Sinopsis Love The Way You Are Episode 23 - 2

 Sinopsis Love The Way You Are Episode 23 - 2

Ternyata Dong Sheng menuruti saran Xiao Nan. Dia dan Yi Ren tiba di sebuah restoran pinggir pantai tanpa menyadari Yuan Yuan yang tengah membuntuti mereka. Xiao Nan langsung menyambut mereka dengan protes karena mereka terlambat.


Apa boleh buat, mereka terlambat gara-gara tadi Yuan Yuan datang ke kantor mencari Yi Ren gara-gara Yuan Yuan curiga sama Xiao Nan. Mereka benar-benar harus berhati-hati.

Xio Nan sudah bisa menduga, mereka tidak akan bisa menyembunyikan apapun dari  Yuan Yuan barang sekecil apapun. Kaarena itulah, Dong Sheng harus cepat menyelesaikannya.

Dia sudah menyiapkan kostum panda untuk Dong Sheng, panda tuh kesukaannya Yuan Yuan. Kalau Dong Sheng pakai ini waktu melamar Yuan Yuqn, Xiao Nan yakin 100% dia bakalan sukses. Dong Sheng ragu, apa tidak ada pilihan lain? Tidak ada! Terpaksalah Dong Sheng mencoba pakai kostum itu.


Tapi tiba-tiba Yuan Yuan muncul menghancurkan segala rencana mereka dan Dong Sheng buru-buru memakai topeng pandanya. Yuan Yuan langsung heboh melihat segala dekorasi tempat itu. Semua orang sontak terdiam kebingungan tak tahu harus bagaimana. Tapi alih-alih melaksanakan lamarannya saat itu juga, Dong Sheng malah menendang kakinya Xiao Nan hingga dia terjatuh berlutut selayaknya orang yang mau melamar ceweknya.

Bingung, Xiao Nan akhirnya menuruti perubahan rencana dadakan ini dengan pura-pura melamar Yi Ren pakai cincinnya Dong Sheng. Sama-sama bingung, Yi Ren terpaksa mengiyakannya. Xiao Nan pun memakaikan cincin itu ke jari Yi Ren.

Yuan Yuan langsung heboh menaboki Xiao Nan saking senangnya, akhirnya kakaknya akan menikah. Kenapa Xiao Nan merahasiakan masalah sepenting ini darinya?

Dong Sheng mengklaim kalau dia tidak tahu apa-apa, dia ditipu oleh mereka untuk datang kemari. Yuan Yuan benar-benar tidak mencurigai apapun saking terharunya lalu mengucap selamat untuk Yi Ren dan Xiao Nan, dan mengabaikan Dong Sheng.


Bahkan sampai petang tiba, Yuan Yuan masih heboh mengagumi cincin berliannya Yi Ren. Dong Sheng kesal banget lalu buru-buru mengajak Yuan Yuan pulang dengan alasan biar tidak mengganggu momen romantis kedua orang itu.

"Kalian berdua harus hidup bahagia, yah."

"Kita juga akan seperti itu." Geram Dong Sheng lalu buru-buru menyeretnya pergi.

Lega setelah kedua orang itu pergi, Yi Ren mau mencopot cincinnya, tapi Xiao Nan mencegahnya. Biarkan saja, Dong Sheng kan kaya raya. Anggap saja ini hadiah dari Dong Sheng.


"Siapa yang mau menikah denganmu? Xiao Nan, kau pikir kau bisa menipuku seperti ini? Kuberitahu kau, ini cuma akting. Aku tidak sungguh-sungguh bilang iya padamu."

"Yi Ren, aku tahu kau suka lumba-lumba. Saat aku melamarmu nanti, aku akan memberimu satu... bukan, sepuluh lumba-lumba. Lalu akan kubentuk jadi heart."

Hadeh! Kalau dikasih tahu sekarang tuh namanya bukan surprise lagi dong. Bikin kesal aja nih Xiao Nan. Yi Ren langsung pergi meninggalkannya.

Keesokan harinya, Dong Sheng pergi ke restoran Ruan dan Ni Hao menyambutnya dengan hangat. Dong Sheng senang melihatnya, sepertinya keputusannya menjadikan Ni Hao untuk mengelola tempat ini, benar. Ni Hao mengaku kalau bekerja di sini rasanya memang lebih nyaman daripada di perusahaan.

"Jadi, masalah di antara kita sudah selesai, kan? Lalu bagaimana aku harus memanggilmu sekarang? Ni Hao atau Wei Liang?"

"Yang kau kenal Ni Hao, Wei Liang sudah jadi masa lalu. Kudengar kau sibuk mempersiapkan lamaranmu belakangan ini. Bgaimana? Sudah berhasil?"

"Rencana awal ketahuan sama Eva. Padahal aku sudah menemukan tempat yang bagus untuk melamar, sayang sekali sekarang tersia-sia. Dan sekarang aku pusing mencari tempat lain yang bagus."

"Ruan Dong Sheng, kupikir kau orang yang pintar, tapi ternyata kaui naif dalam banyak hal. Bukankah ini tempat yang ideal untuk melamar?"

Benar juga. Kalau begitu, dia akan mempercayakan Ni Hao untuk membantunya dalam mengatur segalanya.


Nyonya Wu menemui Yuan Yuan lagi. Tapi kali ini dia tidak membawa Yuan Yuan ke restoran seperti sebelumnya, melainkan ke tea house. Dia setulus hati meminta maaf pada Yuan Yuan.

Bukan cuma atas apa yang dia lakukan pada Yuan Yuan beberapa waktu yang lalu, tapi juga atas apa yang dia perbuat pada Yuan Yuan 10 tahun yang lalu. Dia sungguh tidak menyangka kalau perbuatannya bisa menyebabkan luka besar untuk seorang gadis kecil.

"Ketua Wu, kuakui apa yang terjadi hari itu adalah tamparan besar untuk wajahku. Tapi untunglah aku tidak membiarkan itu menguasaiku. Malah sebenarnya membuatku menjadi orang yang lebih baik. mendengarkan permintaan anda, saya merasa lega. Saya menerima maaf anda. Saya juga berharap anda melupakan masalah ini."

Nyonya Wu senang, tapi kenapa Yuan Yuan masih memanggilnya 'Ketua'? Yuan Yuan kan sebentar lagi akan menjadi menantunya? Kalau Yuan Yuan tidak bisa memanggilnya sebagai Ibu, apa Yuan Yuan mau panggil dia sebagai Bibi?

Yuan Yuan masih canggung padanya. "Kalau begitu, bisakah saya memanggil anda Bibi?"

"Baiklah. Eva, apa kau sibuk sore ini? Apa kau ingin ke rumah bersamaku?"


Yuan Yuan setuju. Nyonya Wu pun membawa Yuan Yuan ke rumahnya dan menunjukkan kamar lamanya Dong Sheng sebelum Dong Sheng pergi ke luar negeri dulu. Nyonya Wu selalu menyuruh orang untuk menjaga kamar ini seperti sedia kala. Sayang sekali, Dong Sheng tidak pernah mau kembali.

Berusaha menyemangatinya, Yuan Yuan meyakinkan kalau Dong Sheng pasti mengetahui betapa besar cinta Nyonya Wu padanya. Hanya saja ego Dong Sheng terlalu besar.

"Tentu saja aku tahu. Putraku, akulah yang paling tahu. Kepribadiannya sama persis seperti ayahnya. Mereka selalu menyembunyikan perasaan mereka di dalam hati."

"Betul. Kata-katanya sangat kejam."


Nyonya Wu geli mendengarnya. Dia lalu menunjukkan koleksi foto-fotonya Yuan Yuan semasa SMA yang dipotret dan disimpan Dong Sheng di sebuah buku. Nyonya Wu mengaku kalau dia hampir membakar semuanya. Untung saja masih ada beberapa yang tersisa. Dong Sheng sudah mencintai Yuan Yuan sejak saat itu.

Yuan Yuan malu mendengarnya. "Takdir antara saya dan Ruan Dong Sheng memang sesuatu yang magis. Bibi, apa Bibi tahu bahwa kami saling mengenal sejak kami masih kecil? Kami bahkan bersama-sama melewati situasi antara hidup dan mati."

Nyonya Wu tidak mengerti apa maksudnya? Kapan mereka pernah mengalami saat seperti itu? Yuan Yuan mengaku waktu terjadi ledakan di restoran Ruan waktu itu. Waktu kecil, dia langganan di restoran Ruan. Dan dia ada di sana waktu ledakan itu terjadi.

Nyonya Wu shock mendengarnya. Begitu shock-nya hingga dia menjatuhkan bukunya. Yuan Yuan jelas bingung dan khawatir melihat reaksinya. Ada apa dengannya? Tapi Nyonya Wu menyangkal dan entah kenapa menolak mengatakan apapun. Dia bahkan langsung mengusir Yuan Yuan secara halus.


Barulah setelah Yuan Yuan pergi, Nyonya Wu mulai mengingat penyelidikan polisi waktu itu. Memang ledakan itu disebabkan oleh rokok si pelaku, tapi penyebab utamanya adalah karena dipicu oleh kebocoran gas.

Menurut keterangan saksi, pada hari kejadian itu, ada seorang gadis gemuk yang masuk dapur dan membuka katup gas. Dan gadis itu juga terluka karena ledakan itu adn sekarang dia sudah dijemput oleh orang tuanya. (OMG! Jadi Yuan Yuan penyebab utama ledakan itu?) Tapi polisi sendiri tidak bisa memastikan kebenaran informasi itu karena itu hanya berdasarkan keterangan saksi.


Tak tenang memikirkan reaksi aneh Nyonya Wu setelah dia menyebut tentang insiden ledakan tadi, Yuan Yuan jadi curiga bahwa ada sesuatu tentang kasus itu yang mungkin tidk dia ketahui.

Maka Yuan Yuan pun memutuskan untuk pergi menemui Paman Gu sendirian tanpa Dong Sheng, dan to the point mengutarakan maksud kedatangannya adalah untuk menanyakan tentang kasus ledakan itu. Dia ingin mengetahui detil kasus itu.

Paman Gu tak enak dan berusaha berkilahdengan mengingatkan Yuan Yuan untuk tidak membahas masalah itu lagi. Tapi Yuan Yuan pantang menyerah dan langsung menceritakan sikap aneh Ibunya Dong Sheng yang awalnya begitu baik padanya, tapi tiba-tiba berubah jadi aneh setelah dia menyebut-nyebut tentang insiden ledakan itu.

"Aku berpikir apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?"

"Ibunya Dong Sheng itu... cuma lebay. Tidak usah pikirkan dia."

Paman Gu buru-buru mau pergi, tapi Yuan Yuan menolak melepaskannya begitu. Malah sikap Paman Gu ini membuatnya jadi semakin curiga sekarang. Rasanya ini ada hubungannya dengannya.


Paman Gu ngotot menyangkal dan terus berusaha cari-cari alasan untuk menghindar. Yuan Yuan jadi semakin yakin kalau ini ada hubungan dengannya dan terus menuntut Paman Gu untuk mengatakan yang sejujurnya.

Tak bisa menghindar lagi, terpaksalah Paman Gu akhirnya menceritakan segalanya pada Yuan Yuan. Pada hari kejadian itu, Yuan Yuan masuk ke dapur padahal dia sudah memberitahu Yuan Yuan bahwa gurunya akan kembali nanti untuk memasakkan makanan untuk Yuan Yuan.

Yuan Yuan shock mendengarnya. Siapa lagi yang mengetahui kebenaran ini selain Ibunya Dong Sheng? Paman Gu yakin tak ada seorang pun yang mengetahui masalah ini. Dia bahkan tidak pernah memberitahu Dong Sheng.


Yuan Yuan pulang dengan berlinang air mata, menyadari dirinyalah yang sebenarnya membunuh ayahnya Dong Sheng. Dia ingat bagaimana waktu itu dia masuk dapur dan asal saja menyalakan kompor.

Tepat saat itu juga, Dong Sheng tiba-tiba meneleponnya. Tapi Yuan Yuan terlalu sedih hingga tak sanggup mengangkat telepon itu.


Semua orang sudah berkumpul di restoran Ruan, membantu Dong Sheng mempersiapkan acara lamarannya. Dong Sheng tegang banget mengingatkan Yi Ren untuk memastikan tidak terjadi kesalahan apapun di hari besarnya ini.

"Oke, jangan khawatir." Ujr Yi Ren sambil memilihkan dasi yang paling cocok untuk Dong Sheng.

Tapi Xiao Nan mendadak cemburu dan langsung mengambil alih tugas memakaikan dasi itu ke Dong Sheng sambil memperingatkan Dong Sheng untuk berhasil kali ini, jangan sampai gagal. Nanti Xiao Nan akan kasih surprise besar untuknya.


Yuan Yuan tiba di sana tak lama kemudian. Dia masuk dengan berat dan ragu-ragu saat tiba-tiba lampu-lampu menyala mengiringi setiap langkahnya... hingga dia tiba di tenpat lamarannya yang dihias dengan indah dan romantis.

Dong Sheng sudah menunggunya di sana, sementara yang lain menonton dari belakang. Tapi Yuan Yuan terlalu tegang untuk mendekatinya, maka Dong Sheng yang mendekat lalu menggenggam kedua tangannya.

"Yuan Yuan, aku meilih tempat ini, setelah melewati pertimbangan matang. Kenangan kita ada di tempat ini. Kita telah melewati kecelakaan besar dalam kehidupan kita di tempat ini. Di sini, kau memberiku harapan unuk hidup. Ini adalah awal takdir kita. Dan juga ikatan kita. Selama dua puluh tahun, setiap langkahku selalu menuju padamu. Sekarang akhirnya aku bisa berdiri di hadapanmu dn membuat keputusan paling penting dalam hidupku."

Yuan Yuan menangis mendengar semua itu. Tapi Dong Sheng tidak curiga apapun, mungkin mengira itu air mata haru. Maka dia langsung mengeluarkan cincinnya dan melamar Yuan Yuan.


"Kau Eva, kau Zhen Yuan Yuan, kau cinta dalam hidupku. Menikahlah denganku. Maukah kau tinggal di sisiku selamanya?"

Tapi kenyataan tentang dirinya yang ternyata pembunuh ayahnya Dong Sheng dan menyebabkan Dong Sheng menderita selama lebih dari 20 tahun, membuat Yuan Yuan tak sanggup menerima lamaran Dong Sheng. Dia yakin Dong Sheng tidak akan bis mencintainya kalau Dong Sheng mengetahui kebenaran ini.

Maka Yuan Yuan pun menguatkan hati untuk menolak lamarannya lalu pergi. Semua orang shock, bahkan Dong Sheng pun masih membeku di tempat selama beberapa saat, sebelum akhirnya dia sadar untuk segera mengejar Yuan Yuan. Tapi terlambat, Yuan Yuan sudah pergi naik taksi.

Bersambung ke episode 24

1 komentar: