Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 24 - 1

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 24 - 1

Tuan Fang memberitahu Leng bahwa situasi sekarang ini takkan bisa diatasi hanya dengan mengandalkan kekuatan mereka berdua saja. Leng bisa mempertahankan posisinya hanya jika dia beraliansi dengan Jiang Xue dengan cara menikah dengannya.


Orang-orang di perusahaan tak pernah setuju Leng menjadi CEO di usia muda. Dan sekarang akhirnya mereka punya kesempatan untuk menendang Leng keluar dari perusahaan. Hanya Jiang Xue yang bisa menarik Leng keluar dari lumpur.

"Bagaimana kalau kau tetap ingin berada di lumpur? Apa Ayah masih belum mengerti juga? Alasanku jadi seperti ini bukan karena penyakitku terekspos ataupun karena oposisi dari orang lain, melainkan fakta kalau aku adalah seorang pasien."

Wajar bagi orang-orang untuk mempertanyakan kecacatannya, tapi Leng ingin tetap menjadi dirinya sendiri dan membuktikan bahwa pasien pun bisa mengurus perusahaan.

"Idemu terlalu naif."

"Amnesiaku seperti sebuah noda yang selalu kututup-tutupi, tapi pada akhirnya tetap terekspos."

Saat semua orang datang padanya dan mendiskusikan bagaimana cara menutupinya, hanya ada satu orang yang memberitahunya bahwa semua orang kehilangan ingatan mereka. Hanya saja ingatannya hilang lebih cepat daripada orang lain. Sejak saat itulah Leng berpikir bahwa penyakitnya ini bukan noda sama sekali.


Tuan Fang sinis, alasan Leng tidak mau menikah dengan Jiang Xue bukan hanya untuk membuktikan dirinya sendiri, melainkan demi alasan lain.

"Orang yang kusukai, dia..."

"Cukup! Bahkan sekalipun kau tidak menyukai Jiang Xue, apa kau tidak peduli pada keluarga ini?"

Leng tak percaya mendengarnya, "jadi Ayah ingin aku membuat pilihan antara keluarga Fang atau Xiao Qi?"

"Fang Leng, sebagai ayahmu, aku memohon padamu."


Lie datang dan langsung bercanda menggertak Ibu Tiri yang tengah menguping percakapan Ayah dan Leng. Dia pulang soalnya kangen ibunya tercinta, Ayah di mana?

Ibu Tiri langsung mendorongnya ke kamar dan memberitahu Lie apa yang barusan dia dengar. Kaget, Lie berniat mau bicara pada ayahnya, tapi Ibu Tiri dengan cepat menghentikannya. Kalau Leng saja tidak punya solusi, apalagi mereka berdua.

"Tapi bagaimana kalau Ayah tambah marah karena kakak tidak mau menikah?"

"Baguslah," Ibu Tiri keceplosan. "Err, bukan begitu maksud Ibu. Maksud Ibu adalah apa yang kau inginkan adalah apa yang kau dapat. Apapun tidak masalah asalkan Fang Leng senang. Kau ingin membujuk? Bagaimana? Kau ingin Chai Xiao Qi jadi istrinya? Apa itu mungkin?"

"Kenapa tidak? Asalkan dia tidak menikah dengan kakak..."

"Kau bilang apa?"

"Enggak. Ibu keluar dulu deh." Lie langsung mendorong ibunya keluar dari kamarnya.


Leng menangis sepanjang perjalanan pulang dan setibanya di rumah, dia mendapati Xiao Qi masih giat bekerja. Dia berusaha tetap ceria di hadapan Xiao Qi tapi kemudian dia mengusir Xiao Qi secara halus dengan alasan baha dia masih harus memikirkan banyak hal tentang proyek ini.

Xiao Qi nggak nyambung maksudnya, tadi Leng bilang kalau dia mau cepat-cepat. Tidak masalah kok kalau dia harus lembur.

"Tidak perlu. Kau sudah melakukan banyak hal untukku. Selanjutnya giliranku untuk membuat keputusan yang baik. Pulanglah."

Xiao Qi agak heran sebenarnya, tapi akhirnya dia menurut dan pulang. Dan begitu Xiao Qi pergi, Leng langsung menghubungi Asisten Han.

Dan begitu Asisten Han datang, dia memerintahkan Asisten Han untuk menangguhkan semua pekerjaannya. Asisten Han tidak mengerti mengapa, apa ada cara lain untuk mengatasi krisis ini.


Setibanya di rumah, Xiao Qi malah mendapati Lie sedang mondar-mandir gelisah menunggunya... lalu tiba-tiba saja Lie mengajaknya untuk kawin lari bersamanya.

"Kau gila apa? Kenapa juga aku harus kawin lari saat segalanya baik-baik saja."

"Bukankah kau ingin membantu kakakku?"

"Apa maksudmu?"

Lie mengaku kalau ayahnya ingin dia menggantikan posisi Leng. Tapi jika dia pergi, maka ayahnya takkan punya pilihan selain mempertahankan Leng. Makanya jika mereka kawin lari, maka itu artinya mereka membantu Leng.

"Oh, maksudmu kau benar-benar ingin membantu Fang Leng? Bagimu, hubunganmu dengan kakakmu sangat penting, kan?"

"Tentu saja!"

"Kalau begitu, kau pergi saja sendiri. Ngapain juga melibatkanku?"


"Karena di dalam hatiku, kau jauh lebih penting daripada dia. Asal kau mau bersamaku, aku rela melepaskan apapun. Keluarga, pekerjaan, aku tidak membutuhkan semua itu. Tapi jika kau bersama kakakku..."

"Kenapa kalau aku bersamanya?"

"Kau tidak bisa bersamanya. Bahkan sekalipun kau ingin, dia tidak akan memilihmu."

Kakaknya itu berbeda darinya. Dia bisa menjadi naif dan cuek, tapi Leng tidak bisa. Leng bisa saja melepaskan karirnya demi Xiao Qi, tapi Leng tidak akan pernah meninggalkan keluarganya.

"Karena itulah, Xiao Qi. Berjanjilah padaku, mari kita pergi bersama. Asalkan kita pergi bersama, kakakku tidak akan merasa malu lagi."

"Kau ngomong apa sih? Memangnya kalau aku ada di sini, Leng tidak akan bisa menyelesaikan krisisnya?"

Lie berusaha meyakinkan Xiao Qi bahwa waktu mereka cuma sedikit. Xiao Qi pergi saja bersamanya sekarang, mereka bisa kembali kapan-kapan.


"Baiklah. Aku percaya padamu apapun alasanmu."

Lie hampir saja senang. Tapi Xiao Qi belum selesai bicara. Bahkan sekalipun kepergiannya bisa membantu Leng... tapi dia tidak akan pernah meninggalkan Leng. Lie adiknya, tapi masa dia tidak mengerti apa-apa tentang Leng?

"Dalam hatiku, Fang Leng adalah orang yang tenang, kuat, seseorang yang bisa bangkit kembali bahkan sekalipun dia didorong ke lumpur. Setiap kali menghadapi masalah, Fang Leng tidak pernah meminta bantuan siapapun. Karena baginya, itu lebih buruk daripada kegagalan. Karena itulah, aku tidak akan mengorbankan diriku sendiri hanya demi kesuksesan karirnya."


Leng memberitahu Asisten Han bahwa dia bisa mengatasi krisisnya jika dia melepaskan Xiao Qi. Tapi sama seperti Xiao Qi, Leng juga menolak menyerah. Sejak kecil, dia tidak pernah menyerah pada siapapun.

"Jika aku mendapatkan kesuksesan karir dengan cara mengkhianati kasih sayang, itu jauh lebih memalukan daripada kegagalan. Karena itulah aku tidak akan mengorbankan Xiao Qi sebagai ganti karirku."


Keesokan harinya, Xiao Qi seorang diri mengadakan kuisioner pada para pejalanan kaki untuk proyek parfumnya. Leng mendadak muncul di sisinya lalu mengajaknya pulang ke rumahnya. Mereka tidak sadar kalau mereka sebenarnya sedang dibuntuti oleh Allen.

Xiao Qi mengaku kalau kuisionernya ini sepertinya tidak akan berguna, cuma beberapa orang saja yang mau mengisinya, itu pun jawabannya sama semua. Bagi mereka, parfum hanya berguna untuk memikat orang yang mereka sukai.

Seperti hormon. Waktu Xiao Qi pertama kali datang kemari, dia sama sekali tidak tahan terhadap hormon pria. Setiap kali dia mencium bau hormon pria, dia serasa mabuk selama 3 menit.

Leng mendadak antusias. Itu ide yang bagus, membuat sebuah parfum yang bisa membuat seseorang jatuh cinta pada orang lain seolah mereka mabuk selama 3 menit. lalu setelah parfumnya memudar, kesadaran mereka akan kembali. Tapi... Leng rasa perusahaan tidak akan mungkin bisa membuat sebuah parfum seajaib itu.

"Siapa bilang tidak bisa? Sangat mudah bagiku," ujar Xiao Qi lalu mulai menyingsingkan lengan bajunya dengan antusias.


Tak lama kemudian, Xiao Qi pun sibuk bereksperimen dengan parfum-parfumnya, sementara Leng yang mengerjakan laporannya dengan giat... hingga malam berganti pagi, dan saat itulah dia baru sadar kalau Xiao Qi ketiduran di meja.

Terpesona, Leng dengan lembut menyibak rambutnya sebelum kemudian membangunkannya. Xiao Qi ternyata sudah selesai membuat daftar bahan-bahannya. Tapi untuk mengetahui efeknya, pastinya ini masih perlu diuji di lab.


Leng kagum juga melihatnya bisa membuatnya dengan cepat. Dia akan membawa ini ke perusahaan dan berusaha membujuk mereka, baru mereka akan mengujinya di lab. Tiba-tiba dia punya ide mengajak Xiao Qi ikut saat dia mempresentasikan rencana ini. Karena bagaimanapun, Xiao Qi lah yang membantunya.

"Apapun hasilnya, kuharap kau bisa bersamaku."

"Tapi, bagaimana kalau kita tidak berhasil membujuk mereka?"

"Kalau begitu, aku akan bergantung padamu. Bersiaplah untuk menyokongku." Goda Leng.

"Dasar. Aku harus balik ke restoran dulu dan membereskan semuanya. Aku akan menemuimu di kantor kalau sudah selesai."

Bersambung ke part 2

4 komentar: