Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 5 - 2

 Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 5 - 2


Pagi pun tiba. Para pengawal dan pelayan heboh berkumpul di depan kamarnya Ming Yue, masing-masing terbagi ke dalam dua kubu, kubu-nya Tan Li dan kubu-nya Cheng... untuk saling bertaruh apakah Pangeran kemarin malam masuk ke kamarnya Ming Yue atau tidak.

Kubu-nya Tan Li bertaruh Pangeran tidak akan bisa masuk karena Putri sudah menyiapkan banyak jebakan semalam. Tapi kubu-nya Cheng yakin segala jebakan yang disiapkan Putri tidak akan bisa menghalangi Pangeran. Tapi pada akhirnya jauh lebih banyak yang lebih mempercayai Tan Li dan bertaruh Pangeran tidak akan bisa masuk, bahkan Que Yan pun lebih mempercayai Tan Li.

 

Akan tetapi, Cheng ternyata benar. Li Qian entah bagaimana mendapati dirinya sendiri terbangun di ranjangnya Ming Yue lagi, bahkan kali ini Ming Yue tertidur di bawah lengannya dan semua jebakan itu tak tersentuh sedikitpun berkat kehebatan ilmu bela dirinya.

Sepelan mungkin dia berusaha melepaskan tangannya dari bawah leher Ming Yue, tapi Ming Yue tiba-tiba bergerak dalam tidurnya dan memeluknya. Li Qian jadi terpesona menatap wajah damai Ming Yue dalam jarak dekat.

Tapi Ming Yue tiba-tiba menautkan kakinya ke tubuh Li Qian. Li Qian berusaha mengangkatnya, tapi gerakan itu membuat Ming Yue hampir saja terbangun. Maka Li Qian buru-buru meninabobokannya lagi.


Kedua kubu di luar masih bersitatap dengan sengit... saat tiba-tiba saja terdengar suara Ming Yue ngamuk-ngamuk mendapati Li Qian tidur di ranjangnya lagi.

Kubu Cheng sontak bersorak kegirangan dan mengambil uang kemenangan mereka. Cheng langsung menyodok kepala Que Yan, dia itu masih belum cukup memahami Pangeran. Cheng berniat berbaik hati memberi sedikit jatah untuk Tan Li juga, tapi Tan Li dengan seenaknya menggondol semua uangnya Cheng.


Gara-gara dia menghajar Li Qian dengan ganas, Ming Yue sekarang disuruh Li Qian untuk menyalin sebuah buku dengan alasan buat diberikan pada Kaisar. Ming Yue kesal, dia yakin itu cuma alasan, tujuan Li Qian yang sebenarnya hanya ingin menyiksanya.

"Itu karena anda memukulnya terlalu ganas. Jika bahu Pangeran tidak terluka, maka anda tidak perlu menderita seperti ini. Kalau saya, setelah saya menikah, saya akan melayani suami saya dengan baik."

"Dasar kunyuk. Masa dia tidak bisa menulis sendiri cuma gara-gara luka ringan?"

Ming Yue tidak mau nulis lagi, jelas-jelas Li Qian duluan yang melanggar janji tapi kenapa malah menyiksanya?! Dia langsung meremas kertas itu dengan kesal dan melemparnya tepat saat Kang Le baru datang.

"Sepertinya rumor itu benar. Lengan Kakak ke-9 terluka karena 'kewajiban pernikahan'." (Pfft!)

Ming Yue kaget, siapa yang menyebar rumor itu? Bukan karena itu, tapi karena dia memukul Li Qian. Kang Le tak percaya, jangan bohong. Sangat jarang ada orang yang bisa melukai Li Qian, Ming Yue apalagi.

"Memang aneh. Apa mungkin dia sengaja dipukuli?"

"Kakak ipar ke-9, ayo ceritakan padaku sedetil-detilnya."


Zhen dan Jin Yu sudah menunggu saat Li Qian baru datang dengan membawakan seteko arak dan bahu yang masih kesakitan. Mereka berdua juga sudah mendengar rumor itu dan langsung penasaran, bagaimana rasanya?

Li Qian tidak mengerti. "Apanya?"

"Itu, tuh."

"Yang mana?"

"Itu... itu..."

Oh, Li Qian mengerti... arak impor dari Persia ini memang beda rasanya. Pfft! Jin Yu stres, maksudnya adalah sesuatu yang terjadi antara Li Qian dengan Ming Yue. Ayo katakan! Li Qian sontak canggung, itu bukan urusan mereka.

 

Pada saat yang bersamaan, Ming Yue dengan bangga menceritakan bagaimana dia melukai Li Qian. Tapi Kang Le nyambungnya ke 'itu'. Semua wanita bilang kalau rasanya tuh sakit, sungguh tak disangka kalau Ming Yue justru bisa mengungguli Li Qian dan membuat Li Qian jadi kesakitan. Apa rahasianya?

Sama-sama nggak nyambung, Ming Yue berkata tekniknya adalah cepat, ganas, dan akurat. Para wanita yang Kang Le sebut itu, mereka hanya terlalu manja pada pria. Kenapa juga bukan pria yang merasakan sakit?

Kang Le setuju. "Jika kita disakiti setiap kali itu terjadi, maka lebih baik tidak menikah."

Tan Li tidak setuju, menikah kan tujuannya mulia, yaitu untuk meneruskan keturunan. Jadi seharusnya tidak apa-apa disakiti sedikit.

"Tan Li, baik itu kewajiban pernikahan ataupun melahirkan anak, harus ada pilihannya. Jika seorang pria menyuruhmu untuk tidur dengannya dan kau melakukannya, dan jika mertuamu menyuruhmu punya anak dan kau melakukannya, lalu apa bedanya wanita dengan hewan?"

"Berdasarkan apa yang kau bilang barusan, jika bukan karena merasa bersalah pada Kakak ke-9, lalu kenapa kau membantunya menyalin kitab?"

Berusaha menghindari percakapan ini lebih lanjut, Ming Yue menyuruh Kang Le untuk menyalinkan kitab ini untuknya saja. Ujung-ujungnya kedua wanita itu kejar-kejaran dengan gembira... sebelum kemudian mereka sepakat memerintahkan Tan Li untuk menyalin kitab itu menggantikan Ming Yue.


Jin Yu heran, orang lain biasanya merasa pegal-pegal, tapi Li Qian kok malah terluka bahunya. Kenapa bisa begitu?

"Kalau aku tidak mengizinkannya, siapa yang bisa menyakitiku?"

"Sepertinya Pangeran benar-benar mencintai Putri dan rela disakiti olehnya." Goda Kong Zhen

"Perilaku Putri sangat unik. Mungkin itulah yang bisa membawa kenikmatan."

"Kenikmatan apa? Kami belum tidur bersama."

Jin Yu dan Zhen sontak ngakak mendengarnya dan jadi semakin getol menggodainya. Li Qian berusaha melarikan diri, tapi kedua temannya itu menolak melepaskannya begitu saja. Kabarnya ada 6 rintangan, tapi semua itu tak mampu menghalangi Li Qian naik ke ranjangnya Ming Yue. Apa Li Qian dipukuli biar dia kapok?


"Ke mana tubuh bergerak, butuh bimbingan hati. Dengan mengontrol pikiranku, aku pasti bisa mengontrol tubuhku dan mengakhiri semua ini! Aduh!" Saking semangatnya, dia sampai tidak sadar menggerakkan tangannya yang terluka sampai kesakitan.

Jin Yu tidak setuju dengannya. Biasanya reaksi tubuh jauh lebih jujur daripada mulut. Fakta kalau dia melakukan itu berulang kali jelas menunjukkan bahwa di hatinya ada niat.


Zhen setuju. "Hati tidak seharusnya dilihat dari kata-kata melainkan dari perbuatan. Aku tidak setuju kau menyukai Ming Yue, tapi aku setuju hanya dia yang bisa membantumu menyembuhkan amnesiamu. Dan dalam prosesnya, kau menunjukkan perasaanmu padanya. Jika tidak, kau tidak mungkin muncul di sisinya berulang kali."

"Betul, betul. Kau harus menyingkirkan penderitaanmu dengan bantuan Ming Yue secepat mungkin... sekaligus memenuhi harapanmu juga."

"Bagaimana mungkin itu bisa memenuhi harapanku?"

"Daripada minum-minum, lebih baik sadar dan menghadapinya."


Ming Yue tiba-tiba kedatangan tamu yang tak lain adalah Hui Xin. Dia sok perhatian membantu mengelap wajah Ming Yue yang belepotan tinta. Tapi dia tidak mengerti kenapa Ming Yue yang menulis salinan kitab tentang memuja langit yang diperintahkan Kaisar pada Li Qian kemarin?

Tan Li mengklaim bahwa Pangeran dan Putri saling mencintai dan saling membantu tugas satu sama lain demi menunjukkan ketulusan hati mereka. Tapi Ming Yue malah ngedumel kesal merutuki Li Qian yang masih dia yakini cuma pura-pura sakit lalu melarikan diri ke rumah Kong Zhen dan meninggalkannya menderita sendirian di sini.

Mendengar itu, Hui Xin langsung menawarkan bantuannya untuk membantu menyalin kitab itu. Dia sudah lama mengenal Li Qian, jadi dia bisa meniru tulisan tangan Li Qian dengan sangat baik.

Ming Yue langsung setuju dengan senang hati, bahkan langsung memeluk Hui Xin saking senangnya. Tapi Kang Le sama sekali tidak terpedaya dan langsung nyinyir menyindir Hui Xin, apa Hui Xin datang kemari hanya untuk memamerkan hubungan dekatnya dengan Li Qian?


Hui Xin menyangkal dengan menunjukkan beberapa kain yang dibawanya. Dia mengklaim kalau dia datang untuk menghadiahkan kain-kain kualitas terbaik ini untuk Ming Yue. Dia sendiri yang memilih kain-kain ini.

"Saya hanya ingin membuat Putri terlihat sangat cantik... agar Pangeran selalu menatapnya."

"Memakai baju yang bagus adalah untuk kesenanganku sendiri, apa hubungannya dengan Pangeran?"


"Wanita berpakaian bagus demi menyenangkan pria yang mereka sukai, itu adalah sebuah kebahagiaan besar. Jika seorang wanita tidak bergantung pria, bukankah dia seperti tanaman air tanpa akar yang akan terbawa arus?"

"Pria-lah yang seperti tanaman air. Pergi ke manapun yang mereka inginkan. Jika kita bergantung pada mereka, maka kitalah yang akan hanyut. Kau datang dari keluarga yang baik, cantik, kenapa juga kau bergantung pada pria?"

Kang Le setuju. "Kita memang tidak seharusnya bergantung pada pria. Malah kita seharusnya membuat pria bergantung pada mereka. Asalkan kau melatih pria dengan benar, mereka pasti akan mendengarkan apapun yang kau katakan."


"Tidak semua wanita memiliki karisma seperti Putri yang bisa membuat para pria di Kota Xing'an bersedia melayani mereka." Ujar Hui Xin lalu mulai menulis salinan kitab itu.

Ming Yue tidak mengerti kenapa para wanita harus selalu berhubungan dengan pria. Bahkan sekalipun dia memakai baju sulaman yang bagus, dia kan bisa memakainya demi menyenangkan dirinya sendiri. Lebih baik Hui Xin bawa pulang saja kain-kain itu dan pakai sendiri.

"Jika aku jadi lebih cantik, kurasa penyakit anehnya Li Qian akan semakin parah."

Jelas saja informasi itu langsung menarik perhatian Hui Xin, apa maksudnya Li Qian punya penyakit aneh? Kang Le dengan cepat menyangkal dan memberitahu Hui Xin bahwa Li Qian dan Ming Yue mesra tiap malam, penyakit aneh apa yang mungkin dia miliki? Ming Yue cuma bercanda.


Tak lama kemudian, Ming Yue mengantarkan Hui Xin keluar. Dia benar-benar berterima kasih atas Hui Xin hari ini. Dia bahkan setulus hati menyatakan bahwa mereka sekarang adalah teman dan saudara.

Pura-pura terharu, Hui Xin langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk meminta Ming Yue mengizinkannya datang kemari lebih sering. Ming Yue dengan senang hati menyetujuinya. Lagian dia sumpek di rumah ini, jadi Hui Xin boleh sering-sering datang. Senang, Hui Xin pun pamit.


Kang Le sontak protes tak setuju dengan sikap Ming Yue tadi. Jelas-jelas Hui Xin datang kemari bukan untuk membantu Ming Yue, melainkan untuk menyusahkan Ming Yue di masa mendatang. 

Bagaimana bisa Ming Yue malah mengundangnya untuk sering-sering datang kemari. Sudah pasti Hui Xin akan dandan secantik mungkin dan sering-sering datang kemari untuk menemui Li Qian.

Tentu saja Ming Yue tahu itu. Tapi justru itu yang dia inginkan. Dia ingin Hui Xin datang kemari dengan dandanan cantik untuk mengalihkan perhatian Li Qian darinya.

"Kenapa begitu? Kalau sampai ada wanita lain yang berani memikirkan suamiku sepanjang hari, aku pasti akan mengirimkan ke tempat pengasingan dan tidak akan pernah bisa kembali ke ibu kota!"

Bersambung ke episode 6

0 komentar

Post a Comment