Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 18 - 2

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 18 - 2

Xiao Qi sedang menggalau ria memikirkan perasaannya saat Lie mendadak muncul dan langsung penasaran dengan hasil pembicaraan Xiao Qi dengan si ahli yang dia sebut kemarin.


"Dia bilang aku suka sama Fang Leng."

"Bukankah sudah jelas? Kalau kau tidak suka, bagaimana mungkin kau jadi pacarnya?"

"Kami tidak... ada hubungan spesial. Hubungan kami tidak seperti yang kau pikirkan."

Hah? Maksudnya... kakaknya bohong? Mereka tidak pacaran beneran? Xiao Qi mengakuinya. Astaga! Lie shock, mereka membohonginya selama ini? Tapi... baguslah. Jika tidak ada kebohongan itu, Lie pasti takkan mengetahui hatinya sendiri.

"Perasaan apa?" Xiao Qi penasaran.

Lie ragu bagaimana harus mengutarakannya. Tapi bahkan sebelum dia sempat mengatakan apapun, seorang pegawai mendadak muncul memanggil Lie untuk datang ke ruang meeting, rapat persetujuan parfumnya akan segera dimulai.


Hah? Lie kaget. Dia bahkan belum menyelesaikan laporan rancangan sample-nya. Tapi sudah tidak ada waktu sekarang, semua direktur sudah berkumpul di ruang meeting. Lie galau, bagaimana ini? Haruskah dia pura-pura sakit?

"Aduh, kasihannya... mau berapa lama kau mau pura-pura sakit?" Ejek Xiao Qi. Begini saja, Xiao Qi akan menemaninya untuk menangani meeting itu. Lie ragu, apa dia bisa.

Wah! Xiao Qi tersinggung. Jangan meremehkannya. Ingat, dia punya hidung yang paling sensitif di seluruh jagat raya. Apapun parfumnya, apapun baunya, Xiao Qi pasti bisa mengatakan sesuatu tentang itu. Oke! Lie pun langsung mengajak Xiao Qi ke ruang meeting bersamanya.


Manajer Kang sontak protes tak setuju waktu Lie memberitahu Xiao Qi lah yang akan melakukan presentasi. Rapat ini sangat penting, kalau produknya Lie sampai tidak disetujui, apa yang akan dipikirkan ayahnya Lie nanti.

Lie santai saja meyakinkan Maanajer Kang untuk tidak terlalu khawatir. Dan dia tak sempat protes lebih lanjut lagi karena Leng masih ada jadwal lain, jadi rapatnya harus segera dimulai sekarang juga.

Xiao Qi jadi takut juga, bagaimana kalau dia sampai mengacau? Tapi Lie santai meyakinkannya untuk mengatakan apa saja yang Xiao Qi inginkan dalam presentasinya nanti. Dia janji akan mendukung Xiao Qi dari belakang jika terjadi sesuatu yang salah.


Berusaha tenang, Xiao Qi akhirnya memulai presentasi produk parfum pertamanya yang dia namai 'memandang bintang'... nama yang kontan membuat Xiao Qi melamun mengenang kenangan indahnya bersama Leng saat mereka memandang bintang bersama di rumahnya Leng dulu.

Cepat-cepat menguasai diri, Xiao Qi menggunakan kekuatannya secara diam-diam untuk menyalakan proyektor dan mulai mempresentasikan parfumnya dengan lebih profesional.

Parfum ini seperti langit berbintang musim panas di akhir bulan Juni. Pencampuran aroma citrus dan jeruk Sicily dan juga kesegaran tumbuh-tumbuhan layaknya langit berbintang yang penuh gairah... dan perasaan yang terasa jauh.

Dia mencoba menyemprotnya pada mereka dan semua direktur langsung suka. Leng tampak agak gelisah karena baunya, tapi kemudian dia juga menyetujui parfum pertama ini.


Tapi untuk parfum kedua ini, Xiao Qi benar-benar galau karena itu adalah parfum yang Leng sukai dulu. Dia benar-benar tidak tahu bagaimana harus mempresentasikannya dan berusaha meminta Lie saja yang melakukannya. Tapi Lie ngotot menyemangatinya untuk maju terus pantang mundur.

Terpaksalah Xiao Qi akhirnya harus tetap melakukannya. Dia mengaku bahwa parfum ini adalah aroma favorit dari seorang pria yang sangat penting baginya. Dia memulihkan dan mengembangkan aromanya dan menciptakan parfum ini.

"Ini artinya... takkan pernah terpisah. Karena itulah, aku menamainya 'Memory'."

Tapi Manajer Kang mendadak protes tak menyetujui parfum itu. Ini parfum yang ditujukan untuk pasar, bagaimana bisa Xiao Qi melibatkan emosi pribadinya di dalam parfum itu. Apa Xiao Qi bisa bertanggung jawab kalau sampai gagal?


Lie buru-buru maju membelanya dan berkata bahwa produk yang bagus itu layaknya kartu seniman. Karya yang bagus haruslah didasarkan pada pemahaman pribadi. Parfum ini parfum high-end yang memiliki aroma unik, dan memiliki makna kesepian yang estetis. Parfum ini bisa menciptakan pengalaman hidup yang dingin namun enerjik. Dia jamin mereka pasti belum pernah merasakan aroma ini sebelumnya.

Para direktur akhirnya mau juga mencoba sample parfum itu dan lagi-lagi, mereka langsung menyukainya. Tapi saat Lie mencoba parfum itu, seketika itu pula dia mendapat kilasan ingatannya bersama Xiao Qi malam sebelum badai itu terjadi.

Kenangan yang sontak membuatnya pusing sampai semua orang jadi cemas melihatnya. Berusaha menguasai diri, Leng cepat-cepat menyetujui parfum itu lalu menyuruh Xiao Qi ke ruangannya.


Begitu Xiao Qi datang, Leng langsung menyuruhnya untuk menceritakan detil laporan tentang parfum yang terakhir tadi.

"Dasar narsis. Apa mungkin dia mengingat sesuatu dan sengaja membuliku?" Gerutu batin Xiao Qi.

Maka dia pura-pura lupa dia ngomong apa tadi, jadi bagaimana kalau dia buat laporan tertulis saja. Lenga menolak, kalau Xiao Qi tidak ingat, maka dia bisa membantu mengingatkan Xiao Qi. Tadi Xiao Qi bilang bahwa seorang pria yang sangat penting bagi Xiao Qi dulu, menyukai parfum ini.

"Kalau kau sudah tahu, kenapa masih menyuruhku untuk mengulangnya?"

"Pria yang sangat penting bagimu itu memiliki selera yang sama denganku. Kau coba minta dia bekerja di perusahaan ini, aku mau mempekerjakannya."

Canggung, Xiao Qi menolak dan mengklaim bahwa Leng dan pria itu agak berbeda. Pria itu sangat mempedulikan pertemanan lebih daripada apapun. Terkadang dia jadi linglung di jam kerja gara-gara cinta. Sementara Leng, dia kan selalu memikirkan rencana jangka panjang, jadi Leng tidak akan mungkin membiarkan hal semacam itu terjadi.


Mendengar itu, Leng mendadak memojokkan Xiao Qi dengan penuh intimidasi. Jadi Xiao Qi menyukai pria yang mementingkan pertemanan? Xiao Qi benar-benar tegang dibuatnya.

Tiba-tiba mereka tersela oleh kedatangan Jiang Xue. Kesempatan, Xiao Qi berakting seolah dia sudah selesai melaporkan apa yang perlu dia laporkan lalu buru-buru pamit.

Tapi Lie menolak pamitannya, malah mengusir Jiang Xue. Wkwkwk! Dia sedang ada urusan bisnis, bisakah Jiang Xue datang lagi nanti? Jiang Xue mengklaim kalau ada yang perlu dia bicarakan juga dengan Leng... tentang Tuan Fang. Bagaimana kalau mereka mendiskusikannya sambil makan malam? Xiao Qi juga harus ikut.

Xiao Qi menolak dengan sopan. "Kalian berdua saja. Aku pegawai milik Fang Lie, tidak pantas kalau aku pergi duluan."

Leng mendadak cemburu mendengar pilihan kata Xiao Qi itu, "kau milik Fang Lie?"


Maka Leng langsung memanggil Lie. Tak butuh waktu lama, Lie datang dengan antusias untuk menjemput Xiao Qi tapi malah mendapati Jiang Xue ada di sana juga. Sedang apa dia di sini.

"Aku ingin makan malam dengan kakakmu dan ingin Xiao Qi ikut dengan kami. Apa kau mengizinkan?"

Xiao Qi berusaha memberinya isyarat untuk menolak, tapi Lie nggak nyambung, malah dengan senang hati menerima undangan itu untuk Xiao Qi. Tapi kenapa dia tidak ikut diundang juga.

"Apa kau ada waktu? Kenapa kau mau ikut?"

"Aku kan punya kakak ipar baru, tapi kakak iparku belum menraktirku."

"Hentikan, Fang Lie." Tegur Leng tak suka.


Baiklah kalau begitu, ayo pergi. Dia langsung menyeret Xiao Qi pergi bersamanya. Dalam perjalanan menuju ruang private restoran, Xiao Qi langsung menghentikan Lie.

Dia merasa aneh. Jiang Xue duluan yang mendadak mengajaknya, pasti ada udang di balik batu. Dia kan tadi sudah menyuruh Lie untuk menolaknya, kenapa Lie malah mendorongnya ke dalam jebakan.

"Jangan khawatir, ada aku di sini. Dia tidak akan berani melakukan apapun padamu."

"Tapi kau kan tahu aku tidak mau melihat Fang Leng."

"Kalau kau ingin menyingkirkan penyakit malarindu-mu, maka kau harus mendapat stimulasi dari kedekatan mereka. Ini namanya memerangi racun dengan racun."

"Hmm, kedengarannya masuk akal."


Begitu mereka masuk, Jiang Xue langsung bersikap bak istri berbakti pada suami dengan menuangkan teh untuk Leng. Tak mau kalah, Lie dengan sengaja bersikap manis pada Xiao Qi dengan membantu melepaskan jasnya.

Tapi dengan cepat Jiang Xue mulai menyerang Xiao Qi dengan menyindir 'aset-nya Xiao Qi' yang sekarang sangat banyak. Sebenarnya dia tidak perlu bekerja dengan asetnya itu, rupanya Xiao Qi tetap bekerja di perusahaan demi Lie yah?

Lie yang tidak tahu apa-apa jelas bingung apa maksud Jiang Xue. Aset apa? Apa Xiao Qi kaya? Leng langsung menyela dan berusaha menghentikan Jiang Xue yang sudah dia sadari mulai menyerang Xiao Qi.

Tapi Jiang Xue tak mau berhenti, malah blak-blakan memberitahu Lie bahwa sejak putus dengan Leng, Xiao Qi punya banyak sekali uang dari Tuan Fang. Xiao Qi itu pintar, sekarang dia tahu bagaimana cara mendapatkan uang dengan cara cepat. Malah setelah putus dengan sang kakak, dia menjalin hubungan dengan si adik. Orang biasa tidak akan mungkin sepintar ini.

"CUKUP!" Bentak Leng dan Lie kompak.

Bersambung ke part 3

3 komentar: