Recap Unforgettable Love Episode 10 & 11

Kesal karena gagal membujuk Qiao Yan untuk mencabut tuntutannya pada mamanya Sheng Huai, Yi Yue pun berupaya melakukan berbagai cara untuk mengancam Qiao Yan. Termasuk membuntutinya ke kolam renang dan memotretnya dalam keadaan setengah te~~~~~ng, mengancam akan mengunggah foto itu ke internet. Tapi sayang, gagal dengan cepat saat Qiao Yan memergokinya dan langsung merebut HP-nya untuk menghapus semua foto itu.

Namun yang tidak dia ketahui, sebenarnya Qiao Yan belum secara resmi mendaftarkan gugatannya ke pengadilan. Saat mamanya Sheng Huai datang menemui Qiao Yan dengan niatan mengancam balik untuk menuntut Yi Yue, Qiao Yan justru memberitahunya bahwa Yi Yue-lah yang membujuknya dan memohon-mohon padanya untuk tidak menggugatnya.

Bahkan dia memberitahu bahwa Grup He yang akan membiayai seluruh pengobatan dan pendidikannya Sheng Huai selama 10 tahun ke depan. Dan masalah diagnosisnya Yi Yue, Qiao Yan yakin kalau mamanya Sheng Huai sendiri sadar betul apakah diagnosisnya Yi Yue itu benar atau tidak. 

Dia adalah teladan bagi putranya, karena itulah, Qiao Yan menyarankannya untuk menangani masalah psikologisnya sendiri lebih dulu dan Qiao Yan akan membantu dengan menyediakan psikiater untuknya.

Senang mengetahui Qiao Yan ternyata tidak jadi menggugat mamanya Sheng Huai, Yi Yue pun menghadiahinya segelas yogurt. Sungguh tak disangka kalau Qiao Yan ternyata baik dan manis juga.

Tapi baru juga dipuji satu detik, Qiao Yan tiba-tiba menunjukkan laporan penilaian kinerja Yi Yue yang rata-rata buruk gara-gara berbagai kebiasaan buruknya Yi Yue. Yi Yue mendadak jadi kesal lagi hingga dia tak sengaja menjatuhkan bukunya Qiao Yan. 

Tapi di buku itu, dia malah tak sengaja menemukan fotonya Qiao Yan bersama mendiang kakaknya dan kakak iparnya, dan seorang wanita lain yang berdiri di samping Qiao Yan. Siapa wanita itu? Mantannya Qiao Yan kah?

Qiao Yan tiba-tiba sakit kepala dan demam hingga dia jadi lemah. Bahkan saking lemahnya, dia jadi tidak sadar kalau dia menutup kimononya saat Yi Yue masuk kamar mandi yang kontan saja membuat Yi Yu jadi panik kabur tanpa menggunakan kursi rodanya. Hah? Jadi dia sudah bisa jalan? Dasar pembohong!

Biarpun dalam keadaan lemahnya, Qiao Yan sadar akan hal itu dan jadi kesal menarik Yi Yue hingga Yi Yue terjatuh ke pangkuannya. Saat itulah Yi Yue kalau Qiao Yan sakit.

Jadilah Yi Yue yang sekarang gantian mengurus Qiao Yan. Dia cuma demam biasa, tapi dia lebay banget mau pergi ke rumah sakit buat diinfus. Yi Yue sontak mendorongnya kembali ke kasur sambil menegaskan kalau dia cuma demam biasa, kalau muncul gejala-gejala sakit lainnya, baru dia pergi ke dokter.

 

Yang perlu mereka lakukan sekarang hanya menurunkan demamnya Qiao Yan. Jadilah Yi Yue berusaha melakukan berbagai upaya untuk menurunkan demamnya Qiao Yan. 

Tapi anehnya, Yi Yue ini dokter tapi sepertinya dia tidak pandai merawat orang sakit. Waktu dia mengompres Qiao Yan, dia malah tidak memeras kainnya dan jadilah airnya menetes-netes ke sprei-nya Qiao Yan. 

Malah dengan bodohnya dia mengira kalau menetes-netes itu keringatnya Qiao Yan (aku ngerti kalau scene ini mungkin tujuannya hanya untuk komedi, tapi kan ceritanya dia itu dokter, jadi kesannya kayak bodoh aja gitu, dokter kok kayak gitu). Waktu menyuapi sup jahe juga kasar banget. Qiao Yan sampai kesal sama dia.

Tapi dia benar-benar serius merawat Qiao Yan, dia bahkan bangun subuh-subuh hanya demi mengecek demamnya Qiao Yan. Tapi tiba-tiba dia mendengar Qiao Yan mengigau dalam tidurnya 'Kembalilah, jangan pergi, jangan tinggalkan aku'. 

Yi Yue jadi penasaran banget siapa yang diimpikan oleh Qiao Yan itu, gadis yang cuma kelihatan punggungnya atau gadis yang ada di fotonya bersama mendiang kakaknya dan kakak iparnya? Dan dia masih terus gelisah memikirkan masalah ini bahkan saat dia mulai bekerja di kliniknya Ning Fang keesokan harinya.

Malam harinya dia juga membicarakan tentang masalah ini pada Rou Wei. Dia semangat banget menduga-duga siapa wanita itu, tapi menolak mengakui kalau dia penasaran karena cemburu. Ujung-ujungnya dia membuat Rou Wei pusing gara-gara kebanyakan menduga-duga yang lama kelamaan jadi semakin tidak masuk akal.

Rou Wei bahkan sudah tidak mau tahu lagi, tapi Yi Yue belum puas dengan acara menggosipnya. Bahkan di rumah, dia berniat mengirim voicemail tentang dugaan terbarunya 

pada Rou Wei, tapi ternyata dia salah kirim ke nomornya Qiao Yan.

 Parahnya lagi, Qiao Yan sengaja mempermalukannya dengan memutar voicemail itu di depan pintu kamarnya. Yi Yue langsung pura-pura tidur, tapi tentu saja Qiao Yan tak terpedaya dan menuntut penjelasan tentang foto itu.

Yi Yue cepat-cepat menjelaskan kalau dia ingin tahu tentang masa lalu Qiao Yan bukan karena dia ingin menggosipkan, melainkan ingin membantunya menemukan kembali kehangatan dirinya. Dia lihat di foto itu, Qiao Yan tampak sangat bahagia dan hangat bersama keluarganya.

Yi Yue bahkan langsung berusaha memaksa Qiao Yan tersenyum dengan menarik kedua ujung mulutnya yang kontan saja membuat Qiao Yan kaget dan gugup hingga dia cepat-cepat menarik diri dan dengan ketus mengingatkannya untuk fokus saja pada tugasnya merawat Xiao Bao.

Maka Yi Yue pun benar-benar fokus kembali ke Xiao Bao dan berusaha membujuk Qiao Yan untuk mempertimbangkan kembali masalah sekolah khusus itu, berusaha meyakinkannya bahwa yang paling penting bagi Xiao Bao sekarang ini adalah berinteraksi dan berteman dengan orang lain.

Dia bahkan bertekad akan membawa Xiao Bao ke acara yang akan diadakan Ning Fang di SD itu tak peduli Qiao Yan setuju atau tidak. Dan mungkin percakapan mereka kemarin lah yang membuat Qiao Yan akhirnya setuju juga.

Malah saat Yi Yue dan Xiao Bao pulang tak lama kemudian, mereka mendapati rumah yang biasanya terlalu rapi dan dingin itu, sekarang jadi lebih hangat dengan boneka-boneka di sofa dan gambar-gambar buatan Xiao Bao dipigura dan dipajang di atas rak.

Bahkan meja panjang dan besarnya sekarang sudah diganti dengan meja bundar yang lebih kecil, jadi mereka bisa lebih dekat untuk berinteraksi selama makan bersama. Xiao Bao pun senang.

Tapi tetap saja dia harus membuntuti mereka saat mereka pergi menemui Ning Fang ke sekolah itu dan langsung cemburu saat melihat kedekatan Ning fang dengan Yi Yue dan Xiao Bao. 

Bahkan saking tak senangnya, dia dengan angkuhnya menantang mereka bertiga untuk bertanding basket melawannya. Mereka bertiga satu tim, melawan Qiao Yan sendirian. Jika mereka menang, maka Qiao Yan akan menyetujui Xiao Bao sekolah di sini.

Awalnya mereka seri, tapi kemudian, Qiao Yan sepertinya sengaja mengalah sehingga mereka pun menang dan Xiao Bao pun bisa sekolah di sana. 

Tapi karena masih cemas harus melepaskan Xiao Bao ke dunia luar, Qiao Yan sengaja menyiapkan sebuah tas khusus yang dilengkapi dengan berbagai teknologi modern untuk menghadapi berbagai bahaya. Tapi Yi yue seperti biasanya, sinis dan meremehkan segala kelebayan Qiao Yan ini.

Saat mereka mengantarkan Xiao Bao ke sekolah keesokan harinya, salah satu guru tiba-tiba menyarankan agar mereka melakukan perpisahan dengan saling cium. Xiao Bao cium papa, papa cium mama, lalu mama cium Xiao Bao, dengan alasan interaksi baik antar anggota keluarga bisa memberi rasa aman bagi anak. Pfft! Harus banget dengan cara seperti itu?

Xiao Bao dengan senang hati mengecup pipi mamanya, sehingga sekarang giliran Mama yang harus mengecup pipi papa. Tapi si Papa malah sengaja menjauhkan mukanya. Kesal, Mama langsung mencengkeram wajahnya lalu mengecup pipinya. Errr... Nggak ding, yang dia kecup sebenarnya tangannya sendiri yang sedang mencengkeram wajah Qiao Yan.

Tapi tak pelak itu membuat Qiao Yan jadi tersipu hingga dia buru-buru menghindar dengan alasan sibuk mau rapat dan lupa akan gilirannya untuk mengecup pipi Xiao Bao.

Tapi saking cemasnya memikirkan anaknya, Qiao Yan mendadak berinisiatif memindahkan tempat rapat ke restoran yang berada di seberang sekolah. Dan saat para pegawainya sibuk mempresentasikan laporan mereka, Qiao Yan malah lebih fokus meneropong anaknya di kelas, dan langsung heboh lebay saat dia melihat Yi Yue sedang ngobrol berdua dengan Ning Fang.

Bahkan saking cemburunya, dia langsung menelepon Yi Yue dan berbohong bahwa ada masalah besar yang sedang terjadi di rumah, jadi dia memaksa Yi Yue untuk segera pulang. Padahal begitu mereka pulang, masalah besar yang Qiao Yan maksud cuma masalah dia lagi lapar. Lapar memengaruhi pekerjaannya, membuatnya tidak bisa bekerja dengan normal, jadi tentu saja ini masalah besar.

Makanya dia menuntut Yi Yue untuk membuatkannya mie. Yi Yue menuruti keinginannya dengan kesal tapi sengaja mengerjainya dengan menolak memberikan sumpitnya dan menyembunyikannya di punggungnya.

Tepat saat Qiao Yan berhasil meraih sumpitnya, tiba-tiba dia terpengaruh oleh kedekatan mereka hingga dia tidak peduli lagi sama mie-nya dan langsung mendekat mau mencium Yi Yue... Tepat saat bibinya Qiao Yan mendadak muncul.

Wu Yan langsung menggenggam mesra tangan Yi Yue dan memperkenalkannya sebagai istrinya, tapi Bibi tampak jelas tak suka sama Yi Yue, apalagi saat Qiao Yan memberitahunya tentang latar belakang Yi Yue yang berasal dari keluarga biasa dan cuma seorang psikiater anak. Bibi sungguh tidak mengerti apa bagusnya Yi Yue?

"Dia... sangat istimewa. Tidak ada duanya." Ujar Qiao Yan.

Tapi Bibi tetap tidak setuju, istrinya Qiao Yan juga merupakan Nyonya Grup He. Bibi tak yakin kalau Yi Yue sanggup. Bibi makin tak senang saat mendengar Xiao Bao memanggil Yi Yue sebagai 'Mommy'.

 

Saat mereka makan bersama, Yi Yue mencoba memberikan lauk pada Bibi, tapi Bibi dingin menolaknya. Tapi Qiao Yan dan Xiao Bao dengan manisnya menyodorkan mangkuk-mangkuk mereka padanya dan memintanya untuk memberi mereka lauk.


Bibi bisa melihat dengan jelas kalau kemesraan yang mereka tunjukkan padanya itu palsu. Bibi yakin kalau mereka pura-pura menikah hanya untuk ditunjukkan pada Xiao Bao demi menyembuhkannya.

Tapi dari interaksi di meja makan tadi, Bibi bisa melihat kalau Qiao Yan tulus pada Yi Yue. Bibi tak suka itu. Karena itulah dia berencana menghancurkan hubungan Qiao Yan dan Yi Yue dan menjodohkan Qiao Yan dengan wanita lain yang berasal dari keluarga konglomerat.

Gara-gara pernah tak sengaja melihat interaksi putranya dan Rou Wei, Direktur Wen langsung memutuskan untuk mengalihkan tugas Rou Wei untuk menjadi asistennya Wen Gu. Dia ingin Rou Wei membantu Wen Gu untuk menyukseskan proyek kerja sama dengan perusahaan masker wajah. Dia bahkan bersedia menjanjikan bonus apapun yang Rou Wei inginkan jika misinya ini sukses.

Tapi Wen Gu malah jadi kesal dan tidak terima diawasi seperti ini. Tapi bukan Rou Wei namanya kalau dia menyerah begitu saja. Dia yakin dan bertekad baja untuk menaklukkan si playboy manja itu. Jadilah Rou Wei terus menerus membuntuti Wen Gu bagai bayangan setiap hari sampai membuat Wen Gu kesal.

Dia bahkan sengaja pura-pura merayu Rou Wei dengan mengundangnya ke restoran dan makan malam romantis padahal diam-diam ada orang yang memotret mereka. Jelas bertujuan mau menunjukkan foto kebersamaan mereka itu pada ayahnya biar Rou Wei dikira wanita mata duitan lalu pada akhirnya dia akan dipecat dan tidak akan bisa mengawasinya lagi.

Tapi sayangnya, Rou Wei benar-benar sangat pintar dan langsung bisa mengetahui siasat Wen Gu itu. Maka kemudian Wen Gu mengusulkan sebuah taruhan.

Jika Rou Wei jatuh cinta padanya, maka Rou Wei harus mengundurkan diri. Jika Rou Wei menolak tantangan ini, maka Wen Gu mengancam akan memberitahu ayahnya bahwa mereka bersama malam itu.

Rou Wei akhirnya menerima tantangan itu. Tapi dia juga punya syarat. Yaitu jika Wen Gu yang jatuh cinta padanya, maka Wen Gu harus patuh padanya. Deal!

Bersambung ke episode 12

Post a Comment

0 Comments