Sinopsis My Unfortunate Boyfriend Episode 14

 


Ji Na mendatangi Mal Sook di cafe tempatnya kerja untuk melabraknya karena Mal Sook bersikap seenaknya sendiri dengan menerima tawaran Hee Chul dan memindahkan semua barang-barang mereka tanpa sepengetahuannya. Dia benar-benar marah pada Mal Sook sampai-sampai dia menyatakan tidak mau lagi bertemu Mal Sook dan memaksa Mal Sook untuk mengembalikan semua barang-barangnya ke rumah lamanya.

Dulu Mal Sook mengatainya cewek matre tapi dia sendiri jauh lebih parah darinya dengan menerima apartemen dari Hee Chul begitu saja. Sakit hati dengan hinaan Ji Na, Mal Sook akhirnya berhenti bertele-tele dan memberitahu Ji Na alasan sebenarnya kenapa dia menerima apartemen pemberian Hee Chul.

Flashback,


Malam itu saat Hee Chul tiba didepan rumah Ji Na, dia melihat Mal Sook sedang menjemur pakaian. Tapi saat dia naik, tiba-tiba dia mendengar suara jerit ketakutan Mal Sook. Bahkan saat dia datang, Mal Sook langsung memeluknya saking takutnya. Karena ternyata tadi saat Mal Sook sedang menjemur pakaian, tiba-tiba ada sosok bayangan seorang pria yang lewat.

Hmm... sepertinya sih pria itu anak buahnya Senator Jung. Tapi Mal Sook sangat amat ketakutan dan menduga kalau pria misterius itu datang untuk membunuhnya. Mal Sook bahkan mengaku bahwa sebenarnya belakangan ini, dia memang sering melihat sosok pria misterius berkeliaran di sekitar sini.

Hee Chul jadi sangat mencemaskan Ji Na gara-gara itu dan karena itulah dia menyarankan agar Mal Sook dan Ji Na pindah ke tempat yang lebih aman lalu pergi menyusul Ji Na yang waktu itu sedang joging malam sendiri.

Kembali ke masa kini,


Itulah alasan Mal Sook menerima kebaikan Hee Chul dan karena itulah dia tidak terima dengan hinaan Ji Na tentangnya. Merasa bersalah, Ji Na langsung ngomel-ngomel mengeluhkan sikap Mal Sook yang tidak memberitahunya sejak awal. Mal Sook berkata kalau dia diam karena Hee Chul sendiri yang memintanya untuk tidak mengatakan apapun agar Ji Na tidak cemas.


Setelah bersujud pada Buddha, Hee Chul termenung di kuil. Seorang biksu kecil menghampirinya dan menyapanya, dia mengenali Hee Chul karena pernah melihat Hee Chul datang kemari bersama seorang wanita cantik. Dan dia bisa tahu kalau Hee Chul menyukai wanita itu.

Hee Chul lalu curhat pada biksu kecil tentang kegalauannya karena dua wanita. Wanita pertama adalah wanita yang dia ingin untuk dia miliki setelah dia sukses nanti. Sementara wanita kedua adalah wanita yang harus selalu ada disisinya demi mencapai kesuksesan. Lalu wanita mana yang harus dipilihnya.

Sambil menunjuk matahari, biksu kecil berkata bijak "Bisakah kau membuat matahari terbit di barat dan tenggelam di timur? Kau tidak bisa mengubah hatimu dengan pikiranmu"


Tae Woon pindah ke rumah Ketua IM tapi saat dia datang, ketua sedang tidur. Tae Woon meyakinkan sekretaris bahwa dia akan berusaha membujuk ketua agar dia mau dirawat di rumah sakit. Sekretaris sangat berterima kasih dan bersyukur karena Tae Woon akhirnya pindah kembali kemari, dia yakin kalau ketua pasti akan sangat senang.


Dia lalu mengantarkan Tae Woon ke kamar lamanya saat dia masih kecil dulu. Tampaknya selama ini ketua menjaga kamar itu tetap seperti dulu, foto-foto Tae Woon masa kecil sekeluarga masih tertata rapi dan begitupun mainan masa kecilnya dulu termasuk layang-layangnya.

Dia mencoba menelepon Ji Na tapi tidak diangkat. Sekretaris muncul kembali tak lama kemudian dengan membawa file tentang kompetisi CEO baru untuk Tae Woon pelajari lalu menyuruh Tae Woon turun untuk makan.


Ji Na tidak menjawab teleponnya Tae Woon karena saat itu dia ketemuan dengan Hee Chul di taman. Ji Na meminta maaf atas sikap kasarnya malam itu. Dia mengaku sudah mengetahui segalanya dari Mal Sook dan dia sungguh berterima pada Hee Chul karenanya. Hee Chul meyakinkannya bahwa pria misterius itu kemungkinan cuma pencuri biasa dan Mal Sook hanya bereaksi agak berlebihan.


"Karena itulah aku sudah memikirkannya. Aku akan menerima kebaikan direktur. Tapi aku tidak akan menerimanya secara gratis. Tidak banyak yang bisa kulakukan sekarang. Tapi aku ingin membayarmu dengan cara apapun yang bisa kulakukan. Dengan begitu aku tidak akan merasa terbebani"

Hee Chul senang saat Ji Na mau menerima apartemen barunya. Tapi dia kecewa saat Ji Na mengatakan kalau dia tidak ingin menerimanya secara gratis padahal yang dia inginkan hanyalah agar Ji Na menerima dan membalas perasaannya. Seberat itukah bagi Ji Na untuk membalas perasaannya?

"Iya" jawab Ji Na

Hee Chul sangat kecewa mendengarnya. Baiklah jika itu yang Ji Na inginkan. Tapi sebagai balasannya, dia ingin Ji Na memenuhi satu permintaannya. Sambil menunjuk jalan didepan mereka, Hee Chul berkata "Berjalanlah bersamaku sampai akhir jalan itu... tanpa mengatakan apapun"


Mereka pun berjalan pelan-pelan menyusuri jalan itu dalam diam. Hee Chul berhenti di tengah jalan dan disitulah, dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka sampai disini. Mereka pun berjalan pergi ke dua arah yang berbeda. Hee Chul sempat menoleh sebentar dan mengucap selamat tinggal pada Ji Na yang terus berjalan pergi tanpa menoleh sedikitpun.


Hari ini sebenarnya hari peringatan kematian ibunya Hee Chul dan Hye Mi memilih baju terbaik untuk mengunjungi persemayaman ibunya Hee Chul. Dia bertemu ayahnya saat dia keluar rumah. Senator Jung tidak menyangka kalau Hye Mi sampai mengingat tanggal peringatan kematian ibunya Hee Chul.

"Jika hal itu penting bagi oppa. Maka itu penting bagiku juga"

"Hye Mi-ah, kepercayaan adalah hal yang sangat berbahaya. Kau boleh menyukainya, tapi jangan terlalu mempercayainya"

Mendengar sikap sinis ayahnya pada orang lain. Ji Na langsung memberitahu ayahnya tentang apa yang pernah dikatakan rekan-rekan kerjanya tentangnya dulu "Ayah, apa ayah merasa dunia ini berusaha untuk menipu ayah? Itu karena ayah tidak mempercayai dunia ini"


Tae Woon makan siang bersama Ketua yang tampak sangat senang melihat kedatangan Tae Woon. Apalagi saat Tae Woon tiba-tiba memanggilnya 'paman'. Dengan tangannya yang agak gemetaran, ketua memberikan sepotong daging untuk Tae Woon.


Hee Chul mendatangi rumah abu ibunya tapi mendapati Hye Mi sudah tiba disana duluan. Dia bersembunyi sebelum Hye Mi menyadari kedatangannya dan mendengarkan curhatan Hye Mi pada mendiang ibunya. Hye Mi mengaku kalau dia sebenarnya agak kesal karena Hee Chul membuatnya kesepian.

"Bertahun-tahun aku menyukainya dan memandangnya seorang. Dia mengetahui semuanya tapi tetap saja dia menghancurkan hatiku. Tapi kalau dipikir-pikir, walaupun dia tidak menyukaiku tapi dia tidak pernah berprasangka padaku. Sementara aku menyukainya, tapi aku berprasangka padanya"


Dia selalu ragu apakah Hee Chul menyukainya atau tidak. Tapi dia pikir, jika Hee Chul tetap berada ditengah-tengahnya, dia percaya kalau suatu hari nanti, Hee Chul pasti akan menyukainya. Hye Mi lalu pamit dan berjanji lain kali akan datang lagi bersama Hee Chul.


Hee Chul menemui ibunya setelah Hye Mi pergi dan meminta maaf karena jarang berkunjung "Apa ibu menyukai wanita itu? Apa ibu ingin kami datang berdua lain kali?"


Setelah makan, Tae Woon mengajak Ketua jalan-jalan. Tae Woon penasaran, selama ini dia mengira kalau Ketua sudah menyerah tapi kenapa sekarang ketua datang kembali dan mencarinya. Ketua mengaku bahwa dia memang pernah menyerah. Bahkan setelah Tae Woon pergi, dia berusaha mencari orang lain untuk mengambil alih IM hingga akhirnya dia bertemu Hee Chul.

"Aku sangat menyukainya sampai-sampai aku rela untuk melepaskanmu sepenuhnya. Tapi, suatu hari aku mulai bisa melihat sosok diriku dalam diri Direktur Kang. Sosok masa mudaku yang mengabaikan kejujuran demi mencapai kesuksesan. Saat itulah aku teringat pada almarhum ayahmu yang dulu pernah berusaha untuk menghentikanku. Dan saat itu pula, kau mulai sering muncul di hadapan Direktur Kang. Tolong, kau hentikan Direktur Kang. Setelah itu, aku tidak peduli apapun keputusan yang kau buat"

Ah, jadi tujuan utama Ketua menjadi Tae Woon sebagai saingan Hee Chul karena dia ingin meluruskan Hee Chul dan bukannya karena Tae Woon. Dan Tae Woon menyetujui permintaan ketua itu. Tapi dengan syarat, ketua harus mau dirawat di rumah sakit.


Ketua akhirnya mau dirawat di rumah sakit. Tapi dokter memberitahu Tae Woon bahwa walaupun perkembangan penyakit ketua bisa dicegah dengan obat-obatan, tapi tidak bisa disembuhkan. Ditambah lagi, ketua juga menderita penyakit jantung kronis. Jika Lou Gehrig-nya semakin parah maka mungkin dia akan mendapat serangan jantung mendadak. Karena itulah, ketua harus selalu dijaga setiap saat.

"Buatlah banyak kenangan yang indah bersama ketua di sisa hidupnya yang tinggal sedikit"


Tae Woon sedang sibuk mempelajari dokumennya sementara ketua sibuk bermain catur dengan sekretarisnya. Ji Na menelepon tak lama kemudian dan mengajak Tae Woon ketemuan. Tentu saja Tae Woon langsung senang dan mengajak Ji Na ketemuan di taman saja.

Tae Woon memberitahunya tentang kepindahannya ke rumah ketua dan hubungannya dengan ketua. Dan Ji Na pura-pura kaget seolah dia baru tahu tentang hubungan Tae Woon dan ketua. Lalu bertanya apakah Tae Woon akan mengikuti kompetisi CEO baru itu. Tae Woon membenarkannya tapi dia tidak memberitahukan alasannya yang sebenarnya bahwa dia mengikuti kompetisi itu demi melindungi Ji Na.


Ji Na berjanji akan membantunya, tapi dia penasaran bagaimana reaksi orang-orang jika mereka tahu hubungan Tae Woon dan ketua. Tae Woon jadi cemas, apa mungkin mereka akan membencinya. Tentu saja tidak, ujar Ji Na meyakinkan Tae Woon.

"Ji Na-ssi, aku harus menemui seseorang. Apa kau mau ikut bersamaku?"

"Siapa?"

Tae Woon mengaku bahwa demi kompetisi ini, dia mempelajari kembali laporan proyek Nuri Park dan dia merasa produk utama mereka banyak berubah sejak pertama kali diciptakan. Dan setelah dia pelajari lebih jauh, dia baru tahu kalau produk itu sebenarnya ciptaan orang lain. Saat dia menyelidikinya ke kantor hak paten, dia bertemu seorang petugas yang masih ingat betul tentang pencipta asli produk itu. Dia sudah mendapatkan nomor teleponnya dan sudah menghubungi orang itu dan orang itu bersedia bertemu dengannya.

Tae Woon berniat untuk mengumpulkan banyak informasi dulu sebelum dia bertemu dengan rekan-rekan timnya. Karena dia tidak mau orang berpikir kalau dia mengikuti kompetisi ini hanya karena dia keponakannya ketua "Aku akan berusaha yang terbaik. Aku tidak akan mengecewakanmu"


Keesokan harinya, Ketua dan Tae Woon menghadiri rapat dewan direksi yang dimana kedua kandidat diminta untuk tanda tangan surat persetujuan kompetisi. Sambil menatap Tae Woon dengan tatapan penuh kebencian, Hee Chul menandatangani dokumennya tanpa ragu.

Setelah itu semua mata langsung berpaling menatap Tae Woon yang tampak sangat gugup. Dia masih belum lepas dari trauma masa kecilnya. Tapi saat dia teringat tantangan Hee Chul, dia akhirnya menetapkan hati dan menandatangani dokumen itu. Kompetisi antar kedua kandidat pun dinyatakan resmi dimulai.


Setelah rapat usai, Hee Chul menyatakan kalau dia ingin membantu mendorong kursi roda ketua untuk yang terakhir kalinya. Tae Woon ragu tapi ketua meyakinkannya untuk membiarkan Hee Chul melakukannya. Hee Chul menyayangkan hubungan mereka yang berubah karena ketua berubah pikiran. Dengan senyum sinis, ketua memberitahu Hee Chul kalau dia tidak berubah, perasaannya pada Hee Chul masih tetap sama seperti dulu.


Hee Chul meninggalkan ketua di lift sendirian tapi untunglah saat lift turun, Tae Woon ada disana. Dia tidak memberitahu Tae Woon kalau Hee Chul meninggalkannya, malah berbohong mengatakan kalau dia sendiri yang menyuruh Hee Chul pergi meninggalkannya seorang diri.


Tae Woon lalu mengantarkan ketua ke mobil, tapi dia tidak bisa ikut kembali ke rumah sakit karena ada urusan penting yang harus diurusnya. Dalam perjalanan, dia menelepon Ji Na untuk menanyakan keberadaannya. Ji Na sendiri dalam perjalanan ke tempat ketemuan saat itu.


Tae Woon sudah tiba duluan di cafe dan masuk duluan untuk menemui kliennya yang sudah menunggunya didalam cafe... dan orang itu adalah ayahnya Ji Na.

Bersambung ke episode 15

Post a Comment

0 Comments