Sinopsis Find Me in Your Memory Episode 2 - 1

Sinopsis Find Me in Your Memory Episode 2 - 1

Jeong Hoon membeku seketika mendengar ucapan Ha Jin yang sama persis dengan apa yang pernah diucapkan Seo Yeon semasa dia masih hidup dulu. Kata-kata yang kontan membuatnya teringat kembali akan kenangan-kenangan mereka.


Saat mereka pertama kali bertemu di jalan saat Seo Yeon memintanya untuk membantu mengambili apel-apel yang terjatuh, saat mereka kencan di padang ilalang, saat dia menonton Seo Yeon menari balet... hingga saat dia menemukan tubuh Seo Yeon terjatuh mati di hadapannya.

"Tak ada yang berjalan sesuai keinginanku, aku tidak bisa berhenti. Seolah aku terjebak dalam kenangan itu."

Semua orang mulai panik melihat Jeong Hoon mendadak melamun. Para penonton pun bingung. Dia bahkan tidak mendengarkan teriak-teriakan PD Kim. Mereka sampai harus buru-buru menampilkan video trailer film terbarunya Ha Jin untuk mengatasi situasi ini.

Baru saat Ha Jin menggenggam lengannya, Jeong Hoon seketika tersadar dan refleks mencengkeram tangan Ha Jin. Mereka saling menatap satu sama lain... sampai saat Jeong Hoon menguasai diri dan tersadar dari lamunannya.


Dia buru-buru minta maaf pada semua orang dan melepaskan tangan Ha Jin darinya. Dia minta air sebelum siaran dimulai kembali. Ha Jin emncoba menawarkan air minumnya sendiri, tapi Jeong Hoon menolak, karena siapa tahu itu bukan air biasa.

Ha Jin meyakinkan kalau itu air biasa, tapi Jeong Hoon tetap tidak mau menerimanya dan lebih memilih air yang disodorkan staf. Ha Jin cemas, apa Jeong Hoon baik-baik saja? Sikapnya barusan sangat aneh.

Mengabaikan pertanyaannya, Jeong Hoon berkomentar bahwa Ha Jin pasti menyukai Henry David Thoreau, filsuf Amerika yang mengucap kalimaat yang Ha Jin ucapkan barusan.

Tapi Ha Jin bahkan tidak tahu siapa itu Henry David Thoreau dan bingung sendiri dari mana dia pernah mendengar kalimat itu. Sepertinya dia pernah membaca kalimat itu di sosmed.


Begitu kembali on-air, Jeong Hoon menghakhiri sesi wawancara ini dengan fokus membahas filmnya Ha Jin saja dan berbasa-basi kalau dia akan menantikan perilisan film itu.

Tapi Ha Jin menganggap serius basa-basinya, bahkan dengan antusias meminta Jeong Hoon untuk mengunggah foto ke sosmed kalau Jeong Hoon menonton filmnya nanti. Jeong Hoon mengiyakannya saja dengan sopan lalu mengakhiri acaranya.


Bu Park akhirnya bisa lega. Tapi Ha Kyung tetap tidak bisa tenang karena setelah dia mengecek internet, ternyata netizen malah menyalahkan Ha Jin padahal jelas-jelas Jeong Hoon yang salah karena melamun di tengah-tengah siaran langsung.

Saat Ha Jin beranjak bangkit untuk menyadarkan Jeong Hoon tadi, netizen salah mengira kalau Ha Jin ngambek dan beranjak pergi. Soalnya video yang tersiar hanya saat Ha Jin beranjak bangkit, mereka tidak melihat saat Ha Jin menyadarkan Jeong Hoon.

Ha Kyung jadi kesal banget sama Jeong Hoon lalu mengajak Ha Jin pergi. Tapi Ha Jin sama sekali tidak punya pikiran buruk apapun terhadap Jeong Hoon, malah usul agar mereka makan bersama Jeong Hoon setelah acara ini usai.

Ha Kyung menolak, siapa juga yang mau. Lagipula dia yakin setelah ini Jeong Hoon pasti ditegur atas kesalahannya tadi. Ha Jin jadi khawatir dan kasihan sama Jeong Hoon.


Dugaannya memang benar. Setelah acara usai, dia langsung dipanggil menghadap Direktur Choi yang ngamuk-ngamuk penuh emosi. PD Kim penasaran kenapa dia mendadak melamun, Jeong Hoon berbohong kalau dia tiba-tiba saja lupa dengan pertanyaan selanjutnya.

PD Kim mempercayainya dan langsung ngomel panjang lebar memarahinya. Tapi Direktuf Choi sepertinya tidak mempercayai alasannya dan dengan cepat mengusir PD Kim sembari mengingatkan PD Kim bahwa dialah yang paling berhak memarahi Jeong Hoon.

Itu karena Direktur Choi ternyata sudah mengetahui tentang kondisinya Jeong Hoon yang punya ingatan super. Dulu Jeong Hoon pernah menceritakan kondisinya itu pada Direkur Choi.

Direktur Choi mengira bahwa punya ingatan super itu sesuatu yang bagus, tapi Jeong Hoon menyangkal karena selain mampu mengingat dengan baik, dia benar-benar tidak bisa melupakan apapun, baik itu kenangan baik maupun kenangan buruk.

Karena itulah sekarang Direktur Choi penasaran dengan apa yang terjadi dengan Jeong Hoon hari ini, apakah ada sesuatu yang berubah tentang penyakit langkanya  Apa kondisinya memburuk?

Jeong Hoon menyangkal, tapi dia menolak mengatakan alasannya dan hanya berjanji bahwa hal semacam ini tidak akan terjadi lagi. Dia akan menghindaari situasi yang bisa membuatnya jadi seperti itu lagi.


Jeong Hoon lalu bertemu dengan Tae Eun dan curhat kesal karena gara-gara insiden tadi, dia jadi dihukum menulis permintaan maaf 5 halaman. Itu terjadi bukan cuma karena alkoholnya, tapi juga karena apa yang diucap oleh Ha Jin tadi sama persis dengan yang pernah diucapkan Seo Yeon padanya saat mereka kencan di padang ilalang.

Kalimat itu dan juga karena pengaruh alkohol, Jeong Hoon jadi ttidak bisa mengendalikan dirinya. Tae Eun entah kenapa tampak tegang mendengar itu, tapi dengan cepat dia menguasai diri dan menduga kalau Ha Jin mungkin cuma kebetulan pernah membaca buku yang sama dengan Seo Yeon.

"Tidak. Aku tanya padanya. Dia bilang dia tidak tahu. Sepertinya dia bukan tipe orang yang suka membaca buku."

Intinya penyebab masalah ini ada dua, alkohol dan Yeo Ha Jin. Oh bukan, koreksi, Yeo Ha Jin lah penyebab utamanya. Gara-gara Ha Jin, dia jadi minum alkohol. Semoga dia tidak akan pernah bertemu Ha Jin lagi, dia tidak mau bertemu Ha Jin lagi.


Tiba-tiba Direktur Choi menelepon dan mengajaknya ke bar sekarang juga, tak peduli biarpun sekarang jam 1 dini hari. Setibanya di lokasi, dia malah melihat Direktur Choi sedang bersama Ha Jin. (Pfft! Nggak pingin ketemu, malah tambah ketemu)

Ha Jin menyapanya dengan riang dan ramah. Muka Jeong Hoon langsung berubah masam melihatnya. Jelas saja Direktur Choi langsung ngomel-ngomel kesal melihat muka masamnya, Ha Jin mendapat banyak kritikan gara-gara Jeong Hoon mengacau di siaran langsung tadi. Seharusnya Jeong Hoon meminta maaf padanya sekarang!

"Kau dikritik karena aku?"

"Kau tidak tahu yah? Orang-orang bilang kalau insiden itu terjadi karena aku marah dan meninggalkan studio. Aku dikritik habis-habisan sekarang."

Tapi Ha Jin tidak mempermasalahkannya kok. Dia sudah biasa menghadapi komentar seacam itu, dalam beberapa hari pasti akan berakhir. Wah, Direktur Choi jadi kagum sama dia. Dia sangat positif dan optimis. Memiliki mental yang kuat memang hal paling penting dalam industri ini.

"Aku bisa melihat mentalmu sangat kuat. Kau juga kuat minum. Sudah lama aku tidak bertemu orang yang bisa minum melebihi aku dan masih terlihat baik-baik saja."


Kedua wanita itu langsung saling bersulang. Tapi saat Ha Jin ingin menuang untuk Jeong Hoon, dia langsung menolak. Dia tidak bisa minum dan benci sama miras.

"Oh, pantas tadi reaksimu begitu." Gumam Ha Jin. "Lalu apa yang kau sukai, Pewarta Lee?"

"Tidak ada."

Ha Jin tak percaya. Pasti ada sesuatu yang dia sukai. Masa dia tidak punya hobi? Jeong Hoon dingin mengiyakan, dia memang tidak punya hobi.


Tiba-tiba Direktur Choi ditelepon suaminya sehingga dia terpaksa harus keluar meninggalkan mereka untuk menemui suaminya yang ternyata PD Kim yang cemburu karena Direktur Choi mengajak Jeong Hoon minum-minum di bar mewah.

Berusaha bersabar, Direktur Choi menjelaskan kalau dia bukan cuma berduaan dengan Jeong Hoon, melainkan dengan Ha Jin juga. Dia memanggil Jeong Hoon kemari biar Jeong Hoon minta maaf pada Ha Jin atas insiden tadi.

PD Kim langsung semangat ingin gabung bersama mereka kalau begitu. Tapi Direktur Choi dengan cepat menyela dan langsung berusaha merayu suaminya itu agar mereka cepat pulang saja dan bersenang-senang bersama. PD Kim jelas langsung setuju.


Di dalam, Ha Jin dengan ceria membahas Direktur Choi dan suaminya. Dia sudah mendengar cerita Direktur Choi bahwa suaminya adalah cinta pertamanya. Dia jadi penasaran dengan cinta pertamanya Jeong Hoon, kapan cinta pertamanya Jeong Hoon?

Jeong Hoon mengklaim tidak ingat. Ha Jin jelas tidak percaya. Cinta kedua atau ketiga wajar dilupakan, tapi tidak mungkin dia melupakaan cinta pertamanya. Ha Jin masih ingat dengan cinta pertamanya.

"Waktu itu aku masih SMP. Kami belajar di studio balet yang sama. Dia satu-satunya pria di studio balet."

Jeong Hoon kaget mendengar Ha Jin pernah belajar balet. Dia yakin tidak pernah membaca artikel tentang Ha Jin pernah belajar balet.

"Oh, karena aku tidak pernah membahasnya. Aku berhenti karena aku cedera. Tapi meski tidak cedera, mungkin aku akan tetap berhenti karena aku kurang berbakat. Apa kau suka balet? Apa aneh jika aku belajar balet? Apa itu tidak cocok denganku?"


"Tidak. Aku hanya..."

"Hanya apa?"

"Aku hanya memikirkan seseorang."

"Siapa? Cinta pertamamu? Apa aku juga mengingatkanmu pada cinta pertamamu?"

"Tidak sama sekali." Bohong Jeong Hoon.

"Kau bilang kau tidak ingat cinta pertamamu." Serang Ha Jin. Pfft!fin Jeong Hoon jadi canggung mendengarnya.

Bersambung ke part 2

1 komentar:

  1. Ternyata dramanya menarik. Terimakasih atas sinopsisnya

    ReplyDelete