Sinopsis General's Lady Episode 2 - 3

Shen Jin akhirnya dibawa pulang dan disidang sama Xiu Ming. Tapi Shen Jin membela diri karena merekalah yang salah duluan. Jika saja mereka tidak menguncinya dengan kunci abal-abal itu, dia tidak akan mengunci mereka.

Zi Tou benar-benar penasaran, bagaimana caranya Shen Jin bisa membuka kunci langit ini? Xiu Ming juga penasaran dan langsung mengisyaratkan Shen Jin untuk memperlihatkan caranya.

Maka Shen Jin mempraktekkan caranya membuka gembok itu dengan hanya menggunakan tusuk rambutnya. Beberapa kali dia memutar lubang gembok itu, mendengarkan pergerakan di dalamnya. hingga saat akhirnya dia sadar bahwa dia sudah berhasil, dia pun berhenti... dan walah! Gembok itu terbuka.

Semua orang sampai kaget melihatnya. Xiu Ming sontak melempar tatapan kejam ke Zi Tou sebelum kemudian memuji kehebatan Shen Jin dengan kalimat sarkas. Shen Jin pasti sangat berpengalaman dalam membuka gembok sebelum menikah dengannya.

"Itu sudah masa lalu. Tidak perlu mengungkitnya lagi."

Sekarang dia cuma penasaran akan satu hal. Kaisar memerintahkan Xiu Ming untuk segera menikahinya begitu dia sampai di sini. Tapi Xiu Ming terus menerus mengulur waktu. Ini namanya penghinaan terhadap titah Kaisar. Dia bisa saja mengirim seseorang untuk melaporkan masalah ini pada Kaisar biar Xiu Ming dihukum.

"Yang istri ucapkan benar. Kali ini aku belum mengurusnya dengan layak. Ini kesalahanku. Tolong istri tenang dulu." Santai Xiu Ming.

"Kau ingin aku tenang? Itu gampang. Kau hanya perlu memenuhi 3 persyaratan dariku."

Syarat pertama, Shen Jin boleh keluar masuk kediaman Yongning kapanpun. Kedua, dia ingin menunggangi kudanya Xiu Ming keluar kota sekarang juga. Tapi jangan khawatir, dia tidak akan kabur kok. Lagian kudanya Xiu Ming sangat lambat, dia tidak bisa lari. Syarat ketiga... belum dia pikirin, nanti saja dia kasih tahu kalau dia sudah memikirkannya.

Xiu Ming setuju dengan syarat pertama. Tapi kenapa Shen Jin ingin keluar kota dengan menggunakan kudanya?

"Aku kehilangan muka di gerbang kota hari ini. Aku harus mendapatkannya kembali!"

Baiklah, Xiu Ming setuju. Tapi Shen Jin tidak boleh melarikan diri. Jika dia berani melarikan diri... maka Rou Rou akan mati. Wuih! Serem!

"Sudah kubilang aku tidak akan kabur! Aku hanya ingin mendapatkan harga diriku kembali."

"Benar, Jenderal. Nona sudah berjanji, dia pasti tidak akan kabur!"

Baiklah. Kalau begitu Xiu Ming akan memberikan perintahnya sekarang juga pada para penjaga gerbang kota untuk membiarkan Shen Jin lewat. Shen Jin senang... eh, tapi... Xiu Ming tahu cara menunggang kuda kan? Soalnya Shen Jin tidak bisa. Pfft!

Tak lama kemudian, Xiu Ming keluar bersama Shen Jin dan langsung menaiki kudanya. Loh, Shen Jin jadi bingung, kenapa malah Xiu Ming yang menunggang kuda? Bukankah mereka sudah sepakat bahwa dialah yang naik kuda keluar kota?

"Bukankah Istri berkata tidak tahu cara menunggang kuda?"

"Siapa bilang aku tidak bisa? Aku ingin menunggangi kuda!"

"Kalau begitu, naiklah."

Tapi Shen Jin mendadak ciut, pria dan wanita kan harus menjaga jarak. Xiu Ming geli mendengarnya, peraturan semacam itu tidak berlaku dalam hubungan mereka karena Shen Jin adalah istrinya.

Lagipula dia tidak bisa menemani Shen Jin dengan cara menggiring kudanya karena dia seorang jenderal. Dia bisa kehilangan muka jika masyarakat melihatnya menggiring kuda bagai tukang kuda.

"Istri tidak perlu berpikir aneh-aneh. Aku hanya memastikan keselamatan Istri. Aku tidak punya niat lainnya."

Walaupun masih ragu, tapi Shen Jin akhirnya menyerah juga lalu naik ke kuda itu. Sekarang dengan berkuda bersama Xiu Ming, para warga pun memberi hormat pada mereka.

Bahkan para penjaga gerbang kota pun hormat pada mereka. Shen Jin senang telah mendapatkan kembali harga dirinya dan langsung sumbar tentang statusnya yang benar-benar istri jenderal.

Eh tapi, kudanya Xiu Ming ini lambat banget dan langsung menyarankan Xiu Ming untuk mengganti kudanya. Nih kuda bahkan tidak mendengarkan perintahnya.

Mendengar itu, Xiu Ming hanya menyuruhnya untuk pegangan erat lalu memacu kudanya yang langsung berlari kencang keluar kota. Dan jadilah mereka berkencan mengendarai kuda itu keliling hutan. Shen Jin bahagia.

"Apa Istri menyukai tempat ini?"

"Jika kita mabuk, meringkuk di medan perang, jangan tertawa. Dari dulu, berapa banyak pria yang kembali dari peperangan?" Ujar Shen Jin yang membacakan dua bait syair Liangzhou. "Pemandangan tempat ini memang indah, tapi aku tidak suka."

"Kau... mengkhawatirkanku?"

Shen Jin menyangkal. "Kenapa aku harus mengkhawatirkanmu?"

"Aku suamimu. Jika kau tidak mengkhawatirkanku, lalu siapa yang akan kau khawatirkan?"

"Aku jadi istrimu hanya sekedar nama saja. Kau memperlakukanku bagai burung dalam sangkar. Jenderak, kapan aku bisa jadi istri yang bisa hidup bebas?"

"Mulai sekarang, kau bisa pergi ke mana pun yang kau mau di kediaman Yongning. Jika kau ingin keluar, beri tahu aku. Aku akan mengutus seseorang untuk menemanimu."

Shen Jin senang. Kalau begitu, apa dia juga boleh pergi ke kamarnya Xiu Ming dan ke ruang bukunya juga? Xiu Ming setuju.

"Bagus! Ajak aku jalan-jalan lagi!"

Mood Shen Jin benar-benar membaik sejak saat itu. Bahkan saat Rou Rou mempermasalahkan makanan yang disajikan untuk mereka yang hanya berubah sayur mayur, Shen Jin malah tidak mengatakan apapun dan tetap makan dengan lahap.

Rou Rou sampai heran melihatnya, apa ada hal bagus yang terjado sejak Jenderal mengajaknya berkuda tadi? Shen Jin menyangkal, tidak ada apa-apa kok.

Tapi sekarang mereka bisa bebas pergi ke mana pun yang mereka inginkan di rumah ini. Mereka juga bebas keluar rumah.

"Syukurlah! Tidak disangka Jenderal yang terlihat jahat dan kejam itu, ternyata bukan orang yang buruk."

"Bagaimana bisa dia bukan orang yang buruk? Kau dengar sendiri kan tadi. Dia bilang, jika aku kabur, dia akan membunuhmu!"

Tapi jangan khawatir, Shen Jin tidak akan kabur kok. Sebaiknya mereka hidup dengan baik di sini. Lagipula tidak ada hal buruk yang terjadi sekarang.

"Nona sudah berubah."

"Apanya yang berubah? Apa aku jadi makin cantik?"

"Kalau menurut istilah Nona ke-2, hatimu sudah tergerak (jatuh cinta)."

"Rou Rou, makanlah sayur lebih banyak biar kau tumbuh lebih tinggi. Kalau sudah dingin, makanannya tidak enak lagi."

"Oh yah, apa Nona sudah mendapatkan liontin Nona kembali?"

Ah! Shen Jin baru ingat. "Aku terlalu bersenang-senang sampai kelupaan. Besok aku pasti akan mendapatkannya kembali."

Keesokan harinya, Xiu Ming masih galau memikirkan liontinnya Shen Jin saat Shen Jin datang. Shen Jin sempat melihat liontin itu, tapi Xiu Ming dengan cepat menyembunyikannya.

Shen Jin dengan sengaja mencoba merayu Xiu Ming lebih dulu. Tapi Xiu Ming tahu betul kalau dia sedang ada maunya dan menyuruhnya untuk to the point saja.

"Jenderal, bisakah kau mengembalikan liontin giokku?" Pinta Shen Jin.

Tapi Xiu Ming menolak mengembalikannya semudah itu dan tanya dari mana Shen Jin mendapatkan liontin giok ini? Shen Jin mengaku dari ibunya.

Shen Jin jadi semakin penasaran dan langsung tanya-tanya lebih banyak. Kapan ibunya Shen Jin memberikan ini padanya dan apakah ibunya mengatakan sesuatu padanya?

Shen Jin heran heran melihat reaksinya Xiu Ming itu dan jadi berpikir kalau Xiu Ming pasti punya niatan terselubung. Maka dengan sengaja dia mengetes Xiu Ming dengan mengklaim bahwa dia sudah lupa.

Xiu Ming jadi semakin gelisah mendengarnya dan mendesak Shen Jin untuk mencoba mengingatnya karena hal ini sangat penting. Mendengar itu, Shen Jin jadi semakin yakin kalau Xiu Min menginginkan sesuatu.

Maka Shen Jin pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menuntut Xiu Ming untuk memberinya makanan enak dengan alasan belakangan ini otaknya serasa mati gara-gara dia kelaparan. Mungkin setelah makan makanan yang enak, otaknya akan bisa mengingatnya.

"Kalau begitu Rou Rou..."

"Berhentilah menggunakan Rou Rou untuk mengancamku."

"Kuberi waktu satu hari. Kau harus mengingatnya."

"Satu hari mana cukup?"

"Kalau begitu, kau mau berapa hari?"

"300 hari."

Xiu Ming sinis mendengarnya. "Apa kau percaya kalau aku bisa membunuhmu dalam 3 hari?"

Shen Jin ketakutan, dia percaya kok. Tapi semakin Xiu Ming menakut-nakutinya, otaknya jadi semakin berkabut.

"Lalu apa maumu?"

Gampang saja. Shen Jin hanya ingin diberi makan enak, dia kelaparan. Jika dia lelah, maka rawat dia dengan baik. Hanya dengan begitu, dia akan bisa pulih dengan baik dan memberitahukan segala hal yang ingin Xiu Ming ketahui.

Dan Xiu Ming langsung menurutinya saat itu juga dengan memerintahkan Zi Tou untuk memenuhi apapun permintaan Shen Jin. Tapi ingat baik-baik, waktunya Shen Jin hanya 3 hari.

Shen Jin senang. "Kau harus menepati ucapanmu! Kalau begitu, aku tidak akan sungkan-sungkan."

Tak lama kemudian, para pelayan datang menyajikan berbagai macam hidangan daging untuk Shen Jin yang langsung memakannya dengan lahap sampai membuat para pelayan ngiler.

Menyadari tatapan para pelayan, Shen Jin dengan senang hati mengajak mereka semua ikutan makan dan jadilah mereka semua pesta makan-makan, sementara Xiu Ming masih menggalau ria di kamarnya sambil menatap liontin giok itu.

Epilog:

Saat Zi Tou membawanya pulang dari gerbang kota, Shen Jin dengan takut-takut tanya apa hukuman mencuri kuda militer?

"Dipukuli 50 kali."

Shen Jin jelas ketakutan mendengarnya. "Lalu... bagaimana kalau mencuri kuda Jenderal?"

"Dipukuli 100 kali."

"Bagaimana kalau orang itu mencuri kuda Jenderal lalu kabur?"

"Orang itu akan dipukuli sampai mati." Jawab Zi Tou yang kontan saja membuat Shen Jin membeku ketakutan.

Bersambung ke episode 3

Post a Comment

0 Comments