Sinopsis Intense Love Episode 2 - 1

 Sinopsis Intense Love Episode 2 - 1

Jin Bei menerobos masuk ke ruangannya Shi Yun tepat saat Shi Yun lagi ganti baju. Tapi tiba-tiba saja terdengar suara seorang perawat memanggil-manggil Shi Yun.


Panik, Shi Yun langsung menyeret Jin Bei bersembunyi bersamanya. Mereka terpana menatap satu sama lain... sampai saat mereka berdua sama-sama tersadar dan Shi Yun langsung mendorongnya keluar. Jin Bei jelas kesal, awas kau Shi Yun!


Biarpun bosnya Jia Wei sudah berusaha menutupi keterlibatan Jia Wei dalam kecelakaan itu, tapi sebenarnya si Bos merasa sayang melewatkan kesempatan ini. Jin Bei itu sangat terkenal, keterlibatan mereka akan membuat Jia Wei mendapat lebih banyak fans.

Jia Wei tak setuju. Dia pasti akan menjadi terkenal juga, tapi Jin Bei akan diserang oleh para fans-nya. Jin Bei pasti tidak akan setuju dengan itu. Tapi si bos tak peduli, ini perintah, Jia Wei harus mau bekerja sama. Dia mengancam Jia Wei dengan menggunakan hutang-hutangnya Jia Wei selama masa trainingnya yang belum Jia Wei bayar.


Saat Shi Yun pulang, dia mendapati kakaknya sedang menunggunya. Sepertinya dia sakit-sakitan. Mereka lalu bermain catur bersama di mana sang kakak memberitahu Xing Yun bahwa hidup itu seperti sebuah permainan catur.

Segalanya harus direncanakan sebaik mungkin. Biarpun kadang ada aral melintang yang mungkin bisa mengubah rencana, tapi segala hal dalam hidup ini harus ada aturannya.

Kakak mengerti Shi Yun tidak suka berbisnis dan lebih suka menjadi dokter demi menyelamatkan nyawa orang lain. Kakak selalu mendukungnya. Tapi seperti yang Shi Yun ketahui, Kakak tidak sehat. Tugas Shi Yun-lah untuk menjaga warisan keluarga mereka.

Shi Yun tak nyaman dengan percakapan ini. Dia memberitahu Kakak bahwa dia ada operasi besar kemarin, makanya dia tidak bisa datang. Tidak masalah, tapi pernikahan Shi Yun dan Jin Bei sudah diatur oleh kedua keluarga. Ini adalah keinginan mendiang ibu mereka.

Kakak juga sudah dengar tentang Jin Bei yang mengalami kecelakaan dan sekarang dirawat di rumah sakitnya Shi Yun. Karena Shi Yun yang merawatnya, ini kesempatan bagi mereka untuk saling mengenal satu sama lain.

"Oh yah, bulan depan ada penghormatan leluhur. Bawalah dia bersamamu."


Jin Bei memanggil Wu Di ke rumah sakit hanya untuk meminta 'baju superman-nya', soalnya dia mau balas dendam pada seseorang.

"Siapa?"

"Dia, Zhou Shi Yun... Tunanganku."

"Maksudmu... Dokter Zhou itu tunanganmu?"

Wu Di penasaran banget tentang masalah itu. Jin Bei mengaku bahwa ibunya dan ibunya Shi Yun adalah sahabat baik dan mereka sepakat untuk menjodohkan kedua anak-anak mereka.

"Lalu kenapa kau tidak pernah memberitahuku tentang masalah sepenting ini?!"

"Karena aku tidak pernah menganggapnya serius."

"Kau benar-benar tidak berperasaan. Lalu bagaimana dengan sekarang? Kenapa kau ingin melawan Dr. Zhou? Kau membuatnya seolah dia juga korban."


Karena Jin Bei dicuekin sama tuh cowok. Jin Bei tidak terima, dialah yang boleh nyuekin orang lain, orang lain tidak boleh nyuekin dia! Lihat saja, dia akan balas dendam.

Pernahkah Wu Di mendengar tentang Pisau yang lembut? Mematikan dalam setiap tusukan. Dia akan membuat Shi Yun tersesat dalam kecantikannya dan kelembutannya, dan tunduk di hadapannya. Lalu setelah Shi Yun benar-benar jatuh cinta padanya, dia akan pergi meninggalkannya.

Wu Di heran sama dia. Dia kan Su Jin Bei, aktris drama yang dicintai banyak orang sejak pandangan pertama. Terlibat dengan Jin Bei seharusnya adalah sebuah kehormatan bagi orang itu. Kalau orang itu tidak peduli, mending Jin Bei tolak saja pernikahan ini.

Jin Bei tidak mau, bagaimana bisa dia dikalahkan oleh seorang dokter kecil. Jika dia tidak bisa menyelesaikan masalah ini, entah apa lagi yang bisa dia lakukan.


"Ratuku, kau sebentar lagi ada pemotretan. Kau tidak punya waktu untuk permainan cinta semacam ini. Menyerah sajalah."

Jin Bei mendadak berakting lebay. Dia tidak bisa melepaskan pria itu. Dia bahkan tidak mood membaca skrip drama. Jika dia tidak membaca skrip, maka dia tidak bisa berakting. Jika dia tidak bisa berakting, maka para penonton akan menyalahkannya. Kalau begitu, dia tidak akan bisa syuting lagi.

Iya deh, iya deh, Wu Di ngalah. Tapi dia hanya akan kasih waktu 3 hari bagi Jin Bei untuk mengurus masalah si Dokter Zhou. Setelah itu dia harus menghentikan semua ini. Jin Bei setuju.


Shi Yun menyerahkan laporan subyek baru penelitiannya pada direktur rumah sakit. Direktur kaget begitu membacanya. Padahal dia baru saja kepikiran mau memakai subyek itu, tapi Shi Yun malah sudah mendahuluinya.

Subyek ini adalah sebuah ide baru dan sangat menjanjikan. Sebagai seseorang ahli yang lebih berpengalaman dan lebih tua, Direktur tidak akan merebut subyek ini dari Shi Yun.

Direktur bahkan menawarkan bantuannya jika Shi Yun membutuhkan bantuan apapun darinya. Tapi alih-alih mengucap terima kasih atau apapun, Shi Yun malah langsung pergi begitu saja. Tuh anak tidak bisa mengucap kata-kata yang baik apa? Kesal Direktur.


Baju superman yang dimaksud Jin Bei itu ternyata baju-baju s~~~i buat menggoda Shi Yun dan membuat Shi Yun jatuh cinta padanya. Kalau menurut Wu Di, Shi Yun tuh sukanya tipe wanita seperti apa?

"Yang provokatif."

"Apa kau sedang mempermainkanku?"

Mengingat Shi Yun itu seorang dokter, dia pasti sangat menyukai kebersihan. Mungkin... dia suka gadis yang lugu.


Maka kemudian, Jin Bei pun mengubah penampilannya bak seorang gadis lugu yang mengayuh sepeda di dekat Shi Yun. Tapi Shi Yun langsung melewatinya dengan cuek. Tak peduli berapa kali Jin Bei mengayuh sepedanya mengejar Shi Yun, Shi Yun tetap tak peduli.

Cara pertama gagal, Jin Bei pun ganti taktik. Kali ini dia dandan jadi gadis elegan yang sok baik hati membacakan cerita untuk salah satu pasien.  Tapi Shi Yun bahkan tak meliriknya sedikitpun.


Pantang menyerah, Jin Bei ganti pakai cara terakhir, ini adalah senjata rahasianya yang paling ampuh. Dengan memakai baju s~~~i, dia mendatangi Shi Yun dengan membawakan candlelight dinner.

Melihat itu, Shi Yun tiba-tiba mendekatinya. Ow... apakah rencananya kali ini berhasil? Jin Bei langsung gugup sekaligus antusias menantinya semakin mendekat.

Shi Yun langsung menyingkirkan troli makanan yang menghalangi mereka itu... lalu menyudutkan Jin Bei ke pintu. Jin Bei langsung merem dengan antusias. Tapi Shi Yun ternyata mendekatinya cuma untuk menghidupkan lampu, menolak makanan itu lalu balik lagi ke meja kerjanya.

 

Frustasi, Jin Bei sontak jejeritan heboh melampiaskan semua kekesalnya. Wu Di santai mengingatkan kalau Jin Bei masih punya sisa 2 hari. Tapi dia rasa, Jin Bei tidak akan bisa mengalahkan si Dokter Zhou itu. Mumpung dia belum jatuh cinta beneran sama Dokter Zhou, mending dia menyerah saja sekarang.

"Aku tidak mau!"


Di luar, Wu Di melihat Yuan Song yang hendak pulang. Maka kemudian dia mengajak Yuan Song makan siang di restoran dan meminta maaf atas perbuatannya waktu itu.

Tapi tujuan utamanya membawa Yuan Song makan siang bersama bukan itu sebenarnya. Tadi Jin Bei ngotot memintanya untuk menemui Yuan Song dan mencari tahu segala hal tentang Shi Yun dari Yuan Song.

Wu Di terang-terangan mengakui tujuannya yang sebenarnya. Yuan Song jelas tidak akan mengkhianati temannya. Maka dia memberitahu Wu Di bahwa dia hanya akan membocorkan segalanya jika dia mabuk. Jadi kalau Wu Di ingin tahu, maka Wu Di harus membuatnya mabuk.

Tapi yang tak disangkanya, Wu Di langsung menerima tantangannya, bahkan menghabiskan sebotol bir dengan mudah seolah itu cuma sebotol air.


Tak lama kemudian, Yuan Song sudah nabuk berat, malah Wu Di yang harus bersusah payah memapahnya ke hotel. Wu Di sontak mencubitinya dengan kesal karena Yuan Song sudah teler tanpa memberitahunya apapun tentang Shi Yun. Tiba-tiba Yuan Song bergerak dan langsung menariknya ke ranjang bersamanya.

Bersambung ke part 2

1 komentar: