Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 2 - 2

Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 2 - 2

Li Qian akhirnya pergi ke kediamannya Ming Yue dengan alasan membalas kunjungan Ming Yue kemarin. Tapi Ming Yue tiba-tiba berlutut di hadapannya dan langsung menatapnya dengan intens sampai Li Qian jadi gugup dibuatnya.


Jadi begini, karena Ming Yue lahir dan besar di Xiyue, jadi dia pasti tidak tahu banyak tentang Beixuan dan keluarga kerajaan Beixuan. Semakin gugup karena tatapan Ming Yue, Li Qian langsung berpaling ke arah lain. Tapi Ming Yue yang bertekad untuk kontak mata dengannya, langsung memaksanya menatap Ming Yue lagi.

Tak nyaman, Li Qian langsung menjauhkan wajahnya dan mengklaim bahwa para harem kerajaan Beixuan punya tradisi membaca buku Biografi Wanita.

Tapi Ming Yue salah paham mengira yang dimaksud Li Qian adalah buku Beburu Wanita. Dia tidak pernah membaca buku itu sih, tapi kemampuan berkuda dan memanahnya nomor satu. Jika suatu hari ada kesempatan untuk berburu, dia akan pasti akan menunjukkan kemampuannya pada Li Qian.


Wu Cheng cepat-cepat menyerahkan buku itu pada Ming Yue dan baru saat itulah Ming Yue menyadari kesalahannya dan kesal. Dia langsung melempar buku itu ke Tan Li dan mendekati Li Qian lagi, bersikeras untuk kontak mata dengannya.

Dia bahkan berusaha menyentuh Li Qian, tapi Li Qian yang gugup, sontak mundur menjauh dan memperingatkan bahwa Ming Yue harus bisa menghapal buku itu besok. Dia langsung pergi setelah itu.


Ming Yue kesal, menghapal? Besok? Li Qian pasti tahu kalau dia jarang baca buku, makanya Li Qian sengaja menyiksanya. Mana tulisannya banyak banget lagi, bagaimana bisa dia menghapal semuanya?

"Bukankah anda biasanya bakal akal? Kenapa anda jadi buntu setiap kali membaca?"

Ah! Akal! Ming Yue mendadak punya ide bagus.


Keesokan harinya, Ming Yue mendadak mampu menjawab semua pertanyaan Li Qian dengan lancar jaya sambil berpose macam-macam gaya dan berputar-putar mengelilingi kamar. Bukan berniat menggoda Li Qian atau fashion show, tapi untuk melihat berbagai contekan yang tersembunyi di seluruh ruangan dan di balik setiap jengkal bajunya dan juga di seluruh punggungnya Tan Li.

Tapi Li Qian tak percaya kalau dia menjawab semua itu dengan jujur. Apa Ming Yue bahkan bisa menjawabnya tanpa melakukan trik? Tak gentar, Ming Yue langsung menyodorkan dirinya dan menantang Li Qian untuk menggeledahnya saja kalau Li Qian tak percaya. Li Qian sontak mundur dengan gugup lalu cepat-cepat pergi.


Jin Yu ngakak mendengar cerita Li Qian. Sungguh sulit dipercaya, si jenius Li Qian ternyata tidak bisa mengalahkan Ming Yue. Li Qian kesal, dia masih yakin kalau Ming Yue melakukan trik murahan.

"Pria tidak boleh menyakiti perasaan wanita, akhirnya kau menyadarinya."

"Karena inilah kenapa Jin Yu dicintai oleh Kang Le begitu lama," goda Kong Zhen

"Cinta apa? Dia itu cuma bersikap tidak masuak akal," sangkal Jin Yu.

"Kulihat kau jelas-jelas sangat suka digodai Kang Le. Kau dan Qian punya penyakit yang sama. Xiao Qian, apa kau tidak sadar, sejak Li Ming Yue datang ke Beixuanaa, kau berubah total. Aku tidak pernah melihat kau begitu memedulikan seorang wanita sebelumnya."

"Aku tidak pernah merasa begitu muak pada seorang wanita sebelumnya!"

Kong Zhen dan Jin Yu geli mendengarnya, Li Qian bilang benci hanya untuk menutupi perasaan yang masih belum dia ketahui.


Ming Yue sedang sebal menggerutui Li Qian saat Kong Zhen datang sambil menyapa Ming Yue dengan kata-kata puitis. Tak kenal, Ming Yue berniat menghindarinya. Tapi  Kong Zhen dengan cepat menyapanya sebagai calon istrinya Li Qian dan sukses menarik perhatian Ming Yue.

"Kau tahu siapa aku?"

"Akua mengenal Li Qian selama bertahun-tahun. Jadi bagaimana mungkin aku tidak mengenali calon istrinya."

Ming Yue sebal, apa dia dikirim oleh Li Qian untuk mempermainkannya?  Kong Zhen dengan gaya puitisnya berkata bahwa wanita adalah makhluk suci dari surga, dia sangat menyukai wanita. Terlebih lagi, dia tidak pernah mendengarkan Li Qian dan menyiksa wanita.

Tapi dia tidak mengerti, kalau Li Qian selalu menyiksanya, kenapa Ming Yue tidak membatalkan pernikahannya saja? Ming Yue mengaku kalau dia pernah berpikir untuk melakukan, tapi walaupun dia kembali ke Xiyue, tetap saja dia akan dibuli. Dia melakukan perjalanan begitu jauh, jadi dia harus tetap bertahan.

"Kau adalah putri Kerajaan Xiyue. Bagaimana bisa kau dibuli?"


Ming Yue mengaku bahwa karena wilayah barat sering perang, jadi sejak kecil dia selalu ikut ibunya dan melewati hidup yang sangat sulit.

Kong Zhen sungguh tak menyangka kalau Ming Yue ternyata pernah hidup di antara rakyat jelata. Takdir memang selalu berubah, tak ada yang bisa lari darinya. Hidup hanyalah bertahan melewati penderitaan. Tapi Kong Zhen sungguh menghargai sifat Ming Yue. Dia fleksibel saat menghadapi kekacauan dan tenang saat damai.

"Aku Si Kong Zhen ingin sekali berteman denganmu."

Ming Yue senang dan setuju untuk jadi temannya. Karena mereka sudah jadi teman sekarang, cepat beritahu dia tentang Li Qian, sebenarnya orang seperti apa Li Qian itu? Kenapa dia selalu menunjukkan wajah datar dan bersikap sangat arogan?

"Dia mungkin berpikir bahwa seorang raja harus begitu. Jangankan masalah wajah dingin, bahkan barang-barang di rumahnya pun tertata dengan sangat rapi, tidak boleh berantakan."

Tapi Kong Zhen meyakinkannya bahwa orang yang susah didekati, biasanya malah merekalah yang paling setia dalam cinta. Jika Ming Yue bisa masuk ke dalam hatinya yang lembut, maka dia akan menjadi satu-satunya orang yang menempati hati Li Qian.


"Hah? Dia lembut?"

"Tidak hanya lembut, tapi juga rapuh."

"Rapuh?" Ming Yue tak percaya mendengarnya.

"Setiap orang memiliki luka yang sulit diungkapkan. Yang paling penting, anak itu tidak pernah bernafsu, jadi kau bisa memilikinya sendiri."

"Kurasa dia hanya takut pada wanita. Dia tidak mau menyentuh ataupun disentuh oleh wanita."

"Jangan bilang kalau kau menyentuh daun telinganya." Ujar Kong Zhen polos, sama sekali tidak sadar kalau dia sedang memberi informasi paling penting untk Ming Yue.

Ming Yue jadi berpikir kalau area sensitifnya Li Qian pasti di daun telinga. Ming Yue senang.


Malam harinya, Wu Cheng mendatangi kediaman Ming Yue. Hmm, kayaknya dia suka sama Tan Li dan tampak sumringah banget waktu Tan Li memanggil namanya.
Cepat-cepat menguasai diri, dia mengaku datang untuk menyampaikan pesan Li Qian yang tiba-tiba saja berbaik hati mengundang Ming Yue untuk berkunjung ke kediamannya dengan alasan biar Ming Yue mulai membiasakan diri dengan rumahnya. Mereka kan sebentar lagi akan menikah. Hmm, mencurigakan.

Wu Cheng mengklaim bahwa Pangeran sebenarnya sangat peduli dengan Putri, hanya saja kadang dia kurang bisa mengekspresikannya. Tan Li tak percaya, apanya yang tidak mengekspresikan. Jelas-jelas Pangeran sengaja menyusahkan Putri.

Wu Cheng menyangkal dan meyakinkan kalau Tan Li cuma salah paham. Tapi kemudian dia mencoba membujuk Tan Li untuk memberitahunya tentang pria seperti apa yang dibenci oleh putri.

Tan Li jadi semakin curiga, trik apa lagi yang hendak dimainkan Pangeran. Tapi kemudian dia memberitahu Wu Cheng bahwa Putri benci sama pria yang ceroboh, kotor, dan cuek terhadap segala hal.


Mendengar itu, Wu Cheng mendadak pamit lalu cepat-cepat pergi. Dengan sengaja dia membuat seluruh kamarnya Li Qian kayak kapal pecah, bahkan menggigit setengah potong apel sebelum kemudian dia menyambut kedatangan Ming Yue.

Ming Yue dan Tan Li jelas jijik melihat kekacauan tempat itu. Bahkan Li Qian pun jijik sendiri melihat kamarnya. Tapi Wu Cheng diam-diam meyakinkan kalau trik ini pasti akan berhasil.

Maka Li Qian pun mulai berakting seolah dia adalah pria yang sangat-sangat-sangat jorok biar Min Yue jijik sama dia. Tapi saat dia hendak memakan apel setengah potong itu, dia mendadak galau sendiri melihat apel itu sudah tergigit. Wkwkwk!


Tapi Ming Yue tak terpedaya. Maka dengan sengaja dia mengklaim kalau mereka sebenarnya punya sifat yang sama lalu berakting makan kuaci dengan gaya serampangan dan memuntahkan kulitnya ke muka Li Qian yang jelas saja membuat Li Qian jadi tidak tahan sendiri dengan semua ini.

Begitu ada kesempatan, Ming Yue dengan cepat melepaskan permata hipnotisnya, menyentuh daun telinga Li Qian, lalu mengayunkan permata itu di depan mata Li Qian, dan sukses menghipnotisnya seketika.

"Sekarang kau hanya bisa mendengar suaraku, tidak bisa mendengar yang lain."


Li Qian seketika menutup mata, tapi dia mendadak jadi gelisah. Karena hipnotis sepertinya membawanya ke kenangan masa kecilnya yang kelam. Entah apa yang terjadi, Li Qian kecil tampak berada di tengah kepungan api.

"Api... api... sangat panas... sangat panas..." gumam Li Qian.


Melihatnya semakin gelisah, Ming Yue akhirnya mengakhiri hipnotisnya. Li Qian jelas kesal, apa yang Ming Yue lakukan padanya.

"Api? Ternyata kau takut api?"

"Siapa sebenarnya kau? Sihir apa yang kau gunakan padaku?"

"Aku adalah calon istri Pangeran, aku hanya ingin tahu hal-hal apa saja yang disukai dan dibenci oleh calon suamiku. Bukankah itu adalah kewajiban istri?"

"Apa sebenarnya tujuanmu?"

"Aku hanya ingin menyelesaikan misi pernikahan putri dari Xiyue, tapi kau malah sengaja memaksaku untuk mundur."

Karena sekarang dia tahu kalau kelemahan Li Qian adalah takut api, maka dia pasti bisa mengetahui rahasianya yang lain. Jika Li Qian terus berusaha menghalangi pernikahan ini, Ming Yue bersumpah akan membuatnya menjadi orang yang tak punya rahasia.

"Aku terlalu meremehkanmu," geram Li Qian.


Ming Yue menegaskan bahwa pernikahan ini hanya pernikahan politik tanpa perasaan. Karena itulah, dia hanya ingin mereka berakting jadi pasutri yang saling mencintai di hadapan orang lain, tapi tidak saling ikut campur dalam urusan pribadi masing-masing.

"Kau tidak peduli pernikahan ini palsu?"

"Kau pikir aku benar-benar punya perasaan padamu dan ingin menikahimu?"

Li Qian akan memikirkannya dulu. Baiklah, Ming Yue akan memberinya waktu satu hari untuk berpikir, pikirkan baik-baik.

Bersambung ke episode 3

2 komentar: