Sinopsis Find Me in Your Memory Episode 5 - 3

Sinopsis Find Me in Your Memory Episode 5 - 3

Mereka tiba di depan rumah Ha Jin tak lama kemudian tanpa menyadari si penyusup yang mengintip mereka dari jendela. Ha Jin canggung berterima kasih pada Jeong Hoon atas tumpangannya. Dia senang bisa menghabiskan waktu bersama Jeong Hoon hari ini dan tiba-tiba dia memutuskan untuk jujur mengakui tentang kondisinya.


Ha Jin mengakui bahwa pikirannya sebenarnya tidak normal. Dia tidak mengingat beberapa hal yang seharusnya diingatnya. Tapi kadang kala dia mengingat sesuatu yang tidak dia mengerti sama sekali. Dia sebenarnya aneh dan tidak baik-baik saja.

Tapi dia pikir, bukan dia seorang yang aneh. Jeong Hoon juga. Jeong Hoon selalu membuatnya bertanya-tanya sejak pertama kali mereka bertemu sampai sekarang.

"Kenapa kau ingin aku bahagia? Kenapa kau sangat peduli dan sensitif terhadapku, tapi kau bahkan tidak menyukaiku? Aku ingin tahu kenapa kau melakukan itu? Apa ada kaitannya dengan hal-hal yang kulupakan? Kau pasti mengetahui sesuatu kan? Apa kita pernah saling mengenal dulu? Apa kau selalu mengenalku sedari dulu? Apa kau bagian dari masa yang tidak bisa kuingat?"

Jeong Hoon pura-pura bodoh dan menegaskan bahwa mereka pertama kali bertemu di ruang tunggu stasiun TV sebelum wawancaranya Ha Jin waktu itu. Dan alasan dia mengkhawatirkan Ha Jin, peduli padanya dan sensitif terhadapnya adalah karena Jeong Hoon punya seorang teman yang pernah mengalami kecelakaan serupa. Ha Jin canggung mendengarnya, maaf mengungkit masalah ini.


Tiba-tiba mereka tersela oleh kedatangan road managernya Ha Jin - Moon Chul. Dia mengaku datang karena disuruh Ha Kyung biar Ha Jin tidak sendirian, Ha Kyung bilang mungkin agak lama karena Sutradara Ji muntah di mobil.

Kedatangannya yang tiba-tiba dan terlalu cepat, membuat Jeong Hoon merasa aneh dan curiga padanya. Tapi tiba-tiba saja mereka mendengar barang terjatuh. Saat itulah mereka melihat si orang misterius itu dan dia sontak kabur. Jeong Hoon langsung menyuruh Ha Jin masuk lalu lari mengejar orang itu.
 

Di rumah, Ha Jin cemas setengah mati memikirkan Jeong Hoon. Moon Chul menduga pasti pria itulah yang mengambil foto-foto itu. Melihat Ha Jin begitu cemas, Moon Chul menawarkan diri untuk menyusul Jeong Hoon dan membantunya. Tapi sebelum pergi, dia mewanti-wanti Ha Jin untuk tetap di rumah saja dan kunci pintu.


Jeong Hoon hampir saja tertabrak dalam usahanya mengejar si penguntit. Awalnya dia sempat kehilangan jejak, tapi dia pantang menyerah hingga akhirnya dia berhasil menubruk di penguntit.

Tapi ternyata orang itu bukan penguntit, melainkan Reporter Park yang sekaligus temannya Il Kwon. Kesal, Jeong Hoon langsung merampas kameranya dan mengambil memory card-nya. Dia akan ganti rugi, tapi jangan sampai Reporter Park tertangkap olehnya lagi.


Di rumah, Ha Jin tiba-tiba mendengar suara berdebam keras dari kamarnya. Penasaran, Ha Jin nekat saja masuk ke kamarnya yang gelap. Untung saja tidak ada apa-apa dan hanya mendapati jendela kamarnya sedikit terbuka.

Moon Chul kembali saat itu dan mengabarkan kalau orang itu cuma Rporter Park. Jeong Hoon sendiri masih ada di luar, maka Ha Jin langsung melesat keluar menemuinya.

Dia benar-benar cemas, Jeong Hoon mau melakukan apa dengan mengejar orang itu? Bagaimana kalau dia benar-benar orang jahat? Apa Jeong Hoon bisa menanganinya?

"Apa aku kelihatan tidak bisa diandalkan?"

"Bukan begitu. Hanya saja itu berbahaya. Jangan lakukan itu lagi mulai sekarang. Aku lebih takut melihatmu terluka daripada penguntit."

Dan tentang apa yang dia katakan tadi, sebaiknya Jeong Hoon lupakan saja. Itu bukan masalah besar kok. Bukan berarti dia punya penyakit mematikan atau bermasalah dalam kesehariannya.


"Kau benar, itu bukan masalah besar."

"Aku bisa berkata begitu karena aku sendiri yang mengalaminya. Tapi kau membuatnya terdengar mudah karena ini bukan masalahmu."

"Tentu saja kau harus melakukan masa lalu. Kenangan itu seharusnya kehilangan warna dan memudar seiring berjalannya waktu. Jadi, jangan merasa tersiksa atau berusaha terlalu keras mengingat masa lalu. Yang terpenting adalah masa kini."

Ha Jin tersentuh mendengarnya. "Terima kasih... untuk banyak hal. Kau juga jangan terlalu memikirkan kejadian yang menimpa temanmu. Aku memang tidak tahu apa yang terjadi, tapi itu bukan salahmu. Si penguntit itulah yang jahat. Kalau begitu, aku masuk dulu. Berhati-hatilah di jalan dan kabari aku kalau sudah tiba di rumah."


Dan Jeong Hoon benar-benar nge-chat Ha Jin sesampainya di rumah, memberitahukan bahwa dia sudah sampai rumah dengan selamat. Lega, Ha Jin pun akhirnya bisa tidur tenang.

Tapi Jeong Hoon tidak bisa tenang begitu saja dan langsung mengecek foto-foto di memory card itu yang kebanyakan isinya memang hanya foto paparazzi mereka berdua.

Yang tidak mereka ketahui, si penguntit ternyata masih berada di depan rumahnya Ha Jin dan melihat Ha Jin mematikan lampu kamarnya. (Reporter Park atau ada penguntit lain?)


Keesokan harinya di kantor, Il Kwon mengaku sudah tahu tentang kejadian semalam dari Reporter Park. Reporter Park bahkan memintanya untuk membelanya. Jeong Hoon penasaran apakah Il Kwon dan Reporter Park dekat?

Sebenarnya sih tidak. Soalnya Reporter Park itu nakal, dia pernah pernah bilang bahwa melanggar privasi selebritis itu menarik dan menegangkan. Dia sering ngumpet di tempat-tempat pribadi selebritis wanita.

Reporter Park juga sering dituntut karena menerobos masuk, tapi kebanyakan mencabut tuntutan mereka gaa-gara Reporter Park mengancam akan mem-publish foto-foto mereka.

Il Kwon lalu menyerahkan dua biodata orang-orang yang Jeong Hoon curigai: Reporter Park dan Moon Chul. Tapi yang paling menarik perhatiannya adalah Moon Chul. Karena menurut peta, ternyata Moon Chul tinggal cukup dekat dengan rumahnya Ha Jin.

Tapi Il Kwon rasa dia tidak mencurigakan karena biasanya manager memang tinggal di area dekat rumah artisnya biar tidak terlalu repot. Il Kwon rasa Jeong Hoon terlalu khawatir. Lagipula tidak terjadi apapun kan?

"Sejauh ini memang tidak terjadi apapun. Tapi bagaimana jika sampai terjadi sesuatu? Saat itu akan terlalu terlambat."


Bu Park datang membawakan banyak lauk untuk mereka dan skrip drama lain untuk Ha Jin yang kontan membuat Ha Jin heboh karena naskah drama itu ditulis oleh seorang penulis skenario terkenal - Penulis Hwang So Seon.

Dia bahkan tidak perlu membaca isi ceritanya bagaimana atau apa perannya dan langsung setuju untuk bermain di drama ini. Bodo amat apapun perannya, yang penting ini dramanya Penulis Hwang. Dia bahkan mendesak Bu Park untuk memberitahu Penulis Hwang sekarang juga sebelum orang lain merebutnya.

Jangan khawatir, Bu Park memang sudah bilang kalau Ha Jin mau membintanginya kok. Perannya Ha Jin di drama ini adalah jadi pemeran utama... Seorang pewarta berita.

Bu Park merasa ini takdir. Bahkan Penulis Hwang pun berpikir begitu. Dia bilang bahwa Ha Jin sempurna untuk peran ini. Dia tidak mengkhawatirkan nada suara Ha Jin karena Pewarta Lee bisa mengajarinya. Penulis Hwang dan sutradaranya bahkan ingin bertemu Jeong Hoon untuk minta nasehatnya.


Ha Jin dan Ha Kyung mendadak canggung mendengarnya. Mereka jelas tak yakin bisa membujuk Jeong Hoon dan mencoba beralasan bahwa Jeong Hoon sangat sibuk. Tapi Bu Park dengan ceria meyakini kalau Jeong Hoon pasti mau, Ha Jin kan pacarnya. Ditambah lagi, drama ini akan tayang di stasiun TV yang sama. Aneh dong kalau minta nasehat dari pewarta lain.

Bu Park heran dengan reaksi Ha Jin, apa mereka lagi tengkar? Cobalah berbaikan, ini masa-masa penting dalam hidup Ha Jin. Jangan hancurkan reputasi yang dia bangun dengan susah payah.

Bersambung ke part 4

1 komentar: