Sinopsis Lucky's First Love Episode 8 - 3

Sinopsis Lucky's First Love Episode 8 - 3

He Yu datang ke TIG keesokan harinya. Dan si resepsionis langsung kesengsem sama dia sampai-sampai dia menjabat tangan He Yu dengan terlalu antusias dan lupa menyodorkan buku tamunya.


Ketampanannya dan sikapnya yang benar-benar gentleman, benar-benar membuat para gadis terpsona, termasuk Amy yang langsung membanding-bandingkan He Yu  dengan Xia Ke yang kaku dan dingin. He Yu itu benar-benar seperti angin musim semi yang hangat.

Dong Dong sinis mendengarnya. Hati-hati loh, kabarnya He Yu itu playboy cap jempol dan sangat ahli merayu wanita.


Xing Yun membawakan laporan proyeknya pada He Yu. Kalau He Ye butuh sesuatu, katakan saja padanya. Xia Ke menyuruhnya untuk selalu siap-sedia untuk membantu He Ye setiap saat.

Kalau begitu, He Yu minta dibawakan makan siang, apa saja boleh, dia tidak pilih-pilih makanan kok. Dia cuma tidak suka daun bawang, makanan pedas, jeroan dan makanan berkalori tinggi. (Pfft! Apanya yang nggak pilih-pilih makanan)

Xing Yun heran mendengarnya minta makan siang sekarang, sekarang masih jam 10.30. Bukankah lebih baik jika mereka mendiskusikan masalah desain dulu?

He Yu mengklaim kalau dia belum sarapan tadi. Kalau kadar gulanya rendah, itu bisa memengaruhi kinerja otaknya. Dia juga minta permen peppermint dan segelas cocoa hangat yang kental dan manis. Berusaha bersabar, terpaksa Xing Yun harus menurutinya.


Dan kehebatan Xing Yun dalam mengurus perjalanan dinasnya Xia Ke memang terbukti saat Xia Ke sedang makan malam dengan rekan bisnisnya yang kagum memuji-muji kehebatan Xia Ke dalam menemukan restoran sebagus ini. Bahkan dia yang warga lokal saja tidak pernah mengetahui keberadaan restoran ini.

"Itu karena aku punya senjata rahasia."

Mendengar itu, si rekan lalu menyarankan beberapa tempat wisata yang bagus untuk Xia Ke kunjungi. Kebetulan musimnya sedang bagus dan nyaman untuk wisata, dan beberapa mendatang juga akan ada pameran game Jepang. Sebaiknya Xia Ke coba mengunjunginya sebelum pulang. Dan jangan lupa bawa senjata rahasia-nya itu.



Gara-gara He Yu lembur, Xing Yun jadi terpaksa ikutan lembur padahal dia benar-benar ingin pulang sebenarnya. He Yu meyakinkan kalau dia akan selesai sebelum jam 12 malam. Biar sesibuk apapun, dia tetap harus bobo ganteng biar tetap fit.

Xing Yun kagum, dia bisa menyelesaikan laporannya sebelum jam 12? He Yu meralat, dia baru mulai, jadi mungkin akan butuh waktu seminggu untuk menyelesaikannya.

"Terus apa saja yang anda lakukan selama beberapa hari ini?"

"Menyembuhkan lukaku. Mungkin karena kepalaku terluka, jadi rasanya sakit setiap kali mikir. Makanya aku menunda pekerjaanku."

Xing Yun males banget menanggapinya. Kalau begitu, dia pamit mau pulang dulu. Tapi He Yu dengan cepat mencegahnya dan mengingatkan bahwa Xing Yun harus membantunya sesuai perintah Xia Ke. Jadi sekarang, ambilkan post-it note untuknya. Xing Yun jelas kesal mendengarnya.

"Jangan marah dulu. Hanya saja ini pertama kalinya aku datang kemari, aku hanya belum familier dengan tempat ini. Jadi kau harus bantu aku, iya kan?"

"Menyusahkan saja."


Terpaksa Xing Yun akhirnya menurutinya lalu membuka laci, tapi malah kaget luar biasa mendapati ada ular di sana. Xing Yun sontak menjerit histeris. Padahal itu cuma mainan akal-akalannya He Yu, tapi Xing Yun terlalu ketakutan sampai dia tidak memperhatikannya dengan benar.

Dia bahkan berusaha sok berani di hadapan He Yu lalu mencopot jaketnya untuk dia lemparkan ke ular mainan itu. Dia mau langsung kabur, tapi He Yu menghadangnya dengan senyum geli.


Sungguh tak disangka kalau Xing Yun punya kemampuan bertahan hidup yang sangat kuat. Sebenarnya ini cuma mainan yang dia menangkan dalam permainan dart semalam. Dia pikir mainan ini tidak menarik, tapi sekarang dia berubah pikiran. Apa ini kelihatan seperti ular beneran?

Xing Yun kesal. "Jadi kau menaruh ini di laci dan sengaja menyuruhku mencari post-it?"

"Aku cuma bercanda. Aku sungguh tidak menyangka kalau reaksimu bakalan seserius itu. Kau berani juga."

Kesal, Xing Yun langsung menyambar jaketnya dan berjalan pergi sembari mengingatkan He Yu bahwa dia sama sekali tidak punya kewajiban untuk bercanda dengan He Yu.


Parahnya lagi, Xia Ke mendadak menelepon hanya untuk menanyakan tempat bagus di Shanghai. Dan saat Xing Yun tidak langsung nyambung dengan pertanyaannya, dia malah cari perkara dengan mengatai Xing Yun telmi.

Jelas saja Xing Yun kesal dan langsung ceplas-ceplos melabrak Xia Ke. Dia di sini untuk merancang game dan bukannya jadi mainan para atasan seperti mereka. Kalau Xia Ke pikir dia telmi, maka tolong naikkan gajinya. Kecepatan mikirnya akan meningkat seiring dengan peningkatan gajinya.


Keesokan harinya, ada pengumuman bahwa akan ada pemadaman listrik mulai dari jam 9 malam untuk maintenance. Dan seketika itu pula He Yu mendadak tersenyum licik, sepertiny dia punya ide jail lagi.

Dia sengaja memperlama Xing Yun di kantor dengan alasan membahas proyek mereka sampai listrik tiba-tiba padam. Xing Yun mau pulang saja, tapi He Yu dengan cepat mencegahnya dan memintanya untuk membantunya ambil barang di ruangannya.

Tepat saat itu juga, mereka tiba-tiba mendengar suara-suara aneh dari dalam ruangannya He Yu. Suara apa itu? He Yu mengaku bahwa tadi sebenarnya dia lagi nonton film horor dan lupa dia matikan sebelum mereka meeting. Jadi sekarang film horor itu masih main, makanya He Yu tidak berani masuk.

"Kau kan cowok. Masa takut sama hantu?"

"Memangnya kau tidak takut?"

"Aku... tidak kekanak-kanakan seperti itu. Lagian kalau kau takut hantu, ngapain nonton film horor?"

"Kalau lampunya nyala, aku berani nonton. Tapi sekarang gelap banget."


Kesal, terpaksa Xing Yun memberanikan diri mendekati ruangan itu tanpa menyadari He Yu sebenarnya cuma sedang mempermainkannya. Dia bahkan diam-diam merekam Xing Yun dari belakang, tapi Xing Yun dengan cepat menyelesaikan masalah dengan menutup laptop itu secepat kilat. Beres! Dia mau langsung pergi, tapi He Yu lagi-lagi mencegahnya dan minta bantuan lagi dengan muka melas.


Keesokan harinya, Xing Yun cs mendatangi toko garage kit sambil ngobrolin He Yu. Tuh orang pengecut banget ternyata. Dia bilang kalau dia tidak berani jalan sendirian ke parkiran yang jaraknya cukup jauh, jadi Xing Yun terpaksa mesti nganterin dia ke parkiran.

Amu geli mendengarnya, dia rasa He Yu hanya mempermainkan Xing Yun. Amy mengaku sudah melihat-liat akun sosmed-nya He Yu. Dan di salah satu postingan lama, ada foto yang memperlihatkan He Yu pergi ke wahana rumah hantu di Jepang bareng Xia Ke.

"Kalau dia berani mendatangi tempat seperti itu, maka mungkin dia pengecut?"

Xing Yun kesal. Jadi cowok yang berpose dengan tanda V di depan rumah hantu ini adalah orang yang sama yang menarik-narik bajunya semalam? Apa dia penderita skizofrenia? Amy rasa He Yu hanya ingin balas dendam gara-gara Xing Yun menghantam kepalanya waktu itu.


Tiba-tiba Xing Yun heboh memanggil mereka untuk memperlihatkan garage kit Soul Limit yang terpajang di etalase. Xing Yun langsung tertarik untuk membelinya, tapi si penjual berkata kalau itu tidak dijual.

Tapi dia tidak keberatan untuk memberitahu mereka di mana dia membeli benda itu. Di sebuah toko garage kit di Hangzhou yang dikelola oleh orang Jepang.


Xia Ke baru keluar dari hotel saat seorang supir tiba-tiba mendekatinya. Dia mengaku disewa oleh Nona Xing secara online untuk mengantarkan Xia Ke ke sebuah gedung yang memiliki pemandangan malam kota Shanghai yang indah.

Xing Yun nge-chat saat itu dan saat itulah Xia Ke membayangkan Xing Yun ada di sampingnya dan memberitahunya bahwa para wisatawan biasanya pergi ke The Bund. Ini adalah tempat rahasia untuk menikmati pemandangan malam kota.

"Aku tahu anda suka melihat pemandangan malam. Makanya saya memilihkan tempat ini khusus untuk anda. Lihatlah, di bawah setiap cahaya, tersimpan berbagai kehidupan yang berbeda-beda. Pak Xia, apa anda puas dengan kehidupan anda sekarang?"

Tapi bahkan sebeum Xia Ke menjawabnya, dia mendadak tersadar dan bayangan Xing Yun pun menghilang. Dan dalam pesan chat-nya, Xing Yun menjawab sendiri pertanyaannya, dia yakin kalau Xia Ke pasti sangat puas dengan hidupnya.

Malah Xing Yun yang tidak puas, karena dia menyesal pernah marah pada bosnya beberapa hari yang lalu. Entah apakah Bos akan memaafkannya.


Dan Xia Ke menjawabnya langsung dengan menelepon Xing Yun dan memuji peilihan tempatnya. Xing Yun senang, syukurlah Xia Ke puas. Oh yah, rencana perjalanan wisata keliling Shanghai juga sudah dia kirim lewat email.

"Aku lupa mengirim gaji keduamu." Sindir Xia Ke.

"Kita kan sudah akrab, tidak perlu ngomongin masalah gaji. Cukup belikan saya garage kit saja."

"Garage kit?"

Bersambung ke episode 9

1 komentar: