Sinopsis Find Me in Your Memory Episode 13 - 1

Sinopsis Find Me in Your Memory Episode 13 - 1

Gagal menghubungi Ha Jin, Jeong Hoon langsung menghubungi Ha Kyung dan menyuruh Ha Kyung untuk menghentikan acara itu dan mengeluarkan Ha Jin dari sana sesegera mungkin.


Tapi tepat saat itu juga, Seung Ho sudah berhasil mengingatkan Ha Jin akan masa lalunya lalu pergi. Shock, Ha Jin kontan terjatuh pingsan. Para penggemar dan reporter langsung heboh mengerumuni mereka sehingga Seung Ho bisa melenggang bebas tanpa dicurigai.


Ha Jin segera dilarikan ke rumah sakit dan Jeong Hoon datang tak lama kemudian dan tanya apakah Ha Kyung melihat ada orang yang mencurigakan waktu fan signing? Sayangnya tidak karena ada banyak orang waktu itu, dan Ha Kyung tidak melihat seorangpun yang tampak menonjol.

"Hari ini seorang tahanan kabur dari Rumah Sakit Forensik Nasional. Dia kabur ke arah sana, makanya aku khawatir dan meneleponmu."

"Ini bukan situasi situasi yang berbahaya baginya, bukan?"

"Jangan khawatir, dia akan segera tertangkap."


Mereka tidak sadar Ha Jin sudah bangun dan ingatannya akan Seo Yeon sudah kembali. Dia ingat pasca dia kecelakaan dulu, kakinya terluka parah sehingga dia tidak akan pernah bisa balet lagi.


Itu membuatnya jadi emosi dan dia melampiaskannya pada Seo Yeon dengan bersikap dingin padanya sehingga membuat Seo Yeon jadi semakin merasa bersalah padanya. Seo Yeon bahkan melihat Ha Jin meremas foto balet mereka

Suatu hari, tak sengaja dia mendengar Seo Yeon bicara di telepon dengan pacarnya dan memberitahu pacarnya kalau dia sedang berada di rumah sakit. Dia juga melihat Seo Yeon memakai cincin pasangan.

Melihat Seo Yeon terus mengunjunginya lama-lama membuat Ha Jin jadi menyesali sikap dinginnya pada Seo Yeon dan menyadari bahwa ini sebenarnya bukan salah Seo Yeon.

Tapi saat dia hendak pergi mencari Seo Yeon, Ha Kyung melarangnya karena sekarang sudah larut malam. Ha Kyung yakin kalau Seo Yeon pasti akan kembali, jadi jangan khawatir dan tidur saja.


Keesokan harinya, Seung Ho mendatanginya dengan mengklaim dirinya sebagai pacarnya Seo Yeon. Karena Ha Jin tidak pernah bertemu pacarnya Seo Yeon, ditambah lagi melihat Seung Ho memakai cincin yang sama persis seperti yang dipakai Seo Yeon dan membawa gantungan tas milik Seo Yeon, Ha Jin jadi percaya-percaya saja dengan omongan Seong Ho.

Dia terdengar semakin meyakinkan saat dia mengklaim bahwa Seo Yeon menceritakan banyak hal tentang Ha Jin. Bagi Seo Yeon, Ha Jin adalah sahabat yang paling berharga. Tapi baginya, Seo Yeon lah yang paling berharga. Makanya sudah lama dia ingin bertemu dengan Ha Jin... sekaligus minta bantuannya.

Dengan gaya sok melasnya dia mengklaim kalau dia dan Seo Yeon sedang bertengkar dan dia ingin berbaikan dengan Seo Yeon, dia menyiapkan kejutan untuk Seo Yeon. Tapi masalahnya dia tidak tahu passcode ruang latihannya Seo Yeon. Dia pikir kalau Ha Jin mungkin tahu, makanya dia bertanya pada Ha Jin.

Dan begitulah bagaimana kemudian Ha Jin dengan polosnya dan tanpa curiga apapun, memberikan passcode itu pada Seung Ho hingga berakhir pada kematian tragis Seo Yeon.


Ha Jin langsung menuntut keluar dari rumah sakit saat itu juga dan menyuruh Ha kyung mengantarkannya. Kaget dan bingung, Ha Kyung berusaha mencegahnya. Tapi itu kontan membuat Ha Jin kesal melabraknya dengan berlinang air mata.

"Kenapa kau tidak bilang? Kenapa kau membohongiku? Kenapa kau membiarkanku lupa? Kenapa?! Bagaimana bisa aku melupakan Yeong? Apa kau tidak ingat bagaimana dia meninggal? Apa kau tidak tahu siapa yang menyebabkan kematiannya dan kenapa dia meninggal? Kenapa aku... Aku harus mengunjunginya."


Di Stasiun TV, tim beria News Live rapat mendiskusikan pelariannya Seung Ho yang akan mereka siarkan dalam program mereka hari ini. Karena berita utama hanya punya cukup waktu untuk menyiarkan berita sekilas tentang kasus ini, jadi program berita mereka yang akan membahasnya lebih mendalam.

Jeong Hoon usul agar mereka mendapat laporan langsung dari masyarakat agar mereka bisa segera menangkapnya sebelum dia melakukan pembunuhan lagi. Lagipula polisi sudah mengeluarkan DPO, jadi lebih baik meminta bantuan masyarakat untuk berbagi informasi.

PD Kim bisa meluangkan waktu untuk siaran itu, tapi bagaimana kalau Seung Ho tertangkap sebelum berita mereka dimulai? Jeong Hoon pesimis, Seung Ho mempertaruhkan nyawanya untuk kabur dari penjara. Jadi dia pasti akan bertahan sampai berhasil mendapatkan keinginannya.

Direktur Choi setuju. Dia akan melaporkan ini ke atasan. Jeong Hoon dia perintahkan untuk menghubungi polisi dan cari segala informasi tentang orang itu. Il Kwon usul untuk mencari seorang seniman forensik. Siapa tahu orang itu menyamar, jadi mereka bisa punya gambaran jika orang itu pakai rambut panjang atau kacamata. Direktur Choi setuju.


Dengan ditemani Ha Kyung, Ha Jin pun mendatangi rumah duka tempat abu Yeong disemayamkan dan langsung menangis meminta maaf dengan penuh penyesalan pada Yeong.

"Lama sekali, bukan? Aku sungguh minta maaf karena terlambat. Sungguh..."


Tae Eun bergegas ke rumah sakit begitu mendengar tentang ayahnya, tapi malah Tuan Yoo malah memberitahunya tentang kaburnya Seung Ho dari penjara dan dengan santainya menyuruhnya untuk mengawasi Jeong Hoon.

Mungkin Seung Ho mau balas dendam pada Jeong Hoon atau Ha Jin. Seharusnya dia tahu kalau si penguntit itu sengaja melukai dirinya sendiri biar bisa kabur.

Tae Eun tak percaya mendengarnya, jadi Tuan Yoo terlibat dalam kaburnya Seung Ho? Seketika itu pula Tae Eun langsung emosi melabrak ayahnya, benar-benar sudah tidak tahan lagi menghadapi kegilan ayahnya.

"Kalau sampai terjadi sesuatu pada Jeong Hoon atau Ha Jin, aku tidak akan pernah memaafkan Ayah!" Rutuk Tae Eun lalu pergi.


Ha Jin mulai mengurung diri sampai Ha Kyung jadi cemas. Apa dia mau seperti dulu lagi? Tidak makan, tidak tidur, tidak mengurus diri sendiri? Sudah delapan tahun berlalu, sudah waktunya dia berhenti.

"Kau harus fokus pada dirimu sekarang."

Tapi Ha Jin tak punya semangat sedikitpun untuk berdebat dan meminta Ha Kyung untuk membiarkannya sendiri untuk sementara waktu.


Jeong Hoon memberikan beberapa informasi yang didapatkannya dari polisi pada Il Kwon lalu menelepon Prof Kim dan mulai menanyakan segala hal tentang kaburnya Seung Ho.

Prof Kim yakin Seung Ho sudah merencanakan pelariannya saat dia melukai dirinya sendiri, sayangnya Prof Kim gagal membaca niatannya. Dan tentang informasi lainnya terkait kondisi mental Seung Ho, akan dia kirimkan surat dokter dan dokumen lainnya.


Saat akhirnya Ha Jin sudah cukup tenang, dia ingat tentang buku hariannya dan foto yang diambil Seo Yeon. Apa Ha Kyung membuang semua itu? Atau Ha Kyung masih menyimpannya? Dia ingin melihatnya. Tapi Ha Kyung ragu.

"Aku tidak akan menyakiti diriku sendiri. Jangan khawatir. Aku hanya ingin melihatnya."

Ha Kyung akhirnya memberikan apa yang dimintanya, kotak tempat dia menyimpan segala benda kenangan Ha Jin dan Seo Yeon. Tepat saat itu juga, Jeong Hoon menelepon saking cemasnya karena tidak bisa menghubungi Ha Jin sedari tadi.


Tapi mendengar suara Jeong Hoon tiba-tiba membuat Ha Jin teringat akan pertanyaan Jeong Hoon dulu, tentang apakah dia mengenal Jung Seo Yeon. Menggabungkannya dengan informasi Tuan Yoo tentang cinta pertama Jeong Hoon, Ha Jin akhirnya mengerti siapa Jeong Hoon, dia kekasihnya Seo Yeon.


Jeong Hoon bergegas ke rumahnya Ha Jin saking cemasnya, tapi Ha Jin langsung to the point menanyakan tentang Jung Seo Yeon yang pernah Jeong Hoon tanyakan dulu. Apakah Seo Yeon yang Jeong Hoon tanyakan itu adalah Seo Yeon yang dia kenal?

"Aku sudah mengingat segalanya. Aku ingat segalanya tentang Seo Yeon. Kau sudah tahu kan kalau aku temannya Seo Yeon?"

"Aku tidak bermaksud menipumu. Aku hanya tidak yakin apakah mengatakan yang sebenarnya adalah tindakan yang tepat."

Ha Jin benar-benar menyesal sekarang. Tidak seharusnya dia mengajak Jeong Hoon pacaran. Seharusnya dia berhenti saat Jeong Hoon mendorongnya menjauh. Maaf, dia pasti membuat Jeong Hoon sangat menderita selama ini.

"Tidak. Ini bukan salahmu."

"Tidak. Kau tidak tahu apa-apa tentang perbuatanku."


Sekarang dia mengerti kenapa begitu sulit untuk memahami Jeong Hoon. Dia tampak selalu berkata jujur, tapi rasa tidak sepenuhnya benar. Di satu sisi, Jeong Hoon memberitahunya banyak hal. Tapi di sisi lain, dia seperti tidak memberitahu apa-apa.

"Semua itu karena Seo Yeon. Akhirnya aku tahu semua tentangmu sekarang. Tapi aku tidak tahu harus bagaimana?"

"Aku sudah menduga suatu hari ingatanmu akan kembali. Hatiku terasa berat saat memikirkan rasa sakitmu setelah ingatanmu pulih. Kau pasti sangat bingung sekarang. Tapi tidak akan ada yang berubah, Ha Jin-ssi. Semua itu sudah berlalu."

"Aku benar-benar tidak bisa berpikir sekarang. Aku tidak tahu harus bagaimana."

Bersambung ke part 2

0 komentar

Post a Comment