Sinopsis Love The Way You Are Episode 24 - 1

Sinopsis  Love The Way You Are Episode 24 - 1



Semua orang kaget dengan kejadian ini. Tao Tao dengan polosnya tanya apakah Ibu Angkat tidak mau menikah dengan Ayah Angkat? Mereka bergegas pulang, tapi Yuan Yuan tidak ada di sana. Nomornya juga tidak bisa dihubungi sama sekali.

"Pasti terjadi sesuatu sampai dia jadi seperti itu." Duga Dong Sheng.

Dan tepat saat itu juga, Paman Gu menelepon untuk menceritakan tentang Yuan Yuan. Ada sesuatu yang mungkin tidak Dong Sheng ketahuinya.


Yuan Yuan ternyata pergi ke pantai tempatnya liburan bersama Dong Sheng waktu itu dan menatap laut di hadapannya dengan sedih.


Xiao Nan dan Yi Ren menunggu di meja makan saat Dong Sheng keluar dari kamarnya. Mereka mengundangnya untuk sarapan bersama, tapi Dong Sheng tidak selera dan mau keluar saat itu juga untuk mencari Yuan Yuan.

"Aku mencoba meneleponnya sepanjang malam, kau mau mencarinya ke mana? Tidak ada kabar apapun tentangnya. Apa kau tahu dia mana sekarang? Ke mana kau mau mencarinya?" Protes Xiao Nan.

Dong Sheng tak peduli. Biarpun dia tidak tahu, tapi dia tetap harus mencari ke semua tempat yang mungkin didatanginya. Xiao Nan ngotot melarangnya, percuma melakukan hal-hal yang buang-buang tenaga seperti itu.

Yi Ren setuju, lebih baik mereka menunggu kabar dari Ni Hao yang sedang menyelidikinya, mereka pasti akan segera menemukannya. Lebih baik Dong Sheng sarapan dulu biar di punya tenaga lebih untuk mencari Yuan Yuan.

Xiao Nan meyakinkannya untuk tidak cemas. Dia tahu bagaimana Yuan Yuan. Dia pasti cuma ingin sendirian sekarang. Yuan Yuan pastai akan kembali setelah dia sudah tenang nanti.

Dong Sheng akhirnya mengalah. Ni Hao datang tak lama kemudian dan mengabarkan bahwa dia tidak bisa menemukan catatan imigrasinya Yuan Yuan sama sekali. Masalah ini membuat Dong Sheng jadi semakin tidak berselera makan bahkan sampai muntah-muntah.


Mereka mencoba mencari ke sekolah SMA, tapi Yuan Yuan juga tidak ada di sana. Dong Sheng terus berusaha mencari ke berbagai tempat yang mungkin didatangi Yuan Yuan, tapi tetap saja dia tidak bisa menemukan Yuan Yuan di mana-mana. Dong Sheng akhirnya terduduk di dermaga dengan frustasi.

Xiao Nan kasihan melihat Dong Sheng seperti itu. Dia berniat mau menelepon polisi saat Ni Hao tiba-tiba menelepon Xiao Nan dan mengabarkan bahwa dia sudah mengetahui keberadaan Yuan Yuan.


Tengah malam, Yuan Yuan kembali ke pantai itu, tampak jelas dia punya pikiran buruk. Apalagi menyadari Dong Sheng pasti sudah mengetahui segalanya sekarang, Dong Sheng pasti marah besar padanya sekarang.

Biarpun waktu itu dia masih terlalu kecil untuk mengetahui segalanya, tapi apa yang sudah terjadi tidak akan bisa diubah. Karena itulah dia mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak mengharapkan apapun.

Frustasi, Yuan Yuan sontak teriak-teriak melampiaskan segala amarah dan frustasinya, tidak terima dengan segala penderitaan yang dilimpahkan hidup padanya.

"Ruan Dong Sheng, aku sangat merindukanmu. Ruan Dong Sheng, maafkan aku!"


Seketika itu pula, tiba-tiba Dong Sheng muncul memeluknya erat dari belakang. "Bukankah aku pernah bilang, ke mana pun kau pergi, aku pasti akan menemukanmu? Seumur hidup, kau tidak akan bisa lari lagi."

"Kenapa kau tetap menemukanku seperti ini? Apa kau tahu kalau ayahmu dan ayahnya Ni Hao mati dalam ledakan itu karena aku? Aku yang membuatmu kehilangan indera pengecapmu. Aku pendosa yang membuat sepatuh hidupmu tidak bahagia."

"Tidak. Bukan kau. Paman Gu salah, itu tidak ada hubungannya denganmu."

Yuan Yuan bingung mendengarnya, apa maksudnya? Jelas -jelas dia yang membuka tabung gas yang pada akhirnya menyebabkan ledakan itu. Dong Sheng meyakinkan bahwa penyebabnya bukan itu.

"Yuan Yuan, kau harus percaya padaku. Kembalilah bersamaku, aku akan menjelaskan segalanya."


Keesokan harinya, Dong Sheng membawa Yuan Yuan menemui ibunya, berniat mau menjelaskan tentang ledakan itu pada Nyonya Wu, biar Nyonya Wu tidak terus menerus membuat masalah karena hal itu dan menghancurkan hubungannya dengan Yuan Yuan.

Dia sudah menyelidiki kasus ini dengan sejelas-jelasnya. Ayahnya Ni Hao bukan penyebab langsung tragedi itu dan Yuan Yuan pun tidak ada hubungannya. Yuan Yuan tidak mengerti. Kalau dia memang tidak ada hubungannya, lalu kenapa Paman Gu bilang seperti itu?

"Dia memang tidak sepenuhnya salah. Hanya saja dia tidak melihat segalanya."

Flashback.


Malam itu, Yuan Yuan datang ke restoran untuk minta makan. Dia bertemu Paman Gu di dapur waktu itu. Kaget melihatnya datang, Paman Gu pun membawanya keluar dan berusaha menyuruh Yuan Yuan minta makan sama orang tuanya saja. Tapi Yuan Yuan berkata kalau kedua orang tuanya sama-sama sedang shift malam.

Tepat saat itu juga, seorang wanita datang menjeput Paman Gu gara-gara Ibunya Paman Gu ikin ulah di pasar. Paman Gu pun mendudukkan Yuan Yuan di kursi dan memberitahu bahwa gurunya akan segera datang sebentar lagi, jadi dia menyuruh Yuan Yuan menunggu dengan patuh di sana dan jangan pergi ke dapur. Dia sendiri langsung pergi setelah itu.

Yuan Yuan pun menunggu di meja dengan patuh. Tak lama kemudian, Dong Sheng datang. Yuan Yuan langsung senang mengira Dong Sheng datang untuk memasak untuknya. Dia sudah lapar.

 

Maka Dong Sheng memutuskan untuk memasakkan sesuatu untuk Yuan Yuan lalu membawa Yuan Yuan ke dapur. Dan saat itulah Yuan Yuan langsung memutar-mutar tombol kompor.

Tapi Dong Sheng dengan cepat mencegahnya sambil memperingatkannya untuk tidak sembarangan dengan alat itu, berbahaya. Dia menyuruh Yuan Yuan diam dan menunggu. Yuan Yuan menurut dengan patuh, sementara dia mulai memasak untuk Yuan Yuan.

Flashback end.


Begitu cerita yang sebenarnya. Yuan Yuan pasti lupa karena waktu itu dia masih terlalu kecil. Nyonya Wu jadi bingung, jelas-jelas investasi polisi mengatakan bahwa ledakan itu terjadi karena katup gas dibuka orang. Kalau bukan Yuan Yuan yang membukanya, lalu siapa?

"Ayahku," ujar Dong Sheng. Hah?

Flashback.


Dong Sheng dan Yuan Yuan ketiduran setelah makan malam. Saat itulah Ayahnya Dong Sheng datang lalu mematikan semua lampu sehingga ia tidak mengetahui keberadaan kedua anak itu di salah satu ruangan.

Sepertinya saat itu Ayahnya Dong Sheng sedang depresi berat sehingga ia berniat mau bunuh diri dengan cara menghirup gas. Saat itulah Ayahnya Ni Hao datang untuk mencuri, hingga terjadilah insiden ledakan itu yang merenggut nyawa kedua ayah itu.

Flashback end.



Shock, Nyonya Wu menolak memercayainya. Bagaimana mungkin Ayah Dong Sheng tidak memikirkan keselamatan putranya sendiri. Dong Sheng menegaskan bahwa keberadaannya dan Yuan Yuan di sana saat itu, sama sekali tidak diketahui oleh Ayah. Seandainya Ayah tahu, segalanya pasti akan berbeda.

Nyonya Wu tetap bersikeras menolak memercayainya.Ayah Dong Sheng dalah orang yang harga dirinya sangat tinggi, dia bukan orang yang akan melakukan tindakan ekstrem semacam itu. Dari mana Dong Sheng mendapatkan informasi semacam itu?

"Aku tidak mendengarnya dari siapapun. Aku melihatnya sendiri di dalam buku hariannya."


Saat Dong Sheng di rumah sakit pasca insiden itu, Nyonya Wu ditelepon pihak bank yang menanyakan masalah utang pinjaman perusahaannya. Tepat saat Nyonya Wu keluar biar tidak mengganggu tidurnya Dong Sheng, Dong Sheng siuman.

Dia langsung penasaran dengan buku diary ayahnya yang ada di atas nakas dan langsung membacanya. Dan saat itulah dia membaca pesan yang Ayah bunuh diri yang Ayah tulis di sana.


Nyonya Wu shock mendengarnya. Kenapa Dong Sheng tidak pernah memberitahunya dan menanggung penderitaan itu sendirian selama lebih dari 20 tahun?

"Kenapa aku tidak memberitahumu? Karena pada saat itu perusahaanmu juga sepertinya mengalami masalah. Kau sibuk sepanjang hari sampai kau bahkan tidak bisa merawatku. Bagaimana bisa aku memberitahumu?"

"Bajingan! Bagaimana bisa dia memilih cara yang tidak bertanggung jawab hanya karena hutang itu."

Dong Sheng tidak terima hinaan Nyonya Wu. Nyonya Wu-lah orang yang paling tidak berhak bicara begitu tentang ayahnya. Jika saja Nyonya Wu tidak menolak membantu Ayah, maka Ayah pasti tidak akan jadi seperti itu.

Sehari sebelum kecelakaan, Ayah membawanya ke perusahaannya Nyonya Wu. Dia menunggu di luar, sementara Ayah masuk menemui Nyonya Wu sendirian. Tapi tak lama kemudian, Ayah keluar tanpa hasil apapun.

Nyonya Wu menyangkal, dia bru mengetahui hutang Ayah hanya setelah dia meninggal dunia. Dong Sheng tak percaya dan menuduh Nyonya Wu cuma membela diri. Sepenting itukah uang bagi Nyonya Wu sehingga dia rela mengorbankan keluarganya?

Dia menyembunyikan masalah ini dari Nyonya Wu karena dia tidak ingin Nyonya Wu menderita. Tapi sungguh dia tak pernah menyangka kalau dia terlalu mamandang tinggi kejujuran Nyonya Wu. Nyonya Wu terus berusaha membela diri tapi Dong Sheng tak percaya sedikitpun.

"Bagaimana bisa aku punya seorang ibu berhati batu sepertimu?" Rutuk Dong Sheng lalu pergi, tak peduli biarpun Nyonya Wu jadi sakit karena perdebatan mereka.


Yuan Yuan buru-buru mengejarnya dan memeluknya dari belakang. Dong Sheng mulai tenang berkat itu. Akhirnya dia mengungkapkan semua rahasia yang dipendamnya selama lebih dari 20 tahun.

Sebenarnya Nyonya Wu dulu tidak begitu. Dulu walaupun mereka tidak kaya, tapi mereka hidup bahagia. Tapi sejak Nyonya Wu membuka bisnis hotelnya, Dong Sheng tidak pernah lagi mendengar tawa Nyonya Wu di rumah.

Setiap hari rumahnya hanya diisi oleh perdebatan dan Nyonya Wu terus menerua menyarankan Ayah untuk melepaskan impiannya dan membantu bisnisnya saja. Malah sejak Ayah meninggal, hanya uanglah yang paling penting bagi Nyonya Wu. Bagi Nyonya Wu, karir Ayah sama sekali tidak berarti.

Akhirnya dia membeberkan segala rahasia yang selama ini dipendamnya, tapi kenapa dia tidak merasa tenang. Apakah dia salah?

"Tidak. Kau tidak salah. Menyimpan rahasia itu seorang diri selama 20 tahun sudah cukup sulit bagimu. Bisakah kau berjanji padaku untuk tidak menyakiti dirimu sendiri lagi? Apapun yang terjadi, aku akan selalu ada di sisimu."

"Kalau begitu, kau harus menyetujui sesuatu."

"Katakan saja. Aku bisa setuju dengan apapun."

"Jangan tinggalkan aku selamanya."

"Aku, Zhen Yuan Yuan, tidak akan pernah meninggalkan Ruan Dong Sheng."

"Jangan menyesalinya."

"Kalau kau masih belum yakin juga, mari kita tanda tangani sebuah kontrak."


Dan yang Yuan Yuan maksud adalah menandatangani akta pernikahan mereka saat itu juga di kantor dukcapil. Akhirnya, mereka sekarang resmi suami dan istri.

Bersambung ke part 2

1 komentar: