Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 18 - 3

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 18 - 3

Tak gentar sedikitpun, Xiao Qi akui kalau dia memang menerima uang dari Tuan Fang. Tapi hubungannya dengan Lie tidak seperti yang Jiang Xue tuduhkan padanya.


"Kalau kau ingin membuatku merasa tidak nyaman karena masalah ini, maka maaf, aku tidak punya waktu untuk memainkan permainan ini bersamamu. Silahkan makan sendiri, aku pulang"

Xiao Qi langsung pergi dengan penuh harga diri. Senang dengan reaksinya Xiao Qi itu, Lie langsung bergegas mengejarnya. Xiao Qi tidak mengerti kenapa Lie masih mengikutinya, dia kan pembohong.

"Aku mengikutimu... untuk mengucap selamat."

"Mengucap selamat?"

Tentu saja. Ayah dan ibunya Lie adalah pebisnis yang tajam. Sejak kecil, hanya dia seorang yang bisa menipu uang mereka (Pfft!). Sungguh tak disangka kalau Xiao Qi ternyata juga bisa melakukannya.

"Apa kau tidak berpikir kalau aku ini cewek mata duitan?"


"Mana mungkin. Kalau kau cewek mata duitan, maka aku harus menjadi orang kaya raya biar kau menyukaiku."

"Pfft! Kau orang baik. Sebenarnya aku tidak bermaksud mengambil uang itu dengan sengaja. Aku bingung bagaimana harus menjelaskannya padamu."

Xiao Qi tidak perlu menjelaskan padanya. Lagian Lie sudah sangat hapal dengan trik tipuannya Jiang Xue. Xiao Qi penasaran, apa Lie mengenal Jiang Xue dengan baik.

Bisa dibilang begitu, Leng juga sama saja dengan Jiang Xue. Kedua orang itu tidak akan rugi apapun, justru mereka-lah yang akan kalah karena mereka lebih lebih, jadi mending mereka berhenti saja.

"Baiklah. Aku akan mengontrol diriku sendiri."

"Xiao Qi, apa kau tidak kepikiran untuk mengubah hidupmu? Sekarang kan kau kaya."

"Mengubah hidup?"

"Shopping, shopping. Aku akan membawamu ke mall besok. Tas bisa menyembuhkan segalanya."


Leng langsung mengonfrontasi Jiang Xue, apa dia merasa sangat senang saat membuli Xiao Qi? Jiang Xue beralasan kalau dia hanya merasa tidak adiluntuk Leng. Xiao Qi pikir Leng itu apa? Dompet berjalan jangka panjang?

"Itu antara aku dengan dia. Kau tidak perlu ikut campur."

"Kau pacarku, tentu saja aku harus ikut campur."

Leng sinis mendengarnya, pacar? Kapan Jiang Xue akan berhenti memainkan permainan ini? Sebenarnya dia ingin berbaikan. Tapi apa yang Jiang Xue lakukan hari ini membuatnya merasa kalau Jiang Xue tidak pantas mendapatkannya.

"Demi Chai Xiao Qi?"

"Jangan sebut dia. Kami sudah tidak ada hubungan lagi dan dia juga tidak punya hubungan apapun denganmu. Aku pergi."

Jiang Xue sontak menggenggam tangannya, dia tidak akan melepaskan Leng. Butuh waktu lama baginya untuk bisa dekat dengan Leng lagi. Dia tidak mau hubungan mereka jadi seperti dulu.

"Kau investor terbaik dalam investasi bank, tapi kau kehilangan banyak prinsipmu padaku. Apa yang seharusnya kau lakukan sekarang ini, kau tahu jauh lebih baik daripada aku." Leng langsung melepaskan tangannya dan pergi meninggalkannya.


Keesokan harinya, Lie mengajak Xiao Qi shopping di mall dan memborong makeup setoko untuk Xiao Qi... dan juga tas-tas cantik dan sebuah dompet babi lucu yang sontak membuat Xiao Qi termenung sedih teringat saat Leng membawanya shopping dulu.

Dan seketika itu pula tiba-tiba membayangkan Leng muncul di hadapannya. Xiao Qi bahagia... sampai saat dia sadar kalau dia hanya bayangan dan Lie lah yang sebenarnya ada di hadapannya.


Lie ingin membawanya ke toko perhiasan juga, mau membelikannya berlian yang besar. Tapi Xiao Qi menolak, lagian berlian itu cuma zat karbon. Dan semua tas ini, semahal apapun semuanya, tapi semua itu tidak akan bisa mengubah hidupnya.

Termasuk makeup-makeup ini. Mau dipakai secantik apapun, jika tidak ada seorang pun yang mengaguminya, Xiao Qi tidak akan merasa bahagia.

"Haduh, Qiqi kecilku, terus apa maumu?"

"Bagaimana kalau kau mengembalikan semua ini? Aku tidak menginginkan uangnya. Ada kotak amal kan di mall? Donasikan semuanya ini." Xiao Qi langsung menyerahkan semua belanjaannya ke Lie lalu bergegas pergi.


Keesokan harinya, Xiao Qi berniat mau menghindari Leng. Tapi saat dia hendak masuk lift, dia malah melihat Leng ada di sana. Dia langsung urung naik lift itu, tapi Leng langsung mengusir para pegawai lainnya dan memerintahkan Xiao Qi masuk lift bersamanya.

"Kenapa menyembunyikan diri dariku?" Tanya Leng.

"Karena tadi banyak orang."

"Kalau begitu, mendekatlah padaku sekarang."

Tapi Xiao Qi malah cuma geser ke samping sampai Leng harus menariknya mendekat. "Apa aku begitu menyeramkan?"

"Ti-tidak."

"Lalu kenapa kau melakukan hal itu pada Jiang Xue seperti yang biasanya kau lakukan padaku?"

"Aku ingin saja. Tapi aku khawatir orang-orang akan mengetahui masalahmu."


"Aku tidak butuh kekhawatiranmu! Aku benar-benar ingin jaga jarak darimu sekarang. Setiap wanita yang putus denganku, begitu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka kami akan putus dengan cara baik-baik. Tapi kenapa kau berbeda? kenapa setiap kali dekat denganmu? Aku jadi seperti cowok sakit?"

Xiao Qi sontak menjauh dengan gugup, dia juga akan sakit kalau dekat-dekat dengan Leng. Tapi Leng malah semakin mendekat dan menantang Xiao Qi untuk menatap matanya. Memantapkan hatinya, Xiao Qi langsung saja menerima tantangannya dan balas menatapnya.

Leng yakin dia tidak mungkin menyukai wanita seperti Xiao Qi. "Aku akan melihat masa lalu kita melalui matamu. Baik atau buruk, aku ingin mengetahui semuanya.


Leng bergerak semakin mendekat dan seketika itu pula tangan Xiao Qi refleks mencetuskan arus listrik. Dia sontak panik mendorong Leng. Dia bisa kehilangan kontrol setiap kali Leng dekat-dekat dengannya.

Tak sengaja tangannya menyentuh dinding lift dan otomatis arus listrik dari tangannya itu mengalir ke sistem listrik pusat, dan seketika itu pula listrik di seluruh gedung itu bermasalah... sebelum kemudian membuat lift yang mereka tumpangi terjun bebas dari lantai 40.


Cemas, Leng langsung mendekap Xiao Qi. Tapi Xiao Qi langsung mendorongnya dan berusaha menyelamatkan mereka dengan menyalurkan kekuatannya melalui lantai lift.

Tapi kekuatannya entah mengapa jadi semakin melemah walaupun dia berhasil membuat lift-nya berhenti. Tapi dia sadar itu tidak akan berlangsung lama dan langsung berusaha menyuruh Leng untuk segera keluar dari sini dan menyelamatkan dirinya sendiri.

Dia tidak bisa mengontrol dirinya lebih lama lagi, lift ini akan segera terjun bebas. Leng langsung menelepon Asisten Han dan menyuruhnya untuk segera mengatasi masalah ini.

Asisten Han sendiri sudah berada di ruang mesin bersama para teknisi dan meyakinkan Leng untuk tidak cemas. Tapi para teknisi benar-benar bingung. Tidak ada yang salah dengan mesinnya, tapi kenapa mesinnya tidak bekerja.


Leng benar-benar cemas melihat Xiao Qi, apa Xiao Qi phobia ruang sempit? Dia berusaha memakaikan jasnya pada Xiao Qi, tapi Xiao Qi terus melawannya dan menyuruhnya pergi. "Aku terkutuk. Aku akan menghancurkanmu."

Tapi Leng tak peduli. "Bahkan sekalipun kau kutukanku, aku akan menjadi bintang keberuntunganmu. Aku tidak akan mati, kau pun begitu."

Tersentuh oleh kata-kata manis Leng itu, Xiao Qi berusaha menenangkan diri lalu berusaha menggunakan kekuatannya kembali dengan menyalurkannya melalui palang besi. Kali ini dia mampu mengeluarkan kekuatan yang lebih besar dan sukses membuat listriknya kembali menyala.

Pintu lift akhirnya terbuka, Xiao Qi berusaha menyuruh Leng pergi menyelamatkan diri duluan dan meninggalkannya, dia tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Tapi Leng tidak nyambung maksudnya dan ngotot menolak pergi meninggalkannya sendirian.



Dia bahkan langsung menarik Xiao Qi tapi itu malah membuat listrik kembali bermasalah dan mereka terperangkap kembali di lift. Xiao Qi sontak mendorongnya dengan kesal dan marah-marah mengomelinya. Dia harus mengeluarkan kekuatan besar untuk membuka pintu itu, kenapa Leng tidak keluar?!

"Karena aku tahu kau ketakutan! Dan aku tidak bisa keluar sendirian. Jika aku keluar, akulah yang akan ketakutan. Aku ingin bersamamu daripada keluar sendirian dan merasakan kengerian karena kehilanganmu."

"Kau sudah melupakanku. Kau akan kehilangan apa?"


"Benar. Di mataku, kau seseorang yang tidak penting. Tapi aku merasa sangat aneh. Setiap kali aku berpikir kau sedang dibuli, aku merasa marah. Jika aku jadi Fang Lie, aku akan membantumu balas menampar mereka satu per satu. Tapi aku Fang Leng, aku tidak bisa sekeras kepala begitu. Jadi aku hanya bisa melihat diam-diam dari kejauhan."

"Kau... kau masih peduli padaku?"

Bersambung ke episode 19

2 komentar: