Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 16 - 1

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 16 - 1

Leng menuntut dibebaskan sekarang juga. Pak satpam jadi tidak enak, dia lupa kalau mereka ada di sini dan akhirnya mengizinkan mereka pergi.


Tapi sekarang ada masalah baru, Asisten Han melapor bahwa Jiang Xue sudah mengumumkan pada media tentang hubungannya dengan Leng. Mereka sudah berusaha menghubungi Jiang Xue, tapi dia menolak bicara dengan mereka. Maka Leng pun memerintahkan Asisten Han untuk langsung pergi ke perusahaannya Jiang Xue.

Belum juga mereka berangkat, Xiao Qi berhasil menyusul mereka. Soalnya dia belum selesai melakukan apa yang dia inginkan kemarin. Kapan mereka bisa kencan lagi?

"Apa kau sudah selesai?!" Kesal Leng. "Aku tidak akan meminta pertanggungjawabanmu atas kejadian kemarin. Jangan serakah!"

Xiao Qi jadi ikutan kesal mendengarnya. "Selesai! Kita sudah lama selesai!"


Lie sedang memanjakan ibunya saat tiba-tiba saja mereka melihat Jiang Xue muncul di berita TV mengonfirmasi hubungannya dengan Leng. Lie jadi mencemaskan Xiao Qi dan langsung bergegas pergi.

Xiao Qi pulang sambil menggerutui Leng dengan kesal dan mendapati Lie sudah ada di depan restoran menunggunya. Sedang apa Lie datang sepagi ini?

"Terjadi masalah besar, bagaimana mungkin aku tidak datang? Kudengar dari Nona Chai kalau kau menginap di luar semalam. Apa kau sedih?"

Tapi tentu saja Xiao Qi tidak mengerti apa maksudnya dan santai saja mengeluh kalau tenggorokan dan lehernya sakit. Sama-sama nggak nyambungnya, Lie langsung menawarkan bahunya untuk Xiao Qi.

"Dibanding bahumu, aku lebih ingin tidur nyenyak. Segalanya akan baik-baik saja setelah aku tidur."


Lie heran mendengarnya, apa Xiao Qi belum tahu. Xiao Qi tambah bingung, tahu apa? Baru sadar kalau Xiao Qi belum tahu apa-apa, Lie dengan canggung menyangkal dan memutuskan merahasiakan masalah ini dengan alasan kalau dia cuma mimpi buruk kemarin. Dia mimpi Xiao Qi sangat sedih, makanya sekarang dia datang mau menemani Xiao Qi.

Mempercayai omongannya, Xiao Qi dengan lugunya memberitahu Lie bahwa mimpi itu biasanya kebalikan. Yang penting adalah apa yang ada di dalam hati takkan bisa dihancurkan. Sekarang ini, yang penting dia harus tidur, maka segalanya akan berlalu.

Tapi berita wawancara Jiang Xue masih tayang di TV restoran, Lie sontak panik menarik Xiao Qi biar dia tidak melihat berita itu. Xiao Qi jelas bingung dengan kesal padanya, ada apa sih sama Lie hari ini?

Lie beralasan bahwa perusahaan sekarang ini sedang mengalami sesuatu yang penting, jadi mereka harus berangkat kerja sekarang juga. Ayo ikut! Lie langsung saja menyeret Xiao Qi pergi bersamanya.


Jiang Xue baru saja menata bunga saat Leng datang dan langsung nyinyir, Jiang Xue pandai merangkai bunga, tapi dia jauh lebih pandai berbohong dengan membuat pengumuman itu tanpa seizinnya dan itu bisa berakibat buruk bagi mereka.

Tapi tentu saja Jiang Xue sama sekali tidak berpikir begitu. Setidaknya dengan begini, Leng jadi datang padanya. Leng minta maaf atas karena tidak menepati janjinya kemarin, tapi tidak seharusnya Jiang Xue menangani masalah ini dengan cara tidak sopan seperti ini.

Jiang Xue sinis mendengarnya, dulu dia selalu bersikap rasional sehingga dia terus tersakiti oleh Leng berulang kali. Dia lalu memberikan foto kenangan mereka dulu, foto saat mereka kencan di milk tea shop. Jiang Xue selalu menyimpan foto itu karena dia takut tanpa itu, dia akan lupa akan masa lalu di antara mereka.

"Ini masa lalu kita? Sejak kapan kita saling mengenal?"

"Apa kau ingat dengan milk tea shop yang pernah kubilang? Saat aku masih kecil, orang tuaku sibuk dengan bisnis di luar negeri. Rumah selalu kosong sehingga aku tidak ingin pulang setiap hari."

Karena itulah Jiang Xue selalu datang ke milk tea shop itu dan pada akhirnya bertemu dengan Leng yang juga mengalami situasi yang mirip dengannya. Leng juga tidak suka pulang ke rumah. Makanya mereka selalu bersembunyi di milk tea shop itu sampai tutup.

 

"Jadi, kau dulu pacarku?"

"Entah apakah dulu aku pacarmu. Aku melakukan banyak cara untuk menjadi temanmu. Lalu aku menyatakan cintaku padamu. Kau berjanji padaku. Tapi keesokan harinya terjadi hujan lebat lalu kau tidak mengingatku."

"Jadi kau sudah mengetahui rahasiaku."

"Aku sungguh tak menyangka kau akan mengalami hal konyol itu. Awalnya kupikir kau cuma mempermainkanku."

Leng minta maaf karena dia tidak mengingatnya. Tapi baginya, masa kini lebih penting. Jiang Xue setuju untuk tidak membicarakan masa lalu dan membicarakan masa kini saja. Jadi, apa Leg setuju untuk memulai ulang hubungan mereka.

"Aku belum memikirkan pertanyaan itu."

"Sekarang skandal tentang kita tersebar di mana-mana, kau harus memikirkannya."

"Kau tidak memaksaku, tapi memaksa dirimu sendiri."

"Iya, aku memaksa diriku sendiri karena aku tidak ingin menjadi sama seperti sebelumnya. Menunggu dengan bodohnya. Setidaknya aku berusaha. Maukah kau mencobanya?"


Lie membawa Xiao Qi ke sebuah toko parfum dan memberitahu Xiao Qi bahwa toko ini memiliki semua jenis aroma linier. Contohnya parfum yang satu ini, ini disebut air mata.

Xiao Qi heran, memangnya air mata ada baunya. Dia mencoba mencium parfum itu dan langsung mengernyitkan hidungnya.

"Bagaimana? Ada aroma asin, asam dan pahit yang bisa menstimulasi air matamu, kan?"

"Aku tidak tertarik, aku tidak akan menitikkan air mata." Sinis Xiao Qi.

Lie mencoba parfum lain, yang ini namanya 'Badai'. "Bagaimana? Ada bau lembab yang kuat, kan? Ini mengingatkanmu pada malam badai."

Dan benar saja, begitu mencium aroma parfum itu, Xiao Qi langsung teringat malam itu, saat Leng datang menjemputnya dan memberinya kehangatan sebelum badai.

Xiao Qi jadi melamun sedih gara-gara itu sampai saat Lie menyadarkannya dari lamunan. Lie heran melihatnya, kenapa dia merasa Xiao Qi sangat aneh hari ini? Katakan, apa yang dia lakukan semalam?


Xiao Qi jujur mengaku kalau dia pergi menemui Leng untuk meminta sesuatu padanya. Tapi sepertinya dia tidak akan pernah mendapatkannya kembali.

"Apa yang dia ambil darimu? Apa mungkin... hatimu yang lugu?"

Senyum Xiao Qi seketika menghilang mendengar pertanyaan itu. Lie bertanya-tanya, jika kakaknya jatuh cinta pada orang lain, apa Xiao Qi akan sedih?

Xiao Qi menyangkal, orang yang berhati besi seperti Leng jauh lebih baik bersama orang lain. Dia bahkan mengklaim bahwa dalam mimpinya, dia berharap Leng jatuh cinta sama orang lain saja.

Lie tak percaya, "terus saja bohongi dirimu sendiri."

Xiao Qi ngotot menyangkal, dia tidak bohong kok. Bahkan sekalipun Leng mencopot pakaiannya dan berpose di hadapannya, dia tidak akan melakukan apapun padanya. Asal Lie tahu saja, dulu dia tidak memperlakukan pria bumi seperti ini.

"Biarpun aku bilang aku tidak menyukainya, tapi tubuhku jujur. Sungguh, aku sudah membentuk antibodi terhadapnya sekarang. Aku memiliki resistensi yang kuat."

"Lalu bagaimana denganku?"


"Kalau kau... hehehe... aku sudah menahannya cukup lama." Xiao Qi sontak menggodanya, dan jadilah mereka kejar-kejaran dengan riang. Tapi tiba-tiba seorang pelayan lewat sambil menonton video tentang Jiang Xue.

Xiao Qi hampir saja melihatnya, tapi Lie dengan cepat menariknya dan bersikeras menyuruh Xiao Qi untuk menemaninya pergi ke tempat lain. Temani dia ke departemen penjualan di perusahaan mereka untuk melihat-lihat parfum apa yang paling populer.

Xiao Qi lama-lama curiga padanya. Ada apa dengan Lie hari ini? Kenapa dia mendadak sibuk? Katakan apa yang sebenarnya terjadi? Canggung, Lie mengklaim kalau dia hanya berusaha untuk berubah menjadi lebih baik. Dia sedang penuh semangat untuk mengembangkan produk yang hebat bersama Xiao Qi.

"Aku akan membuat kakakku memandangmu secara berbeda. Aku ingin dia tahu kalau dia sudah melepaskan wanita yang baik."

"Aku tak peduli apa yang dia pikirkan tentangku. Yang penting aku sekarang bahagia."


Leng melamun menatap foto kenangannya bersama Jiang Xue itu. Dia penasaran ingatan pertama apa yang Asisten Han temukan tentangnya dan Jiang Xue.

"Itu waktu Nona Jiang kencan buta pertama kali dengan anda. Bagaimanapun, database ingatan anda mulai dibangun setelah anda masuk perusahaan."

 

Tiba-tiba ada sesuatu yang lebih menarik perhatiannya, tasnya Xiao Qi ketinggalan di mall, jadi Asisten Han mengambilnya dan di dalamnya ada Xiao Bu. Xiao Bu langsung heboh merutuki Leng dan minta dilepasin, tapi Leng tidak bisa mendengar suaranya.

"Apa sebenarnya yang dilakukan wanita ini dengan seekor kura-kura sepanjang hari? Apa dia bisa meramal dengan ini?" Heran Leng.

"Itu bukan urusanmu, dasar makhluk bumi rendahan! Kau bahkan tidak bisa mendengar gerutuanku!"

"Tuan Fang. Bagaimanapun, itu adalah peliharaannya Xiao Qi. Lebih baik mengembalikannya secepat mungkin padanya."

Bersambung ke part 2

1 komentar: