Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 22 - 2

 Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 22 - 2

Asisten Han cemas melihatnya. Padahal jantungnya Leng baru saja sembuh tapi malah terjadi hal semacam ini. Apa Leng akan mengundurkan diri minggu ini.


"Kau pikir aku seseorang yang akan menyerah semudah itu?"

Xiao Qi memperhatikan Leng dari luar dengan cemas. Tapi tunggu dulu! Ini kan tidak ada hubungannya dengannya. Leng mendadak keluar dan melihatnya. Xiao Qi kontan panik berusaha melarikan diri masuk lift, tapi Leng dengan cepat menyusulnya dan mencegahnya kabur.


Dia langsung menyandarkan kepalanya di bahu Xiao Qi dan meminta Xiao Qi di sini sebentar bersamanya. Xiao Qi tanya apa dia baik-baik saja.

"Semua orang menanyakan nasib perusahaan dulu. Kau orang pertama yang menanyakan bagaimana keadaanku."

"Bukan begitu, aku mengkhawatirkan jantungmu." Kilah Xiao Qi.

Leng langsung saja memeluknya erat-erat. Prihatin, Xiao Qi pun membalas pelukannya. Mereka terus terdiam seperti itu sampai liftnya kembali lagi ke lantai atas, dan saat itulah Xiao Qi baru sadar dan buru-buru melepaskan diri lalu pergi meninggalkan Leng.


Xiao Qi buru-buru lari ke rooftop sambil menggerutui dirinya sendiri yang tidak bisa konsisten dengan sikapnya. Bagaimana bisa dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Tapi itu cuma pelukan, tidak berarti apapun, kan? Leng juga pasti tidak akan terlalu memikirkannya, dia kan lagi sibuk banget.

Tepat saat itu juga, Lie juga muncul di sana. Mereka sama-sama canggung melihat satu sama lain. Tapi Lie penasaran, Xiao Qi pasti sudah mengetahui tentang penyakit kakaknya, kan? Xiao Qi mengakuinya.

Menurut berita, Leng akan melupakan orang-orang yang dekat dengannya, apa Leng melupakannya juga? Apa mereka putus karena amnesianya Leng?

Xiao Qi mengaku kalau dia dan Leng sebenarnya tidak pernah pacaran beneran, dia cuma membantu menyembuhkan Leng selama mereka bersama. Tapi kemudian dia menemukan sesuatu yang dia inginkan dari Leng, makanya dia terus bersama Leng demi mendapatkan hal itu.

"Jadi maksudnya, dia tidak begitu penting bagimu, kan?" Tanya Lie penuh harap.

Tapi Xiao Qi langsung terdiam ragu dan dengan cepat menghindari pertanyaan itu. Yang penting sekarang adalah membantu Leng. Bagaimana perusahaan akan menangani masalah ini?

Lie tidak tahu. Dia kan direktur tidak resmi, jadi mereka tidak akan membiarkannya ikut campur dalam hal-hal semacam ini. Tapi... Lie akan berusaha yang terbaik untuk membantu kakaknya.

"Aneh sekali. Siapa yang mengekspos ini pada reporter? Apa yang akan mereka dapatkan dari semua ini?" Heran Xiao Qi.


Mendengar itu, Lie mendadak mencurigai seseorang. Dia langsung pergi menemui ibunya dan menanyainya, Ibu tidak ada hubungan dengan semua ini? Jika terjadi sesuatu pada Leng, pastinya dia yang akan untung. Bersumpahlah, bukan Ibu kan yang menjebak Leng?

Tentu saja Ibu Tiri pura-pura tersinggung dan mengklaim tidak ada urusan sama Leng. Percaya omongan ibunya, Lie lega.

Dengan polosnya dia minta tolong Ibu Tiri supaya jika Ayah menanyakan Leng, Ibu bicara baik-baik tentang Leng. Dia bahkan meminta Ibu Tiri untuk membujuk pamannya membantu Leng.

Ibu Tiri gregetan mendengarnya, kapan Lie akan dewasa. Leng itu menderita amnesia. Biarpun amnesianya Leng tidak parah, tapi entah apa yang akan terjadi nanti. Jika penyakitnya Leng memburuk, maka hanya Lie satu-satunya harapan keluarga Fang.

"Nak, kau harus berjuang untuk itu, demi ibumu."

Tapi Lie percaya pada kakaknya. "Dia pasti bisa melewati semua ini."


Leng memerintahkan Asisten Han untuk mengiriminya semua dokumen yang perlu diselesaikan dan buatkan janji untuknya dengan para dewan direksi. Dia harus membujuk mereka untuk tetap memihaknya.

Leng benar-benar sibuk seharian. Di luar, Xiao Qi melihat ada banyak sekali reporter yang sudah menunggu. Dia benar-benar cemas. Tepat saat itu juga, dia melihat Dokter Zhang terburu-buru masuk.

Gara-gara kesibukannya yang terlalu padat, jantungnya Leng jadi sakit lagi. Dokter Zhang ingin mengantarkannya ke rumah sakit. Tapi Leng ngotot meminta Dokter Zhang untuk mengumpulkan semua file-nya dan mengantarkannya pulang saja. Dia akan mempelajari semua file itu di rumah, dia tidak boleh menyia-nyiakan waktu, dia cuma punya waktu satu minggu.


Parkiran sepertinya aman, tapi tiba-tiba saja sekumpulan wartawan muncul menyerbu mereka. Kondisi Leng jadi memburuk gara-gara itu, tapi para wartawan itu malah jadi semakin ganas.

Tapi tiba-tiba segalanya membeku kecuali Leng yang jelas saja membuat Leng kebingungan. Xiao Qi mendadak muncul dan langsung menyeretnya pergi sebelum kemudian dia memutar waktu kembali.

Mereka baru berhenti setelah cukup jauh dan aman. Leng bingung, apa-apaan tadi itu. Segalanya seperti berhenti. Xiao Qi menyangkal, mungkin itu cuma khayalan Leng, dia kan sedang sakit. Sebaiknya mereka pergi sekarang sebelum para reporter itu menyusul.


Ibu Tiri menemui Jiang Xue dan memberitahu kalau Leng tadi pingsan di hadapan wartawan. Jiang Xue tampak jelas khawatir. Tapi saat Ibu Tiri mempertanyakan reaksinya itu, dengan cepat Jiang Xue menormalkan ekspresinya dan mengklaim kalau dia tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya. Dia jadi seperti ini juga gara-gara Leng.

Ibu Tiri senang mengira mereka satu tim. Dia harap Jiang Xue tidak akan melunak terhadap Leng dan mengkhianatinya. Tak lupa dia berterima kasih atas bantuan Jiang Xue.

Tapi Jiang Xue dengan dinginnya mengoreksi. Mereka tidak pernah saling membantu satu sama lain dan tidak perlu lagi satu saling menghubungi di masa mendatang. Jika Ibu Tiri tidak ingin siapapun curiga, maka sebaiknya mereka jangan sering-sering bertemu. Dia langsung pergi dengan cemas sekaligus kesal karena Leng belum menghubunginya sama sekali.


Karena rumah Leng sudah pasti sedang dikepung paparazzi sekarang ini, jadi Xiao Qi membawa Leng ke kamarnya. Tempatnya agak kecil sih, tapi Leng tidak mempermasalahkannya, dia bisa tinggal di sini.

"Siapa yang menyuruhmu tinggal, ini cuma penampungan sementara karena aku kasihan padamu."

Leng lagi-lagi menggunakan sakit jantungnya sebagai alasan biar Xiao Qi membiarkannya tinggal di sini. Kalau Xiao Qi menyuruhnya pulang sekarang, bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk padanya?

"Di mana keluargamu? Ini masalah serius, apa mereka tidak peduli? Aku sungguh tidak mengerti dengan kalian para manusia. Kadang kalian sangat dekat, tapi di lain waktu, kalian seperti orang asing. Nih, minum dulu."

"Apa kau alien?" Tanya Leng. Hah? Xiao Qi langsung tegang. "Kau selalu saja berkata 'kalian para manusia', memangnya kau bukan salah satu dari kami?"

Ternyata itu toh, Xiao Qi lega. "Aku cuma manusia yang sangat spesial."


"Kau spesial. Lalu bagaimana denganku? Kadang kau cuma bingung dan merepotkan, tapi aku... semua orang memperlakukanku sebagai pasien sekarang. Bukan sekedar pasien biasa, melainkan pasien gila. Menurutmu siapa yang lebih spesial, kau atau aku?"

Xiao Qi tak menyangka kalau Leng ternyata sangat peduli tentang pendapat orang tentangnya. Karena Leng hilang ingatan, dia pasti tidak ingat saat Xiao Qi menginap di rumahnya.

Dulu mereka pernah memandang bintang bersama di rumahnya Leng. Leng bilang padanya bahwa bahkan sekalipun alien datang ke bumi, dia tidak perlu merasa dirinya aneh. Karena di bumi, semua orang juga aneh. Semua orang kadang merasa kesepian. Jadi, alien itu hanya sedikit lebih spesial daripada orang lain.

Biarpun Leng amnesia, tapi pada akhirnya semua orang pasti akan melupakannya. Orang-orang pasti tidak akan ingat apa yang mereka makan setahun yang lalu. Lalu tahun depan, mereka pasti akan lupa kehidupan seperti apa yang mereka jalani sekarang ini.

Semua orang pasti akan lupa banyak hal. Dan Leng, hanya lupa sedikit lebih banyak daripada orang lain. Bukankah semua itu normal?

Leng tersentuh mendengarnya. "Tak kusangka ternyata kau punya pikiran sehebat itu."

"Kalian para manusia hanya tahu bagaimana cara membuat uang tapi tidak tahu cara menikmati hidup. Apa kau lapar? Akan kubuatkan sesuatu untukmu di dapur."

Bersambung ke part 3

2 komentar: