Sinopsis Find Yourself Episode 2 - 2

Sinopsis Find Yourself Episode 2 - 2

Saat membuka gudang kantor, Fan Xing baru ingat anjing yang ditinggalkannya di sana dan sekarang tuh anjing poop dan membuat gudang bau busuk. Hadeh! Fan Xing pun langsung mengeprint selebaran untuk menemukan pemilik anjing itu.


Dia tidak sadar kalau Yuan Song ada di meja belakang, sedang menatapnya sambil senyam-senyum kasmaran.

Heran melihat Yuan Song menatap Fan Xing, Chang Huan langsung berbisik menggosipkan Fan Xing. Kayaknya Fan Xing semalam minum-minum, bau alkoholnya masih kuat banget. Dia minum-minum sama siapa yah? Kabarnya dia tidak kuat minum, tapi suka minum. Minum dua gelas bir saja langsung pingsan.

"Pingsan karena mabuk itu wajar saat usia semakin menua." Bela Yuan Song.

"Apa anak muda jaman sekarang suka berterus terang?"

"Lalu apa kau biasanya bohong?" (Pfft!)

"Err... mana mungkin. Aku bisa kok mengungkapkan pikiranku. Cukup menggosipnya, kerja lagi."


Yuan Song mendadak punya ide lalu menggunakan alasan fotokopi biar bisa mendekati Fan Xing. "Selamat pagi, Direktur He. Apa kau tidur nyenyak semalam?"

Fan Xing mendadak terpesona menatap wajah tampan Yuan Song. Apalagi pertanyaannya itu sama persis dengan pertanyaan Yuan Song bayangan yang dia khayalkan tadi pagi. Heran melihatnya melamun, Yuan Song sontak menjentikkan jarinya untuk menyadarkan Fan Xing. Apa Fan Xing masih mabuk?

Baru sadar, Fan Xing berusaha sok cuek padahal dalam hatinya dia terus berdoa semoga Yuan Song tidak mengungkit masalah semalam. Tapi tentu saja tak ada yang bisa mendengar doanya dan tak peduli berapa kalipun dia berusaha berdoa, Yuan Song terus saja tanya ini-itu tentang keadaannya pasca kejadian semalam. Dia bahkan mengklaim kalau Fan Xing menjanjikan sesuatu padanya semalam.


Fan Xing panik, apa yang dia janjikan? Asal Yuan Song tahu saja, membuat kesepakatan dengan orang mabuk itu bisa dianggap mengambil keuntungan. Lagipula, tidak seharusnya dia mendengarkan omongan orang mabuk.

"Kurasa omongan orang mabuk itu tidak bohong."

Baiklah. Kalau begitu, Yuan Song ulangi saja tentang apa yang dia janjikan semalam. Dia akan berusaha sebisanya asalkan tidak terlalu konyol. Yuan Song kecewa dengan reaksinya, lupakan sajalah.


Lu Ming kesal gara-gara Su Li menelepon untuk mengurusi masalah pembatalan kontrak padahal dia sedang galau mikirin anjingnya yang hilang. Anjing itu sangat berharga karena itu adalah hadiah ultah dari kakaknya. Tunda saja pembatalan kontraknya.


Sementara itu di kantor, Tuan Li - bosnya Fan Xing, sedang marah-marah pada para anak buahnya terkait masalah mereka dengan perusahaan Minglu. Dia kan sudah bilang berkali-kali agar mereka datang lebih awal, mereka benar-benar tidak punya manajemen waktu. Siapa dari mereka yang akan bertanggung jawab jika perusahaan Minglu sampai membatalkan kontrak mereka? Siapa?!

"Tidak bisakah kita mencari agensi lain?" Usul salah satu pegawai dengan takut-takut.

Fan Xing menjelaskan pada para bawahannya bahwa pada saat mereka baru bergabung dengan perusahaan mereka ini, mereka sudah cukup dikenal sebagai perusahaan dekorasi rumah pengantin baru.

Tapi sebelum itu, sebenarnya mereka cukup sulit untuk menemukan posisi yang bagus pasar dan sulit berkembang. Pada saat itu, perusahaan periklanan Minglu-lah yang membantu mereka menciptakan strategi branding dan menyarankan agar mereka fokus pada dekorasi rumah pengantin baru sehingga mereka bisa lebih menonjol.

Tapi sekarang sudah banyak perusahaan interior dekor yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Minglu. Tapi perusahaan Minglu punya prinsip dan tidak akan menerima klien yang mirip.

Jadi jika Minglu memutuskan kontrak dengan mereka, Minglu tidak akan terpengaruh apa-apa, Amazing Decoration-lah yang akan bermasalah. Cong Xiao merasa bersalah. Dia akan meminta maaf pada mereka.

"Memangnya maafmu bisa apa? Kalau saja bukan Fan Xing yang pergi kemarin, kalian semua akan dalam masalah." Kesal Tuan Li.


Tapi Cong Xiao benar-benar merasa bersalah pada Fan Xing, dia memang salah karena tidak bilang-bilang tentang jam pertemuannya, dia terlalu sibuk sampai lupa. Maaf. Tapi, bagaimana caranya Fan Xing meyakinkan bos perusahaan Minglu yang terkenal sangat sulit itu untuk membatalkan pemutusan kontrak mereka?

Fan Xing dengan canggung mengklaim kalau bos perusahaan Minglu bukan orang yang tidak masuk akal kok. Padahal dalam flashback, Lu Ming terpaksa mengalah pada Fan Xing hanya supaya Fan Xing berhenti menangis, tapi Fan Xing terus saja menangis tersedu-sedu. Pfft!


Fan Xing memanggil Yuan Song ke ruangannya. Tapi kali ini Yuan Song hanya menatapnya dengan dingin dan membuat Fan Xing jadi gugup. Tapi dengan cepat Fan Xing menguasai diri dan langsung memulai pertemuan ini dengan mengkritiki absennya Yuan Song yang buruk banget.

Tapi Yuan song seolah tak peduli dengan masalah itu dan terus menatapnya dengan dingin dan tanpa mengucap sepatah kata.

Mengalihkan topik, Fan Xing sekali lagi menyilahkan Yuan Song untuk mengulang apapun yang dia janjikan pada Yuan Song semalam. Dan baru saat itulah Yuan Song angkat bicara.

"Sepertinya, kau benar-benar lupa."

"Katakan saja. Siapa tahu aku ingat."

"Kau... berjanji untuk jadi pacarku."

"Nggak mungkin!" Fan Xing tak percaya sedikitpun. YYuan Song menjelaskan maksudnya jadi pacar pura-pura, tapi Fan Xing atetap tak percaya. Jangan mencandai orang dewasa! Biarpun dia mabuk berat sampai otaknya jatuh ke toilet, dia tidak akan mungkin menjanjikan hal itu.

Tapi Yuan Song tak gentar dan mengklaim bahwa semalam Fan Xing memberitahunya tentang rahasianya terkait Li Hao Miao dan Fan Xing memintanya untuk merahasiakannya.

Sebagai gantinya, Fan Xing janji untuk jadi pacar pura-puranya dan jalan-jalan dengan anjing-anjing mereka setiap malam. Fan Xing heran mendengarnya, apa semalam otaknya gosong sampai melakukan hal-hal gila itu?


"Sebenarnya aku tidak berniat membahasnya, tapi aku dimanfaatkan." Tiba-tiba Yuan Song beranjak bangkit mendekati Fan Xing dan menyudutkannya. "Kemarin setelah mendorongku ke tembok... kau juga menciumku!"

Fan Xing sontak refleks menutupi bibirnya dengan gugup dan mendadak terpana menatap bibir merahnya Yuan Song.

"Dan kau juga bilang kalau ini adalah ciuman pertamamu dan menyuruhku untuk menghargainya."

Untung saja ponselnya berbunyi saat itu juga dan Fan Xing akhirnya punya alasan untuk mengakhiri pertemuan ini dan mengusir Yuan Song. Tapi sebelum pergi, Yuan Song tiba-tiba melet padanya dengan imut.

Fan Xing jadi berusaha menghindari Yuan Song sejak itu. Saat jam pulang kerja, Fan Xing pura-pura tak melihat Yuan Song dan langsung mempercepat langkahnya. Tapi itu malah membuat Yuan Song jadi tambah gemas dan langsung bergegas mengejarnya.

 

Para pegawai wanita heran melihat tingkah aneh Yuan Song yang kelihatan sangat antusias mengejar Fan Xing. Tapi syukurlah tak ada yang berpikir macam-macam dan mereka cuma menduga kalau Yuan Song mungkin sedang berusaha membujuk Fan Xing untuk masalah absennya.

Demi menemukan anjingnya, Lu Ming menempelkan selebaran di taman tentang anjingnya dengan disertai janji hadiah besar untuk siapapun yang menemukannya. Tak sadar dia di belakangnya ada Fan Xing yang membawa anjing yang sama, berniat menempelkan selebaran anjing itu di papan pengumuman sebelah.


Dia berusaha meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak merasa aneh cuma gara-gara dia menciumnya Yuan Song. Pria muda dicium wanita yang lebih tua kan bukan sesuatu yang aneh.

Tiba-tiba si anjing lari. Fan Xing langsung panik mengejarnya. Tapi langkahnya terhenti dengan cepat saat anjing itu dihadang Yuan Song yang mendadak muncul.

"He Fan Xing, kau meninggalkan kantor dengan terburu-buru."

"Oh, aku buru-buru untuk menemukan pemilik anjing ini." Canggung Fan Xing. "Sini, kembalikan dia. Tunggu dulu... kau panggil aku apa?!"

"Err... Direktur He?"

"Bahkan setelah jam kerja usai, aku masih atasanmu."

"Baik, Direktur He!"


Mengalihkan topik, Yuan Song ingin membahas tentang kejadian semalam lagi. Tapi Fan Xing sontak menghentikannya dan mengklaim kalau masalah ciuman itu bukan masalah besar. Apa masalahnya cowok yang lebih muda dicium wanita yang lebih tua? Mereka kan cuma beda umur 10 tahun.

"Kalau itu bukan masalah besar, bagaimana kalau kau menciumku lagi?" Goda Yuan Song dan kontan membuat Fan Xing mundur dengan tegang.

Lupakan saja kalau begitu. Karena Fan Xing tidak ingat, Yuan Song akan pura-pura seolah itu tidak pernah terjadi. Tak enak, Fan Xing menyatakan akan memenuhi janjinya pada Yuan Song. Bagaimanapun, dia orang yang selalu menepati janji.

"Aku hanya memintamu untuk membawa anjing jalan-jalan, bukan sesuatu yang buruk. Itu bisa menghentikan para gadis di taman yang ingin menggangguku."

"Baiklah. Kita hanya akan membawa anjing jalan-jalan."

"Tentu saja. Jangan menggodaku loh."

Dia lalu membantu Fan Xing menempelkan selebaran itu di papan pengumuman sebelah, tapi malah menemukan pengumuman yang ditempelkan si pemilik anjing. Fan Xing senang.


Malam harinya, Lu Ming kembali ke taman setelah dihubungi penemu anjingnya, tapi malah tak tercengang mendapati orang itu ternyata Fan Xing. "Kenapa bisa kau, si cengeng?"

"Oh, kebetulan sekali, Tuan Ye. Apa kau ke sini unuk jalan-jalan?"

"Aku datang untuk mencari putraku."

Fan Xing masih juga belum nyambung, mengira anak yang Lu Ming maksud adalah anak manusia yang hilang di taman ini. Dia berterima kasih atas pakaian gantia yang Lu Ming pinjamkan kemarin dan berjanji akan segera mengembalikannya setelah dia cuci nanti. Kalau begitu, Lu Ming silahkan lanjutkan mencari anaknya, Fan Xing pamit.

"Apa kau tidak ingin hadiahnya?"

Hah? Hadiah? Ah! Fan Xing akhirnya nyambung. Jadi si pemilik anjing yang dia hubungi tadi adalah Lu Ming? Benar sekali. Sesuai janjinya, Lu Ming akan mentransfer uang hadiahnya, jadi dia meminta Fan Xing untuk memberikan nomor rekeningnya.

Fan Xing menolak, tidak usah, dia hanya ingin mengembalikan anjing ini. Dia senang akhirnya bisa menemukan pemilik anjing ini. Lu Ming tersenyum sinis mendengarnya, jelas tak memercayai omongan Fan Xing dan ngotot mau memberikan hadiah uang yang dia janjikan dan memaksa Fan Xing untuk menerima uang itu.

Biarpun mereka partner dalam pekerjaan, tapi ini masalah pribadi. Jangan khwatir, bosnya Fan Xing tidak akan mengetahuinya. Fan Xing meyakinkan kalau ini sama sekali tidak seperti yang Lu Ming pikirkan, lagipula dia sungguh tidak tahu tentang hadiah itu. Jadi dia tidak melakukan ini demi uang.


Lu Ming tambah sinis mendengarnya. Jadi begitu, kalau begitu kembalikan anjingnya. Tapi Fan Xing menolak menyerahkannya begitu saja, mendadak tak yakin kalau ini anjingnya Lu Ming.

Anjing poodle kan terlihat sama semuanya, bagaimana Lu Ming bisa yakin kalau anjing ini benar-benar anjingnya yang hilang? Dia harus membuktikannya.

"Bagaimana caranya aku membuktikannya? Aku membesarkannya seperti putraku sendiri, tapi bukan berarti kami bisa melakukan tes DNA, kan?"

Lu Ming jadi semakin yakin Fan Xing sebenarnya menginginkan uangnya. Dia langsung meminta Fan Xing untuk menyerahkan ponselnya, meng-add friend Fan Xing lalu mengirimkan sejumlah uang ke rekening virtual account-nya Fan Xing.

"Aku kan sudah bilang kalau aku melakukan ini bukan demi uang." Protes Fan Xing.

"Iya, bukan demi uang. Aku hanya bersikeras untuk memberikannya padamu. Nona He, jangan kelewat batas, apa ini tidak cukup?"

"Tuan Ye, kau tidak mengerti ucapanku yah? Jika anjing ini bukan punyamu, aku tidak akan menyerahkannya padamu bahkan sekalipun aku harus kehilangan pekerjaanku. Mengerti?"


Begini saja, mari lakukan tes. Fan Xing lalu mundur agak jauh dan menyuruh Lu Ming untuk memanggil anjing ini. Jika anjing ini merespon panggilannya, berarti benar ini anjingnya Lu Ming.

Maka Lu Ming pun mulai memanggil anjing itu dengan nama yang terdengar macho Elang Laut, tapi si anjing malah cuek. Dia mencoba lagi, lagi, lagi dan lagi... tapi si anjing tetap mengabaikannya.

Fan Xing jadi yakin kalau ini bukan anjingnya Lu Ming. Dia yakin Lu Ming berasumsi kalau ini anjingnya cuma karena mirip. Dia sering banget melihat orang semacam Lu Ming.
 
Dia berniat membawa anjing itu pergi. Tapi tiba-tiba Lu Ming berteriak memanggil anjing itu dengan nama lain yang lebih cheesy Pesona Cinta, dan anjing itu sontak lari ke padanya. Pfft!

Puas, sekarang giliran Lu Ming balas dendam menyindir Fan Xing. "Kau terlihat penuh keadilan, tapi kau menginginkan reputasi dan uang. Nona He, aku sering bertemu banyak orang yang sepertimu. Makasih, nih. Bersulang untuk jiwamu yang serakah." Sinis Lu Ming sambil melemparkan sekaleng minuman ke Fan Xing lalu pergi meninggalkan Fan Xing yang cuma bisa mengeluh kesal.


Di rumah, Fan Xing malah tak menemukan gaun pinjaman Lu Ming kemarin. Dia jadi panik karenanya, apa Ibu mencuci gaun itu? Ibu menyangkal, tadi Can Yang yang mengambil gaun itu dari kamarnya Fan Xing. Katanya mau dikasih ke mantan pacarnya.

Fan Xing sontak lari ke Can Yang untuk menuntut gaunnya. Tapi Can Yang dengan takut-takut menunjukkan video yang memperlihatkan mantannya menggunting gaun itu. Wkwkwk! Fan Xing sontak menjerit heboh.

Bersambung ke episode 3

Post a Comment

0 Comments