Sinosis Lucky's First Love Episode 19 - 2

Sementara yang lain menikmati makan mereka, Xia Ke mendapat kabar penolakan investor lagi. Tapi dia tetap santai menanggapinya. Direktur Wang juga sudah mendengarnya, tapi dia punya pilihan investor lain yang sangat menarik, siapa tahu Xia Ke tertarik?


Amy penasaran apa alasan Xing Yun kembali. Apakah menjadi Nyonya He itu sulit? Xing Yun canggung mengklaim bahwa mereka sudah putus. Yi Yi dan Amy sontak kesal merutuki He Yu, dasar playboy! Dia selingkuh, yah?

Xing Yun menyangkal, mereka putus dengan cara baik-baik kok. Ah, sudahlah. Tidak usah dibicarakan lagi, ini hari yang bagus, tidak usah ngomongin masalah yang tidak mengenakkan.

"Ayo bersulang untuk merayakan kembali berkumpulnya tiga sahabat dan semoga TIG bisa segera menemukan investor baru yang bisa diandalkan!"


Tapi saat mereka pulang tak lama kemudian, Ayah mendadak buka pintu. Untung saja Xing Yun sigap mendorong Xia Ke ke belakang tembok sebelum Ayah sempat melihatnya.


Ibu semangat banget ingin memasak sarapan lagi untuk bosnya Xing Yun besok. Ibu suka sama dia. Tadi pagi Ibu melihatnya, dia sangat tampan, tinggi lagi. Dia benar-benar pilihan yang bagus.

"Apa kau sudah bilang padanya kalau kau menyukainya? Bagaimana reaksinya? Apa dia juga merasakan hal yang sama? Jika tidak, bagaimana mungkin dia tinggal di sini?"

"Aduh, Bu. Ibu ngomong apa sih? Dia tuh bosku. Saat ini perusahaan sedang mengalami masalah besar, siapa yang akan membicarakan masalah itu di saat kritis seperti ini?"

"Ibu beritahu kau, pria semacam ini biasanya sangat populer, kau harus cepat bertindak. Ibu mendukungmu!"

"Mendukung apa?" Tanya Ayah penasaran.

Ibu menyangkal dan buru-buru beralasan kalau dia hanya menyuruh Xing Yun untuk menyiram tanaman di balkon.


Xing Yun buru-buru pergi ke balkon, melaksanakan perintah ibunya tapi malah kaget mendapati Xia Ke juga ada di balkon. Xing Yun baru ingat kalau balkonnya dan balkon Bibi Wang dekat.

Dulu dia sering bermain di sini bersama putranya Bibi Wang. Tapi setelah mereka beranjak dewasa, putranya Bibi Wang sudah tidak pernah lagi main ke balkon. Entah kenapa, mungkin karena dia sudah menemukan hal lain yang lebih menarik daripada bermain di balkon bersama tetangga.

Dulu Xing Yun merasa punya balkon berdekatan itu romantis. Tapi ternyata setiap kali musim dingin datang, udaranya jadi terlalu dingin menusuk. Dan saat musim panas datang, banyak nyamuk.

Baru sadar, Xia Ke mendadak menggaruk tangannya. Hah? Dia digigit nyamuk? Xing Yun jadi cemas, apa mau bedak gatal? Ah, sebaiknya jangan deh. Nanti Amy protes lagi karena bau parfum mahalnya Xia Ke berubah jadi bau bedak.


Tiba-tiba Xing Yun meminta tangannya Xia Ke... lalu meludahinya. Wkwkwk! Xing Yun meyakinkan kalau ludah bisa menghilangkan gatal dengan cepat. Xia Ke jelas risih dan buru-buru menarik tangannya.

Mengalihkan topik ke masalah kantor, Xing Yun dengar kalau diskusi mereka dengan investor gagal lagi. Xia Ke mengakuinya, tapi Xing Yun tidak usah khawatir, Xia Ke punya alternatif lain kok.

Tapi Xing Yun tidak bisa tenang dan semakin bertekad untuk segera menyelesaikan Instance Zones biar para investor itu berlomba-lomba memohon untuk berinvestasi pada mereka.

Mendengar itu, Xia Ke langsung mengusulkan agar mereka bekerja bersama saja. dia juga akan kerja lembur, jadi sekalian saja mereka lembur bersama. Versi terbaru Instance Zones masaih banyak yang bermasalah. Jadi lebih baik mereka kerja lembur bersama-sama. Tapi mereka tak sempat memikirkannya lebih jauh karena Ibu tiba-tiba memanggil Xing Yun.


Selama beberapa hari berikutnya, semua orang bekerja dengan giat dan penuh semangat. Ibu pun setiap hari memasak berbagai makanan dalam jumlah banyak untuk Xing Yun bawa buat Xia Ke.

Setiap hari mereka kerja lembur di rumahnya Bibi Wang. Dan setiap hari pula Ibu dan Xing Yun ngobrol berdua dan merahasiakannya dari Ayah yang jelas saja lama-lama membuat Ayah semakin curiga dan penasaran.

Hingga pada suatu hari saat Xing Yun sedang memasukkan makanan-makanan itu ke rantang, Ayah mengaku kalau dia dipanggil tetangga mereka tadi, jadi Ayah pamit keluar duluan.


Merasa sudah aman, Xing Yun pun bergegas membawa makanan itu ke Xia Ke tanpa menyadari Ayah sebenarnya sedang bersembunyi di belakang tembok dan jelas kesal mengetahui Xing Yun ternyata mendatangi rumah pria selama beberapa hari ini.

Ayah sontak menggedor pintu dengan kesal. Tapi Ibu duluan yang mendengar gedorannya dan sontak panik menyeret Ayah kembali ke rumah sebelum ketahuan Xia Ke. Xia Ke baru membuka pintu sedetik kemudian dan jelas bingung saat tak melihat siapapun di luar.


Xia Ke mendekati Xing Yun dengan alasan memeriksa laporan konsep rancangannya Xing Yun yang jelas saja membuat Xing Yun jadi gugup. Apalagi yang proyek game yang mereka bicarakan ini adalah game bertema cinta.

Xia Ke merasa beberapa bagian pertama sudah bagus. Tapi bagian bianglalanya terlalu biasa. Xing Yun dengan gugup menjelaskan bahwa mereka tidak punya waktu untuk mencari sesuatu yang baru. Lagipula, yang paling penting adalah bagian kencannya harus bisa membuat orang-orang merasa jatuh cinta.

"Bagaimana denganmu? Apa kau merasa jatuh cinta?" Goda Xia Ke.

Xing Yun sontak canggung teringat kejadian di bianglala malam itu. Canggung, dia buru-buru mengenyahkan ingatan itu dan berusaha mengalihkan topik kembali ke pekerjaan mereka. Tapi Xia Ke menolak melepaskan masalah ini begitu saja, Xing Yun belum menjawab pertanyaannya.

"Pak Xia, saya kan sudah mengatakannya berkali-kali. Dengan situasi TIG sekarang ini, saya tidak punya waktu untuk jatuh cinta."


"Aku kan sudah bilang padamu, aku bisa menyelesaikan masalah perusahaan. Karena segalanya pasti akan membaik. Jika tidak, berarti belum akhir. Seperti kucing liar yang pada kahirnya bertemu denganmu. Walaupun terluka tapi kau menyembuhkannya. Kau membuatku percaya bahwa TIG juga seperti itu. Biarpun naik-turun, tapi pada akhirnya akan berakhir dengan baik."

Xing Yun heran mendengarnya tentang kucing liar itu. Jadi... Pria yang ada di klinik hewan waktu itu adalah Xia Ke? Xia Ke membenarkan, mereka bertemu di klinik hewan secara kebetulan dan bertemu di job fair secara kebetulan juga.

"Tapi aku tidak ingin mempertahankan hubungan kita dengan mengandalkan kebetulan."

Xia Ke langsung mendekat, tapi Xing Yun sontak memalingkan muka dan berusaha menghindar. Tapi Xia Ke dengan cepat menariknya kembali.


"Aku ingat ada seseorang yang berkata bahwa menjadi kaya dan tampan juga bisa sangat menyebalkan. Makanya aku bertanya-tanya, apakah sikapmu padaku karena kau bersimpati padaku atau kau hanya terbiasa denganku?"

"Saya hanya berharap anda bisa mendapatkan dana investasi dengan lancar dan tetap gigih tanpa perlu mengkhawatirkan apapun."

Xing Yun mungkin tidak bisa banyak membantu karena dia tidak terlalu paham bagaimana menjalankan sebuah perusahaan. Tapi dia hanya berharap bisa lebih banyak membantu Xia Ke.

"Satu hal yang pasti, selama kau membutuhkanku, aku akan tetap bekerja di perusahaan. Karena itulah masalah ini dibicarakan lain kali saja. Aku akan selalu ada di sana, tapi uang tidak."

"Bagaimana jika aku tidak selalu ada? Maksudku, bagaimana kalau aku bertemu wanita lain? Menikah dengannya dan punya anak dengannya?"

"Kalau begitu kenapa juga aku tetap di perusahaan? Membantumu membesarkan anak?"


Geli mendengar kecemburuan Xing Yun, Xia Ke pun langsung memeluknya dari belakang. Sebelumnya dia hanya ingin mengikuti langkah Xing Yun, tapi sekarang dia tidak mau menunggu lagi. Dia ingin berada di sisi Xing Yun dengan status yang jelas.

Xing Yun ragu, dia bisa melayani bos. Tapi dia tidak punya banyak pengalaman pacaran. Kalau begitu, Xia Ke mengusulan sebuah perjanjian.

"Kita belajar bersama-sama dan berpetualang bersama-sama."


Tapi Xing Yun masih saja ragu. Berusaha meredam kekecewaannya, Xia Ke akhirnya mundur. Jika Xing Yun belum siap, Xia Ke bisa menunggu kok. Tapi yang tak disangkanya, Xing Yun tiba-tiba saja menciumnya. Bahagia, Xia Ke pun langsung balas menciumnya mesra.

Bersambung ke part 3

Post a Comment

1 Comments

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam