xie Wei bahkan rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkannya. Demi apa? Apakah itu semua hanya karena Xie Wei gurunya Yan Lin? 

Xie Wei tercengang mendengar pertanyaan itu, tapi dengan cepat dia menguasai diri dan beralasan bahwa dia murni hanya ingin membantu Adipati Yan karena Adipati Yan adalah pilar negara ini, jadi tidak seharusnya dia dijebak oleh orang licik.

Hmm, sepertinya Adipati Yan curiga dan mengharap kalau Xie Wei adalah Xue Ding Fei, keponakannya yang katanya masih hidup itu. Makanya dia menanyakan itu, bahkan mengaku bahwa semalam dalam kondisi sekaratnya, dia memimpikan semua masa lalunya, termasuk Ding Fei.

Menatap pohon gundul di hadapan mereka itu, Adipati Yan pun mulai bercerita tentang masa kecil Xue Ding Fei. Pernah suatu hari Ding Fei menggunakan tangga untuk naik ke pohon itu karena dia ingin memetik buahnya untuk menghibur ibunya yang sedang bersedih gara-gara bertengkar dengan ayahnya.

Prihatin, Adipati Yan dengan cepat menghentikannya dan menggantikannya untuk memetik buahnya. Eh tapi Ding Fei malah nakal mengambil tangganya setelah Adipati Yan sampai di atas pohon. 

Adipati Yan jadi gregetan dan mengancam akan memukul Ding Fei. Ding Fei pun langsung melarikan diri, tapi tak sengaja tersandung. Untungnya Adipati Yan sigap melompat dari pohon dan secepat kilat menarik Ding Fei sehingga dirinyalah yang pada akhirnya menghantam bebatuan. Aww! Walaupun sok kejam, Adipati Yan sebenarnya seorang paman yang baik dan penyayang.

Bersambung ke part 3

Post a Comment

0 Comments