Sinopsis My Lethal Man Episode 8

Pernapasan buatan yang dilakukan Xing Cheng berhasil menyelamatkan Man Ning, tapi Man Ning masih terlalu lemah. Untungnya tim penyelamat baru tiba saya itu sehingga Man Ning bisa segera mendapatkan pertolongan medis.

Kakek Zhuang jelas marah melihat keadaan cucunya seperti ini, semua orang di rumah sontak kena omel. Untungnya Man Ning cepat sadar dan meyakinkan Kakek Zhuang bahwa dia baik-baik saja, Kakek Zhuang pun akhirnya bisa tenang.

Tapi, Kakek Zhuang sadar betul bahwa kejadian ini bukan kecelakaan, melainkan ulah seseorang yang ingin mencelakai cucunya. Karena itulah, Kakek Zhuang memerintahkan cucunya untuk segera bertunangan dengan Xing Cheng dan mengadakan pesta pertunangan yang megah, menunjukkan pada semua orang bahwa sekarang pemilik baru Lanhai adalah Xin Yan dan tunangannya.

Berduaan setelah semua orang pergi, Xing Cheng memberi update bahwa mereka sekarang ini sedang menyelidiki kejadian semalam. Dia juga mencemaskan kondisi Man Ning dan refleks mengecek suhu tubuh Man Ning.

Tapi sedetik kemudian dia baru sadar dan jadi canggung karenanya. Xing Cheng cepat-cepat beranjak pergi mau memanggil dokter, tapi Man Ning tiba-tiba menggenggam tangannya dan mengusulkan, "mari kita bertunangan."

Xing Cheng jelas kaget mendengarnya. Man Ning berterus terang mengakui perasaannya pada Xing Cheng, dan dia semakin yakin akan perasaannya kepada Xing Cheng setelah kejadian semalaman. Hanya Xing Cheng satu-satunya yang dia pikirkan, hanya Xing Cheng satu-satunya yang dia miliki.

"Jadi, bisakah kau datang ke sisiku? Tinggallah bersamaku."

"Kau tahu apa artinya jika bertunangan denganku?"

Xing Cheng memperingatkan bahwa begitu Man Ning jatuh padanya, maka Man Ning tidak makan bisa keluar lagi. Dan lagi? Apakah Man Ning tahu dia siapa? Apa Man Ning tahu alasannya kembali kemari? Jika Man Ning tidak siap, apakah Man Ning masih yakin ingin bertunangan dengannya?

Man Ning sontak terdiam galau hingga dia melepaskan pegangan tangannya. Xing Cheng pun langsung keluar kamar meninggalkannya. Tapi pada saat yang bersamaan, keduanya tiba-tiba teringat segala kenangan mereka bersama selama ini... hingga akhirnya keduanya mantap untuk saling kembali ke satu sama lain, keduanya membuka pintu secara bersamaan, Xing Cheng mendorong pintu dan Man Ning menarik pintu (pintunya model pintu ganda).

Xing Cheng sontak meng-kabedon Man Ning. Gugup, Man Ning mengaku bahwa dia tidak tahu apakah dia siap atau tidak, tapi hanya Xing Cheng satu-satunya yang dia miliki. Xing Cheng akhirnya setuju dan langsung berbisik mesra di telinga Man Ning, "baik, kita bertunangan. Setelah bertunangan, aku akan memberitahumu segalanya.

Keesokan harinya, Lanhai benar-benar berhasil menyelesaikan desain baru mereka tepat waktu. Tang Qi jelas tidak senang, tapi adiknya malah senang. Tang Lin buru-buru menjelaskan bahwa dia senang hanya karena dia tidak salah menilai kemampuan orang. 

Baik Mu Fan maupun Xing Cheng, keduanya sama-sama terbukti mampu menyelesaikan situasi pelik ini dalam waktu singkat, itu membuktikan kalau mereka hebat dan harus didapatkan.

Mu Fan benar-benar bingung memikirkan Xin Yan yang anehnya malah lebih mirip Man Ning. Kecurigaannya semakin meningkat saat dia memperhatikan desain yang digambar Man Ning yang jelas menunjukkan kalau gambar seperti ini hanya bisa digambar oleh seniman, sedangkan yang dia ketahui tentang Xin Yan, selama ini Xin Yan hanya fokus mempelajari manajemen keuangan.

Saat tengah ngobrol bersama Mei Na, Fang Xiang dan Yuan Shuai tak sengaja mengetahui bahwa Mei Na bersahabat dengan Man Ning. Jelas saja fakta itu membuat mereka khawatir, takut Mei Na akan bertemu dengan Man Ning. 

Yuan Shuai sebenarnya ingin memberitahu Xing Cheng tentang perkara ini, tapi Fang Xiang dengan cepat menghentikannya. Fang Xiang kasihan sama Mei Na kalau dia sampai dipecat hanya karena masalah ini, karena itulah dia memohon pada Yuan Shuai untuk menahan informasi ini untuk sementara waktu.

Para wartawan turut hadir dalam rapat terbuka hari ini, di mana Man Ning langsung to the point memberitahu agenda hari ini adalah reshuffle internal. Yang di atas diturunkan, yang di bawah dinaikkan. 

Mu Fan naik jabatan jadi direktur pusat desain, sedangkan Jia Kai diturunkan dari jabatan wakil direktur ke departemen logistik yang sontak saja membuat Jia Kai marah. Tapi aktingnya Man Ning yang sudah semakin terasah dengan baik, sontak tak gentar sedikit pun menghadapi kemarahan Jia Kai.

Setelah itu, Man Ning dan Xing Cheng mengonfrontasi kroninya Jia Kai, Direktur Zhao yang merupakan biang keladi dari semua permasalahan yang dihadapi Lanhai beberapa hari ini. Karena itulah, dia dipecat. Sontak saja Direktur Zhao tidak terima dan menuntut bukti dan saksi. 

Tentu saja mereka punya bukti. Terkait saksi, tepat saat itu juga, Tang Qi muncul bersama adiknya untuk mengakui niatan mereka yang memang ingin menjatuhkan Lanhai dan bersaksi tentang keterlibatan Direktur Zhao dalam masalah plagiarisme desain perhiasan mereka. Direktur Zhao sudah tidak bisa berkutik lagi sekarang, dan akhirnya cuma bisa memohon ampun, tapi sudah tidak ada ampun untuknya.

Selain itu, Man Ning mengumumkan bahwa dia dan Xing Cheng akan bertunangan minggu depan, yang itu artinya, setelah mereka resmi bertunangan, maka mereka berdualah pemilik baru Lanhai.

Akhirnya tibalah hari pertunangan Man Ning dan Xing Cheng. Kakek sangat antusias, tapi Bibi Zhuang menolak datang dengan alasan ada pekerjaan amal. Man Ning sebenarnya gugup, apalagi penata riasnya memberitahunya bahwa acara pertunangan sudah pasti pakai acara ciuman juga.

Yang jadi masalah, Mei Na juga ada di sana dan saking penasarannya ingin melihat pimpinan perusahaan, dia hampir saja membuka ruang rias. Untungnya dia gagal berkat telepon dari profesornya.

Tapi saking buru-burunya, Mei Na tak sengaja bertubrukan dengan Tang Lin dan ponselnya terjatuh sehingga Tang Lin bisa melihat fotonya Mei Na bersama Man Ning. Hadeh! Memang cuma sekilas, tapi jelas itu membuat Tang Lin penasaran.

Xing Cheng dan Man Ning akhirnya resmi bertunangan. Usai memakaikan cincinnya di jari Manis Ning, Xing Cheng pun menciumnya mesra. Tapi tiba-tiba Mei Na muncul hanya karena ingin melihat acara itu, tapi malah kaget melihat sahabatnya dan refleks berteriak keras-keras, "Man Ning!"

Bersambung ke episode 9

Post a Comment

0 Comments