Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 27 - 2

 Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 27 - 2

Di rumah sakit, Dokter tetap tidak menyarankan Leng untuk melakukan operasi itu. Mereka benar-benar butuh persiapan matang untuk mengeluarkan benda itu dari jantungnya Leng.


Leng tidak mau menunggu, dia tidak punya banyak waktu. Kalau dokter tidak mau mengoperasinya, maka dia akan mencari dokter lain. Dokter tak yakin, dia yang seorang spesial cardiology saja tidak berani, dokter mana yang akan berani mengambil resiko.

Tepat saat itu juga, tiba-tiba Prof Gao muncul dan menawarkan diri untuk melakukan operasi itu untuk Leng. Dokter terkejut melihatnya datang, katanya Prof Gao sedang berada di Amerika.

Prof Gao mengaku kalau dia kembali atas undangan seseorang yang tak bisa dia tolak... yang tak lain adalah Jiang Xue. Dia mengklaim kalau dia sudah tidak menyukai Leng lagi. Tapi sebagai seorang teman, dia tetap harus membantu Leng di saat kritis seperti ini.

Kalau operasinya berhasil, Leng harus ingat untuk mentraktirnya makan malam. Leng senang, terima kasih. Dokter, Prof Gao dan Leng lalu keluar untuk membicarakan detil operasinya.


Berduaan dengan Jiang Xue, Lie sontak memprotes sikap Jiang Xue yang malah membantu Leng. Dia saja sedang memikirkan cara untuk menghentikan Leng. Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang buruk?

Jiang Xue menegaskan kalau dia juga ingin Leng selamat. Bagaimanapun, dia pernah mencintai Leng. Lie tidak perlu khawatir, dia sudah berkonsultasi dengan Prof Gao. Mereka tidak akan mengeluarkan benda itu secara paksa.

Lie tahu sendiri bagaimana Leng. Sekali dia membuat keputusan, takkan ada yang bisa mengubahnya. Karena Leng sudah bertekad bulat, makanya mereka harus mencari seseorang yang bisa dipercaya. Lie lega mendengarnya, sungguh tak disangka kalau Jiang Xue bisa sangat membantu di saat kritis seperti ini.

"Aku sangat memesona saat aku tidak dimabuk cinta." Ujar Jiang Xue narsis.

Tiba-tiba Lie mendapat telepon dari Xiao Qi. Lie pun pamit dan menitipkan Leng pada Jiang Xue. Jangan khawatir, Jiang Xue janji akan menghubungi Lie jika terjadi sesuatu.


Tak lama kemudian, Lie menemui Xiao Qi di pantai. Xiao Qi langsung mencecarnya karena Lie membawanya ke bar dan menyerahkannya pada Leng. Canggung, Lie beralasan kalau dia tidak tahu kakaknya ada di sana malam itu. Ah sudahlah, apa Lie melihat peliharaannya yang ada pada Leng.

"Kura-kura itu? Tentu saja! Dia keren abis!"

"Keren abis?"

"Err... maksudku, Xiao Bu itu sangat imut."

"Apa dia sedang menyandera Xiao Bu-ku untuk mengancamku?"

"Tentu saja tidak. Sejak dia mengingatmu, dia sudah punya rencana besar."

"Rencana untuk apa? Aku kan sudah mengahpus semuanya, aku tidak mengharapkannya kembali."

"Kau itu keras kepala di mulut doang."


Xiao Qi heran mendengarnya. Apa jangan-jangan Leng sudah tahu kalau dia alien? Lie mengakuinya, tapi dia tidak pernah bilang apa-apa loh. Xiao Qi kesal. Ini salah parfum hormon itu! Apa saja yang sudah dia katakan pada Leng? Kenapa dia tidak bisa mengingat apapun? Xiao Qi harus bertemu Leng sekarang juga, di mana Leng? Lie galau, bingung apakah harus memberitahu Xiao Qi atau tidak.

"Kenapa kau melihat ke arah lain? Kau juga ingin menipuku? Padahal kau teman baikku yang terakhir."

Teringat ucapan Leng semalam tentang cinta dan kebohongan, Lie akhirnya memutuskan untuk jujur pada Xiao Qi. Sontak saja Xiao Qi lari ke rumah sakit begitu mendengar Leng sedang operasi.


Tapi lari benar-benar menguras banyak energinya hingga Xiao Qi terjatuh lemas di tengah jalan. Lie cemas melihatnya, jadi kakaknya benar, kondisi Xiao Qi benar-benar parah. Operasi itu memang perlu dilakukan.

"Yang paling kucemaskan adalah Xiao Bu. Dia selalu ingin alat isyarat itu. Sekarang dia menawarkan komunikasi dengan Fang Leng, dia pasti sudah merencanakannya."

"Maksudmu, kura-kura itu akan menyakiti kakakku?"

"Demi menyelamatkanku, kemungkinan besar dia akan menyakiti Fang Leng."


Mendengar itu, Lie langsung saja menggendongnya ke ruang tunggu operasi di mana Jiang Xue sedang menunggu dengan cemas. Xiao Qi langsung berusaha menyalurkan kekuatannya ke pintu untuk mencari tahu apa yang terjadi dan sontak panik  berusaha membuka pintunya, tapi gagal.

Melalui kekuatan telepatinya, Xiao Qi berusaha memohon pada Xiao Bu untuk tidak menyakiti Leng. Tapi Xiao Bu mengabaikannya, Xiao Qi jadi makin panik luar biasa.

Parahnya lagi, Xiao Bu tiba-tiba menghentikan waktu lalu mulai menggunakan kekuatannya pada jantungnya Leng. Alat itu hampir saja keluar, tapi Xiao Bu mendadak tergganggu gara-gara Xiao Qi yang terus memohon-mohon padanya.


"Dasar bodoh. Padahal sebentar lagi selesai. Xiao Qi, apa kau ingat saat kia pertama kali mendarat di bumi? Kita datang ke dunia ini hanya untuk mengagumi matahari bumi, dan mengumpulkan buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan bumi demi keberagaman spesies planet kita. Kalau kita beruntung, mungkin kita bisa melihat aurora. Kita tidak pernah mengharapkan kisah cinta di bumi. Tapi lihatlah kau sekarang, menangis dan mengeluh. Memalukan kalau kau kembali nanti. Kau pikir aku akan menyerah seperti ini saja? Tidak akan! Aku harus mengeluarkan alat isyarat itu biar kau bisa pulang dan mempermalukan dirimu sendiri. Tapi, aku akan berusaha yang terbaik untuk melindunginya. Bahkan sekalipun aku harus mengorbankan diriku sendiri."

Xiao Bu pun kembali mengerahkan segenap kekuatannya pada jantungnya Leng. Alat isyarat itu pun mulai bergerak... hingga akhirnya dia alat isyarat itu pun keluar dan darah mengalir dari mulut Leng, tapi dengan cepat Xiao Bu menyerap sakitnya Leng hingga Xiao Bu kehilangan kekuatannya sendiri.


Leng tersadar tak lama kemudian dan tercengang melihat alat isyarat itu sudah keluar dari tubuhnya, sementara dia sendiri baik-baik saja. Waktu akhirnya berjalan normal kembali.

Lie hendak menyeret Xiao Qi keluar. Tapia tepat saat itu juga, Prof Gao keluar dari ruang operasi dengan membawa nampan berisi Xiao Bu. Leng menyuruhnya untuk memberikan ini pada Xiao Qi. Sekarang Xiao Qi boleh pulang.

Tapi tentu saja Xiao Qi masih sangat khawatir dan bersikeras mau melihat keadaan Leng. Prof Gao dengan cepat mencegahnya karena Leng sendiri tidak mau melihat Xiao Qi.

Saat Xiao Qi terus berusaha memohon-mohon, Jiang Xue mendadak bersikap kasar, membentaknya dan mengusirnya. Gara-gara Xiao Qi, Leng harus terus-menerus keluar-masuk rumah sakit. Apa tamparannya waktu itu masih belum cukup untuk menyadarkan Xiao Qi?!

"Bawa milikmu ini dan enyahlah sekarang juga!" Sentak Jiang Xue.


Lie tidak terima dengan sikap kasar Jiang Xue. Xiao Bu memberitahu Xiao Qi kalau Leng baik-baik saja, Xiao Qi tidak usah khawatir. Xiao Qi akhirnya bisa tenang lalu membawa Xiao Bu pulang.

Setelah beberapa saat, Dokter akhirnya mengizinkan mereka menemui Leng. Tapi Jiang Xue yang akhirnya bisa tenang, memutuskan untuk langsung pamit tanpa melihat Leng. Dia sudah janji untuk melepaskan Leng, lagipula bukan dia yang ingin Leng temui.

"Kalau kau tahu itu, lalu kenapa kau tadi sangat arogan?" Heran Lie.

Jiang Xue menjelaskan kalau dia sebenarnya tidak bermaksud menjahati Xiao Qi. Dia hanya ingin Leng cepat sembuh. Xiao Qi adalah penyakitnya Leng, Leng tidak akan sembuh kalau Xiao Qi masih di sini.

Lie yakin kalau Jiang Xue sendiri belum sembuh dari penyakit cintanya. Jika tidak, Jiang Xue pasti tidak akan datang membantu Leng.

"Bukankah kau sama saja?"

Lie langsung terdiam canggung mendengarnya. Geli, Jiang Xue langsung gemas mengacak-acak rambut Lie dan mendoakan semoga mereka berdua bisa segera sembuh dari penyakit cinta masing-masing.

Bersambung ke part 3

2 komentar: