Sinopsis Shining For One Thing Episode 5 - Part 1

Saat Pak Liu tengah berpidato mengumumkan kelas unggulan yang lagi-lagi jatuh kepada kelas 3 - 1, Wan Sen malah sibuk melamun memikirkan percakapannya dengan Bei Xing kemarin. Saat Bei Xing tanya apakah Gao Ge yang membuatnya marah, Wan Sen langsung berbohong mengiyakannya.


Sekarang Wan Sen menyesalinya, tidak seharusnya dia berbohong pada orang yang dia anggap penting baginya (Ow? Dia sesuka itu yah sama Bei Xing sampai menganggap Bei Xing orang penting baginya?). Tapi dengan cepat dia menguasai diri saat Pak Liu memanggilnya ke podium untuk berpidato.

 

Bei Xing benar-benar percaya kalau Wan Sen marah karena Gao Ge yang itu artinya, Wan Sen menyukai Gao Ge. Tapi Bei Xing tidak akan membiarkan itu terjadi. Terlalu berbahaya jika Wan Sen dekat dengan Gao Ge karena Gao Ge juga diincar sama Mai Zi. 

Dia harus membuat Wan Sen fokus belajar. Karenanya, Bei Xing berencana merekrut beberapa orang untuk menemani Wan Sen belajar. Dan targetnya adalah beberapa gadis yang menurutnya bakalan cocok sama Wan Sen.

Hari itu, Wan Sen sudah menunggu kedatangan Bei Xing di perpus. Dia benar-benar antusias, dia bahkan sudah menyiapkan sekresek cemilan untuk Bei Xing. Namun saat Bei Xing datang tak lama kemudian, dia malah membawa beberapa foto gadis lalu menyuruhnya untuk memilih gadis mana yang paling dia sukai buat teman belajar.

Wan Sen jelas kesal dan langsung beranjak pergi. Bei Xing sama sekali tidak mengerti kekesalannya dan langsung mengejarnya. Dia berusaha meyakinkan Wan Sen bahwa dia melakukan ini karena Mai Zi cari perkara dengan Wan Sen karena kedekatan Wan Sen dengan Gao Ge.

Wan Sen hampir mau bilang bahwa dia dan Gao Ge tidak ada hubungan spesial, tapi Bei Xing terus nyerocos menyelanya. Bei Xing memberitahu Wan Sen bahwa dia sangat mengkhawatirkan Wan Sen dan Gao Ge gara-gara Mai Zi. Dan karenanya, dia sudah memutuskan untuk terus mengikuti Wan Sen sampai masalah ini selesai.


"Aku akan pergi ke mana pun kau pergi. Aku akan membuat Mai Zi tahu bahwa kau adalah milikku! Dia tidak boleh menindasmu!" ujar Bei Xing.

Pfft! Wan Sen sontak tercengang mendengar ucapan Bei Xing yang terkesan seperti pengakuan cinta itu. Begitu tercengangnya dia sampai-sampai saat Bei Xing tanya apakah dia setuju atau tidak, Wan Sen cuma bisa menjawabnya dengan manggut-manggut imut. Hehe.

Baiklah, kalau begitu, mulai besok, dia akan selalu menemani Wan Sen baik saat pergi ke sekolah maupun saat pulang sekolah. Tapi dia masih belum menyerah dengan acara perjodohannya dan ngotot memaksa Wan Sen untuk melirik gadis lain saja, ngapain juga dia memandang Gao Ge seorang (Aigoo. Dia cuma memandang kamu, Bei Xing)

Bei Xing bahkan berpikir bahwa sekresek camilan itu untuk Gao Ge, jadi dia memutuskan untuk menyitanya. (Pfft! Itu untukmu, Neng) Mereka janjian untuk berangkat ke sekolah bareng besok, Bei Xing lalu pergi dengan membawa sekresek camilan itu tanpa menyadari senyum bahagia Wan Sen.


Keesokan harinya saat hendak berangkat sekolah, Gao Ge sakit dan terbatuk-batuk. Tapi ayahnya saking sibuknya, sama sekali tidak menyadari putrinya sakit dan langsung bergegas pergi duluan ke sekolah. (Oh, karena itukah Gao Ge selalu cari perkara dengan ayahnya di sekolah? Untuk mendapatkan perhatian ayahnya).


Di tengah jalan, Pak Gao berpapasan dengan Wan Sen yang sedang menunggu kedatangan Bei Xing. Dia benar-benar lebih perhatian pada Wan Sen, bahkan menawarinya sarapan. Wan Sen menolak dengan sopan dan mengaku bahwa dia sedang menunggu orang.

Setelah beberapa lama menunggu, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Wan Sen hampir saja senang, apalagi dia juga sudah menyiapkan sarapan untuk Bei Xing. Namun yang tak disangkanya, Bei Xing malah membawa gadis lain bersamanya, masih belum menyerah untuk menjodohkannya dengan gadis lain. Wan Sen jelas kesal dan langsung pergi duluan meninggalkan mereka.


Di sekolah, Bei Xing terus berusaha membujuk Wan Sen untuk mau mengajari para gadis itu, tapi Wan Sen menegaskan bahwa mengajari Bei Xing saja tidak mudah baginya. Jadi jika Bei Xing tidak serius untuk belajar, maka sebaiknya Bei Xing jangan mencarinya.


Tapi sebenarnya Wan Sen serius ingin mengajari Bei Xing, dia bahkan menyusun rencana belajar untuk Bei Xing. Dia juga memiliki sebuah buku diary yang kemudian dia simpan di sebuah kotak, sepertinya kotak itu berisi benda-benda berharganya. Dan salah satu benda di kotak itu adalah pita rambut kelinci pink (barang yang ditemukan saat dia terjatuh dari mercusuar di linimasa yang asli).

 Keesokan harinya di sekolah, anak-anak kelas 3 - 1 mendapati kaca jendela kelas mereka pecah. Tiba-tiba salah satu siswa mengklaim bahwa kemarin dia melihat Chao Yang memegang batu bata, sontak saja semua orang di kelas 3 - 1 pergi ke kelas 3 - 9 untuk melabrak Chao Yang.

Chao Yang sontak menyangkal dan membela diri, namun tak ada satu pun yang mempercayainya. Bei Xing juga tidak terima teman sebangkunya dituduh seenaknya, mereka bahkan tidak punya bukti atas tuduhan mereka.

Tapi masalahnya, Bei Xing dan Chao Yang sendiri juga tidak punya bukti untuk membuktikan Chao Yang tidak bersalah. Karena kelas 3 - 1 terus heboh menuntut pertanggungjawaban mereka, Bei Xing langsung saja menawarkan tukar kelas untuk sementara waktu. 

Tapi dia keukeuh menolak fitnahan mereka terhadap Chao Yang dan menuntut mereka untuk meminta maaf pada Chao Yang jika kebenarannya terungkap nantinya.

Anak-anak kelas 3 - 1 akhirnya setuju, tapi tak pelak keputusan Bei Xing itu sontak mendapat tentangan dari anak-anak kelas 3 - 9 yang tidak terima dengan keputusan Bei Xing yang seenaknya sendiri itu.

Teng Teng yang paling vocal menolak pindah kelas. Berusaha tetap tenang menghadapi situasi ini, Bei Xing mengingatkan mereka ini masalah harga diri kelas mereka, teman sekelas mereka, mereka tidak boleh membiarkan orang-orang itu seenaknya menghina kelas mereka. 

Dia melakukan ini bukan karena dia temannya Chao Yang. Bahkan sekalipun hal ini terjadi pada yang lain, dia juga akan melakukan hal yang sama. Dan dia yakin bahwa mereka juga pastinya akan melakukan hal yang sama bahkan sekalipun tidak ada dia di sini... karena mereka semua satu kelas, satu tim.

Zhan Yu yang tampaknya paling kagum dan tersentuh dengan kata-kata Bei Xing itu, dialah orang pertama yang akhirnya menyatakan bersedia pindah. Anak-anak yang lain akhirnya ikut, Teng Teng seorang yang sebenarnya masih tidak rela, tapi dia terpaksa ikut pindah.


Tak lama kemudian, kelas 3 - 9 datang ke kelas 3 - 1 bertepatan dengan Gao Ge yang baru datang dan baru tahu tentang kaca pecah itu. Bukan hanya kelas itu 3 - 1 saja yang kacanya dipecahkan, kaca jendela kantornya Pak Gao juga jadi korban yang jelas saja membuatnya langsung mencurigai Mai Zi. 

Bersambung ke part 2

Post a Comment

0 Comments