Sinopsis Crush Episode 5

Wu Yan dimarahi bosnya gara-gara dia malah menanyakan pertanyaan sensitif pada Zheng Ye (penyanyi yang menyanyikan karya terbarunya Yi Jin) terkait kerja samanya dengan Yi Jin ini. Berita itu juga ditonton oleh Xiao Lu dan Nian Qin langsung bisa mengenali suaranya Wu Yan. Xiao Lu jadi curiga kalau Wu Yan mungkin sudah tahu kalau Nian Qin adalah Yi Jin, tapi Nian Qin masih yakin kalau Wu Yan tidak mengetahuinya.


Suatu hari, Wu Yan melihat Nian Qian tengah menulis musik lagi. Tapi kali ini dia akan menggunakannya untuk mengajar piano untuk para tuna netra di museum piano. Wu Yan kagum juga pada bakat musiknya Nian Qin, dengan kondisinya seperti ini, dia masih bisa bermain dan menciptakan lagu.

"Mozart pernah berkata, 'Aku berlatih setiap hari selama 12 jam, tapi orang lain malah bilang, oh itu bakat'."

Wu Yan jadi canggung mendengarnya. Mengalihkan topik, Wu Yan sok-sokan paham tentang piano, mengklaim kalau dia menyukai karyanya Chopin yang berjudul Nocturne hanya karena itu enak didengar.

Nian Qin tersenyum agak sinis mendengarnya. Memang banyak orang yang bilang bahwa mereka menyukai sebuah karya musik padahal sebenarnya mereka tidak begitu mengerti hanya untuk menunjukkan kalau mereka punya jiwa seni. Wu Yan akui kalau dia memang tidak mengerti. Tapi bukankah yang paling penting, musik itu enak didengar? 

Terpicu oleh ucapannya sendiri, Wu Yan mendadak mulai mencari banyak informasi tentang Chopin dan karya-karyanya, bertekad untuk mematahkan tuduhan Nian Qin bahwa dia tidak mengerti musik.

Dia bahkan datang ke acara itu dan diundang ke panggung untuk bermain piano bersama Nian Qin, memainkan lagu Twinkle Twinkle Little Star. Tapi Wu Yan juga memanfaatkan kesempatan itu untuk memaksa Nian Untuk untuk mengakui bahwa dirinya adalah Yi Jin. Tapi tetap saja Nian Qin tak mau mengaku dan hanya menanyakan lagunya Yi Jin yang mana yang Wu Yan sukai.

Wu Yan mengaku bahwa suka lagunya yang berjudul 'Jatuh', suka saja sih, lagunya enak didengar dan liriknya juga indah. Tapi jawabannya malah membuat Nian Qin sinis, karena lirik lagu itu menceritakan tentang kelemahan diri sendiri. Perasaan semacam itu yang Wu Yan sebut indah?

Bingung, Wu Yan pun mulai mendengarkan ulang lagu-lagunya Yi Jin dan memahami kembali setiap makna dalam lirik-liriknya, dan semua itu membuatnya semakin yakin kalau Nian Qin memang Yi Jin.

Maka dia langsung meneleponnya dan menggunakan ilmu psikologinya untuk menekan Nian Qin dengan to the point tanya. "Kau adalah Yi Jin?" 

Dan Nian Qin bukannya menyangkal, malah berniat menghindar. Jelas reaksinya itu artinya Nian Qin membenarkan pertanyaan Wu Yan secara tak langsung. Wu Yan buru-buru mencegahnya menutup telepon dan meminta maaf karena sudah menyinggung Nian Qin tadi, sekaligus ingin berterima kasih juga padanya.


Wu Yan mengaku bahwa dia suka mendengarkan lagu-lagunya Yi Jin karena lagu-lagunya Yi Jin memiliki kenangan yang sangat berarti baginya. Waktu dia kelas satu SMA, dia kehilangan seorang teman akrab sejak SD yang meninggal dunia. 

Lagu 'Jatuh' itulah yang membantunya menemani masa-masa berdukanya, membantunya merelakan kepergian teman baiknya itu. Waktu itu semua orang mengira kalau dia hanya kekanak-kanakan, membuat Wu Yan mengira bahwa hanya dia seorang yang tahu bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang sangat baik. Hanya setelah mendengarkan lagu itu, Wu Yan benar-benar bisa menangis.

Karena itulah, dia sangat ingin bertemu dengan Yi Jin, mengucap terima kasih padanya dan berkata padanya bahwa dia pasti akan hidup dengan baik. Nian Qin akhirnya tersenyum mendengar kisahnya sekaligus alasannya dalam menyukai lagunya itu. Sebelum menutup teleponnya, Wu Yan berjanji kalau dia akan merahasiakan identitasnya Yi Jin. 

Dan setelah Wu Yan menutup teleponnya, baru Nian Qin menjawab ucapan terima kasihnya Wu Yan tadi dengan senyum bahagia. Begitu bahagianya dia sampai-sampai dia butuh waktu beberapa detik untuk menyadari Xiao Lu sedang memanggilnya. 

Dari ekspresinya itu, Xiao Lu langsung bisa menebak kalau yang meneleponnya barusan pasti gadis yang di KFC waktu itu dan dia yakin kalau gadis itu pasti sudah tahu identitasnya Nian Qin. Xiao Lu jadi khawatir kalau gadis itu akan membocorkan rahasianya.

"Dia tidak akan (membocorkannya)." Nian Qin yakin dan percaya pada Wu Yan.

 

Demi merayakan ultahnya Xiao Wei, Nian Qin rela membatalkan acara nonton konsernya. Wu Yan pun tidak bisa tenang di tempat kerjanya. Xu Qian menyadari itu, akhirnya dia mengizinkan Wu Yan pergi duluan.

Sesampainya di panti asuhan, dia mendapati Nian Qin dan Xiao Wei sudah ada di aula menunggunya. Dan yang tak disangka, mereka berdua membeli kue ultah stroberi yang sama untuk Xiao Wei. 

Nian Qin berkata kalau dia membeli kue stroberi karena perempuan kan biasanya suka stroberi. Wu Yan mendadak cemburu, kok Nian Qian bisa tahu? Dia pasti sering beli buat cewek lain, yah?

Bersama-sama mereka menyanyikan lagu ultah, tapi Wu Yan seperti biasanya, nyanyi dengan nada ngawur. Tidak tahan mendengar nyanyiannya itu, Nian Qin buru-buru mengambil alih bagian terakhir dengan nada yang benar.

Sebelum meniup lilinnya, Xiao Wei make a wish dengan lantang, berkata bahwa dia ingin sekali naik kincir ria. Dan karena kuenya kebanyakan, Xiao Wei ingin kuenya dibagi-bagikan ke anak-anak lainnya. Nian Qin yang biasanya tidak suka makan manis, hari ini akhirnya mau juga ikut memakan kue itu.

Saat mereka berjalan pulang bersama, Wu Yan masih penuh semangat belajar menyanyikan lagu Twinkle Twinkle Little Star, tapi tetap saja nadanya tidak ada yang benar sampai Nian Qin memprotesnya. Wu Yan tidak terima, tapi ujung-ujungnya dia malah tak sengaja menyinggung masa kecil Nian Qin. Wu Yan jadi tak enak begitu menyadari kesalahannya.

Tepat saat itu juga, Xiao Lu datang menjemputnya. Wu Yan mendadak penasaran dan langsung minta izin untuk tanya. Sebagai gantinya, Nian Qin boleh menanyakan satu pertanyaan juga padanya. Dia penasaran, apakah kakak yang selalu menjemputnya itu adalah pacarnya Nian Qin?

"Xiao Lu?"

"Oh, namanya Xiao Lu."

"Bukan."

"Lalu siapa namanya?"

"Dia bukan pacarku."

Wu Yan langsung sumringah saking senangnya. Lalu, apa ada yang Nian Qin ingin tanyakan padanya? Nian Qin bilang tidak sekarang, anggap saja itu hutang.

Wei Hao masih terus berusaha membujuk Xu Qian untuk balik ke band, tapi tetap saja hasilnya nihil. Wu Yan yang menyaksikan itu, jadi kasihan juga sama Wei Hao. Tapi itu juga membuatnya menyadari kalau sebenarnya perasaannya pada Wei Hao dulu memang salah. Dia sebenarnya tidak pernah menyukai Wei Hao, dia hanya terbiasa bersama Wei Hao.

Dia juga bisa melihat dengan jelas kalau Wei Hao dan Xu Qian sebenarnya saling menyukai, hanya saja entah kenapa Xu Qian sengaja menghindari Wei Hao. Tapi Wei Hao tidak boleh menyerah begitu saja. Kalau suka, maka kejar sampai dapat.

Berkat semangat dari Wu Yan itu, Wei Hao pun mendatangi restoran tempat kerjanya Xu Qian, tapi malah mendapati Xu Qian sudah tidak bekerja di sana lagi. Wei Hao jadi makin frustasi saat para anggota band-nya benar-benar berniat mencari penyanyi baru untuk menggantikan Xu Qian. Wei Hao pun langsung pergi menemui Wu Yan.

Wu Yan sendiri sedang berada di panti asuhan bersama Nian Qin saat itu dan diberitahu oleh kepala panti bahwa ada pasutri yang ingin mengadopsi Xiao Wei. Tapi Nian Qian sama sekali tidak senang dengan itu.

Tapi pikirannya teralih dengan cepat saat mendengar Wu Yan ditelepon Wei Hao yang mengajaknya ketemuan di restoran. Jelas dia cemburu dan langsung menawarkan dirinya sendiri untuk mengantarkan Wu Yan. Pfft!

Wu Yan geli mendengarnya, ternyata Nian Qin masih ingat yah tentang apa yang dia ceritakan di KFC waktu itu. Sebenarnya kesalahpahamannya dengan temannya itu sudah selesai sekarang, tapi tidak masalah kalau Nian Qin mau ikut, biar sekalian mereka semua jadi teman.

Setibanya di restoran, Wu Yan berpikir kalau Nian Qin pasti tidak senang jika ada orang yang duduk di sebelahnya. Jadi dia memutuskan untuk duduk di sebelahnya Wei Hao, padahal Nian Qin tampak jelas tak senang dengan itu.

Dia memesan segelas jus lemon, tapi langsung mengeluh suhunya terlalu dingin. Dia dan Wei Hao langsung asyik ngobrolin tentang Xu Qian sampai mereka tidak melihat Nian Qin yang diam-diam memesan jus lemon lagi yang suhunya normal lalu menggantinya dengan jus lemon dinginnya Wu Yan. Saat Wu Yan akhirnya menyadari jus lemonnya sudah ganti, dia malah cuma berpikir kalau Nian Qin suka jus lemon juga, sama sekali tidak kepikiran kalau Nian Qin perhatian sama dia.

Malah keesokan harinya di SLB, Wu Yan juga memberinya segelas jus lemon padahal jelas Nian Qin tidak menyukainya. Dengan riang dia membahas adopsinya Xiao Wei, berpikir kalau ini sangat baik untuk Xiao Wei karena akhirnya dia mendapatkan orang tua.

Tapi Nian Qin tidak setuju dengan pendapatnya. Mereka kan tidak tahu seperti apa orang tua yang mau mengadopsi Xiao Wei itu. Dan lagi, jika misalnya mereka mengembalikan Xiao Wei ke panti asuhan lagi, itu akan sangat menghancurkan Xiao Wei.

Tapi menurut Wu Yan, Xiao Wei akan memiliki banyak kesempatan berbeda di masa depan nanti. Jika Xiao Wei menolak kesempatan ini hanya karena mengkhawatirkan hasilnya, itu hanya akan membuat jadi pengecut.

"Baiklah. Jika hasil akhirnya nanti seperti yang kukatakan, apa kau sanggup menanggungnya? Kau terlalu naif." Kesal Nian Qin lalu pergi.

Bersambung ke episode 6

Post a Comment

1 Comments

  1. Akhirnya ada kelanjutannya epi 5..,lanjut ya kakak..semangattt

    ReplyDelete

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam