Sinopsis Fairyland Lovers Episode 2 - 3

Sinopsis Fairyland Lovers Episode 2 - 3

Bai Qi membawa Lin Xia memasuki ingatan lainnya Zi Xuan. Kali ini mereka berada di siang hari, di mana dua orang pelayan mendatangi kamarnya Zi Xuan dengan membawakan dua buah kotak yang di dalamnya berisi satu gaun merah dan satu pakaian pria.


Sayangnya saat Zi Xuan keluar menemui Bo Yan tak lama kemudian, dia tetap mengenakan pakaian prianya yang menunjukkan bahwa Bo Yan bukan pria yang disukainya padahal jelas mereka sepertinya saling tertarik.

Hubungan mereka benar-benar canggung. Setelah Zi Xuan selesai memainkan kecapi untuknya, Bo Yan berniat pergi begitu saja. Zi Xuan penasaran apa sebenarnya statusnya di rumah ini? Pelayan?

"Bukan. Kau beda dari mereka."

"Benar sekali. Aku tidak bisa membantumu menyelamatkan negara atau orang-orang dan aku juga tidak ingin melihatmu menghancurkan rumahmu. Jadi apa gunanya membuatku tetap tinggal di sini?"

Tepat saat itu juga, pelayan datang mengabarkan bahwa Bo Yan menerima telegram. Tapi sebelum pergi, Bo Yan menanggapi pertanyaannya dengan singkat. "Selama kau bersedia bermain kecapi."

Li Xian sampai heran melihat interaksi aneh kedua orang itu. Jelas-jelas kedua orang itu saling menyukai.


Ingatan itu berganti lagi. Kali ini di malam hari. Bo Yan tampak murung saat Zi Xuan datang menemuinya. Entah ada apa dengannya, tiba-tiba dia menawari Zi Xuan untuk bepergian ke negara barat.

"Barat? Apa menyenangkan?"

"Tentu saja. Kau harus naik kapal besar yang terbuat dari besi. Apa kau mau pergi?"

Zi Xuan tampak ragu sesaat, tapi akhirnya dia setuju. Anehnya, Bo Yan tampak agak sedih mendengarnya. Baiklah kalau begitu, dia memberitahu bahwa duta besar Amerika adalah temannya dan istrinya mau pulang kampung besok. Jadi Zi Xuan bisa pergi bersama si istri duta besar. Dia akan menyelesaikan masalah formalitas dan biaya untuk untuk Zi Xuan.

Zi Xuan heran, bagaimana dengan Bo Yan sendiri? Bo Yan tampak ragu sesaat sebelum kemudian berkata bahwa dia masih harus pergi ke luar kota. Dia akan menemui Zi Xuan setelah dia kembali nanti. Dia bahkan harus pergi saat itu juga.


Tapi sebelum pergi, lagi-lagi dia mencoba mengulang pertanyaannya yang dulu dengan penuh harap. "Apakah kau wanita atau pria?"

Zi Xuan ragu sesaat, tapi pada akhirnya dia tetap bersikeras dengan jawabannya yang dulu bahwa dia adalah pria. Bo Yan benar-benar kecewa mendengarnya.

"Terserah kau saja. Kau akan naik kapal besok pagi, aku akan pergi malam ini, aku tidak akan mengantarmu." Ucap Bo Yan lalu pergi.


Li Xian gregetan banget melihat mereka itu dan langsung merampas payungnya Bai Qi. Mereka lalu masuk ke ingatan Zi Xuan saat dia berada di luar negeri. Dia tengah menghadiri pesta saat tiba-tiba saja dia bertemu dengan pelayannya Bo Yan yang sekarang penampilannya lebih necis. Sepertinya dia sudah naik derajat sekarang.

"Kenapa kau ada di sini? Di mana tuan mudamu?" Tanya Zi Xuan

"Tuan muda? Xiang Bo Yan sudah bukan tuanku lagi. Aku sekarang adalah anggota tim duta besar." Ujar si mantan pelayan dengan gaya angkuhnya. Dia bahkan menyarankan Zi Xuan bahwa sekarang sudah saatnya berganti penyokong... karena Bo Yan sudah jatuh. Hah?

Ternyata pada hari Zi Xuan pergi, pihak berwenang menangkap Bo Yan dan menyita seluruh propertinya. Orang-orang seperti Bo Yan yang punya pengaruh besar dan terlalu open-minded, ada banyak orang yang ingin menyingkirkannya.

"Kenapa dia tidak memberitahuku?"

"Memberitahumu? Bahkan sekalipun dia jatuh, dia takut kehilangan muka. Dia bisa membantu orang lain, tapi tidak mau dibantu orang lain. Pada titik ini, orang yang paling tidak ingin dia lihat adalah kau."

"Kenapa?"

"Dia memberitahuku bahwa kalian adalah teman baik, tapi dia sudah lama mengagumimu. Hanya saja dia bodoh, dia tidak mau mengikatmu dengan uang dan kekuasaan. Dan sekarang dia jatuh, bagaimana mungkin dia menghadapimu."


Seketika itu pula Zi Xuan memutuskan untuk kembali ke Cina. Dan akhirnya sekarang dia mengganti penampilan tomboy-nya menjadi lebih anggun. Dengan memakai gaun merah pemberian Bo Yan dulu, dia pergi ke sebuah rumah kumuh, tempat Bo Yan tinggal sekarang. Dia menemukan kecapi lamanya masih disimpan halaman depan rumah itu.

"Siapa di sana?" Tegur Bo Yan dari dalam rumahnya, tapi dia tetap tidak keluar.

"Ini aku."

"Kau sudah kembali? Apa kau mabuk laut?"

"Apa hanya itu satu-satunya yang ingin kau tanyakan padaku?"

Bo Yan menolak bertemu dengannya. "Pergilah."

Zi Xuan menolak pergi. "Buka pintu dan lihatlah aku. Lihatlah apa yang kupakai. Aku memakai gaun pemberianmu."

Tapi Bo Yan tetap bersikeras menolak keluar. "Kau pasti sangat cantik dalam pakaian wanita. Tapi kamarku sangat kotor. Wanita cantik sepertimu tidak seharusnya berada di tempat kotor seperti ini."

Zi Xuan terus berusaha memohon padanya untuk buka pintu. Tapi Bo Yan tetap keras kepala, harga dirinya masih sangat tinggi. Dia bahkan menyatakan bahwa dia akan membeli mansion lamanya jika dia bangkit lagi nanti.

"Aku akan membangun sebuah kamar yang penuh dengan emas sebagai mas kawin untukmu."

Zi Xuan akhirnya menyerah. "Xiang Bo Yan, kau harus ingat itu. Jangan mematahkan janjimu sendiri atau kau tidak akan bisa bereinkarnasi."


Bo Yan hanya menanggapinya dengan diam sebelum kemudian meminta Zi Xuan untuk memainkan satu lagu untuknya. Sudah lama dia tidak mendengarkan permainan musiknya Zi Xuan. Baiklah, Zi Xuan pun mulai memainkan kecapinya seperti dulu.

"Kecapi berkualitas bagus dipasangkan dengan tangan pemain kecapi yang indah, tak ada bandingannya di dunia ini. Musik kecapi sangatlah indah, nomor satu dalam ranking musik. Hanya beberapa teman karib yang bisa menghargadi dan mengerti musik kecapi."

Itulah kata-kata terakhir Bo Yan sebelum kemudian dia menghembuskan napas terakhirnya, dan seketika itu pula salah satu senar kecapinya Zi Xuan putus.


Shock, Zi Xuan langsung menerobos masuk dan langsung menangis histeris mendapati Bo Yan sudah tidak bernyawa lagi.

Li Xian prihatin melihat mereka. "Pria sebaik dan berbakat seperti itu, tapi kenapa...?"

"Takdir manusia tidaklah pasti."

"Kalau dia sudah mati, lalu siapa yang kita lihat sebelumnya?"

"Lihat saja sendiri."

Dalam keputusasaannya, Zi Xuan akhirnya nekat menggunakan kekuatan batu gioknya pada Bo Yan. "Kau tidak boleh mati, kau tidak boleh mati. Kau akan memberiku mas kawin berupa ruangan yang penuh dengan emas. Kau tidak boleh mati, kau tidak boleh mati!"

Dan seketika itu pula, mata Bo Yan terbuka dan hidup lagi.

Bersambung ke episode 3

1 komentar: