Recap Maybe It's Love (About is Love Season 2) Episode 10 & 11

Zhou Shi dan Wei Qing bertengkar hebat hanya karena memperdebatkan karya Jesse Wu yang mana yang harus mereka pakai untuk desain perhiasan mereka. Wei Qing suka yang karya klasik karena lebih terkenal, sedangkan Zhou Shi lebih suka yang terbaru karena lebih bernilai seni, tapi Wei Qing masa bodo dengan seni karena baginya yang seorang pengusaha, yang penting adalah dapat untung besar.

Saking hebohnya pertengkaran mereka, ujung-ujungnya mereka jadi saling menyindir keburukan satu sama lain. Tapi seheboh apa pun pertengkaran mereka, itu sama sekali tidak mengurangi ketertarikan mereka pada satu sama lain.

Wei Qing penasaran, jika Ning Fei kembali, akankah Zhou Shi masih memperhatikannya? Dia mengaku sudah bertemu Xue Ning tapi menolak memberitahu apa saja yang dia ketahui dari Xue Ning.

Tapi fakta bahwa Wei Qing sudah bertemu Xue Ning kontan membuat Zhou Shi jadi khawatir hingga dia langsung mengancam Wei Qing untuk tidak macam-macam sama Xue Ning.

Atas dukungan semua orang untuk mengingat kembali masa lalunya, malam itu, Xue Ning bermimpi dirinya melihat masa lalunya bersama Fei Fei saat Fei Fei memecahkan mangkuknya. Namun sayangnya, hanya sebatas itu saja yang bisa dia ingat.

Dalam mimpinya, dia melihat sebuah kotak yang digembok. Namun bahkan sebelum dia sempat membuka kotak itu, dia tiba-tiba terbangun dari mimpi itu.


Dari pengakuannya pada Wei Qing, sepertinya dia sulit mengingat masa lalunya bukan hanya karena dia menolak mengingat masa lalunya, tapi juga karena obat yang rutin dikonsumsinya, obat itu adalah resep dokter yang dimintakan Xue Zi untuknya. 

Obat itu diklaim cuma untuk menenangkannya, tapi sepertinya obat itu berguna untuk menekan kembali ingatan masa lalunya. sepertinya Xue Zi benar-benar tidak mau Xue Ning mengingat masa lalunya.

Zhou Shi tak sengaja menemukan fakta bahwa Xue Zi sedang menyelidiki Wei Heng (Ayahnya Wei Qing). Jelas saja dia jadi curiga dan khawatir karena sudah pasti Xue Zi punya rencana buruk pada Wei Qing.

Tapi biarpun mengkhawatirkan Wei Qing, tapi dia tidak bisa begitu saja keluar dari cengkeraman Xue Zi. Makanya saat Wei Qing berusaha membujuknya untuk bekerja padanya, Zhou Shi menolak. 

Dia membuat-buat hal-hal sepele sebagai alasan, mengklaim bahwa Xue Zi lebih baik sebagai bosnya daripada Wei Qing karena dia dan Xue Zi sama-sama perempuan. Dia dan Xue Zi bisa melakukan banyak hal bersama, Xue Zi juga bisa membantunya jika dia sedang datang bulan.

Dan tepat setelah dia mengucap itu, tiba-tiba saja dia datang bulan beneran dan satu-satunya orang yang bisa membantunya sekarang cuma Wei Qing. Tapi... err... memang sih, dalam hal semacam ini, cowok kadang tidak bisa diandalkan. Bukannya membelikan Zhou Shi pembalut, Wei Qing terlalu malu melakukannya, akhirnya dia berakhir membeli popok dewasa ukuran besar. Wkwkwk!

Tapi dia cukup manis dengan memberikan jasnya untuk menutupi pinggang Zhou Shi. Tiba-tiba Zhou Shi ingin mampir ke rumahnya Wei Qing, dia sebenarnya sudah tahu dari Xue Zi bahwa sekarang Xue Ning tinggal di rumah Wei Qing, makanya dia mau ke sana untuk mengeceknya.

Tapi setibanya di sana, rumah itu kosong. Dia tidak tahu bahwa sebelumnya, Wei Qing sudah memerintahkan Wei An untuk membawa Xue Ning pergi dari rumah itu untuk sementara waktu.

Zhou Shi akhirnya beralasan kalau dia ikut kemari cuma mau numpang ganti baju dan meminta baju ganti dari Wei Qing. Tapi alih-alih menemukan baju cowok, dia malah menemukan gaun hitam yang seksi yang sontak membuat Wei Qing terpesona saat dia keluar dari kamar mandi mengenakan gaun itu.

Zhou Shi curiga dengan keberadaan gaun itu di sana, mengira kalau itu milik wanita lain, padahal sebenarnya gaun itu memang Wei Qing beli khusus untuk Zhou Shi dulu. Tapi mungkin karena gaun itu terlalu terbuka, Zhou Shi jadi masuk angin dan tiba-tiba saja bersin.


Wei Qing langsung menutupinya dengan selimut tebal lalu memaksanya untuk pijat. Zhou Shi tidak mau, tapi Wei Qing tidak mau terima penolakan dan langsung mendorong paksa Zhou Shi ke kursi pijat dan menguncinya di sana.

Sebenarnya dia memang sengaja, soalnya dia mau membuatkan teh jahe untuk Zhou Shi, tapi berhubung dia tahu cara membuatnya, jadi dia menghubungi Ming Cheng untuk minta diajari membuat teh jahe.

Dari pengakuan Rachel, Bi Qiu Jing mengetahui bahwa ternyata Rachel pernah bertemu Ming Cheng 7 tahun yang lalu, jauh lebih dulu daripada Qiu Jing. Waktu itu Ming Cheng ternyata pernah bergabung dalam sebuah band, dan Rachel yang waktu itu masih SMA, menonton pertunjukkannya.

Dia langsung kesengsem sama Ming Cheng sejak pandangan pertama. Apalagi di tengah konser, Ming Cheng mendadak menghentikan pertunjukkannya hanya demi menyelamatkan dia yang hampir jadi korban pencurian. Rachel jadi semakin jatuh cinta sejak saat itu.

Dia mencoba mendekati Ming Cheng seusai pertunjukkan, tapi Ming Cheng bisa langsung tahu dari sekali melihat kalau dia masih SMA dan mendesaknya untuk kembali ke sekolah sekarang. Saat Rachel bertanya apakah dia boleh menonton pertunjukkannya Ming Cheng lagi, Ming Cheng mengiyakannya, namun hanya boleh setelah Rachel lulus ujian masuk universitas.

Namun saat Rachel sudah mulai kuliah, Ming Cheng malah sudah menghilang entah kenapa dan entah ke mana. Namun saat dia wawancara kerja, tak sengaja dia bertemu dengan Ming Cheng lagi.

Yang lebih membahagiakannya, dia berhasil diterima kerja walaupun kemampuannya biasa-biasa saja. Sayangnya, Ming Cheng sudah banyak berubah, bahkan sepertinya Ming Cheng sudah tidak mengenalinya.

Tapi Rachel meyakinkan Qiu Jing kalau dia tidak ada maksud buruk untuk merusak hubungan suami-istri mereka. Qiu Jing boleh menghukumnya kalau mau, dia juga akan mengundurkan diri biar tidak menganggu mereka lagi, dia juga janji akan menghapus semua foto-fotonya Ming Cheng. Dia hanya berharap agar Qiu Jing tidak memberitahu Ming Cheng, dia bisa malu.

Tiba-tiba seorang perawat muncul memanggil Bi Qiu Jing, refleks Qiu Jing dan Rachel sama-sama menyahut. Hah? Ternyata nama asli Rachel juga Bi Qiu Jing, bahkan tanggal dan bulan lahir kerja juga sama, tahunnya saja yang beda. 

Rachel mengaku bahwa waktu dia bertemu Ming Cheng 7 tahun yang lalu, Ming Cheng sudah mengetahui namanya karena pernah meminta tanda tangannya Ming Cheng. Ming Cheng bahkan berkata bahwa namanya bagus dan berjanji akan mengingat namanya. 


Semua fakta yang barusan diketahuinya ini kontan membuat Qiu Jing sedih. Dia bahkan izin cuti kerja dan mendatangi rumah Fei Fei untuk minum-minum, melampiaskan kesedihannya. Dia curhat pada Fei Fei dan Xue Ning (yang kebetulan ada di sana karena hanya rumah ini satu-satunya tempat tujuannya setelah diusir untuk sementara waktu sama Wei Qing) bahwa dia merasa dialah orang ketiga di antara Ming Cheng dan Rachel.

Ming Cheng bertemu Rachel 7 tahun yang lalu, jauh lebih lama daripada bertemu dengannya. Makanya Qiu Jing yakin bahwa Ming Cheng dulu mendekatinya mungkin hanya karena namanya sama dengan nama aslinya Rachel.

Fei Fei tak yakin, dia lihat selama ini Ming Cheng sangat tulus pada Qiu Jing. Lagipula, selain nama mereka yang sama, Qiu Jing dan Rachel sangat berbeda dalam sifat dan penampilan.

Qiu Jing meyakini bahwa itu hanya karena dia sama persis seperti Ming Cheng. Saat seseorang tidak menemukan pasangan ideal yang bisa melengkapinya, biasanya dia akan ganti mencari pasangan yang sangat mirip dirinya sendiri. Itu namanya gangguan kepribadian narsisistik.


Zhou Shi ketiduran di kursi pijat, saat akhirnya dia terbangun, dia mendapati sudah ada semangkok teh jahe di meja tapi Wei Qing tidak tidak ada. Tapi saat Zhou Shi mencoba mencicipinya, dia hampir saja memuntahkannya. Pfft! Tapi dia tidak tega membuangnya, akhirnya dia tetap menghabiskannya dalam sekali teguk sambil menutup hidungnya.

Tapi kemudian dia menemukan kotak obatnya Xue Ning yang ketinggalan, jelas itu menunjukkan bahwa Xue Ning memang benar-benar tinggal di rumah ini. Dia langsung berusaha menghubungi Xue Ning, tapi tidak diangkat.

Itu gara-gara Xue Ning sibuk menonton Qiu Jing yang sedang menggila menghapal ratusan angka. Fei Fei pusing menghadapinya, jadi dia langsung saja menelepon Ming Cheng.

Begitu Ming Cheng datang, Qiu Jing langsung melempar secarik kertas ke Ming Cheng di mana dia menulis segala yang dia permasalahkan, tapi dia menolak mendengar jawaban langsung, maunya jawabannya dikirim lewat email. Dia menolak pulang dan mengusir Ming Cheng, tapi Ming Cheng masa bodo dan langsung saja menggotongnya pulang.

Tak lama kemudian, Zhou Shi menelepon, menanyakan keberadaan Xue Ning. Tapi karena Xue Ning tidak mau keberadaannya diketahui Zhou Shi, jadi Fei Fei berbohong mengklaim tidak tahu apa-apa.

Xue Ning menemukan sebotol anggur entah dari mana dan mengajak Fei Fei minum-minum. Fei Fei menurutinya, tapi dia juga menyuruh Xue Ning untuk segera pulang soalnya tadi Zhou Shi mencarinya.

Tapi itu malah membuat Xue Ning jadi kesal karena mereka semua sebenarnya tidak benar-benar tulus pada dirinya yang sekarang, mereka semua hanya memedulikan dirinya yang dulu.

Fei Fei tidak merasa itu salah. Xue Ning melupakan kenangan tentang mereka padahal itu adalah hal yang paling berharga baginya. Kenapa juga dia harus memaklumi Xue Ning malah Xue Ning sendiri sudah menyerah akan dirinya sendiri.

Ya, dia akui kalau dia tidak peduli dengan Xue Ning yang sekarang. Dia tidak mau punya hubungan dengan Xue Ning mulai sekarang, jadi sebaiknya Xue Ning pulang saja.


Tapi tiba-tiba kepala Fei Fei pusing berat, bahkan matanya berkunang-kunang, samar-samar dia memperhatikan botol anggur yang diminumnya dan baru melihat ada tulisan kecil di bagian belakang botolnya: Hanya untuk eksperimen. Astaga! Itu anggur eksperimennya Qiu Jing yang kadar alkoholnya sangat tinggi. 

Fei Fei tidak tahan lagi dan akhirnya pingsan dalam dekapan Xue Ning. Xue Ning sendiri tidak kenapa-kenapa karena dia tidak ikutan minum. Akhirnya dia harus mengurus Fei Fei, membopongnya dan membaringkannya di kamar.

Saat Fei Fei membuka mata keesokan harinya, dia malah kaget mendapati Xue Ning tidur di sampingnya. Sebenarnya tidak terjadi apa-apa semalam, tapi gara-gara Xue Ning bersikap sok playboy, seolah terjadi sesuatu pada mereka berdua semalam, Fei Fei jadi marah dan langsung menamparnya.

Saat Xue Ning keluar tak lama kemudian, sudah ada Wei An yang menunggunya. Tapi dia datang bukan untuk menjemput Xue Ning pulang, dia hanya akan mengantarkan Xue Ning ke mana pun Xue Ning mau pergi, soalnya Xue Ning belum boleh pulang sekarang.

Bersambung ke episode 12

Post a Comment

0 Comments