Sinopsis Mysterious Love Episode 14

5 tahun yang lalu...

Nian Chu menggambar peta tempat itu di bukunya, berusaha mencari rute untuk kabur. Seorang anak remaja 13 tahun yang datang membawakannya makanan, melihatnya melakukan itu dan memberitahunya bahwa jika dia melarikan diri lewat rute pilihannya itu, maka dia pasti akan tertangkap. Anak itu mengaku tahu soalnya dia sudah pernah mencobanya dulu.

Remaja itu memperkenalkan namanya adalah Toli. Dia sama seperti Nian Chu, diculik oleh para penjahat itu. Dia diminta Lee untuk menjaga Nian Chu hari ini soalnya Lee harus menjalankan misi.

Dia juga diminta Lee untuk membawakan buah-buahan ini untuk Nian Chu. Dia memberitahu bahwa buah-buahan ini dikirim oleh mobil van. Jelas saja informasi itu menarik perhatian Nian Chu. Toli langsung paham isi pikiran Nian Chu yang jelas ingin memanfaatkan itu untuk melarikan diri. Tapi dia menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang bisa kabur dari tempat ini.

Tapi Nian Chu tak peduli dan langsung nekat menyelinap masuk ke salah satu mobil van yang hendak pergi ke kota. Tapi sebelum mereka pergi, orang-orang itu melakukan inspeksi lebih dulu dengan mengecek semua mobil van mereka.

Namun untungnya saat mereka membuka van persembunyian Nian Chu, mereka tidak menemukan apapun. Karena Nian Chu sudah lebih dulu dikeluarkan oleh Toli.

Karena inilah Toli bilang kalau kabur dengan mobil van itu tidak akan berhasil, semua mobil yang keluar masuk daerah ini harus diinspeksi lebih dulu. Dia terus saja nyerocos mengomeli Nian Chu padahal orang-orang itu belum pergi.

Nian Chu sontak merangkulnya untuk membuatnya diam dan rangkulan itu membuat Toli jadi gugup hingga mulai terpesona pada Nian Chu.

Flashback end.

Saat He Li Hua hampir mencapai tepi gedung, pria muda yang tadinya mengawasi mereka dari atap itu mendadak muncul dengan pura-pura jadi Xia Fei dengan membawa buket bunga Baby Breath.

Untungnya dalam khayalannya, He Li Hua benar-benar melihatnya sebagai Xia Fei hingga akhirnya dia berjalan mendekati pria itu sambil menangis penuh haru. Pria itu langsung memeluknya sehingga dokter bisa segera membius He Li Hua.

Dokter memberitahu Li Teng dan Nian Chu bahwa He Li Hua kambuh, kemungkinan karena dia tiba-tiba mengingat sesuatu atau terprovokasi oleh sesuatu. Tapi sekarang dia sudah baikan.

Nian Chu penasaran dengan pria yang menyelamatkan He Li Hua tadi. Siapa dia? Tapi dokter maupun perawat tidak ada yang tahu. Mereka hanya tahu kalau dia perawat baru, tapi dia jarang ngomong, makanya mereka juga tidak tahu namanya. Nian Chu merasa kalau pria muda itu tampak familier.

"Aku mengenalinya." Ujar Li Teng. "Dan kau juga mengenalnya." (Hah?)

Tepat saat itu juga, pria itu muncul dan menyapa Nian Chu dengan akrab. "Kak Nian Chu? Ternyata benar-benar kau."

Bingung, Nian Chu memperhatikan pria itu dengan seksama... hingga akhirnya dia mengenalinya. Dia Toli.

Mereka bertiga lalu makan bersama di restoran. Toli senang bisa bertemu mereka lagi. Dia mengaku bahwa setelah ledakan waktu itu, dia pergi meninggalkan tempat itu, lalu belajar medis hingga akhirnya dia datang ke kota ini untuk magang.

Dulu Nian Chu pernah memberitahunya tentang betapa hebatnya kota ini, maknaya dia mau melihat kota ini. Nian Chu memperkirakan umurnya Toli sekarang masih 18 tahun, masih kecil.

Sama seperti dulu, Toli langsung protes tidak terima dan menegaskan bahwa bulan depan, dia sudah berumur 19 tahun. Nian Chu jadi ingat, dulu Toli tidak senang waktu dipanggil 'Adik kecil'. Tak disangka sekarang Toli sudah sebesar ini sekarang.

"Dulu aku terlalu pendek untuk orang seumuranku. Tidak ada seorang pun di desa yang mau jadi temanku. Kak Nian Chu, kau adalah teman pertamaku."

Li Teng yang sedari tadi diam saja, mendadak cemburu dan langsung menarik Nian Chu mendekat sambil menatap Toli dengan garang. Menyadari kecemburuan pacarnya itu, Nian Chu mengingatkan Toli bahwa teman pertamanya Toli seharusnya adalah Li Teng.

"Ah, benar. Kak Lee, kenapa kau ada di kota ini?"

"Untuk bersamanya." Jawab Li Teng.

Bahkan setelah mereka keluar dari restoran, Li Teng masih saja posesif merangkul Nian Chu di hadapan Toli. Nian Chu sampai jadi canggung saat mereka pamitan pada Toli.

Dalam perjalanan pulang, Nian Chu dengan geli mengomentari sikap aneh Li Teng tadi. Kenapa dia melakukan PDA (Public Display Affection) di hadapan Toli? Biasanya Li Teng tidak begitu.

"Anak itu menyukaimu." Ujar Li Teng. Hah? Toli menyukai Nian Chu?

Flashback.

Usai gagal kabur waktu itu, Nian Chu membantu Toli mengobati lehernya Toli yang kena gigitan serangga. Nian Chu berterima kasimih sekaligus merasa bersalah padanya. Perbuatan nekatnya malah jadi melibatkan Toli.

"Lalu, apa kau masih ingin melarikan diri?"

"Kenapa? Kau tidak ingin aku pergi karena Kakak Lee-mu menyuruhmu untuk mengawasiku?"

"Tidak."

"Lalu kenapa?"

"Karena aku ingin menikahimu."

Nian Chu ketawa geli mwndengarnya, mengira dia cuma bercanda. Tapi Toli menegaskan kalau dia serius. Dia bahkan meyakinkan Nian Chu bahwa dia pasti akan melindungi Nian Chu. Dia bukan anak kecil. Nian Chu tetap tidak menanggapinya dengan serius waktu itu. Tapi Li Teng yang mendengarkan segalanya dari belakang, bisa merasakan kalau Toli memang beneran suka sama Nian Chu.

Flashback end.

Bahkan sampai sekarang pun Nian Chu tak percaya kalau Toli serius suka sama dia dan bersikeras menganggap ucapan Toli itu cuma candaan anak kecil.

"Ruan Nian Chu, dia bukan anak kecil."

Tapi Nian Chu keras kepala menganggap Toli sebagai adik kecil mereka. Dia adik kecil mereka di masa lalu, dan akan tetap menjadi adik kecil mereka di masa depan.

Frustasi, Li Teng menegaskan pada Nian Chu untuk menjauh dari anak itu. Tapi Nian Chu masih juga tak menanggapinya dengan serius, meyakini kalau Li Teng bicara begitu hanya karena Li Teng cemburu sama Toli.

Kembali ke kantor, Li Teng memberitahu Jiang Hao tentang Toli. Dia juga sudah dengar kalau Jiang Hao sekarang sudah resmi pacaran sama Yu Fei. Ini pertama kalinya Jiang Hao pacaran, jadi dia harus menghargainya.

Ngomong-ngomong tentang itu, Jiang Hao sebenarnya sedang galau. Dia tidak tahu bagaimana harus memberitahu Yu Fei tentang Xing Xing.

"Dalam masalah cinta, kau tidak boleh menyembunyikan apapun dari pasanganmu. Pengorbanan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Tidak boleh saling menyimpan rahasia dari satu sama lain. Jika kau ingin mempertahankannya selamanya, maka kau harus memberitahu dia segalanya." Nasehat Li Teng yang sudah belajar dari pengalamannya sendiri.

Nian Chu hendak pulang dari teater saat Toli mendadak muncul dan memanggilnya Nian Chu tanpa embel-embel 'Kakak'. Dia tidak bilang dari mana dia tahu teater ini dan hanya berkata kalau dia datang karena butuh bantuan Nian Chu.

"Jangan bersikap tidak sopan. Panggil aku 'Kakak'." Tegur Nian Chu.

Toli cuma menanggapinya dengan mesem manis lalu menunjukkan seekor kucing pada Nian Chu. Dia berkata bahwa ini adalah kucing liar yang dia temukan di luar rumah sakit beberapa hari yang lalu.

Kucing ini terluka, tapi dia sudah membawanya ke dokter hewan. Masalahnya, Toli tidak bisa merawatnya karena dia tinggal di asrama. Makanya dia minta bantuan Nian Chu untuk mengadopsi kucing ini. Nian Chu langsung setuju tanpa ragu.

Toli penasaran di mana dia tinggal dengan alasan mau memanggilkan taksi untuknya. Tapi Nian Chu berkata kalau Li Teng nanti akan menjemputnya. Toli langsung tertunduk sedih mendengarnya.

Tak menyadari ekspresi Toli, Nian Chu santai saja mengajaknya makan bersama dengannya dan Li Teng. Toli canggung menolak, sadar betul kalau Li Teng pasti takkan senang melihatnya.

Nian Chu heran mendengarnya. Ada masalah apa sebenarnya antara Toli dan Li Teng? Toli dengan sedih mengaku tak tahu. Mungkin Li Teng salah paham akan sesuatu tentangnya atau sebaliknya, mungkin dia yang salah paham pada Li Teng.

Mungkin... dia hanya orang yang tidak penting. 5 tahun yang lalu Tuwa, Boss, Wasa dan dia hanya bidak dalam rencananya Li Teng. Entah apa tang Li Teng pikirkan tentangnya.

"Toli, jangan berpikir begitu. Li Teng selalu menganggapmu sebagai adik."

"Orang yang menganggapku sebagai adik adalah Lee. Tapi sayangnya, Lee bukan orang asli."

"Lee adalah Li Teng."

Toli cuma menanggapinya dengan tersenyum miris. Mereka berpisah saat itu juga karena Li Teng sudah datang untuk menjemput Nian Chu.

Li Teng langsung tak senang melihat kucing itu, apalagi Nian Chu tidak bilang-bilang dulu padanya kalau dia mau pelihara kucing. Kalaupun Nian Chu mau pelihara hewan apa pun, Nian Chu tinggal bilang saja padanya, dia bisa memberikan apa saja yang Nian Chu inginkan.

Tapi dia tidak setuju jika Nian Chu memelihara kucing ini, soalnya kucing ini pemberian Toli. Nian Chu langsung kesal tidak terima dan menuduh Li Teng tidak bersimpati pada kucing liar yang malang ini.

Wah! Li Teng sontak berhenti mendadak saking sakit hatinya mendengar tuduhan Nian Chu. Jadi maksud Nian Chu, dia tuh jahat dan tak punya belas kasihan, sedangkan Toli tuh baik hati, begitu?

"Ada apa sih antara kau dan Toli? Kenapa kau sangat tak menyukainya?"

"Pokoknya aku akan membawa kucing itu kembali ke klinik hewan, biar si kunyuk itu sendiri yang memeliharanya."

Nian Chu tidak terima dan langsung menuntut janji Li Teng untuk mangabulkan 3 permintaannya. Dan memelihara kucing ini adalah hal pertama yang dia inginkan dari Li Teng.

Li Teng masih kesal sebenarnya, tapi akhirnya dia mengalah, bahkan membantu Nian Chu merangkai kandang kucing. Nian Chu pun menyambut kucing itu di rumah mereka dan memberitahu si kucing bahwa mereka yang akan merawatnya mulai sekarang.

Saat Li Teng menolak diikutsertakan, Nian Chu dengan geli memberitahu si kucing bahwa Presdir Li ini sudah besar tapi pikirannya sangaaaaaaat sempit. Karena itulah, Nian Chu memutuskan untuk menamai si kucing sebagai "Li Kecil Cemburuan". Pfft!

Mendengar itu, Li Teng sontak mendorong Nian Chu ke lantai dan menuntutnya untuk mengganti nama itu. Itu nama yang sangat buruk.

"Apa kau masih marah?"

"Aku tidak berani."

"Kau tidak berani? Kau berpikir ada sesuatu antara aku dan Toli cuma gara-gara seekor kucing. Berapa kali harus kubilang padamu? Aku hanya menganggapnya sebagai adik. Bisakah kau berhenti menjadi begitu paranoid?"

Tapi Li Teng tetap tak percaya. Nian Chu terlalu naif. Dia menganggap Toli hanya sebagai adik, tapi apakah Toli menganggap Nian Chu sebagai kakak?

Li Teng yakin Toli tidak pernah menganggap Nian Chu sebagai kakak karena dulu dia pernah memergoki Toli diam-diam menggambar Nian Chu dari kejauhan. Bahkan saat Li Teng mengonfrontasinya dan mengingatkannya bahwa Nian Chu akan pergi dari sini, Toli tak menyerah dan bertekad akan mencari Nian Chu ke mana pun Nian Chu pergi.

Nian Chu tercengang mendengar cerita Li Teng itu. Sungguh dia tidak menyangka kalau Toli punya perasaan aneh padanya. Tapi jangan khawatir, lain kali dia akan membicarakan masalah ini dengan Toli.

Li Teng tak setuju, biar dia sendiri yang bicara sama Toli. Kalau tidak bisa bicara pakai mulut... yah pakai tinju. Nian Chu jelas tidak setuju. Biar dia saja yang bicara sama Toli. Dia akan bilang sama Toli untuk menganggapnya sebagai kakak saja.

"Kalau aku menyuruhmu untuk menganggapku sebagai kakak, apa kau akan melakukannya?" Goda Li Teng.

"Kau ketuaan untuk menjadi kakakku. Aku harus memanggilmu 'Om'?"

"Berani sekali kau! Katakan sekali lagi!" Li Teng gemas banget sama dia dan langsung membopongnya ke kamar.

Jiang Hao membawa Yu Fei dan Xing Xing bermain. Yu Fei asyik memotreti Xing Xing, sementara Jiang Hao sibuk sendiri dengan kegalauannya. Saat akhirnya dia memutuskan untuk memberitahu Yu Fei kebenaran tentang Xing Xing, dia malah tersela oleh Xing Xing yang memanggil Yu Fei untuk bermain bersamanya.

Xing Xing ketiduran saat mereka sampai rumah malam harinya. Tapi akhirnya Jiang Hao punya waktu dan kesempatan untuk bicara berdua dengan Yu Fei dan memberitahu Yu Fei bahwa Xing Xing sebenarnya bukan putri kandungnya.

Nama asli Xing Xing adalah Xia Xing Xing, dia putri dari mentornya Jiang Hao dan Li Teng. Saat umur Xing Xing belum genap sebulan, ayahnya meninggal dunia dalam sebuah misi.

Ibunya Xing Xing tidak bisa menerima kenyataan sehingga dia mengalami gangguan kejiwaan dan harus dirawat di rumah sakit. Karena harus ada yang merawat Xing Xing, makanya dia menandatangani akta nikah dengan He Li Hua untuk mengadopsi Xing Xing sebagai putrinya.

Karena kondisi ibunya Xing Xing mungkin akan sangat lama, makanya Jiang Hao harus tetap seperti ini sampai Xing Xing dewasa. Dia tidak akan menyalahkan Yu Fei kalau Yu Fei tidak bisa menerimanya.

Tapi yang tak disangkanya, Yu Fei tanpa ragu menyatakan bahwa dia bisa menerimanya. Dia bisa menunggu sampai Xing Xing dewasa. Lagipula pernikahan itu kan hanya secarik kertas. Yang penting mereka tetap bersama.

Jiang Hao terharu mendengarnya. "Aku mencintaimu."

"Aku juga mencintaimu." Balas Yu Fei. dan Jiang Hao pun langsung menciumnya.

Bersambung ke episode 15

Post a Comment

1 Comments

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam