Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 25 - 3

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 25 - 3

Leng menyusul tak lama kemudian dan menemukannya termenung sedih menatap langit berbintang. Apa bintang-bintang itu begitu indah?


"Karena lampu-lampu kota, bintang-bintang terlihat redup."

"Kalau begitu ayo pulang. Anginnya sangat dingin, aku tidak mau kau sakit saat aku hilang ingatan. Kau tahu sendiri kalau aku tidak akan merawat orang asing."

"Apa yang harus kulakukan, aku ingin memiliki kekuatan supermu."

"Kekuatan super? Apa kau sedang berusaha melupakanku?"

"Aku merasa sedikit kacau sekarang ini. Ah sudahlah, aku kedinginan, ayo pulang."

Tapi Leng mendadak menariknya dan memeluknya erat. Dia tahu kalau dia menyakiti Xiao Qi saat dia hilang ingatan sebelumnya. Tapi bahkan sekalipun mereka saling melupakan satu sama lain, Leng yakin pada akhirnya mereka akan tetap bersatu.


Contohnya saja bintang-bintang di angkasa. Setiap bintang memiliki jalurnya masing-masing. Leng yakin massa dan gravitasi akan membawa Xiao Qi kembali padanya berkali-kali. Jadi sebaiknya Xiao Qi berhenti berpikir berlebihan.

"Tapi beberapa bintang menjadi serpihan jika mereka keluar dari jalur mereka. Jika aku menghilang dari bumi, mungkin aku akan menghilang dari seluruh jagat raya."

"Aku sungguh tidak mengerti apa sebenarnya yang ada di pikirannya."

"Maaf."

"Akulah yang harus minta maaf. Tidak seharusnya aku membawamu menonton film itu, dan tidak seharusnya aku memaksamu untuk menghadapi masalah di antara kita."

"Tapi, kita memang harus menghadapinya. Aku tidak berpikir berlebihan, aku hanya takut kehilanganmu. Aku takut saat kau tidak ada di sisiku. Aku takut."


"Percaya dirilah. Mungkin saja suatu hari aku melupakanmu, tapi begitu aku melihatmu, aku akan jatuh cinta padamu pada pandangan pertama dan tergila-gila padamu. Tersenyumlah, tersenyumlah. Kau sangat cantik saat tersenyum. Jangan takut lagi."

"Kalau begitu, maafkan aku jika aku tamak untuk meminta satu hal lagi. Aku menginginkan kenangan kita, bisakah kau memberiku kunci ke bank memorimu?"

Leng setuju. Xiao Qi pun langsung memeluknya dengan mata berkaca-kaca. "Terima kasih karena kau membuatku tahu tentang cinta."

 

Keesokan harinya, Dokter Zhang mengantarkan Xiao Qi ke bank memorinya Leng. Untuk membuka pintu pertama, memerlukan sebuah kartu yang dimiliki Dokter Zhang.

Tapi untuk membuka pintu kedua, ternyata Xiao Qi bisa mengaksesnya sendiri hanya dengan scan iris matanya pada kamera karena data iris mata Xiao Qi sudah direkam ke dalam sistem mereka. Mereka sekarang memperketat keamanan karena sistem mereka pernah diretas.

Xiao Qi tercengang melihat banyaknya kenangannya bersama Leng. Dokter Zhang berkata bahwa semua ini belum semuanya, hanya sebagian saja. Xiao Bu yang ada di dalam sakunya Xiao Qi, langsung mendesak Xiao Qi untuk bertindak sekarang juga, masukkan virus itu ke dalam sistem.

Dengan hati-hati Xiao Qi berusaha memasang USB-nya. Tapi bahkan sebelum dia sempat melakukan apapun, Dokter Zhang mendadak mengajaknya keluar untuk menemui Leng. Gagal sudah rencana Xiao Qi.


Mereka datang saat Leng tengah mengemasi barang-barangnya. Tiba-tiba saja Ibu Tiri dan Manajer Kang muncul dengan membawa dua orang pegawai, sudah tidak sabaran ingin segera menendang Leng dari kantor ini sambil nyinyir.

Jelas saja pemandangan itu langsung menarik perhatian para pegawai lain. Ibu Tiri bahkan langsung memerintahkan para pegawai itu untuk memindahkan mejanya Leng ke kantornya Lie, toh Leng tidak akan memakainya lagi mulai sekarang.

Xiao Qi heboh sendiri berusaha menghentikan para pegawai itu. Tapi Leng santai saja menghibahkan meja itu untuk Ibu Tiri. Karena Ibu Tiri sudah lama iri dengan meja ini, kenapa tidak sekalian saja ambil kursinya.

Para pegawai itu langsung berusaha mengambil semua barang-barangnya Leng termasuk papan namanya, tapi Xiao Qi tidak terima dan terus berusaha menghentikan mereka. Saat papan nama Leng terjatuh, Xiao Qi berniat memungutnya, tapi Ibu Tiri dengan kejinya menginjak papan nama itu.

Leng tidak terima Xiao Qi diperlakukan seperti itu dan langsung menarik Xiao Qi. "Aku menghormatimu hanya karena kau tetua, jangan terus memaksa."


Lie datang saat itu dan sontak protes tak senang atas sikap ibunya di hadapan banyak. Tapi tentu saja justru karena ada banyak orang, makanya Ibu Tiri ingin tahu pada siapa Lie berpihak.

Leng dengan cepat menyela dan mengajak Lie bicara berdua dengannya di ruang kosong. Lie protes tak senang dengan sikap Leng tadi, bagaimanapun dia ibu mereka, tidak bisakah Leng memperlakukannya dengan lebih baik.

"Karena itulah aku memanggilmu kemari. Aku perlu mengetahui sesuatu."

"Apa?"

"Sebentar lagi akan hujan. Aku sedang berpikir bagaimana cara membuat Xiao Qi bahagia."

"Jadi kau memanggilku kemari cuma karena itu?"

"Aku sangat mencintai Xiao Qi. Tapi masalah hobinya, kurasa kau jauh lebih mengerti. Makanan apa, parfum apa..."


"Kau pikir itu penting? Seenak apapun makanannya, sebagus apapun tempatnya, tapi yang selalu dia pikirkan hanya kau seorang."

Orang bilang bahwa hanya cinta yang kita butuhkan. Jadi Xiao Qi akan bahagia asalkan bersama Leng. Sungguh. Jika tidak, kenapa juga Lie menyerah.

"Akhirnya."

"Jika tidak, haruskah aku mencuri istri kakakku saat dia hilang ingatan?"

Jangan khawatir, Lie akan membantu menjelaskan pada Xiao Qi. Dia juga tidak ingin Xiao Qi merasa dipermalukan di antara mereka.

Mengalihkan topik ke masalah perusahaan, Leng menyuruhnya untuk menghubungi Asisten Han kalau ada apa-apa di perusahaan. Biarpun Lie dibantu oleh Manajer Kang, tapi ada beberapa hal yang tidak diketahui oleh Manajer Kang.

"Baiklah, aku tahu. Cepatlah sembuh, aku pergi."


Xiao Qi diam-diam mendatangi bank memori itu lagi. Tapi masalahnya, dia tidak punya akses untuk membuka pintu pertama. Pintu pertama itu hanya bisa diakses dengan kartu eksekutif senior.

Dia berusaha menyuruh Xiao Bu untuk melakukan sesuatu, tapi tiba-tiba saja Lie muncul di sana. Lie ingin mengajaknya pergi, tapi Xiao Qi mendadak punya ide begitu melihat kartunya Lie.

Dia langsung membujuk Lie untuk membantunya mengakses tempat itu dengan menggunakan kartunya. Tapi Lie menolak, ini ruang pribadinya Leng. Biarpun sekarang dia jadi CEO pengganti, tapi dia tidak bisa seenaknya masuk ke tempat itu tanpa seizin Leng.

Xiao Qi berusaha memohon-mohon, tapi Lie tetap teguh dengan pendiriannya. Kalau Xiao Qi ingin masuk situ, dia bicara langsung saja pada Leng. Leng pasti akan mengizinkannya.


Jelas Xiao Qi tidak akan melakukan itu. Yah sudah, akhirnya dia memutuskan untuk berusaha sendiri, siapa tahu kekuatan supernya masih bisa digunakan.

Xiao Qi pun mulai mengumpulkan kekuatan lalu melesat ke pintunya... dan langsung terpental dengan cukup keras hingga dahinya mengeluarkan darah biru yang jelas saja membuat Lie shock.

"Kenapa darahmu biru?"

Bersambung ke episode 26

Post a Comment

2 Comments

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam