Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 3 - 1

Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 3 - 1

Menemani Li Qian yang sedang bermain kecapi, Kong Zhen mengomentari permainan musiknya yang terdengar jelas tanpa kebahagiaan. Padahal usulannya untuk mengatasi masalah banjir sudah diterima oleh Kaisar, tapi dari permainan musiknya ini jelas menunjukkan Li Qian sedang gundah karena gagal membuat Ming Yue membatalkan pernikahan mereka.


"Wanita ini benar-benar tidak sesederhana yang kita pikirkan."

Baru kali ini Kong Zhen mendengar Li Qian mengaku kalau dia gagal menilai seseorang, berarti wanita itu benar-benar tidak bisa dipandang remeh.

"Apa kau percaya bahwa di dunia ini ada sebuah mantra untuk mendalami hati manusia?"


Tentu saja Kong Zhen percaya. Beberapa tahun yang lalu, ayahnya Kong Zhen pernah tinggal di Xiyue dan kangen rumah. Suatu hari, dia bertemu seorang musisi berambut putih yang memainkan kecapi tak bersenar.

Lalu saat ayahnya dan si musisi itu kontak mata, tiba-tiba ayahnya mendengar suara alunan lagu kampung halamannya. Lalu saat ayahnya sadar, si musisi itu sudah menghilang dengan hanya meninggalkan kecapi tak bersenar di sana.

"Jadi, kau juga berpikir bahwa mantra semacam itu benar-benar ada?"

"Mantra itu bisa membuat orang berkhayal dan membangkitkan perasaan terdalam seseorang."


Li Qian mengaku bahwa Ming Yue sepertinya menggunakan mantra itu padanya semalam, membuatnya menunjukkan ketakutannya yang begitu besar terhadap api. Kong Zhen penasaran, apakah Li Qian gelisah karena Ming Yue mengetahui kelemahannya.

Li Qian menyangkal. Kalau cuma itu, maka solusinya mudah saja, dia hanya perlu menolak pernikahan atau bercerai. Tapi saat dia berada dalam alam khayalan semalam, dia merasa apa yang dilihatnya sangat familier. Rasanya seperti... mengingat masa lalu.

Ah! Ternyata Li Qian waktu masih kecil pernah sakit dan mengalami amnesia. Dia sadar akan ketakutannya tapi dia tidak pernah mengerti kenapa dia takut. Tapi berkat kejadian semalam, sepertinya dia tahu kenapa dia takut pada api.

"Karena aku pernah melihat api yang begitu besar secara langsung."

"Kalau begitu, apa yang akan kau lakukan?"

"Jika mantra itu sungguhan dan dia bisa membantuku mendapatkan kembali ingatanku, maka aku akan membiarkannya tinggal dan berusaha untuk melindunginya. Tapi jika mantra itu palsu, maka aku tidak akan membiarkannya menipuku."


Saat Li Qian pulang tak lama kemudian, dia mendapati Hui Xin sedang menunggunya. Dia datang untuk memberikan hadiah pernikahan berupa selembar kain bersulamkan sepasang burung.

Hui Xin meyakinkan kalau dia mengerti dan bisa menerima bahwa Li Qian adalah keluarga kerajaan yang tak punya kuasa akan pernikahannya sendiri.

Tapi Li Qian tegas menarik batas di antara mereka dengan tidak menerima hadiah itu dan memberitahu Hui Xin bahwa selama ini dia hanya menganggap Hui Xin sebagai adik. Sedih, Hui Xin tetap bersikeras untuk meyakini kontrak pernikahan di antara mereka.

"Aku tahu dan aku tidak akan menyangkalnya. Aku hanya berharap kau bisa bahagia dalam kehidupan ini. Jangan terlalu terobsesi pada takdir yang mungkin mempermainkan kita."

Berusaha keras menahan emosinya, Hui Xin pun cepat-cepat pamit.


Ming Yue sedang mengagumi mawar-mawar di pot bunganya, sementara Tan Li minum-minum dengan stres gara-gara Ming Yue yang menjadikannya alat untuk latihan hipnotis lagi padahal Ming Yue sudah janji tidak akan melakukan itu lagi.

Ming Yue santai beralasan bahwa hipnotis itu adalah suatu keahlian, jadi tentu saja dia harus latihan dengan rajin sampai jadi ahli. Tepat saat itu juga, Li Qian mendadak muncul dan jelas mendengar percakapan mereka barusan.

"Trik yang kau gunakan padaku kemarin, sekarang kau praktekkan padanya?"


Canggung, Ming Yue beralasan kalau Li Qian salah paham, Tan Li cuma sedang sakit gigi kok. Sinis, Li Qian langsung mengusir Tan Li dan Wu Cheng, ada yang harus dia diskusikan dengan Ming Yue.

Begitu kedua bawahan itu pergi, Li Qian langsung menuntut apakah mantra yang Ming Yue gunakan padanya kemarin dan khayalan yang dia lihat itu nyata atau tidak?

"Itu bukan khayalan, kau terhipnotis olehku dan memasuki ingatan aslimu."

"Kau hanya perlu menggunakan kata-kata untuk menghipnotis? Tidak perlu memakai kekuatan tambahan?"

"Kenapa? Kau pikir aku perlu alat bantu?"


Oops! Keceplosan. Parahnya lagi, Ming Yue mendadak jadi panik sendiri dan diam-diam melepaskan gelangnya dan berusaha menyembunyikannya di pot bunga. Tapi, tepat saat itu juga, Li Qian memergoki tangannya terulur ke pot bunga itu dan jelas saja dia langsung tersenyum licik menyadari alat itu disembunyikan di sana.

Tapi dia pura-pura tidak mengetahuinya dan akhirnya menyatakan kalau dia setuju untuk menikah dengan Ming Yue. Tapi, karena ini pernikahan kontrak, jadi dia juga punya syarat dan Ming Yue harus menurutinya.

"Tidak masalah, katakan saja."

"Kau boleh menghipnotisku hanya jika aku menyetujuinya. Jika tidak, maka itu akan dianggap melanggar perjanjian dan akan dihukum berat."

"Aku punya Zhu Xin Ling sekarang, aku tidak takut padamu." Pikir Ming Yue sinis. Baiklah, dia setuju.


Saat Li Xun datang menemui Hui Xin, dia malah mendapati Hui Xin mengarahkan gunting ke lehernya. Dia sontak merebut gunting itu dengan cemas, mengira Hui Xin mau bunuh diri hanya gara-gara patah hati.

Tapi sebenarnya dia cuma salah paham, Hui Xin hanya ingin memotong sejumput rambutnya. "Walaupun dia akan menikah besok, aku tidak akan kehilangan harapan."

Dia langsung merebut gunting itu kembali dan memotong sejumput rambutnya dan menyimpannya bersama dengan beberapa helai rambut lain yang dia simpan di dalam sebuah kotak.

Dia mengaku bahwa waktu dia dan Li Qian bermain bersama saat mereka masih kecil itu, dia mendapatkan sehelai rambutnya Li Qian. Lalu dia sengaja menyatukan rambutnya dengan sehelai rambutnya Li Qian itu dengan harapan mereka akan berjodoh di kemudian hari.

Li Xun sakit hati. "Bahkan sampai sekarang pun, kau masih ingin bersamanya."

"Yang Mulia Pangeran Ling, anda sangat baik tapi saya tidak bisa menyimpan anda di dalam hati."


Hari pernikahan akhirnya tiba, Tan Li cepat-cepat membangunkan Ming Yue karena sebentar lagi para dayang istana akan segera tiba untuk membantunya berias. Tapi Ming Yue malah berniat ingin menghindari pernikahan ini dengan alasan mau meramal dulu untuk menentukan apakah hari ini hari baik untuk menikah atau tidak.

Tan Li tak terpedaya. Ming Yue pasti akan meramalkan kalau hari ini bukan hari baik untuk menikah. Tapi dia mengingatkan bahwa pernikahan ini takkan bisa dia hindari.

"Kalau begitu, setidaknya aku harus menghipnotis diriku sendiri. Jika tidak, aku tidak akan bisa melaksanakan pernikahan ini."

Baru ingat gelang permata hipnotisnya, Ming Yue langsung memasukkan tangannya ke lubang pot bunga. Tapi aneh, kok gelangnya tidak ada di sana. Dia yakin kalau dia meletakkan benda itu di pot bunga kemarin. Siapa yang masuk ke kamarnya kemarin malam?

Tan Li memberitahu kalau semalam, pelayannya Li Qian datang dengan alasan mau mengambil barangnya Li Qian yang ketinggalan. Dasar! Ming Yue langsung kesal menyadari Li Qian mencuri gelangnya. Parahnya lagi, tangannya mendadak tidak bisa dilepas dari pot bunga.


Jadilah kedua wanita berusaha melepaskan tangan Ming Yue sambil berputar-putar dan tarik-menarik, hingga akhirnya mereka sukses menarik tangan Ming Yue dari pot dan keduanya otomatis terjungkal ke dua arah yang berbeda... tepat saat para dayang istana datang dan jelas bingung sendiri melihat mereka. Malu, Ming Yue buru-buru berpose sok anggun sambil mengklaim kalau mereka cuma sedang berolahraga barusan.

Bersambung ke part 2

1 komentar: