Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 19 - 3

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 19 - 3

Leng jadi cemas, tapi Xiao Qi ngotot kalau dia baik-baik saja lalu menuang gelas kedua. Kali ini, dia bersulang demi kesuksesan Leng. Leng berusaha menghentikannya, tapi Xiao Qi masih saja ngotot mengklaim dirinya tidak mabuk.


Dia bahkan mencoba membuktikan klaimnya padahal jelas-jelas jalannya sempoyongan. Apa Leng tahu, dia datang kemari hanya karena dia butuh jantungnya Leng berdetak untuknya sekali lagi. Sekali lagi saja.

"Kenapa?"

"Karena kau adalah Fang Leng. Kau satu-satunya harapanku."

"Bagaimana dengan Fang Lie?"

"Dia berarti sesuatu yang lain bagiku. Kau mau minum atau tidak?"

"Kalau aku minum, maka takkan ada seorang pun yang bisa mengantarkanmu pulang nanti."

 

Xiao Qi tiba-tiba saja menarik dasinya Leng sehingga Leng terjatuh menimpanya. Xiao Qi seketika berkaca-kaca dan menggerutui Leng. Kenapa Leng selalu mengacaukan semua rencananya? Kenapa Leng selalu membulinya?

"Apa kau tahu persiapan apa yang kulakukan demi mengontrol diriku sendiri sebelum menemuimu? Kau tidak tahu apa-apa."

"Apa kau menangis demi aku?" Leng sedih melihat air matanya.

Seketika itu pula cahaya biru kembali berpendar dari dalam jantung Leng dan Xiao Qi bisa merasakan debarannya jantungnya. Xiao Qi sadar kalau hati Leng masih mengenalinya.

"Bolehkah aku menyanjung diriku sendiri dengan berpikir kalau kau mencintaiku? Walaupun kalian para manusia bisa memiliki banyak kekasih dalam hidup kalian dan aku... salah satu di antara mereka?"


Terpesona, Leng semakin mendekat untuk menciumnya. Tapi saat Xiao Qi menyentuh d~~anya, tiba-tiba saja Leng merasakan sakit yang luar biasa hingga dia pingsan. Xiao Qi sontak panik dan cemas.

Xiao Qi pun bergegas melarikannya ke rumah sakit. Dokter tanya bagaimana riwayat medis pasien, apa dia menderita stimulasi tertentu?

"Aku mungkin sudah menstimulasi jantungnya, apa dia akan baik-baik saja?" panik Xiao Qi.

"Mungkin dia butuh operasi. Apa kau keluarganya?"

"Iya... Err, bukan."

"Kalau begitu, segera hubungi keluarganya. Kita tidak boleh menunggu lama."


Maka Xiao Qi pun segera menghubungi Lie. Cemas, Lie bergegas pergi ke rumah sakit sambil menghubungi ayahnya. Jiang Xue yang pertama tiba di rumah sakit begitu mendapatkan berita itu dan langsung ngamuk saat Xiao Qi mengaku bahwa dia tak sengaja melukai Leng.

Tuan Fang dan Ibu Tiri datang tak lama kemudian, Xiao Qi sontak memohon maaf dengan penuh rasa bersalah. Dia sungguh tidak tahu kalau akan jadi begini.


Dokter akhirnya keluar dari ruang operasi dan memberitahu mereka bahwa mereka menemukan sebuah pecahan asing di dalam jantungnya Leng. Masalahnya, benda itu terletak di tempat yang sulit sehingga terlalu beresiko jika dikeluarkan. Karena itulah, Dokter menyarankan mereka untuk bersiap menghadapi yang terburuk.

Ibu Tiri nyinyir, ternyata uang saja tidak cukup yah bagi Xiao Qi, sekarang dia mau membunuh Leng? Xiao Qi tak percaya kalau Leng akan mati, Leng cukup kuat untuk bertahan hidup. Kesal, Tuan Fang memperingatkan bahwa Xiao Qi tidak boleh lagi mendekati Leng mulai sekarang. Jiang Xue pun geram mengusir Xiao Qi.


Xiao Qi akhirnya hanya bisa menangis tak berdaya di luar. Lie baru datang saat itu dan penasaran, apa yang terjadi sebenarnya?

"Dia mungkin akan mati. Apa kau percaya, akulah yang membunuhnya. Apa yang harus kulakukan?"

"Itu tidak mungkin. Katakan saja semuanya, apa sebenarnya yang terjadi dengan kakakku?"

"Entahlah, aku hanya ingin mendapatkan alat isyaratnya. Aku tidak bermaksud menyakitinya, tapi dia tiba-tiba saja pingsan. Apa yang harus kulakukan?"

Prihatin, Lie meyakinkannya untuk berhenti menangis. Kakaknya pasti akan baik-baik saja. "Aku tidak akan membiarkan kakakku mati. Aku akan mencari dokter terbaik, mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan nyawanya. Aku janji padamu. Kau dengar aku? Aku akan membantumu menyelamatkannya."

"Selamatkan dia. Selamatkan dia sekarang."


Lie langsung lari ke ruang operasi. Tapi Ibu Tiri tiba-tiba mencegahnya mendekat dan berbisik memperingatkan Lie untuk bersikap hati-hati pada ayahnya. Sekarang karena Leng sekarat, hanya Lie satu-satunya harapan keluarga Fang dan perusahaan mereka akan menjadi milik Lie seorang. Makanya Lie harus bersikap hati-hati dan pastikan ayahnya akan memberikan perusahaan pada Lie.

Lie tak percaya mendengarnya, bisa-bisanya Ibu memikirkan masalah itu di saat seperti ini. Mengabaikan ibunya, Lie memberitahu Tuan Fang bahwa dia sudah bicara pada pihak rumah sakit, mereka akan memanggil para ahli terbaik untuk menangani Leng.


Setelah beberapa lama, Dokter akhirnya keluar dan memberitahu bahwa Leng masih hidup. Tapi situasinya masih agak aneh. Jika Leng berhasil melewati malam ini, maka dia akan selamat.

Dokter berkata bahwa penyakitnya Leng ini dikarenakan kecelakaan mobilnya yang dulu. Sedangkan pecahan itu, jika diambil, takutnya itu akan mengancam nyawanya. Jadi satu-satunya yang bisa mereka lakukan sekarang adalah membuat kondisinya tetap stabil.

"Apakah dia akan sadar atau tidak, itu tergantung pada kemauan hidupnya sendiri."

Jiang Xue sontak emosi mau melabrak Xiao Qi lagi, Lie sontak mencegahnya dan mengingatkannya akan kata-kata dokter barusan. Sakitnya Leng sama sekali tidak ada hubungannya dengan Xiao Qi.

"Kau masih membelanya? Apa kau sudah gila?!"

Tuan Fang dengan cepat menyela mereka dan menegaskan bahwa mereka tidak boleh asal mengambil keputusan sebelum Leng siuman. Dia menyuruh Jiang Xue pulang saja dulu, orang tuanya pasti cemas.


Xiao Qi masih ada di luar saat mereka keluar. Jiang Xue langsung kesal menyalahkannya lagi, tapi Lie dengan cepat menyela dan menyuruhnya pulang saja.

Lie memberitahu Xiao Qi kalau Leng sudah selamat, tapi kondisinya masih dalam bahaya. Entah apakah dia bisa bangun atau tidak, mereka baru bisa mengetahuinya setelah melewati malam ini.

Leng sungguh menyesal, ini salahnya. Pasca kecelakaan mobilnya waktu itu, semua orang tahu dia terluka sangat parah, tapi Leng pura-pura baik-baik saja. Setiap hari Leng selalu sibuk bekerja sehingga seiring berjalannya waktu, mereka semua mengira kalau dia sudah membaik. Tapi ternyata Leng tidak sekuat dugaan semua orang.

"Aku akan menyelamatkannya."

Tapi tentu saja Lie tidak nyambung maksudnya, mereka sudah melakukan berbagai cara dan sekarang mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.

"Aku tidak boleh membiarkannya mati. Aku harus menyelamatkannya!"

Xiao Qi mau masuk lagi, tapi Lie cepat mencegahnya, "apa yang akan kau lakukan?"

"Dia terluka karena aku. Setiap kali aku berpikir dia terbaring di sana seorang diri, tak ada seorang pun yang menolongnya, tak ada seorang pun yang bersamanya, rasanya seperti ada batu besar mengganjal di hatiku. Fang Lie, bisakah kau bantu aku menemuimu? Satu kali saja. Kumohon."

 

Prihatin, Lie akhirnya setuju membantunya dan berusaha membujuk Tuan Fang untuk pulang saja, biar dia yang menjaga Leng. Dia janji akan segera mnenghubungi Tuan Fang jika Leng bangun nanti.

Ibu Tiri setuju. Kalau sampai Tuan Fang sakit juga, perusahaan bisa kacau. Tuan Fang akhirnya mengalah. Sekarang karena Lie sudah dewasa, Tuan Fang mengandalkannya sepenuhnya. Ibu Tiri terharu mendengarnya.


Keadaan aman, Xiao Qi akhirnya punya kesempatan untuk menyelinap masuk ke kamarnya Leng. Lie mengingatkan Xiao Qi bahwa dia hanya akan melihat Leng lalu pergi sesuai janjinya tadi.

Yakin bahwa satu-satunya perasaan Xiao Qi terhadap Leng sekarang ini hanya rasa bersalah, Lie tanya apakah Xiao Qi akan melepaskan Leng setelah Leng sadar nanti? Canggung, Xiao Qi mengiyakannya dan berjanji tidak akan merepotkan Leng setelah dia siuman nanti. Lie pun keluar.


Xiao Qi benar-benar menyesal melihat Leng seperti ini. Kalau tahu Leng akan begini, dia pasti menyerah saja untuk mendapatkan alat isyaratnya.

"Apa kau tahu, saat mereka bilang padaku kalau kau sekarat, aku baru menyadari betapa pentingnya kau bagiku. Yang membuatku tetap di sini bukan alat isyarat... tapi kau." Xiao Qi semakin mendekatkan dirinya ke telinga Leng untuk membisikinya sesuatu.

Bersambung ke episode 20

4 komentar: