Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 16 - 2

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 16 - 2

Setelah sibuk seharian, Lie akhirnya mengantarkan Xiao Qi pulang malam harinya. Dia dengan sengaja menyuruh Xiao Qi untuk mempelajari banyak sekali dokumen dan menyuruh Xiao Qi tinggal di rumah saja selama beberapa hari.


Dan yang paling penting, Xiao Qi tidak bleh melihat segala macam media. Baik internet, TV, radio, dll. Pokoknya dia belajar saja yang rajin karena sukses tidaknya produk mereka sangat bergantung pada pengertian Xiao Qi.

Tak sengaja Xiao Qi hampir saja menjatuhkan kotak dokumennya. Lie sigap membantunya dan kontan itu membuat mereka jadi sangat dekat dan membuat Lie terpesona padanya. Dia membelai rambut Xiao Qi... tepat saat Leng datang dan tampak tak senang melihat pemandangan itu.

Dia bahkan terus menatap Xiao Qi dengan intens sampai membuat Xiao Qi tak nyaman, ngapain Leng menatapnya seperti itu?


"Akulah yang seharusnya merasa tak nyaman." Sinis Leng sambil melempar tasnya Xiao Qi. "Kau membiusku lalu merayu adikku. Apa sebenarnya maumu? Tolong kau perjelas, jangan terus menggangguku."

"Kaulah yang mengganggunya, Kak! Apa kau tahu apa yang kau lakukan?"

"Kenapa aku mengganggunya."

Cemas, Xiao Qi berusaha menghentikan pertengkaran mereka dan mengingatkan Lie kalau Leng tuh sakit. Tapi Lie menyuruhnya untuk masuk saja dulu, biar dia yang membela Xiao Qi. Tapi Leng ngotot melaranganya pergi dan terus menuntut penjelasan Xiao Qi.

"Kak, apa perlu kau membuat masalah makin besar? Apa kau ingin menyakitinya sekali lagi?"

Xiao Qi terus berusaha melerai mereka dan mengingatkan Lie kalau Leng sakit. Tapi Lie bersikeras menyuruhnya masuk dulu. Begitu Xiao Qi pergi, Lie memberitahu Leng bahwa seharian ini dia berusaha keras agar Xiao Qi tidak mengetahui berita tentang hubungan Leng dengan Jiang Xue itu.

"Bisakah kau berhenti menyiksa kami semua?!"


Tapi terlepas dari semua usaha yang dilakukan Lie seharian ini, pada akhirnya Xiao Qi tetap mengetahuinya juga berkat Nona Chai yang menunjukkan rekaman berita itu untuknya.


Lie menegaskan bahwa dia tidak peduli apapun hubungan Leng dengan Jiang Xue. Kalau memang mereka sekarang bersatu kembali, maka sebaiknya Leng berhenti menemui Xiao Qi.

"Bersatu kembali? Kau tahu kalau aku pernah bersama Jiang Xue?"

"Aku tidak mau membicarakan masa lalu. Tapi jangan kelewatan. Baik Jiang Xue maupun Xiao Qi, yang mana yang tidak dicampakkan olehmu? Kau tidak boleh memutuskan semua wanita bodoh ini hanya karena kau brengsek."

"Aku bertemu Jiang Xue saat kami masih sekolah. Kau tahu itu, Fang Lie."

"Terus kenapa? Kau pikir kau bisa kembali ke masa lalu?"

"Hubunganku dengan Jiang Xue tidak seperti yang kau pikirkan."

Lie sinis mendengarnya, berita itu sekarang sudah viral dan Leng masih saja mempermainkan orang lain. Leng benar-benar hebat, pantas saja Leng kakaknya. Tidak positif, tidak menolak, tidak bertanggung jawab. Para wanita itu benar-benar sial bertemu dengan Leng.

"Apa kau marah hanya demi Xiao Qi?"

Benar, Lie akui kalau dia tidak tahan melihat Leng menyakiti Xiao Qi. Leng mengerti maksudnya. Mungkin dulu dia pernah mencintai Xiao Qi, tapi sekarang dia tidak ingat lagi akan perasaan itu. Katakan, apa yang harus dia lakukan dia tidak menyakiti Xiao Qi.

"Kau tidak perlu melakukan apapun. kau hanya perlu memikirkan sebuah pertanyaan."


Xiao Qi kesal banget menonton berita itu. "Fang Leng si bangsat itu! Dia tidur denganku kemarin dan hari ini dia malah mengonfirmasi hubungan wanita lain!"

"Tenanglah dulu. Menurutku yang paling penting sekarang adalah bicara dengannya dan perjelas segalanya."


Maka Xiao Qi pun keluar lagi untuk menemui Leng. Tapi langkahnya berhenti di tengah jalan saat dia mendengar pertanyaan Lie pada Leng.

"Apa kau masih menginginkan Xiao Qi? Tak peduli seberapa keras usahanya untuk mendekatimu atau menyukaimu, apa kau masih menginginkannya?"

Seketika itu pula jantungnya Leng tiba-tiba sakit dan dia mulai mendengar suara-suara kenangan Xiao Qi dulu. Suara saat Xiao Qi datang membawakan makanan pesanannya dan saat Xiao Qi minta dipeluk karena kedinginan.

Tapi dengan cepat dia menguasai diri dan dengan dinginnya menjawab. "Aku tidak menginginkannya! Kalau kau menginginkannya, kau ambil saja dia."

"Baik. Bagus sekali. Kak, aku akan mengingat apa yang kau katakan hari ini. Jika nanti kau menyesal, aku tidak akan melunak padamu." Sinis Lie.



Xiao Qi patah hati. Bahkan air mata yang dia klaim takkan pernah dia alami, sekarang mengancam akan mengalir. Xiao Qi bergegas kembali ke kamarnya... dan tangisnya pecah seketika.

Nona Chai sampai cemas mendengarnya, "ada apa, Xiao Qi?"

"Aku bocor!"(Wkwkwk!)

Nona Chai sontak heboh, takut furniture barunya. Tenang dulu, biar dia bawakan peralatannya.

"Apa yang harus kulakukan? Hiks! Aku akan hancur! Aku bocor! Hiks!"

"Xiao Qi, tenanglah dulu. Kau tidak bocor. Itu cuma air mata."

Huuaaaaa... Xiao Qi sontak mewek makin keras. Nona Chai tiba-tiba menerobos masuk dengan heboh dan membawa berbagai peralatan pel, mencari-cari di mana kebocorannya.

"Di sini," jawab Xiao Qi sambil menunjukkan air matanya.


Nona Chai cemas melihatnya, kenapa dia menangis. Yah sudah menangis saja, dia akan merasa lebih baik setelah menangis nanti.

"Tidak. Ini semua rasa air mata."

"Rasa air mata? Memangnya air mata punya rasa apa?"

"Rasa asam yang menstimulasi hidung. Huaaaa... kenapa aku menangis? Ini rendah dan memalukan."

Nggak nyambung maksudnya Nona Chai meyakinkan Xiao Qi bahwa ini sama sekali tidak memalukan bagi seorang gadis untuk menangis. Menangis saja. Malah jauh lebih baik kalau dia menangis di hadapan Leng. Dengan begitu, Leng akan mencintai Xiao Qi lagi.

"Tidak! Aku tidak boleh menangis di hadapannya. Aku Gillis Cal Qiuso Cara Cara Nomor Tujuh. Kalau terus begini, aku akan diturunkan jadi ikan."

"Ikan? Bagaimana bisa ikan menangis? Ikan tidak menangis di dalam air."


Ucapan Nona Chai itu sontak membuat Xiao Qi punya ide dadakan. Saat Nona Chai kembali tak lama kemudian dengan membawa segelas susu untuk Xiao Qi, dia malah shock berat melihat Xiao Qi merendam dirinya sendiri di dalam bak mandi. OMG!

Mengira Xiao Qi mau bunuh diri, Nona Chai sontak menariknya dari dalam air dengan cemas. Tapi syukurlah Xiao Qi masih hidup, dia kenapa?

"Aku sedang melakukan pengobatan."

"Pengobatan? Pengobatan apa?"

"Pengobatan penyakit menangis. Bukankah manusia bilang bahwa jika mereka kekurangan sesuatu maka mereka harus memenuhinya. Aku hanya ingin berendam sebentar, mungkin aku bisa sembuh."

"Tidak boleh! Tidak mungkin. Apa kau begitu sedih sehingga otakmu rusak? Ini salahku, aku yang salah. Tidak seharusnya aku mendorongmu untuk dekat dengan orang yang terlahir dari keluarga konglomerat. Tidak seharusnya aku membiarkanmu berpikir kalau kau bisa menikah dengan keluarga kaya. Cerita Cinderella di TV takkan pernah terjadi dalam kehidupan nyata. Xiao Qi ini salahku."

Nona Chai benar-benar merasa bersalah padanya. Dia bahkan berjanji tidak akan lagi menagih hutangnya Xiao Qi asalkan Xiao Qi tetap hidup. Xiao Qi jadi merasa bersalah juga melihat air mata Nona Chai. Baiklah, dia tidak akan berendam, Nona Chai jangan sedih. Apa air mata manusia bisa menginfeksi orang lain? Dia janji tidak akan berendam deh.

"Jadilah anak yang patuh."

"Jangan khawatir. Aku tidak selemah itu kok. Dia hanya tidak ingin melihatku, aku juga tidak ingin melihatnya. Dia membuatku menangis hari ini, akan buat dia berdarah besok! Aku sangat hebat."


Nona Chai lega. Tapi Xiao Qi terus menangis sepanjang malam memikirkan ucapan Leng tadi. Bahkan menengadah ke langit-langit sama sekali tak bisa menghentikan aliran air matanya.

Dia berusaha menyuruh Xiao Bu untuk mencari cara menghentikan air matanya. Tapi sayangnya, tak pernah ada catatan medis tentang menangis di planet mereka. Ini bukan pertanda baik. Leng sangat berbahaya bagi Xiao Qi. Mungkin mereka bisa mencari cara lain untuk kembali ke planet mereka.

Tidak. Xiao Qi tidak terima diperlakukan bagai makhluk rendah. Dia harus menemui Leng besok. Leng harus memberinya penjelasan.


Keesokan harinya, Asisten Han melapor bahwa Tuan Fang menyuruh Leng datang nanti malam. Apa dia perlu membatalkannya? Tidak, dia akan pergi saja.

Tapi sesampainya di kantor, mereka mendapati Xiao Qi sudah menunggunya dan langsung menghadang mobilnya. Para bodyguard berusaha menghentikannya dan Leng berniat menghindarinya, tapi Xiao Qi terus menghadang mobilnya... sampai akhirnya Leng mengalah dan keluar sambil mengomelinya.

"Kau gila apa? Apa kau tahu betapa berbahayanya itu?"

"Apaan? Kau mengkhawatirkanku?"

"Tentu saja!" Refleks Leng.


Canggung, Leng buru-buru menjelaskan maksudnya adalah dia khawatir menabrak Xiao Qi. Kalau begitu ceritanya, dia bakalan kerepotan mengurusi masalah Xiao Qi. Sakit hati, Xiao Qi dengan penuh harga diri mengklaim kalau dia juga tidak mau berurusan dengan Leng.

"Lalu kenapa kau menghadangku sepagi ini?"

Xiao Qi mengaku datang untuk memberikan restunya. Dia mendoakan semoga Leng punya pacar yang baik dan memiliki cinta yang langgeng.

"Aku tahu. Apa ada lagi?"

"Aku..."

"Sepertinya kau masih mencintaiku."

"Tentu saja tidak!"

Baguslah kalau begitu. Leng dengan dinginnya mengingatkan Xiao Qi bahwa mereka berasal dari dunia yang berbeda, jadi jauh lebih baik jika mereka tidak saling terlibat. Xiao Qi benar-benar harus mengepalkan tangannya kuat-kuat dan berusaha keras menahan emosinya sebelum akhirnya dia menyetujuinya.

Bersambung ke part 3

Post a Comment

2 Comments

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam