Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 22 - 3

 Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 22 - 3

Tapi saat Xiao Qi kembali tak lama kemudian dengan membawa makan malam untuk Leng, dia malah mendapati Leng sudah tidur lelap di sofa. Leng pasti lelah.


Xiao Qi pun menyelimutinya, melepas sepatunya, sebelum kemudian mesam-mesem bahagia mengagumi ketampanannya... sampai saat Xiao Bu menegurnya dan mengingatkan Xiao Qi bahwa Xiao Qi tidak bisa memiliki Leng, jadi sebaiknya dia menyerah saja. Leng sedang sakit, jangan menatap tubuhnya terus, dasar cewek ca~~l!

"Aku memang ca~~l. So what gitu loh?"

Leng tiba-tiba bergerak dalam tidurnya dan tanpa sadar menindih Xiao Bu.


Keesokan harinya, Leng terbangun gara-gara ketukan pintu. Dokter Zhang datang membawakan semua dokumen dan barang-barang keperluan Leng. Dia mau masuk, tapi Leng mencegahnya. Jangan berisik, Xiao Qi masih tidur.

"Xiao Qi? Bagus sekali. Kencan biarpun kau sedang sakit."

"Bagaimana dengan para reporter kemarin?"

Tentu saja mereka masih menunggu di rumahnya Leng. Sebaiknya Leng jangan keluar hari ini, kondisinya juga masih belum stabil. Mending dia kerja dari sini saja, sekalian ditemani Xiao Qi, bagus kan? Sudah yah, Dokter Zhang pamit dan langsung pergi.


Saat Leng balik ke kamar, dia malah kaget melihat Xiao Qi mendadak sudah berdiri di depan pintu sambil menggerutu ngantuk, siapa sih yang datang pagi-pagi? Ribut amat.

"Dokter Zhang barusan mampir dan mengantarkan beberapa barang."

"Kenapa kau terburu-buru sekali, kau mau mulai bekerja sekarang? Kau pasti sangat sibuk belakangan ini."

"Tidak masalah. Tapi aku harus kerja di rumahmu hari ini."

"Kenapa? Aku kan sudah membantumu sekali. Apa kau berencana untuk menggantungkan diri padaku mulai sekarang?"

Mengabaikan omelannya, Leng langsung saja membuka jasnya. Dia mau ganti baju, Xiao Qi mau lihat? Wkwkwk! Dasar ca~~l! Xiao Qi langsung kaburrrrr. Begitu aman sendirian, Leng langsung meminum obatnya lagi.


Nona Chai penasaran banget. Semalam, apa mereka berdua... itu? Xiao Qi tidak mengerti apa maksudnya?

"Ini yang kau sebut... penyatuan genetik."

"Penyatuan genetik?... Iiiih! Nona Chai, apaan sih?! Nggak lah."

"Tidak? Sepertinya kau tidak cukup bagus. Aku harus memberimu beberapa pelajaran lain kali. Xiao Qi, kuberitahu kau. Sekarang ini adalah saat paling penting bagi Fang Leng."

Perusahaannya sedang kacau. Di tambah lagi, dia punya rumah tapi tidak bisa pulang. 8 dari 10 orang sudah tahu kalau dia sakit. Kalau dia terus begini, dia mungkin akan kehilangan segalanya.

"Kau satu-satunya harapannya. Jadi kau harus baik padanya. Jangan biarkan dia melewati semua ini sendirian. Mengerti?"

"Aku kan bukan saudaranya, kenapa juga aku harus melewati ini bersamanya?" Tukas Xiao Qi. Hari ini dia akan meminjamkan kamarnya untuk Leng, tapi nanti malam, dia harus bisa mengusir Leng.


Tak lama kemudian, dia masuk membawakan beberapa dokumen kiriman Asisten Han, tapi malah mendapati Leng belum memakan sarapannya. Kenapa belum makan?

"Nggak mood. Kenapa kau tidak keluar saja ke suatu tempat biar aku tidak melihatmu?"

"Kenapa aku harus pergi? Ini kan rumahku!"

"Aku tidak bisa konsen kalau melihatmu?"

Mendengar itu, Xiao Qi malah sengaja mengganggu Leng dengan menonton drama lalu ngakak sekeras-kerasnya. Kesal, Leng langsung memerintahkan Xiao Qi untuk membuatkannya kopi. Dan Xiao Qi terpaksa menurutinya.

"Aku sungguh tidak mengerti kenapa aku membantumu." Gerutu Xiao Qi.

Tak lama kemudian, Xiao Qi malah ketiduran di atas dokumennya Leng dan mengotori dokumennya Leng dengan cemilannya yang berserakan di meja. Leng sampai harus teriak untuk membangunkannya dan memerintahkannya untuk mencetak ulang dokumennya yang kotor itu.


Malam harinya, Leng pergi ke restoran untuk pertemuannya dengan para dewan direksi. Tapi sampai beberapa tak ada seorang pun yang datang... karena semua orang sudah terhasut oleh Manajer Kang, dan Leng sadar betul akan hal itu.


Manajer Kang baru saja mengantarkan para kroninya pergi saat Leng datang dan langsung mengonfrontasinya. Jangan pikir Manajer Kang bisa menendangnya dari perusahaan dengan bantuan beberapa dewan direksi.

"Ingat baik-baik. Bahkan sekalipun aku pergi, maka itu adalah keinginanku sendiri. Kau sama sekali bukan lawanku."

Seketika itu pula Manajer Kang berhenti pura-pura sopan padanya. "Ngomong gampang. Apa kau yakin? Tunggu sampai kau sudah matang dulu."

"Kau pikir selama bertahun-tahun aku tidak menyentuh kalian karena aku tidak cukup kuat? Aku bisa melupakan beberapa hal karena Xiao Lie. Tapi apa kau pikir aku buta terhadap tipuan yang kau dan Zhou Si Qin (Ibu Tiri) mainkan? Jika hal seperti ini terjadi lagi, maka jangan marah jika aku menjatuhkanmu."

Dan satu lagi. Lie adalah anggota keluarga Fang, bukan alat yang bisa Manajer Kang gunakan. Jika Manajer Kang berani menyeret Lie dalam kekacauan ini, maka Leng tidak akan lagi berbaik hati padanya.


Asisten Han cemas, apa yang akan Leng lakukan selanjutnya. Bagaimana kalau minta bantuan pak ketua. Belakangan ini pak ketua diam saja, mungkin beliau sedang menunggu Leng meminta bantuannya.

Leng menolak. Bahkan sekalipun dia keluar dari perusahaan, dia tidak akan minta bantuan ayahnya. Asisten Han sungguh tidak mengerti kenapa Leng begitu keras kepala. Bagaimanapun, mereka kan ayah dan anak.

"Jika sekarang aku membungkukkan kepalaku padanya, maka aku tidak akan pernah bisa melindungi apa yang ingin kulindungi darinya. Lalu apa gunanya posisi CEO ini? Aku akan lembur malam ini, langsung ke kantor."


Tapi dia tidak tahu kalau Xiao Qi justru sedang cemas menunggunya. Xiao Qi sebenarnya ingin menelepon. Tapi sedetik kemudian dia mendadak berubah pikiran. Kalau dia menelepon, Leng pasti akan berpikir kalau dia menginginkan Leng kembali. Dia tidak mengkhawatirkan Leng kok, baguslah dia pergi.

Tapi ujung-ujungnya tetap saja dia menunggu Leng kembali dan galau sendiri antara ingin menelepon tapi langsung mengurungkannya lagi. Mending tidak usah menganggu Leng, mungkin Leng sedang sibuk sekarang.

Dia terus menunggu dan menunggu sampai tengah malam. Tiba-tiba terdengar suara mobil, Xiao Qi langsung semangat melongok ke jendela, tapi malah kecewa mendapati itu bukan mobilnya Leng. Dia terus menunggu sampai jam 2 subuh, tapi tetap saja tidak ada kabar apapun dari Leng.

Bersambung ke episode 23

2 komentar: