Sinopsis Find Me in Your Memory Episode 4 - 3

Sinopsis Find Me in Your Memory Episode 4 - 3

Ha Kyung benar-benar frustasi melihat kakaknya yang terus menerus mengecek ponselnya dengan penuh harap, tapi juga tidak mau kalau disuruh menelepon Jeong Hoon. Soalnya dia takut akan semakin patah hati kalau Jeong Hoon tidak mengangkat ponselnya.


Seharusnya dia melupakan Jeong Hoon dan bukannya terus-menerus mengharap setiap kali dia mengecek ponselnya dan menonton berita setiap hari. Dia benar-benar terlihat menyedihkan.

"Kau satu-satuanya orang yang menonton siaran berita dengan wajah sedih."

Ha Jin mendadak curhat. Dia sungguh tidak mengerti dengan Jeong Hoon. Jeong Hoon bilang kalau dia orang baik dan ingin dia bahagia, tapi kemudian Jeong Hoon bilang tidak ingin bertemu lagi dengannya. Apa maksudnya itu?

"Hadeh, itu lagi. Kau mengucapkannya lebih dari seratus kali."

"Itu karena aku tidak mendapat jawaban."

"Anggap saja dia orang sinting dan lupakan dia. Kau bukan Yeo Ha Jin yang dulu. Kau sekarang cinta pertama semua orang. Tak ada yang perlu kau sesali."


"Itu hanya fase berkat filmku. Menurutmu apa dia menonton filmku?"

"Kenapa juga dia menonton filmmu?"

"Maksudku, orang-orang yang membenciku mulai menyukaiku setelah menontonnya."

"Jadi, kau pikir dia akan jatuh cinta padamu setelah dia menonton filmmu?"

"He-eh."

"Jangan terlalu berharap. Kalau dia menonton filmmu setelah menolakmu berulang kali, berarti dia gila!"


Dan si gila itu memang lagi nonton filmnya Ha Jin 😆😆. Dia bahkan tampak terpana saat menonton Ha Jin ber-monolog tentang betapa sulitnya melupakan cintanya.

Monolog yang membuat Jeong Hoon termenung memikirkan pertanyaannya pada Tae Eun waktu itu, siapa di antara dia dan Ha Jin yang lebih menyedihkan. Dia yang tidak bisa melupakan atau Ha Jin yang harus melupakan kenangan berharganya agar bisa melanjutkan hidup.

Dia sengaja menunggu semua penonton keluar lebih dulu, tapi dia tidak sadar si remaja yang tadi memberitahu kedua temannya tentang dia. Mereka langsung heboh mengira Jeong Hoon pasti sangat mencintai Ha Jin sampai menonton filmnya Ha Jin tengah malam begini.


Mengira keadaan sudah aman, Jeong Hoon pun keluar. Tapi yang tak disangkanya, ketiga remaja itu mendadak memeganginya dengan ganas sambil memotretinya lalu kabur sambil mendoakan semoga dia dan Ha Jin langgeng selama-lamanya.


Tidak bisa tidur, Ha Jin melihat foto-fotonya dan langsung sedih saat melihat foto selfie-nya yang ada Jeong Hoon di latar belakang. Berusaha mengalihkan pikirannya, dia memutuskan untuk mengecek sosmed... dan langsung kaget melihat fotonya Jeong Hoon yang diunggah para remaja tadi.

Dia langsung heboh membangunkan Ha Kyung dan memberitahukan hal ini padanya. Para remaja itu bahkan mengklaim kalau Jeong Hoon menangis haru selama menonton filmnya dan tidak segera pergi setelah filmnya usai.

Ha Jin jadi berpikir kalau Jeong Hoon pasti kangen sama dia, makanya Jeong Hoon menonton filmnya sendirian tengah malam. Sepertinya dia harus menghubungi Jeong Hoon. Ha Kyung tak yakin dengan dugaan Ha Jin itu, tapi dia terlalu ngantuk untuk berdebat. Suka-suka Ha Jin sajalah.


Maka keesokan harinya, Ha Jin bangun pagi-pagi dengan antusias. Dia mandi, dandan secantik mungkin, menata rambutnya dan memilih baju paling bagus. Saat akhirnya Ha Kyung terbangun tak lama kemudian, dia mendapati seluruh rumah dan kamarnya Ha Jin sudah kayak kapal pecah yang jelas saja membuatnya frutasi dan kesal setengah mati.


Jeong Hoon berjalan kaki ke kantornya saat Ha Jin tiba-tiba muncul, lalu keluar dari mobil dengan begitu cantik dan modis.

"Lama tak bertemu," sapanya riang.

"Apa yang kau lakukan di sini sepagi ini?"

"Kita perlu bicara."

Jeong Hoon tidak mau sebenarnya. Tapi kemudian dia melihat PD Kim di seberang jalan. Waduh! Bisa-bisa dia bakalan digodain habis-habisan lagi nih. Maka Jeong Hoon pun bergegas masuk ke mobilnya Ha Jin sebelum PD Kim melihatnya. Ayo, cepetan pergi!

"Ke mana?"

"Ke mana saja."

"Ada apa sebenarnya?"

"Ada seseorang yang tidak ingin kutemui. Tapi kenapa kita perlu bicara?"


Mereka lalu duduk bersama di cafe yang waktu itu, di mana Ha Jin to the point membahas Jeong Hoon yang menonton filmnya sendirian kemarin. Dengan pedenya dia menyimpulkan bahwa itu artinya Jeong Hoon ada rasa sama dia. Jeong Hoon pasti menyesali apa yang dia katakan padanya waktu itu.

Karena itulah, Ha Jin akan memberinya kesempatan kedua. Apa Jeong Hoon merasa terbebani tentang berkencan dengan selebritis?

Jeong Hoon menegaskan bahwa ini sama sekali tidak seperti yang Ha Jin pikirkan. Dia menonton filmnya Ha Jin hanya karena disuruh sama Direktur Choi karena bintang tamu minggu depan adalah Sutradara Ji. Tolong jangan salah paham.

Ha Jin kecewa mendengarnya. "Biarkan aku bertanya. Beberapa hari ini, pernahkah kau memikirkan aku? Atau kau sudah melupakanku?"

"Aku... bukan tipe orang yang gampang lupa."


Ha Jin langsung sumringah lagi, jadi itu artinya Jeong Hoon memikirkannya kan? Jeong Hoon tidak melupakannya kan? Karena itulah, Ha Jin memutuskan untuk terus salah paham tentang Jeong Hoon dan menganggap Jeong Hoon menonton filmnya karena Jeong Hoon merindukannya.

Belakangan ini dia jadi sangat populer dan mendapatkan lebih banyak iklan, pemotretan, wawancara dan tawaran berbagai drama. bahkan komentar negatif tentangnya sudah semakin banyak berkurang.

Tapi biarpun semakin banyak orng yang menyukainya, entah mengapa Ha Jin tidak begitu senang. Ini pasti karena Jeong Hoon. Jeong Hoon bilang bahwa mereka harus kembali ke tempat masing-masing. Tapi Ha Jin tidak bisa seperti itu, dia butuh waktu.

Karena itulah, biarkan dia menyalahpahami Jeong Hoon untuk sementara waktu. Siapa tahu, mungkin ini bukan kesalahpahaman dan Jeong Hoon hanya butuh waktu untuk jujur padanya.


Jeong Hoon boleh melakukan apapun, Jeong Hoon boleh mengabaikan teleponnya atau memblokirnya... Ah, tidak. "Jangan blokir aku. Kalau kau mengabaikanku terlalu lama, aku mungkin akan menerobos rumahmu. Jangan lupa kalau aku tahu tempat tinggalmu."

Jeong Hoon tersenyum geli mendengarnya. "Apa itu ancaman?"

"Tidak sih. Oh yah, bagaimana filmnya? Menarik, tidak?"

Tapi Jeong Hoon malah cuma diam saja. Ha Jin jadi mengira Jeong Hoon tidak menyukainya, apa filmnya seburuk itu? Jeong Hoon akhirnya mengaku bahwa filmnya menarik. Ha Jin senang, lalu bagaimana dengan aktingnya?

"Bagus. Peran itu cocok untukmu. Aku bisa mengerti kenapa orang-orang menyukainya."

Baru menyadari waktu, Ha Jin memutuskan menyudahi pertemuan mereka dan berterima kasih karena Jeong Hoon sudah mau menyempatkan waktu ngobrol bersamanya. Yah... walaupun hasilnya diluar dugaan. Dan berhubung dia merasa agak canggung kalau harus mengantarkan Jeong Hoon setelah percakapan mereka ini, jadi dia meminta Jeong Hoon untuk memanggil taksi saja.

Bersambung ke part 4

1 komentar: