Sinopsis Find Me in Your Memory Episode 10 - 3

Sinopsis Find Me in Your Memory Episode 10 - 3

Bu Park masih saja menangis, tapi kali ini ia menangis saking terharunya karena Ha Jin selamat.  Ha Kyung sampai harus mengingatkannya untuk berbahagia dan tersenyum, Ha Jin sudah aman dan dia pingsan bukan karena dia terluka.


"Ini hari ulang tahunnya, kita tidak boleh memiarkannya muram. Kita harus menunjukkan senyum saat dia bangun nanti."

Ha Jin akhirnya terbangun tak alama kemudian dan Bu Park setulus hati memuji keberaniannya dan kehebatannya. Bu Park benar-benar bersyukur dia kembali dengan selamat.

Ha Kyung menunjukkan berbagai hadiah dan bunga yang dikirim para penggemarnya dan itu sukses membuat senyum Ha Jin kembali merekah.

"Aku benar-benar berterima kasih untuk mereka semua."

"Bunga yang itu cantik, kan?"

"Iya, cantik. Tapi yang terjadi kemarin rasanya seperti mimpi, mimpi yang sangat buruk."

"Iya. Anggap saja itu cuma mimpi buruk dan lupakan semuanya."


Tentu saja Ha Jin harus melaukan itu. Jika tidak, ulang tahunnya akan jadi sangat menyedihkan. Tapi, di mana Pewarta Lee? Ha Kyung memberitahu bahwa Jeong Hoon pergi setelah Ha Jin dirawat tadi.

Melihat wajah kecewa Ha Jin, Ha Kyung menasehatinya untuk menelepon Jeong Hoon saja. Tapi Ha Jin menolak. Jeong Hoon pasti sedang sibuk sekarang. Dia akan menunggu Jeong Hoon meneleponnya duluan.


Jeong Hoon baru tiba di rumahnya. Tadi dia sempat kembali ke vila itu untuk mengambil fotonya Ha Jin dan Seo Yeon. Sekarang dia menatap foto itu dengan galauteringat ucapan Sutradara Ji malam itu.

Tapi dia cepat-cepat mengenyahkan pikiran itu lalu menyelipkan kembali foto itu di buku dan menyimpannya di laci. Tae Eun menelepon tak lama kemudian, lega karena pelakunya sudah tertangkap. Bagaimana keadaan Ha Jin sekarang?

"Dia dirawat di rumah sakit. Dia tidak terluka parah, kami hanya berjaga-jaga. Kalau kau punya waktu, tolong bantu dia. Kau bilang kau dokter yang baik."

"Baiklah. Beritahu aku kalau kau butuh bantuan."

"Ya, aku akan meneleponmu. Aku mengharapkan bantuan besar."


PD Kim dan Direktur Choi menonton berita penangkapan Sutradara Ji dan PD Kim langsung merutuki orang itu. Dia sudah pernah bilang kalau orang itu sangat buruk waktu dia datang untuk wawancara waktu itu tapi Direktur Choi malah bilang kalau orang itu hebat.

Direktur Choi benar-benar tidak pandai menilai orang. Di mana foto-foto yang pernah diambil Sutradara Ji dulu, biar PD Kim bakar semuanya. Direktur Choi menyakinkan kalau dia sudah menyingkirkan semuanya.

Tapi Direktur Choi benar-benar prihatin pada Ha Jin, dia pasti sangat terkejut. Dia pasti bekerja keras sewaktu syuting film bersama Sutradara Ji, ternyata malah dia penguntitnya.

"Hidup jadi selebritis itu sangat sulit." Renung PD Kim.


Tiba-tiba dia ingin menelepon Ha Jin, tapi Direktur Choi melarang tegas. Ha Jin pasti tidak punya waktu untuk menjawab teleponnya. Biarkan saja Ha Jin istirahat. Mereka bisa tanya Jeong Hoon nanti dan mengunjunginya.

PD Kim mendadak cemburu. Direktur Choi mau pergi berdua bersama Jeong Hoon? Tidak boleh! Dia harus ikut. Direktur Choi sinis mendengarnya, sejak kapan PD Kim dekat dengan Ha Jin? Jangan berlebihan.

"Tentu saja kami dekat. Akua bahkan mengirim Jeong Hoon padanya untuk menghiburnya. Kenapa? Kau cemburu aku dekat dengannya? Kau benar-benar cemburu nih?"

Direktur Choi kesal. "Ini bukan rumah. Berhentilah bicara banmal padaku. Kalau kau sudah selesai menonton berita, balik kerja sana!"


Ha Jin mulai sedih karena Jeong Hoon masih juga belum meneleponnya. Ha Kyng lagi-lagi menasehatiny untuk menelepon duluan saja, tapi Ha Jin tetap bersikeras mau menunggu Jeong Hoon meneleponnya duluan.

"Biasanya juga kau tidak menurut dan meneleponnya. ia benar-benar banyak membantu. Dia mencarimu ke mana-mana. Kalau bukan karena dia, kami tidak akan menemukan vila itu. Dia mungkin berpikir kau masih tidur. Dia mungkin tidak meneleponmu agar kau bisa istirahat."

Tapi Ha Jin pesimis. "Bagaimana kalau itu tidak benar?"

"Tidak benar? Apa maksudmu?"

"Tidak. Lupakan saja. Aku mau tidur siang."


Tepat saat itu juga, Ha Kyung mendapat pesan dari Il Kwon yang sedang merajuk. Ha Kyung pun pergi menemui Il Kwon yang sakit hati karena Ha Kyung tidak memberitahunya tentang segala hal yang terjadi padahal dia bahkan meminjamkan rumahnya untuk mereka.

Ha Kyung minta maaf. Sebagai gantinya, dia akan mentraktir Il Kwon makanan yang sangat enak di restoran langganannya. Dia bahkan tidak pernah membawa siapapun ke restoran itu, Il Kwon perkecualian.

Dan Il Kwon langsung luluh. Tapi begitu mereka tia di restoran yang dimaksud, dia agak kecewa karena Ha Kyung cuma membawanya ke kedai sup nasi biasa. Dia tidak terlalu suka sup nasi.

"Bagaimana mungkin?aa Ini makanan Korea yang bergizi. Cobalah dulu. Ini sup nasi terbaik yang pernah kau makan."

Il Kwon psimis. Tapi begitu dia mencoba mencicipi sesendok, dia langsung tercengang sampai-sampai dia harus menelan harga dirinya dan mengakui kalau sup nasi ini memang enak banget.


Tapi kemudian berita di TV menyiarkan tentang penangkapan Suradara Ji yang malah senyam-senyum di depan kamera. Terang saja Ha Kyung langsung emosi, dia tidak terima si psiko itu terlihat baik-baik saja setelah apa yang dia lakukan.

"Seharusnya aku memukulnya kalau ada kesempatan!"

Mendengar itu, Il Kwon lalu mengajaknya ke arena permainan di mana Ha Kyung bisa melampiaskan emosinya pada salah satu game tinju dan sukses mendapat poin tinggi.


Dia masih belum puas dan ingin main lagi, tapi Il Kwon punya ide lain lalu mengajaknya main game lain. Ha Kyung benar-benar menikmatinya dan mereka bermain bersama dengan gembira sambil saling lirik-lirikan.

Il Kwon kalah. Tapi kemudian dia melihat game tembak, dan kali ini dia langsung membuktikan kehebatannya dengan menembak semua target tepat sasaran. Bahkan Ha Kyung pun kagum.

Dia mendapat hadiah boneka berkat itu yang kemudian dia hadiahkan untuk Ha Kung. Ha Kyung menerimanya dengan sok jaim, padahal jelas-jelas dia senang.


Ha Jin melihat salah satu surat dari penggemarnya yang ditujukan untuknya dan Jeong Hoon dan memuji betapa serasinya dia dan Jeong Hoon. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.

Mengira itu Jeong Hoon, Ha Jin langsung mengecek penampilannya lebih dulu sebelum mengizinkan tamunya masuk. Tapi alangkah terkejutnya dia saat Bu Park, Ha Kyung dan Il Kwon-lah yang datang sambil menyanyikan lagu ulang tahun untuknya. Walaupun agak kecewa, tapi dia senang juga.

"Walaupun keadaan kacau, kau tetap harus meniup lilin ulang tahunmu. Santai saja dan pilih hadiah apapun yang kau mau. Aku akan membelikan apapun untukmu." Ujar Bu Park.

"Benarkah? Kalau begitu, aku akan mencari barang yang bagus."


Tepat saat itu juga, PD Kim datang menjenguknya dengan membawa sekeranjang buah, senang melihat Ha Jin selamat dan baik-baik saja sekarang. Tapi ini ulang tahunnya siapa? Ha Jin menjawabnya dengan menunjuk dirinya sendiri.

"Ulang tahunmu? Wah, seandainya aku tahu lebih awal, aku akan menyiapkan hadiah. Tapi, kenapa Jeong Hoon tidak ada di sini?"

Pertanyaan terakhirnya itu kontan menghapus senyum dan kebahagiaan Ha Jin.

Bersambung ke part 4

1 komentar: