Sinopsis Love The Way You Are Episode 6 - 1

 Sinopsis Love The Way You Are Episode 6 - 1

Xiao Nan memberi berbagai instruksi pada para pegawainya tentang jadwalnya Eva. Tapi Eva sendiri sibuk melamun dengan muka jetuk. Hmm, ada apa dengannya?


Dalam flashback, ternyata malam itu di atas pohon saat Dong Sheng mendekat untuk menciumnya, tiba-tiba saja Dong Sheng tersadar karena sesuatu lalu mendadak batal mencium Eva. Parahnya lagi, dia langsung turun dan pergi meninggalkan Eva begitu saja.

Pantaslah kalau sekarang Eva kesal setengah mati sama dia. Heran melihat ekspresinya Xiao Nan langsung menyadarkannya dari lamunan dan menyuruhnya untuk memilih model pria untuk partner pemotretannya nanti.


"Kau mengenal para pria itu dengan baik, jadi kau pilih sendiri saja." Ketus Eva.

Kalau begitu, Xiao Nan pilih model yang ini saja, namanya Peter. Dia kelihatan dingin di luar tapi hangat di dalam. Dia tidak kurus tapi juga tidak gemuk, pokoknya jantan banget deh. Wajahnya tampan seperti patung pahatan. Jakunnya juga bagus, benar-benar photogenic. Model yang ini sangat cocok dengan Eva.

Tapi semua gambaran pria itu kedengarannya mirip banget sama Dong Sheng dan itu kontan membuat Eva jadi tambah emosi.

"Tidak cocok sama sekali! Apa? Jantan? Ternyata kau suka yang model beginian yah?" (Pfft! Kedengarannya kok rada-rada nyeleneh)

Pokoknya Eva menegaskan tipe cowok model begini tuh nggak cocok sama dia. Eva memutuskan untuk memilih sendiri model yang diinginkannya dan asal saja memilih model pria yang kelihatan kekar dan sangar. Xiao Nan tidak setuju, model yang ini terlalu kekar, dia tidak cocok dengan Eva.

"Antara kau dan aku, siapa yang paling tahu tentang pria?!" Kesal Eva.

"Tentu saja aku. Kau belum pernah pacaran. Berapa banyak pria yang pernah kau temui?"


Wah! Eva tersinggung. "Yah, memang kau yang paling tahu bagaimana pria. Kau benar-benar menawan! Sangat hebat!"

Teriakannya sampai menarik perhatian para pegawai mereka dan pastinya membuat Xiao Nan malu. Heran dia, ada apa sih dengan Eva? Mereka kan cuma memilih model?

"Memangnya kenapa dengan memilih model? Apa aku harus melakukan apapun yang kau suruh? Haruskah aku dibodohi dan ditipu? Apa aku tidak punya ego?!"

"Ada apa denganmu? Kau jadi aneh sejak kau pulang dari liburan. Apa terjadi sesuatu?"

"Tidak ada. Aku cuma hampir digigit anjing."

"Hah? Anjing macam apa?"

"Anjing bau! Penampilannya doang bagus. Tapi nyatanya, setelah mengejar lalu kabur!"


Sementara itu, Dong Sheng kembali ke bangunan kosong bekas restoran ayahnya yang terbakar dulu. Tempat yang menyimpan kenangan indah masa lalu bersama ayah dan gadis kecil itu.

Hmm... sepertinya gadis kecil itu memang Yuan Yuan. Dulu dia dan gadis kecil itu pernah bermain ayunan bersama sambil bergandengan tangan dan Ayah Dong Sheng lah yang membantu mendorong ayunan mereka.


Namun tempat itu juga menyimpan kenangan buruk saat bangunan itu terbakar sehingga membuatnya dan gadis kecil itu terjebak di dalam reruntuhannya. Saat mereka menunggu diselamatkan, gadis kecil itu memberinya sebutir permen.

"Bukankah kau ingin memakannya?" Tanya Dong Sheng kecil.

"Kakak makan saja. Ibuku bilang aku gendut. Aku bisa menahan lapar beberapa hari bisa berat badanku turun." ujar gadis kecil itu.

"Setelah kita keluar dari sini, aku akan memasakkan makanan lezat untukmu yang tidak akan membuatmu gemuk." Janji Dong Sheng kecil.

"Janji? Ayo janji jari kelingking."

 

Tiba-tiba Dong Sheng melihat bayangan ayahnya yang sangat dia rindukan. Tapi saat dia semakin mendekat, bayangan itu menghilang. Dong Sheng termenung sedih, saat itulah kita bisa melihat alasan Dong Sheng urung mencium Eva waktu itu adalah karena saat itu bayangan wajah Yuan Yuan berkelebat dalam benaknya.

Karena dia masih belum yakin akan kebenaran tentang Eva dan Yuan Yuan, dia jadi ragu dan akhirnya batal mencium Eva.
 

Saat Dong Sheng menyajikan hidangan buatannya untuk Paman Gu, tiba-tiba saja Paman Gu tanya apakah Dong Sheng sedang jatuh cinta? Jujur saja deh. Tapi Dong Sheng menyangkal.

Tapi Paman Gu tak percaya. "Orang yang pernah jatuh cinta, tidak akan sadar, bingung dan linglung sehingga memengaruhi indera perasa. Itu namanya perasaan yang kompleks. Semua orang bilang bahwa dari pengalaman pribadi-lah kita bisa mengetahui cinta itu manis, pahit, asam dan panas."

Paman Gu berkata seperti ini karena dia merasa kasakan Dong Sheng kali ini agak sedikit berubah. Itu adalah pengalaman cinta. Tidak ada hubungannya dengan indera perasa. Perubahan rasa masakan Dong Sheng ini adalah pengaruh dari hatinya.

Mendengar itu, Dong Sheng tanya apakah Paman Gu percaya pada sensasi? Tentu saja Paman Gu percaya.


Maka Dong Sheng pun mengaku bahwa baru-baru ini, dia memang bertemu dengan seorang gadis. Gadis itulah yang memberinya beberapa ide untuk menu baru. Sejak pertama kali bertemu gadis itu, dia merasa seperti pernah mengenalnya sebelumnya.

"Aku curiga kalau dia adalah Yuan Yuan yang selama ini aku cari. Tapi sekarang aku tidak yakin. Jika dia bukan Yuan Yuan dan aku jatuh cinta padanya, itu kan artinya aku mengkhianati Yuan Yuan."

Paman Gu gregetan mendengarnya. Dong Sheng benar-benar keras kepala. Mungkin saja Yuan Yuan sekarang sudah menikah dan punya 3 anak. Sulit bertemu dengan seseorang yang bisa membuatnya jatuh cinta, jadi seharusnya dia menghargai orang yang dekat dengannya. Ambil saja kesempatan ini.


Eva benar-benar bad mood seharian sampai orang-orang tak bersalah di sekitarnya kena imbas. Bahkan Asisten Ni dan Yi Ren yang mengawasi jalannya pemotretan juga menyadari keanehan Eva hari ini.

Bukan cuma Eva sih, mereka juga merasa aneh dengan bos mereka yang belum datang-datang juga. Apa mungkin kedua orang itu sedang bertengkar? Duga Asisten Ni.

Baru digosipin, Dong Sheng mendadak muncul dan langsung mengusir Asisten Ni dengan cara memerintahkan Asisten Ni untuk mengatur semua laporan keuangan selama beberapa tahun terakhir, dan laporannya sudah harus ada di mejanya dalam waktu dua jam.


Pemotretan pun dimulai, kedua model disuruh berpose mesra menggigit pocky. Tepat saat itu juga, Eva melihat Dong Sheng. Maka dengan sengaja dia menarik si model pria semakin mendekat. Dan pemandangan itu sepertinya mulai membuat Dong Sheng mulai cemburu.

Bahkan saat fotografer menyuruh mereka berpose pelukan mesra, Dong Sheng cepat-cepat menyela dan menyuruh semua orang istirahat. Dia mau mendekati Eva, tapi Eva langsung menjauh tanpa meliriknya sedikitpun.

Bahkan saat Dong Sheng menyapanya, dia bersikap seolah baru tahu Dong Sheng datang dan tidak melihatnya sedari tadi.

"Hari itu aku meninggalkanmu di sana. Maafkan aku."

"Oh, kalau kau tidak bilang, aku mungkin sudah lupa. Tidak masalah kok."

Tapi alih-alih bicara baik-baik, Dong Sheng malah cuek lalu pergi. Jelas saja Eva kesal dan tidak terima. Tapi saat dia beranjak bangkit, tak sengaja roknya robek.


Eva sontak menjerit heboh gara-gara itu dan menarik perhatian semua orang. Cemas, Dong Sheng langsung kembali padanya lalu dengan manisnya memberikan jasnya untuk menutupi Eva.

Dan perbuatannya itu kontan membuat Eva terpesona lagi padanya. Tapi Dong Sheng malah merusak segalanya dengan mengatai Eva sembrono lalu pergi. Hadeeeeh!

Eva jelas sakit hati mendengarnya. "Ruan Dong Sheng! Apa kau pikir aku tidak tahu bagaimana caranya marah?! Kuberitahu kau! Biarpun kau kembali dan berlutut di hadapanku, aku tidak akan memaafkanmu!" Eva bahkan langsung pergi dan tidak mau melakukan pemotretan ini lagi.


Keesokan harinya di kantor, Yi Ren dan Asisten Ni mendapati Dong Sheng sedang mencincang daging dengan penuh amarah. Bahkan saat Yi Ren menunjukkan semua hasil pemotretan kemarin, Dong Sheng kesal menghina semuanya.

Apalagi saat melihat foto mesranya Eva sama si model pria, Dong Sheng langsung emosi tingkat tinggi sampai-sampai dia menyatakan kalau dia akan membatalkan kontraknya Eva.


Eva jelas kesal saat dia diberitahu tentang perbuatannya Dong Sheng itu. Dasar kekanak-kanakan! Bagaimana bisa dia mengatasi masalah segampang itu? Tapi sudahlah, dia Eva gitu loh. Dia tidak akan menjadi gila cuma karena ini.

Baru diomongin, dia malah tak sengaja bertemu Dong Sheng di depan lift apartemen mereka. Eva sengaja mengabaikannya seolah mereka dua orang asing yang tidak saling mengenal.

Sama-sama kesal pada satu sama lain, keluar dari lift dan masuk rumah pun mereka balapan... lalu semenit kemudian, keluar lagi secara bersamaan sama-sama dengan alasan mau buang sampah.


"Aku mau menutup kontrak denganmu," ujar Dong Sheng memulai percakapan.

"Oke. Aku sudah tahu sejak lama."

Dong Sheng tak percaya mendengarnya. "Apa kau tidak ingin mengatakan hal lain?"

"Kau sudah memutuskan, memangnya aku bisa ngomong apa lagi? Kita tidak bisa memaksakan suatu hubungan. Lagipula, 'seseorang' berpikir kalau aku sembrono yang tidak sesuai dengan image perusahaan. Aku juga harus berterima kasih pada Presiden Ruan yang telah membebaskanku dan berhenti membuang-buang waktu kita."

"Kalau begitu kuucapkan selamat untukmu karena telah bebas!"

"Makasih!" Ketus Eva sambil melemparkan kantong sampahnya begitu saja lalu pergi.

Bersambung ke part 2

1 komentar: