Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 27 - 3

 Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 27 - 3

Setelah Jiang Xue pergi, Lie langsung menggerutui kebodohan Leng. Xiao Qi bilang kalau kura-kura itu sudah lama berniat mau membunuh Leng. Leng geli mendengarnya, mana mungkin, nyatanya dia masih hidup sehat walafiat.


"Aku hanya bisa mempercayainya. Setelah melalui beberapa kegilaan, akhirnya aku memenangkan pertaruhan."

"Iya deh, kau menang. Xiao Qi juga sudah pulang. Apa kau puas sekarang? KIta tidak akan pernah bertemu lagi dengannya."

Jantung Leng mendadak sakit memikirkan hal itu. "Tidak masalah tidak bisa bertemu dengannya lagi. Setidaknya aku tahu dia masih hidup di suatu tempat."


Berusaha membujuk Xiao Bu untuk keluar dari cangkangnya, Xiao Qi janji tidak akan memukulnya ataupun memarahinya, dia justru akan memuji Xiao Bu karena sudah berhasil mengeluarkan alat isyaratnya.

Tapi begitu Xiao Bu keluar dari cangkangnya, Xiao Qi sontak menepuk ringan kepala Xiao Bu sambil merutukinya. Xiao Bu kesal, Xiao Qi tidak memenuhi janjinya. Dasar licik kayak manusia bumi.

"Bukankah kau sama saja? Kau menipu Fang Leng untuk melakukan operasi."

"Lihatlah. Kita berdua sekarang pintar menipu. Kita sudah ternodai oleh bumi. Cepat tekan alat isyaratnya. Segalanya akan baik-baik saja setelah kita pulang."


Tapi Xiao Qi ragu. Jika dia menekan alat ini, bisakah mereka kembali ke bumi? Xiao Bu mengingatkan bahwa mereka mengalami malapetaka karena tidak semestinya mereka berada di sini. Apa Xiao Qi mau menunggu sampai energinya terkuras habis?

"Tapi aku belum mengucap selamat tinggal padanya."

"Dia bahkan tidak ingin melihatmu. Tidak perlu mengucap selamat tinggal sekarang. Tekan saja. Pesawat luar angkasanya kan butuh waktu untuk sampai kemari."


Xiao Qi tidak mau, dia harus menemui Leng untuk yang terakhir kalinya dan langsung melesat kembali ke rumah sakit. Tapi setibanya di sana, dia malah diberitahu kalau Leng baru saja keluar, mungkin Leng masih ada di bawah.

Xiao Qi langsung lari mengejar Leng tepat saat Leng dan Lie hendak pergi. Dia berusaha meminta Lie buka pintu mobilnya, tapi Leng memerintahkan Lie untuk jalan saja. Lie terpaksa menuruti Leng. Tapi, memperlakukan Xiao Qi seperti ini, apa tidak terlalu kejam?

"Kalau tidak salah, kecepatan seperti ini sama sekali tidak berarti baginya. Dia bisa menghentikan waktu dan mengejar mobil kita dengan kecepatan cahaya. Tapi lihatlah dia sekarang. Dia bukan Chai Xiao Qi yang dulu. Dia bisa berhenti seperti ini jika dia pulang."

"Dia mencemaskanmu."

"Salah satu dari kami, harus ada yang mau berkorban lebih dulu. Biarkan saja dia membenciku."

 

Tepat saat itu juga, teleponnya Lie berbunyi dari Xiao Qi. Tapi Leng melarangnya mengangkat telepon itu. Akhirnya Xiao Qi mengirim pesan, mengancam Leng untuk datang ke jembatan Renmin atau dia akan membuang alat isyaratnya ke sungai.

"Jawab saja. Kalau dia benar-benar membuangnya, segalanya sia-sia."

"Serahkan saja padaku. Aku punya rencana."


Xiao Qi mondar-mandir gelisah menunggu kedatangan Leng di jembatan. Orang-orang berlalu lalang, tapi tetap saja Leng tak kunjung datang. Xiao Qi menangis saat tiba-tiba saja yang dia tunggu-tunggu akhirnya datang juga.

Xiao Qi sontak memukulnya dengan berlinang air mata. "Kukira aku dicampakkan. Kenapa kau atidak membalas pesanku? Kenapa kau menolak bertemu denganku? Kalau saja aku tidak mengancammu dengan alat isyarat, kau pasti akan tetap menghindariku, kan?"

Leng langsung menarik Xiao Qi ke dalam pelukannya dan meminta maaf. Segalanya terjadi begitu tiba-tiba, jadi dia butuh waktu. Dan sekarang dia memutuskan untuk menghormati hubungan mereka, menghargai saat-saat kebersamaan mereka. Bahkan sekalipun waktu mereka hanya tinggal satu hari atau satu detik, dia akan tetap menghargai hari itu atau satu detik itu.

"Lagipula seumur hidupku aku tidak akan membuka hatiku untuk wanita lain."

Xiao Qi terharu. "Apa masih sakit?"

"Tidak. Bagaimana denganmu? Apa yang kau pikirkan?"

"Aku... tidak mau pergi. Aku pasti tidak akan kembali kalau aku pergi."


Xiao Qi beralasan bahwa luar angkasa sedang kacau belakangan ini, sulit untuk melakukan perjalanan luar angkasa. Lagipula Xiao Qi sudah cukup umur sekarang, sistem di planetnya akan menjodohkannya dengan seorang partner dan memaksa mereka untuk menikah. Leng tidak setuju, Xiao Qi bisa mati kalau tetap tinggal di sini.

"Yah mati saja." Santai Xiao Qi.

Di bumi ada seekor makhluk bernama mayfly yang lahir pada pagi hari dan mati sebelum matahari terbit. Setiap bagian dari tubuh mereka diciptakan demi cinta. Mulut mereka memburuk dan perut mereka penuh dengan gelembung, tapi itu supaya mereka bisa terbang. Mereka hanya makan makanan cair dan hanya punya waktu satu hari untuk hidup. Di siang harinya, mereka hanya punya satu misi, mencari pasangan untuk berkembang biak. Setelah itu, mereka akan mati dengan damai.

"Mereka terlahir demi cinta dan berakhir dengan cinta. Bolehkah aku menjadi mayfly-mu?"

Berusaha menahan emosinya, Leng meyakinkan Xiao Qi bahwa mereka akan selalu bersama. Bahagia, Xiao Qi berterima kasih pada alat isyaratnya yang telah mempertemukannya dengan Leng. Tapi sekarang, dia sudah tidak membutuhkan alat ini lagi.


Xiao Qi sontak melayangkan tangannya untuk melempar alat itu ke sungai... saat tiba-tiba saja Leng menangkap tangannya. Dia dengar dari Xiao Bu bahwa alat isyarat ini bisa dihidupkan dengan cara ditekan, dan dia langsung memaksa jarinya Xiao Qi untuk menekan alat itu. Seketika itu pula sinar biru mencuat ke atas langit.

"Kau membohongiku!"

"Aku lebih suka kau membenciku daripada harus melihatmu mati Xiao Qi."

"Kau kejam."

"Memang, karena aku manusia. Berbohong dan egois, semua itu sifat alami manusia. Kami bisa menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan kami. Maaf."

"Tapi, bukankah cinta juga sifat alami? Apa kau benar-benar mencintaiku? Atau kau mencintaiku karena alat isyarat? Sekarang karena alat isyaratnya sudah dikeluarkan, jadi kau sudah tidak membutuhkanku lagi."


Leng memberitahu Xiao Qi bahwa cinta itu memiliki nama lain, yaitu 'membantumu'. Apa Xiao Qi ingat saat mereka pertama kali bertemu? Xiao Qi bilang kalau dia seperti bidadari yang turun dari kayangan. Xiao Qi yang Leng kenal adalah Xiao Qi yang selalu ceria dan ceroboh, dan bukannya Xiao Qi yang lemah dan rapuh seperti ini.

"Karena itulah aku ingin kau pulang kembali ke planetmu. Di sana kau akan terlahir kembali." Ucap Leng lalu mencium lembut Xiao Qi, sebelum kemudian dia mengakhirinya dengan berlinang air mata.


Memaksa Leng untuk menatap matanya, Xiao Qi meyakinkan bahwa mereka masih punya sedikit waktu sebelum pesawat ruang angkasanya datang. Sebelum itu, bisakah Leng berjanji satu hal padanya. Dia ingin memulihkan bank memorinya Leng.

"Mari kita saling jatuh cinta lagi."

Leng setuju, dan mereka pun berpelukan dengan penuh haru.

Bersambung ke episode 28

3 komentar: