Sinopsis Love The Way You Are Episode 6 - 3

 Sinopsis Love The Way You Are Episode 6 - 3

Saat dia keluar kantor tak lama kemudian, Xiao Nan mendadak muncul dan dengan lantang mengaku bahwa dia datang demi Yi Ren. Terang saja seorang pegawai yang mendengarnya, jadi mengira kalau Xiao Nan adalah pacarnya Yi Ren dan Xiao Nan malah dengan senang hati mengiyakannya.


Malu, Yi Ren buru-buru menarik Xiao Nan menjauh dan mengonfrontasinya. Apa Xiao Nan yang mengganti bajunya malam itu? Xiao Nan malah menatapnya dengan senyum menggoda, Yi Ren lupa segalanya yah?

Yi Ren hampir saja terpancing emosi, tapi dengan cepat dia menahan diri dan mengulang pertanyaanya dengan sopan. Xiao Nan akui memang dia, soalnya Yi Ren muntah. Tidak mungkin kan dia membiarkan Yi Ren tidur dengan baju kotor.

"Apa kau melihatnya?!"

"Aku melihat semuanya. Tapi jangan khawatir. Tubuh kurusmu tidak layak diingat, aku lupa."

"Kau! Dasar tidak tahu malu! Apa lagi yang kau lakukan?!"

"Apalagi yang kulakukan? Seorang pria single dan wanita single berada dalam satu kamar. Menurutmu apa lagi yang mereka lakukan?"

Yi Ren sontak melayangkan tangan saking emosinya, tapi dengan cepat pula dia menahan diri. Xiao Nan geli melihatnya, Yi Ren marah nih. Sepertinya Yi Ren mulai berkembang. Sudahlah, mari bicara lebih serius. Apa sebenarnya yang dilakukan bosnya Yi Ren selama ini.

"Presiden kami tidak mau bekerja sama dengan orang tidak tahu malu sepertimu!"


Gregetan, Xiao Nan dengan sengaja memutar rekaman saat Yi Ren mabuk waktu itu, rekaman yang menunjukkan Yi Ren manja minta dipeluk sambil curhat jujur tentang hidupnya yang dipenuhi dengan kerjaan.

"Peluk aku! Aku sangat kesepian, aku sangat kesepian! Aku pengen punya pacar, tapi aku harus kerja! Hiks!"

Yi Ren sontak panik ingin merebutnya dan memerintahkan Xiao Nan untuk menghapus video itu. Tapi tentu saja Xiao Nan menolak dan sengaja memanfaatkan video itu untuk mengancam Yi Ren.

Dia hanya akan menghapus video ini setelah Yi Ren menyelesaikan masalah pembatalan kontrak itu. Jika tidak, dia akan memposting video ini di medsos. Yi Ren kesal banget, tapi dia berusaha keras menahan diri dan akhirnya cuma bisa melampiaskannya ke pohon terdekat.


Gagal belajar dari buku, Eva minta bantuan Xiao Nan tentang strategi untuk menggoda pria. Tapi strateginya ada banyak banget. Xiao Nan sebenarnya tidak setuju dengan rencana Eva ini. Buang-buang waktu untuk Dong Sheng itu sama sekali tidak layak.

Eva mendadak curiga padanya. Sepertinya Xiao Nan mengenal Dong Sheng dengan sangat baik. Ada rahasia apa di antara mereka berdua? Xiao Nan menyangkal, tapi ekspresinya mencurigakan.

"Aku ini adikmu, jangan sembunyikan apapun dariku."

"Baiklah. Apa kau marah?"

"Tentu saja! Tapi bagaimanapun, kau membantuku menyingkirkan kekhawatirkan. Katakan padaku, apa cara paling efisien untuk menangkap pria normal?"

"Aku kan sudah bilang, apa kau tidak dengar tadi?"

"Katakan saja!"

"Serang dia. Kalau tidak berhasil, kalian bisa jadi saudari."


Gampang. Maka malam harinya tepat sebelum Dong Sheng pulang, Eva mulai melancarkan strateginya. Dia mengoles sedikit alkohol ke lehernya biar dia dikira mabuk. Dan begitu lift terbuka, dia langsung memencet-mencet tombol pintunya Dong Sheng dengan gaya mabuk seolah dia tidak sadar kalau dia mau membuka rumah yang salah.

Tapi Dong Sheng malah bingung sendiri dia kenapa, apa Eva kelaparan banget sampai dia tidak kuat berdiri. Astaga! Apa indera penciumannya Dong Sheng juga merosot tajam seperti indera perasanya? Tapi dia sudah terlanjur berakting mabuk, lanjutkan saja!


Maka dia langsung pura-pura mau muntah hingga terpaksa Dong Sheng harus membawanya masuk ke dalam. Sepalan mungkin dia membaringkan Eva di tempat tidurnya. Tapi Eva tiba-tiba saja menarik dasinya hingga dia berakhir menimpa Eva.

"Jangan pergi. Tetaplah bersamaku, yah?"

"Kau yakin mau mengujiku seperti ini?"

"Jelas-jelas kau menyukaiku, kenapa kau terus menghindariku?"

Tapi Dong Sheng tegas menolaknya. Dia minta maaf jika sebelumnya dia melakukan sesuatu yang mungkin membuat Eva salah paham. Jika sekarang Eva sadar, sebaiknya dia segera pergi.


Tidak terima, Eva langsung menggelandot padanya. Dia akan menghitung sampai sepuluh. Jika Dong Sheng tetap tidak menyukainya, maka dia akan menghilang dari hidup Dong Sheng.

1-2-3-4-5-6-7-8-9... Dong Sheng tetap bergeming. Tapi pada hitungan ke-10, dia langsung menurunkan Eva kembali ke ranjangnya dan mengaku bahwa penutupan kontrak itu sebenarnya hanya cara yang dia gunakan untuk memancing reaksi Eva. Dia ingin Eva menggunakan emosinya yang sebenarnya untuk menghadapinya dan bukan trik palsu tanpa perasaan.

"Sekarang, sepertinya umpan ini berhasil, kan? Eva?"

Mulai gugup, Eva berusaha menghindar. Tapi Dong Sheng dengan cepat mendorongnya kembali. Baiklah kalau Eva tidak mau menjawab, biarkan dia menanyakan pertanyaan terakhir sekarang. Pertanyaan yang paling penting, jadi Eva harus menjawabnya dengan serius.

"Apa kau adalah Yuan Yuan? Zhen Yuan Yuan?"

"Kau bicara apa? Aku tidak mengerti."

"Katakan padaku! Jangan bohong padaku!"


"Aku bukan (Yuan Yuan). Kau salah orang." Eva sontak menggigit tangan Dong Sheng dan berusaha melarikan diri tapi malah tak sengaja menginjak gantungan kuncinya Dong Sheng sampai pecah. Errr... sepertinya isinya itu plastik bungkus permen.

"Maaf. Aku tidak sengaja. Di mana kau beli itu? Nanti kubayar."

Dong Sheng tak percaya mendengarnya, apa Eva sungguh tidak tahu tentang benda ini? Tapi Eva sepertinya memang benar-benar tidak tahu menahu tentang benda itu.

Dong Sheng kecewa. Maaf, tidak seharusnya dia mengetes Eva. Di masa mendatang, sebaiknya Eva jangan mengharapkannya lagi. Dia menyukai satu orang semasa SMA... dan orang itu BUKAN Eva. Tolong keluar.

Eva sakit hati. Kalau begitu, lalu kenapa Dong Sheng ingin berpasangan dengannya? "Kenapa kau selalu muncul setiap kali aku dalam situasi yang tak berdaya?! Kenapa kau membuatku berpikir kau menyukaiku lalu menyakitiku seperti ini?! Kau brengsek!"

Gara-gara itu, Eva jadi kesal sama Xiao Nan dan tanpa ba-bi-bu mendorong Xiao Nan ke kolam.


Yi Ren menemani Dong Sheng bekerja, tapi dia sendiri malah tidak fokus dan sibuk melamun. Dong Sheng sampai heran, ada apa dengannya?

Tepat saat itu juga, Yi Ren ditelepon sama Bibi cleaning service. Dan dari Bibi-lah Yi Ren baru tahu bahwa yang mengganti bajunya pada malam dia mabuk sebenarnya bukan Xiao Nan, melainkan Bibi.

Bibi bahkan mengira kalau Xiao Nan itu pacarnya Yi Ren dan kagum pada 'pacarnya Yi Ren' itu karena pacarnya Yi Ren benar-benar memperlakukan Yi Ren dengan sangat baik.


Yi Ren jadi berubah pikiran terhadap Xiao Nan sekarang. Tak disangka ternyata Xiao Nan baik juga. Tapi belum juga semenit dia berpikir seperti itu, Xiao Nan mendadak muncul dan langsung meninju Dong Sheng.

"Kau sudah gila apa?!"

"Kau yang gila! Kenapa kau selalu menyakiti Eva lagi dan lagi?! Kuberitahu kau, menjauhlah dari Eva. Jika tidak, akan kuhajar kau setiap kali aku melihatmu." Kesal Xiao Nan lalu pergi.


Yi Ren sontak mengejarnya dengan kesal, tidak terima dengan sikap barbar Xiao Nan. Apa tidak bisa Xiao Nan bicara baik-baik alih-alih pakai kekerasan seperti itu? Tinju tidak akan menyelesaikan masalah.

"Tidak bisa. Tidak ada yang perlu kubicarakan dengan bosmu."

Apa Yi Ren mengejarnya hanya demi menguliahinya? Maaf, dia hanya seorang bajingan dari kelas bawah yang tidak bisa dibandingkan dengan orang-orang kelas atas seperti mereka. Di dunianya, tinju-lah yang bisa menyelesaikan masalah. Tidak perlu bicara baik-baik.

"Aku salah menilaimu. Kupikir kau hanya keras kepala, tapi setidaknya kau jujur."

"Nona Lou Yi Ren, dunia ini hanya hitam dan putih. Orang yang bekerja di siang hari dan istirahat di malam hari sepertimu, bersikeras mengikuti bosmu, seperti robot tanpa perasaan dan pikiranmu sendiri. Apa yang membuatmu berpikir kalau kau mengenalku dengan sangat baik?!"

"Kau benar! Aku tidak memahamimu... Dan aku juga tidak ingin memahamimu." Kesal Yi Ren lalu pergi.

"Siapa juga yang butuh kau untuk memahamiku?!"


Dong Sheng pulang dengan kesal dan sedih. Dia bahkan langsung membuang gantungan kunci pink pemberian Eva. Tapi sedetik kemudian, akhirnya dia berubah pikiran dan mengambil kembali gantungan kunci itu.

Bersambung ke episode 7

1 komentar: