Sinopsis Find Me in Your Memory Episode 1 - 1

Sinopsis Find Me in Your Memory Episode 1 - 1

Kru TV tengah sibuk mempersiapkan siaran berita saat pewarta mereka - Lee Jeong Hoon, masuk dan duduk di mejanya di depan kamera. Dengan bantuan teks di telepromter, Jeong Hoon mulai membawakan berita pertamanya tentang sebuah kebakaran di sebuah mall bernama Hwarang Departement Store.


Namuan saat video berpindah ke reporter di lapangan, telepromter di studio tiba-tiba nge-hang tanpa sebab. Para kru di ruang kontrol panik bukan main, tapi Jeong Hoon tampak santai-santai saja.

Untung saja, biarpun tanpa teleprompter, Jeong Hoon tetap bisa membacakan beritanya dengan lancar sesuai skrip. PD sampai heran, apa Jeong Hoon sudah hapal skripnya?

Salah satu kru merasa kalau Jeong Hoon akan baik-baik saja. Dilihat dari sikap santai dan percaya dirinya, Jeong Hoon pasti sudah hapal skrip. Ingatan Jeong Hoon kan selalu bagus.

Kru lainnya setuju, waktu mewawancarai bintang tamu, Jeong Hoon biasanya jarang baca skrip. PD tetap tak yakin, kalau masalah wawancara, Jeong Hoon pasti sudah menghapal skripnya sehari sebelum siaran dimulai. Tapi kali ini beda, jangan terlalu percaya diri. Kalau Jeong Hoon sampai mengacau, mereka semua juga akan kacau.


"Hukum waktu itu tetap. Waktu hanya berjalan ke depan dan tidak bisa diulang. Tapi ada satu cara untuk kembali ke masa lalu, yaitu melalui ingatan."

Saat layar kembali ke reporter di lapangan, Jeong Hoon tiba-tiba melamun sampai saat pulpennya terjatuh. Sebuah pulpen yang membuat Jeong Hoon kembali mengingat kenangan indah masa kecilnya bersama ibunya saat mereka melihat hujan salju bersama-sama.

Namun ingatan akan hujan salju juga mengingatkannya akan sebuah kenangan buruk saat dia melihat seorang wanita terjatuh dari gedung tepat di depan mobilnya.


Menyadarkan dirinya sendiri dari ingatan itu, Jeong Hoon kembali profesional menyampaikan berita selanjutnya dengan sangat lancar tanpa telepromter sembari memungkas narasinya.

"Sayangnya, aku mengingat terlalu banyak hal."


Dalam flashback masa kecilnya, Jeong Hoon memang memiliki ingatan yang sangat hebat sejak masih kecil. Suatu hari, ingatannya diteliti oleh ayah temannya.

Dia mengaku bahwa ingatan paling awal yang diingatnya adalah saat dia masih balita, dia berusaha mengambil mainan truk merah yang ada di rak tapi malah terjatuh dan mainannya menimpa kepalanya. Dia ingat dia menangis begitu keras karena kesakitan dan ibunya langsung datang memeluknya.

Temannya - Yoo Tae Eun, tak percaya. Mana mungkin dia bisa mengingat kejadian saat dia masih balita. Manusia pasti lupa apa yang terjadi waktu mereka masih sekecil itu. Dia yakin Jeong Hoon tidak ingat dan cuma dikasih tahu sama seseorang, terus Jeong Hoon berpikir kalau itu adalah ingatannya.

Jeong Hoon ngotot menyangkal. Ibunya tidak pernah memberitahunya tentang kejadian itu sampai saat dia sendiri yang tanya.

"Oh begitu. Kalau begitu, apa kau ingat segala hal saat kau masih bayi?" Tanya Tuan Yoo.

"Tidak. Saya hanya ingat sedikit waktu saya masih sekecil itu."

"Lalu mulai kapan kau mengingat segala hal dengan detil?"

"Sejak 11 Februari 1990. Saya berumur 6 tahun waktu itu."


Dia ingat setiap detil yang terjadi hari itu sejak dia bangun pagi. Dia bahkan ingat membaca sebuah koran dan masih hapal semua berita yang dibacanya waktu dengan sangat detil.

"Ibu saya bilang kalau saya sangat beruntung karena saua bisa menghargai semua ingatan yang indah dan membahagiakan. Tapi... Saya rasa Ibu salah. Saya bukan hanya mengingat hal-hal yang baik."

Kembali ke masa kini...

 

Siaran hari itu akhirnya selesai dengan lancar. Hoobae-nya, Joo Il Kwon, sontak memuji-muji kehebatannya dalam menyelesaikan siaran itu biarpun tanpa teleprompter.

Dari percakapan mereka, ternyata bintang tamu di siaran berikutnya adalah Presdir Oh Taek Won yang merupakan pemilik Hwarang Departement Store yang kebakaran.

Jeong Hoon bisa menduga kalau Presdir Oh pasti mau membatalkan wawancaranya. Tapi dia yakin Presdir Oh cuma jual mahal biar mereka tidak membahas masalah kebakaran departement store itu dalam wawancaranya nanti.


Maka dia memerintahkan Il Kwon untuk membujuk ke Presdir Oh dan menuruti permintaannya. Pokoknya besok pagi sudah harus ada kepastian kalau Presdir Oh akan tampil dalam program acaranya.

"Tapi kau pasti akan menanyakan tentang kebakarannya, kan?" Tebak Il Kwon.

"Tidak."

"Sungguh?"

"Iya."

"Bohong. Bagaimana kalau dia menuntutmu? Kau itu pewarta tapi tidak pernah menepati kata-katamu. Nih bintang tamu minggu depan." Ujar Il Kwon sambil menyerahkan dokumen berisi informasi seorang aktris cantik bernama Yeo Ha Jin.  Jeong Hoon bisa menebak niatan Ha Jin jadi bintang tamu pasti untuk mempromosikan film terbarunya.


Pulang ke rumah, dia mendapati meja makannya berantakan gara-gara ulah Yoo Tae Eun yang langsung protes panjang lebar gara-gara Jeong Hoon tidak datang check-up. Sekarang dialah dokternya Jeong Hoon, menggantikan ayahnya.

Pokoknya malam ini Tae Eun akan tidur di sini malam ini dan membawa Jeong Hoon ke rumah sakit besok. jeong Hoon menegaskan kalau dia tidak pernah bilang setuju untuk melakukan check-up, Tae Eun sendiri yang mengatur jadwal check-up tanpa persetujuannya.

Tae Eun tidak terima. Waktu ayahnya masih jadi dokternya Jeong Hoon, dia selalu check-up setiap tahun. Tae Eun tak peduli, dia akan menyeret paksa Jeong Hoon ke kliniknya kalau perlu.

Jeong Hoon ngotot menolak. Lagipula ingatannya tidak akan berubah dan akan terus seperti ini selamanya. Dia malas melakukan serangkaian tes yang hasilnya akan sama saja. Sudah 25 tahun dia melakukan ini, sudah cukup.


Tiba-tiba dia kepikiran menanyakan tentang Yeo Ha Jin pada Tae Eun. Apa Tae Eun mengenal Ha Jin, soalnya waktu dia mencari informasi tentang Ha Jin, dia mendapati Ha Jin mem-follow Tae Eun di sosmed. Ha Jin akan jadi bintang tau di acaranya minggu depan.

Tae Eun mengklaim tak tahu, follower-nya banyak, dia kan lumayan populer. Tapi begitu Jeong Heon masuk kamar, ekspresi Tae Eun entah kenapa mulai berubah.


Sebelum tidur, Jeong Hoon mencari informasi lebih jauh tentang Ha Jin dan mendapati Ha Jin ternyata sangat terkenal. Apapun yang dipakainya langsung jadi tren dan sold out.


Di rumah Ha Jin, tampak ada beberapa piala award berjejer di rak. Dia masih enak-enakan bobok cantik saat tiba-tiba saja managernya sekaligus adiknya, Yeo Ha Kyung, datang sambil teriak-teriak heboh gara-gara di internet lagi viral skandal tentang Ha Jin.

Skandal dia berselingkuh dengan dua selebritis pria: Joo Yeo Min dan Seo Gwang Jin.Sepertinya dia memang selalu jadi langganan berita skandal cinta. Makanya berita semacam ini tidak terlalu mengagetkan baginya.


Tapi Ha Jin meyakinkan kalau dia sama sekali tidak ada apa-apa sama kedua pria itu. Dia jalan bareng sama Yeo Min ke kota yang cukup jauh cuma untuk ngopi bareng, dan kebetulan ada paparazzi yang memotret mereka.

Sedangkan dengan Gwang Jin, dia sudah janjian sejak seminggu yang lalu untuk makan malam bareng. Mereka ketemuan di parkiran apartemennya Gwang Jin dan dia memarkir mobilnya di sana soalnya restorannya ada di depan apartemennya Ha Jin.

Dan kebetulan ada paparazzi yang memotret mereka saat Gwang Jin mencoba memaksa Ha Jin untuk pakai hoodie jaketnya biar mereka tidak dikenali.


Tapi alih-alih heboh bin panik kayak Ha Kyung, Ha Jin malah cuek dengan isi beritanya dan lebih tertarik mengomentari foto-fotonya sendiri, bahkan memutuskan untuk menyimpan foto yang paling bagus itu.

Ha Kyung smpai heran melihat sikap santainya. "Unnie, kau tidak tahu apa yang sedang terjadi sekarang yah?" 

"Tahu lah, aku dapat dua skandal cinta dalam waktu sehari dengan dua pria yang berbeda" Santai Ha Jin.

"Kau tahu itu. Kalau kau tahu, bagaimana bisa kau menghabiskan waktumu menyimpan fotomu dari artikel?!"

"Terus mesti gimana? Artikelnya sudah terlanjur keluar."

Tapi emang sih, skandal dia selingkuh ini agak keterlaluan. Dia bahkan tidak punya hubungan apapun dengan mereka, dia bahkan tidak pernah ada waktu untuk flirting dengan siapapun. Kalau mau kencan itu kan harus saling mengenal dulu sambil flirting selama beberapa lama.


Ha Kyung stres mendengarnya. Parahnya lagi, sat mereka tiba di kantor agensi mereka, mereka malah melihat kerumunan fans cewek yang sedang berkumpul. Ha Jin tetap positif thinking mengira mereka adalah penggemar-penggemar barunya... sampai saat dia melihat wajah-wajah seram mereka dan jeritan-jeritan ganas mereka yang mengutukinya karena dia menduakan oppa-oppa mereka.

Gawat! Ha Kyung langsung menelepon bala bantuan supaya mereka bisa mengeluarkan Ha Jin dari mobil dengan selamat dan tanpa lecet dari serangan ganas para fansgirl itu.


Ha Kyung dan bos perusahaan agensi - Bu Park, stres bukan main gara-gara masalah ini. Malah Ha Jin yang tetap santai saja tanpa beban. Malah begitu aman di kantor, dia langsung ke kamar mandi, menulis NO di cermin lalu ber-selfie ria lalu mengunggahnya di IG dengan disertai caption mengklarifikasi skandal cinta itu.

Bersambung ke part 2

1 komentar: