Sinopsis Love The Way You Are Episode 18 - 2

Sinopsis Love The Way You Are Episode 18 - 2

Awalnya Asisten Ni memang membuat Tao Tao bersenang-senang, tapi kemudian dia mulai menginterogasinya dengan dalih main game dan tanya apakah mamanya Tao Tao pernah mengatakan sesuatu tentang ibu angkatnya.


"Pernah. Tapi aku tidak boleh bilang-bilang sama siapapun."

"Aku janji tidak akan memberitahu siapapun."

Dan Tao Tao dengan polosnya mempercayainya lalu memberitahu Asisten Ni bahwa menurut mamanya, wajah ibu angkatnya lebih besar dan kuran fotogenik dibanding mamanya. Mamanya berpikir bahwa ibu angkat suntik sesuatu biar lebih cantik. Mamanya juga bilang kalau kaki ibu angkat gede banget kayak kaki cowok.

Informasi yang sangat tidak berguna dan Asisten Ni malas banget mendengarnya. Tapi saat dia mengajak Tao Tao nonton kartun, Tao Tao menolak dan ingin nonton superhero saja.

Dengan polosnya dia mengaku bahwa dia paling suka Hulk... soalnya ibu angkatnya mirip Hulk. Dia pernah melihat ibu angkatnya bertransformasi seperti Hulk. Bahkan ibu angkat sendiri pernah bilang kalau dia superhero.

Jelas saja informasi itu langsung menarik perhatian Asisten Ni dan langsung meminta Tao Tao untuk mengungkap segalanya lebih detil. Bagaimna caranya ibu angkatnya bertransformasi?


Sandy masuk ke ruang ganti membawakan makan siangnya Eva yang dikirim oleh Dong Sheng. Tapi saat dia berbalik pergi, Eva melihat punggung bajunya kotor kena noda cat. Sandy berpikir kalau ini pasti cat dari event yang waktu itu.

Seketika itu pula, Eva mulai teringat kembali dengan noda putih di lengan bajunya Asisten Ni yang sekarang dia curigai sebagai noda cat tembok... yang mungkin berasal dari tembok jendela restoran Ruan yang dirusak secara paksa.

Tak lama kemudian, dia memanggil Don Sheng ke restoran Ruan dan memberitahunya tentang kecurigaannya terhadap Asisten Ni dan keterlibatannya dalam insiden waktu itu.


Xiao Nan terbangun tengah malam dengan galau karena beberapa hari ini dia belum mendengar kabar dari Yi Ren sejak waktu itu. Apa Yi Ren marah padanya?

Baru dipikirin, Yi Ren tiba-tiba menelepon saat itu. Suaranya terdengar panik saat dia memberitahu Xiao Nan bahwa perutnya sakit dan meminta Xiao Nan untuk membawanya ke rumah sakit.

Panik, Xiao Nan langsung pergi ke kamarnya Yi Ren. Tapi malah mendapati kamarnya Yi Ren sudah dihias dengan kelopak-kelopak bunga mawardan lilin-lilin di sepanjang lantai dan ranjang yang membuat suasana tampak romantis.

Yi Ren tiba-tiba muncul dari belakang dengan baju s~~si dan langsung menerkamnya dengan ganas sampai Xiao Nan ketakutan. Dalam kepanikannya, dia malah mendorong Yi Ren sampai Yi Ren terjatuh dari ranjang dan tangannya terkilir. Cemas, Xiao Nan bergegas membawanya ke rumah sakit untuk mengobati lukanya.


Keesokan harinya saat mereka sarapan, Yuan Yuan dan Dong Sheng membicarakan kecurigaan Yuan Yuan kemarin. Tapi Dong Sheng yakin tak mungkin Asisten Ni pelakunya. Jadi lebih baik mereka diam saja dan tunggu Yi Ran dan Xiao Nan kembali.

Baru dibicarakan, Yuan Yuan tiba-tiba mendapat kiriman foto Yi Ren yang tangannya digips. Yuan Yuan sontak heboh, sepertinya ide yang dia berikan pada Yi Ren berhasil nih. Mereka pasti menikmati malam yang menyenangkan.

"Ide apa yang kau berikan padanya?" Tanya Dong Sheng penasaran.

"Cuma sedikit ide untuk meningkatkan hubungan."

"Kalau begitu, kita juga harus meningkatkan hubungan kita, iya kan?" Tanya Dong Sheng penuh harap.

"Kau yakin? Tangannya patah loh." Ujar Yuan Yuan sambil memperlihatkan foto itu yang sontak membuat Dong Sheng takut dan berubah pikiran.


Setelah mendapat informasi dari Tao Tao, Asisten Ni memutuskan mendatangi rumah ibunya Dong Sheng. Tapi dia tidak menemui Nyonya Wu secara langsung, melainkan menaruh sebuah amplop besar anonim di mailbox rumah itu.

Isinya adalah segala informasi tentang penyakit langkanya Yuan Yuan yang kontan membuat Nyonya Wu tercengang. Sekarang dia mengerti alasan Eva menolak makanan yang dipesannya di restoran waktu itu. Di amplop itu juga disertakan pil penggemuk agar dia bisa membuktikan sendiri.


Xiao Nan mengantarkan Yi Ren kembali ke kamar hotelnya. Yi Ren mau sendirian dan berusaha mengusirnya, tapi Xiao Nan menolak pergi saking cemasnya dengan keadaan Yi Ren.

Dia ingin menyentuh tangannya Yi Ren yang terluka, tapi Yi Ren mendadak emosi menampik tangannya dan ngotot memaksanya pergi. Tapi Xiao Nan tetap menolak pergi.

"Kau mau apa? Bukankah kau senang aku jadi seperti ini sekarang?! Aku hidup dengan baik selama 30 tahun, tidak bolehkah aku menuruti kata hatiku sekali saja?! Kenapa kalian semua menonton candaanku? Kenapa? Apa aku lelucon bagi kalian?!"

"Yi Ren, tak ada seorang pun yang menertawaimu. Ini salahku. Maafkan aku, tidak seharusnya aku mendorongmu. Aku hanya tidak mempercayainya. Aku tidak yakin kalau kau..."

"Kau tidak yakin kalau aku bisa se-proaktif itu?"


"Iya. Karena hal semacam ini seharusnya dilakukan oleh pria." Ujar Xiao Nan lalu menciumnya mesra dan membopongnya ke ranjang. Tapi saat Xiao Nan mulai menciumnya lagi, Yi Ren mendadak gugup dan Xiao Nan menyadarinya.

"Kalau kau tidak siap, aku bisa berhenti."

"Tidak. Ini adalah keinginan terakhirku. Bantu aku memenuhinya."

Xiao Nan jelas heran mendengarnya, apa maksudnya dengan keinginan terakhir. Yi Ren akhirnya mengaku bahwa dia diagnosis menderita kanker darah dan dia hanya punya waktu 3 bulan.

"Kanker darah? Tidak mungkin. Bagaimana mungkin kau kena kanker padahal kau sangat sehat? Dokter mana yang bilang? Akan kucari dia dan menuntut penjelasan!"

Tapi Yi Ren dengan cepat menggenggam tangannya dan memohonnya untuk tidak pergi. "Aku tidak mau sendirian di sini."

"Yi Ren, jangan takut. Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian. Hidup kita masih panjang membentang, beberapa hal tidak perlu dilakukan terburu-buru. Yi Ren, takkan kubiarkan terjadi apapun padamu. Kita akan menemui dokter begitu kita kembali nanti."

Bahkan sekalipun Yi Ren benar-benar kena kanker, dia akan pergi ke seluruh dunia untuk menyembuhkan Yi Ren. Terharu, Yi Ren langsung memeluknya. Malam itu, mereka pun tidur saling berpelukan.


Nyonya Wu menelepon Eva dan mengklaim kalau dia sedang tidak sehat hari ini. Tapi dia tidak ingin putranya tahu, jadi dia meminta Eva untuk menemaninya ke rumah sakit.

Eva bingung mencari alasan. Tapi saat Nyonya Wu pura-pura kecewa, Eva jadi tak enak hati dan akhirnya menyetujuinya. Setelah keluar dari ruang periksa tak lama kemudian, Nyonya Wu dengan sikap pura-pura ramahnya berterima kasih pada Eva karena mau menemaninya ke rumah sakit hari ini.

Eva senang, mengira Nyonya Wu sudah tidak marah lagi padanya. Nyonya Wu mengklaim kalau dia tidak marah pada Eva. Bagaimana mungkin dia marah pada calon menantunya cuma karena masalah seperti itu.

Eva bahagia, dia cepat-cepat pamit sekarang karena masih ada pekerjaan, tapi Nyonya Wu dengan cepat mencegahnya dan berusaha membujuknya untuk periksa juga mumpung mereka ada di rumah sakit.

Bahkan saat Eva menolak, dia ngotot memaksa dengan alasan demi kesehatannya Eva sendiri. Pekerjaannya jadi model kan menuntutnya untuk diet ketat yang bisa memengaruhi kesehatannya. Dia hanya tidak ingin putranya mengkhawatirkan kesehatannya Eva.

Eva bingung, tapi dia tidak curiga apapun dan hanya berpikir kalau Nyonya Wu cuma mengkhawatirkan masalah dia bisa punya anak atau tidak di masa depan nanti. Yakin kalau dia hanya perlu melakukan pemeriksaan medis sederhana dan penyakit langkanya tidak akan terdeteksi, Eva akhirnya setuju.


Malam harinya, Dong Sheng menjemput Yuan Yuan dan menanyakan kabar yang katanya dia pergi bersama ibunya. Yuan Yuan membenarkan, tadi ibunya Dong Sheng sakit jadi dia menemani beliau ke rumah sakit. Untungnya sih Nyonya Wu baik-baik saja dan cuma darah tingginya kumat.

"Dia tidak menyusahkanmu, kan?" Cemas Dong Sheng.

"Tentu saja tidak. Ketua Wu sangat baik hari ini. Dia bahkan menyuruhku untuk melakukan pemeriksaan medis. Kurasa dia cemas kalau-kalau aku tidak bisa melahirkan putra dan putri untukmu di masa depan."

"Kurasa itu mungkin saja. Jadi bagaimana kalau kita pulang dan mengeceknya sendiri?" Goda Dong Sheng.

"Ruan Dong Sheng, kau jadi nakal. Ayo pulang dan masak. Aku lapar."

"Baik, nyonya."

 

Sayangnya dia tidak tahu bahwa pemeriksaan medis yang dilakukan Nyonya Wu padanya sebenarnya untuk mengetahui penyakit langkanya. Bahkan malam itu juga, Nyonya Wu mendapat telepon dari dokter yang menjelaskan tentang penyakit langkanya Eva itu. Dan informasi itu jelas tidak membuat Nyonya Wu senang sehingga dia memutuskan untuk mencoba pil penggemuk itu.


Keesokan harinya, dia mengundang Eva makan siang lagi dengan alasan berterima kasih pada Eva karena menemaninya periksa ke rumah sakit kemarin. Sama seperti sebelumnya, kali ini juga Eva menolak. Dia menjelaskan bahwa sekarang adalah saat baginya untuk diet karena pekerjaannya.

Nyonya Wu pura-pura tersinggung, menuduh Eva hanya tidak mau makan malam dengannya. Eva menyangkal, dan karena tak mungkin menolak terus, akhirnya terpaksalah dia mengangkat sumpitnya sambil diam-diam mengirim pesan SOS ke Sandy.

Tepat sebelum dia sempat memasukkan makanan itu ke mulutnya, Sandy menelepon dan Eva langsung berakting heboh seolah dia mendapat kabar darurat yang mengharuskannya untuk segera pergi sekarang juga.

Dia langsung pamit pada Nyonya Wu. Tapi tentu saja Nyonya Wu menolak melepaskannya tanpa hasil dan ngotot menuntut Eva untuk setidaknya minum air putih saja kalau dia tak sempat makan.

Tanpa curiga apapun, Eva langsung saja meminum segelas air itu. Tapi seketika itu pula tubuhnya mulai bereaksi.

Bersambung ke episode 19

1 komentar: