Sinopsis General's Lady Episode 2 - 1

Si pria sangar mengantarkan Shen Jin ke kamar, tapi bukan kamar suaminya. Shen Jin benar-benar tidak mengerti dengan suaminya itu, kenapa dia tidak banyak bicara padanya? Dia kan istrinya, kenapa Xiu Ming sangat dingin padanya?

Dan juga... kenapa ketiga istrinya Xiu Ming yang sebelumnya mati? Rou Rou malah mendadak ketakutan, mengira arwah-arwah para wanita itu masih bergentayangan di kamar ini dan langsung heboh merapal doa biar mereka tidak diganggu hantu. Shen Jin sampai harus membentaknya, baru Rou Rou bisa diam.

"Menurutmu, apa dia cuma tidak tertarik padaku, makanya dia membuatku tinggal di sini?"

Rou Rou tak percaya. "Nona sangat cantik alami. Dari ratusan orang di kota perbatasan ini, Nona tidak akan bisa menemukan seorangpun yang secantik Nona."

Mengalihkan pandangannya ke bulan di luar jendela, Shen Jin jadi merindukan rumahnya, apalagi setelah menyaksikan kebengisan si jenderal dalam perang tadi. Tapi...

"Aku sudah janji pada Ibu untuk tidak membuatnya khawatir."

Selain itu, pernikahan ini juga dianugerahkan oleh Kaisar, jadi Shen Jin harus tetap bertahan. Dia tidak boleh membuat ibunya terlibat.

Xiu Ming sedang latihan bela diri saat si pria sangar - Bao Zi Tou, melapor bahwa di antara rombongan pengantin memang ada mata-mata, tapi dia sudah dibunuh.

"Nyonya juga sudah ditempatkan di tempat yang tepat. Selanjutnya bagaimana kita menanganinya?"

"Bagaimanapun, dia anggota keluarga kerajaan. Bagaimana mungkin kita mengabaikannya? Aku akan membuat persiapan, kau boleh pergi."

Keesokan harinya, Shen Jin diberitahu Rou Rou bahwa Jenderal hendak datang menemuinya. Shen Jin langsung heboh dandan secantik mungkin, biar dia tidak mempermalukan keluarga orang tuanya.

Xiu Ming datang tak lama kemudian bersama dengan beberapa pelayan yang membawakan makanan untuknya. Xiu Ming memperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki saat dia berkomentar bahwa Shen Jin tampak sedikit berbeda hari ini.

"Jika Jenderal menyukainya, aku bisa seperti ini setiap hari."

"Sikapmu hari ini sangat jauh berbeda dari kemarin. Apa tujuanmu mendekatiku kali ini?" Curiga Xiu Ming.

"Seperti kata pepatah, ikuti pria yang kau nikahi walaupun dia jadi ayam atau anjing. Karena aku adalah istri jenderal, bagaimana mungkin aku tidak mencoba mendekatimu?"

"Istriku membandingkanku dengan ayam dan anjing. Kalau begitu, bolehkah aku bertanya, bagaimana denganmu, Istriku?"

"Aku adalah putri dari Kediaman Rui. Orang yang dianugerahkan Kaisar untuk menjadi istri Jenderal Chu Xiu Ming."

Xiu Ming sinis mendengarnya. Shen Jin mengakui dirinya adalah istrinya, lalu kenapa ada mata-mata dalam rombongan pernikahannya? Tapi baik Shen Jin maupun Rou Rou benar-benar tidak tahu apa-apa tentang itu.

Mumpung mereka sudah membicarakan masalah ini, Shen Jin sekarang balik tanya, kenapa pasukan yang menjemputnya, malah membawanya ke tempat berbahaya itu?

"Jangan bilang kalau kau juga berpikir kalau aku ini mata-mata?!"

Menyadari sepertinya Shen Jin memang tidak tahu apa-apa, Xiu Ming berbohong menyangkal dan langsung mengalihkan topik ke makanan yang dia bawa tadi. Sebaiknya Shen Jin istirahat selama beberapa hari di rumah, di luar berbahaya.

"Aku datang kemari untuk memenuhi perintah Kaisar untuk menikah, tapi tak pernah ada upacara pernikahan. Akan sulit mengatakan bahwa kita sudah memenuhi titah Kaisar. Selain itu, aku benar-benar melakukan ini demi ibuku, karena itulah aku terpaksa kemari."

Tapi Xiu Ming masa bodo dan langsung pergi. Shen Jin jelas kesal, kenapa juga dia repot-repot dandan buat orang nyebelin itu? Tuh orang bukan cuma meninggalkannya dan mengabaikannya, tapi juga mencurigainya sebagai mata-mata.

Rou Rou jadi cemas. Katanya mata-mata akan dibunuh, jangan-jangan... mereka menaruh racun dalam makanan ini? Shen Jin jadi takut juga, kalau terus begini, mereka pasti akan benar-benar mati.

Tiba-tiba Shen Jin punya ide untuk kabur saja, tapi begitu membuka pintu, dia malah mendapati kamarnya dijaga seorang pelayan. Gagal deh.

Pelayan datang lagi siang harinya untuk mengantarkan makan siang. Tapi baik Shen Jin maupun Rou Rou tidak ada yang berani memakannya dan terus mengurung diri mereka di dalam kamar. Dan begitu terus selama beberapa hari berikutnya.

Dan selama itu, Xiu Ming terus mengawasi di depan kamarnya Shen Jin. Adiknya - Chu Xiu Yuan, jadi bingung dengan situasi ini. Dia benar-benar tidak bisa menentukan apakah Shen Jin itu mata-mata atau bukan.

"Suku Elang masih belum bergerak hari ini. Pergilah ke benteng perbatasan dan dapatkan informasi tentang situasinya." Perintah Xiu Ming.

Rou Rou hampir tidak tahan dengan situasi membosankan setengah mati ini. Maka untuk membantu Rou Rou mengatasi kebosanannya, Shen Jin pun memutuskan untuk membacakan sebuah buku yang dia dapatkan dari seseorang.

Buku itu berisi informasi tentang si jenderal dan kediamannya. Tapi yang tak mereka sangka, informasi-informasi di dalamnya sungguh mengerikan.

Buku itu menyebutkan bahwa dulunya, kediaman jenderal adalah tempat bagi sepuluh ribuan tahanan dengan jutaan jasad terkubur di bawahnya. Tempatnya penuh dengan roh gentayangan.

Jenderal bahkan membunuh 3 istrinya dengan cara-cara yang sangat kejam. Kabarnya, sering terdengar suara tangisan wanita memilukan di kediaman jenderal.

Rou Rou jadi makin merinding ketakutan. Tapi Shen Jin jadi kesal, Xiu Ming itu ternyata menggunakan wajah tampannya untuk mengelabuhinya biar dia percaya padanya. Tapi dia, Shen Jin, pasti bisa meluruskannya.

"Lalu apa rencana Nona?"

Begini, ini kan pernikahan yang anugerahkan oleh Kaisar tapi mereka belum benar-benar menikah. Jika istri keempatnya mati juga, maka dia tidak akan bisa melaporkannya ke Kaisar lagi, dan itu akan semakin mengukuhkan julukannya sebagai Jenderal Iblis.

Hah? Kalau begitu, itu artinya Shen Jin harus mati gitu? Tidak boleh! Rou Rou tidak mau hal itu terjadi. Shen Jin tidak boleh mati. Bagaimana dengan dia kalau Shen Jin mati? Shen Jin tersentuh mendengarnya. Tapi tiba-tiba saja Rou Rou berkata...

"Aku tidak mau mati bersama Nona." (Pfft!)

Kalau Shen Jin mati, dia masih enak karena di nisannya akan tertulis 'Istri Jenderal'. Tapi kalau Rou Rou mati, masa di nisannya akan ditulis 'Pelayan Istri Jenderal'? Dia kan belum punya suami.

Shen Jin jadi kesal mendengarnya. "Kau terlalu panik."

"Aku memang selalu panik. Orang panik lebih panjang umur."

Lagipula, jika Shen Jin mati, pastinya dia butuh seseorang untuk mengurus pemakamannya. Harus ada orang yang membakar uang dan dupa untuknya. Juga harus ada orang yang menyebarluaskan kekejaman si Jenderal Iblis pada seluruh dunia. Jangan khawatir, Rou Rou pasti akan melakukan itu jika Shen Jin dibunuh.

Dia terus saja nyerocos panjang lebar, padahal Shen Jin sudah mengalihkan perhatiannya ke hal lain. Dia mengeluarkan sebuah kotak kecil di antara barang-barangnya.

Ini adalah racun, pemberian si kepala besar Zhang. Katanya racun ini bisa dipakai untuk pura-pura mati. Hah? Terus apa Shen Jin mau memakan racun itu? Rou Rou tidak setuju. Bagaimana kalau Shen Jin malah mati beneran?

Tapi Rou Rou masa bodo dan nekat memakannya. Rou Rou jadi panik dan langsung keluar memberitahu Xiu Ming tentang nonanya yang makan racun. Xiu Ming kaget mendengarnya dan langsung menyuruh Zi Tou untuk memanggilkan tabib.

Efek racun itu sepertinya mulai bekerja. Tapi alih-alih langsung mati atau pingsan, Rou Rou malah merasa kepanasan setengah mati. Lidahnya juga terasa mati rasa.

Tepat saat itu juga, ada dua orang pria yang mendadak muncul. Entah siapa mereka, sepertinya mau menyerangnya. Tapi Shen Jin mengira mereka cuma para pengawal yang datang untuk menjaganya biar tidak kabur.

Tiba-tiba saja mereka mengeluarkan belati dan mengancamnya untuk ikut mereka. Tapi tetap saja Shen Jin nggak nyambung, masih mengira kalau mereka adalah orang kiriman jenderal. Tapi dia barusan minum obat kok, dia akan baik-baik saja setelah tabib datang.

Kesal, kedua pria itu langsung mendorongnya paksa keluar rumah tanpa menyadari bahwa Xiu Ming menyaksikan segalanya dari kejauhan. Xiu Ming jadi semakin bingung tentang identitas Shen Jin. Sebenarnya dia ada hubungan dengan suku Elang atau mata-mata dari Istana? Atau mungkin... dia agen ganda?

Rou Rou juga bingung dengan apa yang dilihatnya barusan. Kenapa nonanya pergi padahal dia barusan minum racun?

"Kembalilah dan tetaplah di kamar. Aku akan mengeceknya." Perintah Xiu Ming.

Bersambung ke part 2

Post a Comment

0 Comments