Sinopsis You Are My Glory Episode 29

Jing Jing video call calon ibu mertuanya untuk memamerkan rumahnya Yu Tu yang sekarang jadi lebih ceria dan hangat berkat renovasi interior yang dilakukannya di seluruh sudut rumah. 

 

Ibunya Yu Tu benar-benar suka banget sama calon menantunya itu, malah sepertinya dia lebih suka Jing Jing daripada anaknya sendiri sekarang. Dia bahkan langsung mengomeli Yu Tu saat Jing Jing mengeluh padanya tentang Yu Tu yang terlalu sibuk sama makalahnya.

 

Jing Jing bosan banget menemani Yu Tu baca makalah, untungnya dia terselamatkan berkat telepon dari Chen Xue yang menelepon untuk memastikan kebenaran gosip yang baru didengarnya sekarang. Bahwa pacarnya Jing Jing pernah datang ke lokasi syutingnya dan sukses membuat Zhou Xiao Qi kesal. 

Chen Xue jadi penasaran banget sama pacarnya Jing Jing. Mereka sudah lama pacaran tapi Jing Jing bahkan tidak pernah memperlihatkan pacarnya itu. Karena itulah, dia langsung mengundang Jing Jing dan pacarnya untuk datang ke rumahnya dan makan malam bersama. Dia bahkan mengiming-imingi Jing Jing pakai kepiting besar-besar.

Chen Xue juga akan mengundang dua aktor lawan mainnya di film terbarunya. Sekalian nanti mereka bisa main mahjong habis makan. Jing Jing tidak setuju dengan bagian yang terakhir itu, soalnya pacarnya masih harus menulis makalah usai makan malam nanti.

"Bukankah dia sudah bekerja, menulis makalah apa?" Bingung Chen Xue.

"Apa kau ada kesalahpahaman tentang peneliti ilmiah."

"Oh yah, dia seorang peneliti ilmiah."

"Benar. Makanya jangan main mahjong. Kita jadi kelihatan kayak pengangguran nanti."

Jangan khawatir, Chen Xue punya ide. Dia akan menciptakan suasana yang terlihat akademis. Hah? Saat Jing Jing dan Yu Tu tiba di rumah Chen Xue tak lama kemudian, dia malah mendapati Chen Xue dan kedua aktor sedang latihan akting tentang film mereka yang bertema sci-fi perang antar bintang. Jadi ini suasana akademis yang Chen Xue maksud tadi?

 

Mereka bahkan mengajak Jing Jing ikut latihan akting juga. Jadilah Yu Tu duduk sendirian di pojokan menyaksikan latihan para aktor itu. Niatnya membuat Yu Tu terkesan sama mereka. Tapi setelah mereka selesai latihan tak lama kemudian, Yu Tu tiba-tiba mengomentari bagian teknis tentang senjata antariksanya yang menurutnya agak kuno. 

Bahkan tak lama kemudian, para aktor itu cuma bisa melongo menyaksikan Yu Tu sedang bicara di telepon dengan penulis skenario ternama mereka dan memberinya berbagai saran tentang apa-apa yang harus direvisi dalam skenarionya. Dan si penulis skenario ternama itu dengan antusias menerima semua saran Yu Tu, bahkan minta kontak Wechat-nya Yu Tu agar dia bisa berdiskusi lebih lanjut.

Berduaan di dapur, Chen Xue benar-benar kagum sama pacarnya Jing Jing itu. Dia bisa menaklukkan seorang penulis kenamaan yang selama ini terkenal tak pernah mau tunduk sama siapa pun. Dia juga sangat tampan dan berwawasan luas. Pantas saja bisa mengalahkan pacarnya Zhou Xiao Qi. 

Chen Xue bisa mengerti kenapa Jing Jing memilih pria itu. "Kalau aku kau, aku juga mau."

Jing Jing langsung kesal. "Katakan lagi!"

"Maksudku, cuma mengungkapkan penghargaan. Pacar sahabat sendiri, mana mungkin kurebut."

 

Sebenarnya di kalangan mereka, banyak yang heran kenapa Jing Jing malah pada akhirnya lebih memilih seseorang bergaji pegawai. Chen Xue juga sempat heran kenapa Jing Jing tidak memilih mantannya saja yang kaya raya, yah walaupun dia memang agak angkuh.

Tapi setelah dipikir-pikir, mereka sendiri kaya, jadi lebih baik mereka memilih siapa pun yang mereka sukai. Pasangan mereka kaya atau tidak, itu tidak masalah. Tapi misalnya... misalnya, Jing Jing bukan artis yang bisa membuat banyak uang, apa dia masih akan pacaran sama pacarnya yang sekarang?

Jing Jing dengan penuh percaya diri menegaskan bahwa dia cantik dan rajin, dia pasti akan bisa menghasilkan uang di mana pun dia berada. Tapi... bagaimana dia kurang beruntung dan tidak bisa menghasilkan uang?

"Apa kau bodoh? Kalau memang seperti itu, maka aku harus memeganginya makin erat." Ujar Jing Jing.

Mereka tidak sadar kalau Yu Tu menguping percakapan mereka, dan jelas senang menyadari Jing Jing benar-benar mencintainya tak peduli dia kaya atau miskin. 

Dia bahkan terus mesam-mesem sepanjang perjalanan pulang sambil memuji betapa pintarnya pacarnya, logikanya sempurna.

Jing Jing langsung jumawah. "Kau mengetahuinya dari hal apa?"

Tapi Yu Tu tidak mau mengaku kalau dia menguping mereka tadi, jadi dia jawab saja. "Misalnya, membawa pulang semua sisa kepiting yang belum dimasak." (Pfft!)

Keesokan harinya, Yu Tu diminta salah satu rekannya untuk ikut tanding basket menggantikan seorang pemain yang kakinya terluka. Memang sih banyak insinyur lain yang tinggi-tinggi dan lebih muda, tapi kan bukan berarti mereka pintar main basket.

Yu Tu awalnya ragu, soalnya dia sudah bilang ke keluarganya kalau dia akan pulang makan malam di rumah nanti malam. Tapi akhirnya dia setuju juga.

Ngomong-ngomong tentang keluarganya Yu Tu, dia sudah dengar dari Da Meng kalau Yu Tu punya pacar yang sangat amat cantik. Yang Yu Tu maksud keluarganya itu, pacarnya kan? Yu Tu membenarkan, memang pacarnya, dan pacarnya itu memang sangat amat cantik. Pfft!


Jing Jing baru saja memarinasi dagingnya saat Yu Tu menelepon, mengabarkan kalau dia tidak akan makan malam di rumah karena harus menggantikan seorang pemain dalam pertandingan basket.

Jing Jing geli mendengarnya cuma jadi pemain pengganti padahal dulu semasa sekolah, dia adalah kekuatan utama tim basket sekolah mereka. Yu Tu dengan nada melas mengingatkan Jing Jing kalau dia sudah semakin menua sekarang.

"Benar juga. Insinyur Yu sudah berusia 32 tahun sekarang. Dalam olahraga berintensifitas tinggi seperti basket, fisikmu pasti tidak sebanding dengan anak muda yang baru lulus." 

"Bagaimana denganmu? Bukankah kita seumuran?"

"Tidak! Tidak! Tidak! Kuberitahu kau, beberapa waktu yang lalu ada akun pemasaran yang bilang kalau aku seperti masih gadis."

Yu Tu seperti biasanya, langsung balas bernarsis ria, mengklaim betapa hebatnya dirinya sampai diminta jadi pemain pengganti, bukankah itu artinya kekuatan fisik dan kemampuannya lebih hebat daripada anak muda yang baru lulus? Kalau Jing Jing tak percaya, dia datang saja kemari untuk menyaksikannya sendiri, sekaligus menyemangatinya.


Tak lama kemudian, Jing Jing dengan penuh semangat pergi ke kantornya Yu Tu dan sukses membuat satpam melongo melihatnya. Bukan cuma pak satpam, karena Yu Tu berniat pamer pacarnya secara resmi pada semua rekannya, Jing Jing pun melepaskan maskernya dan langsung membuat semua orang di lapangan basket tercengang melihatnya.

Sama seperti Da Meng, begitu mendengar kalau Yu Tu dan Jing Jing teman SMA, mereka semua juga penasaran apakah Jing Jing dan Yu Tu sudah pacaran selama belasan tahun. 

Dan Jing Jing tetap memberikan jawaban yang sama seperti sebelumnya, bahwa mereka hanya fokus belajar semasa SMA, bertemu lagi bertahun-tahun kemudian. Dan berhubung masih sama-sama lajang, jadi mereka jalani saja.

 Yu Tu masuk lapangan tak lama kemudian dan langsung bikin heboh saat dia mendekati Jing Jing hanya untuk manja minta penyemangat. Dan Jing Jing malah sengaja menggodai umurnya yang sudah semakin tua.

Pertandingan dimulai tak lama kemudian, dan ternyata biarpun umur sudah semakin menua, Yu Tu tetap hebat. Dan Jing Jing sontak jejeritan heboh... sama persis seperti dulu, saat mereka SMA dulu.

Saat mereka pulang tak lama kemudian, Jing Jing dengan bangga memamerkan foto KTP-nya yang cantik, dan tiba-tiba ingin membandingkan foto ID mereka, mau lihat mana yang paling bagus.

Tapi menurut Yu Tu, jika ingin membandingkan foto ID mereka, maka seharusnya fotonya diambil dalam kondisi yang sama. Lokasi yang sama, pencahayaan yang sama, fotografer yang sama. Dia meremas tangannya dengan gugup saat tiba-tiba dia bertanya...

"Jadi kapan kita akan mengambil foto identitas bersama?"

Maksudnya foto bersama buat buku nikah. OMG! Akhirnya dia melamar. Jing Jing begitu tercengang mendengarnya. Dan tentu saja Jing Jing menyetujuinya.

 

Tak lama kemudian, Jing Jing senyam-senyum gaje dengan begitu imutnya saat dia menceritakan lamarannya Yu Tu itu pada Manajer Ling. Tapi alih-alih si calon pengantin, malah Manajer Ling yang pusing memikirkan siapa saja yang akan diundang, lokasinya, konsep pernikahannya, gaun pengantinnya, maharnya dan lain sebagainya. 

Dan dia jadi makin heboh saat Jing Jing memberitahu bahwa dia berencana melangsungkan pernikahan setelah syuting drama terbarunya selesai, yang itu artinya bulan depan. Apa?! Bagaimana bisa merencanakan pernikahan hanya dalam waktu satu bulan?!

Minggu depannya, kedua calon pengantin pulang kampung untuk membicarakan masalah pernikahan mereka dengan kedua orang tua mereka. Sama seperti Manajer Ling, mereka juga pusing memikirkan bagaimana harus melaksanakan pernikahan ini.

Apalagi dengan statusnya Jing Jing yang seorang selebritis yang pastinya rawan dengan berbagai kritikan. Kalau sampai terjadi kesalahan sedikit saja, pasti akan langsung masuk pencarian populer. Terlalu megah, salah. Terlalu sederhana juga salah. Karena itulah, segalanya harus dipersiapkan dengan sangat hati-hati.

Tapi mereka tidak bisa lama-lama karena Jing Jing masih harus syuting ke Hengdian. Ayah langsung mengkritik putrinya itu, sudah mau menikah, masih saja menerima film. Nanti setelah menikah harus mengurus keluarga.

Tapi Ibunya Yu Tu dengan senang hati meyakinkan Jing Jing untuk tetap melakukan kesibukannya saja, Yu Tu bisa mengurus dirinya sendiri kok. Wah! Yu Tu tak percaya mendengarnya, padahal dulu Ibu tidak bilang begitu.

 

Dalam perjalanan ke lokasi syuting, Jing Jing terus menatap Yu Tu dengan penuh cinta. Dia tak menyangka kalau tuntutan Ibunya Yu Tu terhadap menantunya ternyata harus bisa mengurus Yu Tu dengan baik. 

Tapi ternyata setelah bertemu Jing Jing, Ibu mendadak lupa dengan tuntutannya itu. Kalau orang tuanya Jing Jing sih tidak banyak tuntutan tentang masalah menantu, yang penting tampan saja.

"Kalau begitu, aku sudah menang sejak lahir." Kata Yu Tu narsis.

Malas memedulikan si narsis Yu Tu, Jing Jing mengalihkan perhatiannya untuk membrowsing  website antariksa yang diikutinya dan mendapati postingan sebuah roket yang sudah berhasil diluncurkan. Tapi kemudian dia menemukan postingan lain yang lebih menarik perhatiannya hingga dia berseru heboh mengagetkan Yu Tu... "Aku juga mau pernikahanku diadakan seperti ini!"

Bersambung ke episode 30

Post a Comment

0 Comments