Sinopsis Memory Lost Season 3 Episode 10 - 2

Sinopsis Memory Lost Season 3 Episode 10 - 2


Su Mian lalu pergi ke coffee shop-nya M, untuk mengamatinya dengan pura-pura jadi pelanggannya. Dia sengaja menuntut untuk dibuatkan kopi yang sangat enak agar dia bisa mengamati M selama M bekerja.

Dia mengomentari kopi buatan M bak ahli kopi dan obrolan pun dimulai dari sana. M mulai bercerita tentang sejarah kopi. Saat M pergi sebentar untuk membawakan tagihan pelanggannya, Su Mian cepat-cepat mengirim pesan: Ikan sudah memakan umpannya, aku meninggalkan kesan baik untuk M.

Dia lalu buru-buru menghabiskan kopinya dan minta tagihannya, tapi M menolak dengan alasan mentraktir Su Mian.

 

Begitu Su Mian pergi, M langsung mengirim pesan ke L: ikan sudah memakan umpannya. L senang dan bertanya-tanya bagaimana hasil jebakan mereka nanti.

"Apapun hasilnya, target kita cuma 3." Ujar A sambil menatap foto ketiga korban mereka.


Su Mian lalu naik taksi dan minta diantarkan ke Meiyuan. Tapi berhubung dia tidak sedang buru-buru, jadi dia ingin jalan memutar. Pak supir menurutinya saja.

Tapi dalam perjalanan, Su Mian mulai merasa aneh saat dia memperhatikan tempelan catatan bahwa si supir akan menjemput seseorang jam 12.30 di airport. Aneh, kalau begitu dia tidak akan bisa tepat waktu ke sana.

Dan lagi, dia sengaja menutupi informasi identitasnya dengan tempelan kertas. Supir taksi biasa tidak mungkin melakukan itu.

 

Setibanya di tempat tujuan, Su Mian menyerahkan uangnya, tapi dengan cepat dia memelintir si supir, mencekiknya dan menuntut siapa dia?

"Murid Prof Xu memang jeli sesuai dugaan," komentar supir.


Dia lalu membawa Su Mian masuk di mana Prof Xu sudah menunggu di sana. Si supir itu sendiri ternyata polisi yang menyamar dan dia dari Unit Falcon. Detektif Xin memberitahu Su Mian bahwa saat ini mereka tengah menyelidiki Sindikat Detektif.

Dilihat dari interaksi Su Mian dan M tadi, sepertinya M mulai mempercayai Su Mian. Mungkin saja Su Mian akan menjadi target M berikutnya. Tapi tujuan utama mereka bukan cuma menangkap M, melainkan semua orang yang ada di dalam grup.

Prof Xu menyarankannya untuk berhubungan dengan M saja. Detektif Xin berkata jika Su Mian bisa lebih dekat dengannya dan mendapatkan bukti lalu kemudian terjadi sesuatu yang berbahaya, maka Su Mian harus segera membatalkan misi. Polisi akan melindunginya saat dia mundur.


Dia lalu memberikan sebuah jam tangan khusus pada Su Mian. Jam itu adalah GPS Tracker sekaligus bisa Su Mian gunakan untuk memanggil bantuan. Dia yakin kalau Su Mian pasti bisa menyukseskan misi ini, bukan saja karena dia murid terbaiknya Prof Xu, tapi juga memiliki kemampuan yang setara seorang polisi.

Tapi tentu saja Detektif Xin memperingatkan Su Mian bahwa menjadi agen mata-mata itu sangatlah beresiko. Kenapa sebenarnya Su Mian mengajukan diri?

"Karena aku merasa metode yang dipakai para pembunuh itu sangat mirip dengan cara ayahku terbunuh dalam sebuah misi. Aku berharap bisa mengetahui hubungan antara keduanya. Aku berharap bisa mengadili mereka."

"Karena kau sudah memutuskan melakukan ini, kami pasti akan bekerja sama denganmu."


Hal pertama yang mereka lakukan pastinya mengeluarkan Su Mian dari universitas dan menghapus semua data dirinya dan menciptakan identitas baru untuknya.

Su Mian pun bersiap melakukan misinya dengan dandan menor. Matanya berkaca-kaca saat dengan terpaksa dia harus melepaskan cincin tunangannya demi misi ini.


Tak lama kemudian, Su Mian pun keluar dengan dadanan menor dan pakaian serba terbuka bak wanita murahan. Dia berpapasan dengan kedua teman Han Chen, tapi dia langsung lewat dengan cuek seolah tak kenal.

Jelas saja kedua teman Han Chen keheranan. Parahnya lagi, mereka kemudian melihat Su Mian dijemput seorang pria lain pakai mobil mewah. Jelas saja mereka langsung salah paham dan memutuskan kalau mereka harus memberitahu Han Chen.


Entah dari mana saja mereka seharian. Saat M mengantarkan Su Mian pulang, Su Mian langsung tanya kapan M akan memperkenalkannya pada teman-temannya? M berjanji akan mengatur waktu untuk memperkenalkan Su Mian.

"Mereka sangat antusias ingin bertemu denganmu, tapi mereka bukan orang-orang normal. Kau sungguh mau bertemu mereka?"

"Semakin spesial mereka, semakin aku ingin bertemu mereka. Mengerti?"


Begitu Su Mian baru masuk rumah, Han Chen mendadak muncul dan mereka langsung berciuman mesra saking kangennya karena baru bertemu setelah 2 hari.

Begitu menyadari Han Chen memperhatikan penampilannya, Su Mian berniat mau menghapus makeupnya dulu, tapi Han Chen langsung menyudutkannya ke dinding.

"Kudengar kau mengundurkan diri dari universitas tanpa sepengatahuanku dan bergaul dengan cowok nakal."

Han Chen mengangkat tangan Su Mian, tapi malah tak mendapati cincin tunangan mereka di sana. Di mana cincinnya? Su Mian menjawabnya dengan memperlihatkan kalungnya dan cincin itu ada di sana.

"Selama aku masih hidup, aku tidak akan melepaskannya. Han Chen, sebenarnya aku..."

"Katakan saja padaku, apa alasanmu melakukan semua ini?"

"Aku tidak bisa memberitahumu."

Frustasi, Han Chen memutuskan mengalah. Dia akan menghormati pilihan Su Mian. "Tapi aku juga punya pilihan. Selain melindungi negaraku, melindungi masyarakat, aku juga harus melindungi wanitaku. Kau."

 

Maka keesokan harinya, Han Chen mengajukan diri untuk bergabung dalam Unit Falcon. Detektif Xin yakin kalau alasan Han Chen pasti karena Su Mian.

Han Chen mengakuinya, dia ingin melindungi Su Mian. Tapi bukan cuma itu satu-satunya alasannya. Dia memang ingin bergabung dalam tim mereka dan menangkap Sindikat Alfabet. Detektif Xin setuju.

 

Saat Su Mian datang ke tempat pertemuan rahasia mereka, Han Chen tiba-tiba muncul memeluknya dari belakang. Kenapa Han Chen bisa ada di sini?

"Aku kan sudah bilang kalau aku akan menggunakan caraku sendiri untuk melindungi wanitaku. Inilah caraku."


Su Mian ingin mengaku tentang dirinya yang jadi mata-mata, tapi Han Chen dengan cepat menghentikannya dan mengaku kalau dia sendiri sudah menjadi anggota Unit Falcon. Su Mian tak percaya mendengarnya, kenapa Han Chen impulsif sekali? Bisa tidak dia membedakan antara urusan kerja dengan hubungan pribadi?

"Kamerad Su Mian, orang yang tidak bisa membedakan antara urusan kerja dengan urusan pribadi itu kau. Ketua mengizinkanku untuk melindungimu."

Mendengar itu, Su Mian akhirnya berhenti protes. Tapi dia memperingatkan Han Chen untuk memikirkan apa yang paling penting saat mereka sedang menjalankan misi, tak peduli seberapa berbahayanya misi mereka.

"Aku tidak akan membiarkanmu dalam bahaya."

"Aku serius. Bagiku, misi ini sangat amat penting. Waktu aku kecil, ayahku terbunuh dalam sebuah misi. Ambisiku sejak kecil adalah menjadi polisi yang baik agar bisa menangkap para penjahat itu. Kuharap kau bisa memahamiku, mendukungku."

"Aku mengerti. Tapi kuharap kau juga bisa memahamiku. Melindungimu bukan cuma tanggung jawabku, tapi juga keinginan terbesar dalam hidupku."


Detektif Xin keluar tak lama kemudian sambil berdehem canggung dan menyuruh mereka berkumpul untuk meeting. Su Mian melapor kalau dia sudah dekat dengan M sekarang dan ingin masuk ke dalam Sindikat Alfabet. Tapi dia tak yakin bisa.

Menurut Han Chen, Su Mian kurang sesuatu yang jahat. Semua anggota Sindikat Alfabet memiliki bakat yang jahat, jadi Su Mian juga harus bisa seperti mereka, menemukan kesenangan saat membunuh seseorang. Dengan begitu, mereka pasti akan menerima Su Mian.

Detektif Xin rasa itu tidak akan berhasil. Su Mian polisi. Bahkan sekalipun dia mata-mata, dia tidak boleh melakukan kejahatan. Su Mian setuju, dia tidak mungkin membunuh orang.


Detektif Xin punya ide, dia akan mengatur seseorang untuk berakting bersama Su Mian agar membuat sindikat itu percaya kalau dia Su Mian membunuh seseorang.

Han Chen tidak setuju, sindikat itu bisa melihat kebohongan mereka. Begitu mereka membunuh seseorang, mereka pasti akan memastikan orang itu masih hidup atau sudah mati.

Tapi saat Detektif Xin membahas tentang emergency call centre dan bagaimana dulu dia sering menerima telepon dari orang-orang yang mencoba bunuh diri, Han Chen mendadak punya ide. Dia bisa membantu Su Mian memenuhi syarat untuk bisa masuk ke sindikat itu sebagai pembunuh.


Tak lama kemudian, Su Mian membawa M ke sebuah kamar untuk memperlihatkan mayat yang terbujur kaku di lantai dengan wajah rusak. M penasaran bagaimana cara Su Mian membunuh orang ini.

Su Mian bercerita bagaimana dia awalnya bertemu orang ini di diskotik. mereka berdanda dan minum alkohol bersama. Su Mian lalu membawa pria itu pulang dalam keadaan mabuk.

Pria itu ngotot mau terus minum, tapi Su Mian mengaku lapar dan ingin makan makanan kaleng. Dia bahkan membawa sendiri makanan kaleng itu dan meminta si pria untuk menghangatkannya di microwave.

Sudah mabuk, pria itu santai saja menurutinya lalu memasukkan makanan kaleng itu ke microwave sekaleng-kalengnya yang jelas saja langsung meledak. Begitulah kisahnya menurut Su Mian.


Sambil bergaya seolah menikmati pembunuhannya, Su Mian berkata bahwa dia bahkan menghindari kamera saat dia datang tadi. Dia juga tidak meninggalkan sidik jari atau rambut.

"Sepertinya ini bukan dilakukan seorang amatir," komentar M

"Bakatku adalah mengubah pembunuhan jadi kecelakaan. Di dunia ini, pembunuhan paling sempurna bukan berarti tak ada pembunuh. Pembunuh itu adalah Tuhan atau malaikat pencabut nyawa. Setiap orang memiliki takdirnya masing-masing. Si brengs*k ini, karena dia mengabaikan aturan menggunakan microwave, jadi dia mati karena ledakan. Sayang sekolah."

M tanya dari mana dia belajar membuat pembunuhan jadi kecelakaan. Su Mian mengklaim kalau ini bakat alami, ada hubungannya dengan profesi ibunya. Beliau dulu seorang broker asuransi.


Su Mian mengklaim bahwa sejak kecil, dia sering melihat banyak orang membuat rencana untuk mendapatkan kompensasi asuransi.

"Mungkin kau terlahir untuk menjadi dalang kriminal," komentar M

Su Mian kembali membahas kapan M akan memperkenalkannya pada teman-temannya M. Menjadi satu-satunya yang harus menyamar jadi orang normal itu rasanya kesepian.

"Aku akan membawamu bertemu mereka sekarang."

Su Mian jelas kaget mendengarnya dan belum siap juga, tapi M ngotot sekarang. Terpaksalah Su Mian mengikutinya.


Setibanya di sana, M menutup matanya dan menuntunnya ke markas sindikat mereka yang saat itu sedang mengatakan pesta topeng. A menyambutnya dengan memberinya sebuah kostum dan menyuruhnya ganti baju sekarang.

Setelah Su Mian ganti baju, M menuntunnya menemui yang lain. Dia dibawa ke tengah-tengah para pria yang langsung mengelilinginya itu. S lalu mendekatinya, memutar Jin Xi menghadapnya lalu perlahan melepaskan penutup matanya dan menyambutnya ke dalam grup mereka.

Bersambung ke episode 11

0 komentar

Post a Comment