Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 15 - 2

 Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 15 - 2

Setelah pesta dansa usai, Xiao Qi benar-benar merasa lebih baik dan berterima kasih pada Lie. Lie mengaku bahwa setiap kali kakaknya menyakiti seseorang, dia selalu merasa bersalah demi kakaknya, mungkin karena dia adiknya Leng.


"Jadi karena itu kau selalu membantuku, kan?"

"Kau anggap saja ini sebagai aku menebusnya untukmu demi dia. Jangan membencinya."

"Sebenarnya Fang Leng tidak melakukan apapun padaku. Dia cuma tidak menyukaiku."

Prihatin, Lie tiba-tiba ingin membelai kepala Xiao Qi. Tapi bahkan sebelum dia sempat menyentuh, tiba-tiba Xiao Qi menoleh padanya dan mengomentari kepedulian Lie pada Leng. Dia kira kalau Lie tidak menyukai Leng.


"Bagaimanapun, dia satu-satunya orang yang mendukung impianku. Sejak kecil, dia selalu mendukungnya secara diam-diam dari belakang." Ujar Lie tanpa menyadari kalau Leng sudah ada di belakangnya.

Xiao Qi berusaha mengisyaratkannya, tapi Lie terus saja nyerocos. "Biarpun dia tidak pernah mengatakan apapun padaku, tapi aku tahu kalau selama ini dia selalu melindungiku."

Selesai bicara, saat itulah Lie baru melihat kode matanya Xiao Qi dan langsung melompat kaget melihat Leng ada di belakangnya. Tapi dengan cepat dia pasang badan melihat Xiao Qi dari Leng. Leng mau ngapain?

"Ada yang mau kukatakan padanya."

Xiao Qi galau. Tapi atas dorong Lie, akhirnya dia menolak Leng dengan gaya sok. Tapi Leng ngotot, kalau tidak sekarang, maka dia tunggu besok jam 3 sore, nanti dia kasih alamatnya. Dia bahkan langsung pergi begitu saja tanpa mempedulikan protesnya Xiao Qi.

Lie menawarkan diri menemani Xiao Qi kalau dia takut. Tapi Xiao Qi menolak, dia mau lihat ide gila apa yang Leng miliki.

 

Leng mengantarkan Jiang Xue pulang, tapi Jiang Xue perhatikan Leng malah melamun. Apa dia memikirkan Xiao Qi? Leng menyangkal, bagaimana luka kakinya Jiang Xue? Baik-baik saja. Apa Leng tidak ingin tahu kenapa dia datang dan membantunya hari ini.

"Kurasa aku sendirilah yang mengundangmu. Tapi jika kau takut media menyalahpahami hubungan kita..."

"Aku tidak akan membuatmu minta maaf. Kalau kau bukan Fang Leng, apa kau pikir, aku akan membantumu?"

Dia tahu kalau Leng bisa melupakannya setiap saat. Tak peduli apapun yang dia lakukan, tak peduli seberapa banyak yang dia berikan, dia hanya data di dalam bank memorinya Leng. Bagimu, aku selalu menjadi orang asing.

"Maaf, aku tidak tahu kalau kau sangat peduli."

"Di masa lalu, aku jauh lebih dekat darimu daripada siapapun."

"Apa maksudmu."


Jiang Xue menolak menjelaskan dan minta diturunkan di depan. Tapi tentu saja ucapannya tadi membuat Leng penasaran, apa mereka saling mengenal sebelumnya?

Jiang Xue menolak mengatakan apapun sekarang dan memberikan alamat sebuah milk tea shop. Kalau Leng mau tahu tentang masa lalu mereka, datanglah besok di milk tea shop. Dia akan menunggu Leng di tempat ini, Leng harus datang.

 Xiao Qi pulang dan langsung curhat pada Xiao Bu. Dia sungguh tidak mengerti kenapa Leng masih mengajaknya ketemuan padahal dia sudah mengatakan banyak kata-kata kasar pada Leng. Apa Leng mendadak ingat padanya gara-gara dia marah?

"Kau pikir otak manusia itu kayak balon yang bisa diisi udara? Fang Leng sudah putus denganmu, dia pasti ingin bertemu denganmu untuk yang terakhir kalinya dan memperjelasnya."

"Memperjelas apa?"

"Kau tidak mengerti yah? Sebelum pria dan wanita di bumi berpisah, mereka biasanya membuat kesepakatan. Sebagian dari mereka marahan, sebagian dari mereka bertengkar, dan sebagian bahkan menangis. Pokoknya setelah mereka memperjelaskan hutang mereka pada satu sama lain, mereka akan putus."

Tapi Xiao Qi yakin kalau dia tidak punya hutang apapun pada Leng. Kalau ada yang perlu diperjelas, justru alat isyaratnya yang ada pada Leng.

"Benar juga. Kalian mau putus, kalau kau tidak segera mendapatkan alat isyaratmu, kau tidak akan punya kesempatan lagi di masa depan."

"Ngomong gampang. Tapi jika jantungnya tidak berdebar, bagaimana aku bisa merasakan alat isyaratku? Aku mungkin menyakitinya jika aku mengeluarkan alat itu dengan paksa."

"Tapi kita tidak bisa tinggal di sini selamanya. Apa kau pikir Fang Leng belum cukup membencimu?"


Terus musti gimana dong? Apa ada cara untuk membuat jantungnya berdetak kencang? Xiao Bu langsung menggunakan teknologi canggihnya untuk searching hingga akhirnya dia mendapati sebuah cara jitu yang bisa membuat jantung Leng berdetak seharian... yaitu pakai obat perang~~~g. Wkwkwk!

"Kedengarannya kok... aneh?"

"Itu iklan nomor satu di internet. Tak berwarna, tak berbau, dan aman. Iklan itu tidak mungkin membohongi kita."

"Errr... baiklah."


Keesokan harinya, Xiao Qi menemui Leng di restoran dan memesan dua gelas air. Leng to the point menanyakan tentang hubungan Xiao Qi dengan Lie, sudah seberapa jauh hubungan mereka dan apa sebenarnya tujuan Xiao Qi mendekati orang-orang yang dekat dengannya

Xiao Qi dengan gaya soknya mengklaim kalau itu bukan urusan Leng. Lagian kan mereka sudah putus, kenapa dia tidak boleh dekat dengan Lie? Dia kan adiknya Leng.

Kalau Xiao Qi sudah tahu Lie adalah adiknya, maka jangan memprovokasinya dengan menggunakan Lie. Lie bukan orang licik macam Xiao Qi.

"Apa? Astaga! Apa kau terlalu narsis sampai jadi gila? Aku dan Fang Lie cuma teman, bagaimana bisa kami memprovokasimu. Lagipula, jika aku ingin memprovokasimu, aku bisa melakukannya sendiri. Apa hubungannya sama Fang Lie."


Leng sekali lagi mencoba menawarkan apa saja yang Xiao Qi inginkan asalkan Xiao Qi menjauh darinya dan Fang Lie.

Xiao Qi tahu kok kalau Leng cuma ingin menyingkirkannya, jadi tidak usah lah menggunakan Lie sebagai alasan. "Setelah aku mendapatkan barangku, kau tidak akan bisa membuatku tinggal bahkan sekalipun kau menginginkannya."

"Apa yang ingin kau dapatkan?"

"Apapun yang ingin kudapatkan, apa kau akan menyetujuinya?"

"Tentu saja."

Bahkan sekalipun itu bisa mencederai Leng sedikit... errr... maksudnya seandainya saja, dia tidak akan bisa benar-benar mencederai Leng kok. Apa Leng tetap setuju?


Leng setuju tanpa ragu. Oke, kalau begitu sekarang Leng harus mau makan malam dan minum dengannya. Leng setuju, maka Xiao Qi pun segera memanggil pelayan, lalu pura-pura membaca buku menu, padahal sebenarnya Xiao Qi diam-diam mengeluarkan satu renteng obat pera~~~~ng. Wkwkwk! Banyak amat. Dia buru-buru mengeluarkan satu biji lalu mencampur obat itu ke dalam air.


Tapi masalahnya, tuh obat tidak larut air. Wkwkwk. Gawat! Xiao Qi mencoba mengalihkan perhatian Leng dengan pura-pura mengklaim ada reporter di belakangnya lalu diam-diam berusaha mengocok gelas itu, tapi tetap saja obatnya tidak mau larut.

Xiao Qi sampai harus pakai kekuatan supernya untuk melarutkan obat itu sebelum ketahuan Leng.Leng bingung, dia tidak melihat siapapun kok.

"Sudah larut. Errr... maksudku sudah pergi kayaknya."


Mendengar itu, Leng tiba-tiba dengan manisnya menyarankan Xiao Qi untuk  memberitahunya jika lain kali reporter mengganggunya. Bagaimanapun, gosip itu karenanya, jadi dia yang harus mengatasinya.

"Baiklah, semoga kau tidak lagi terganggu olehku... dan semoga aku bisa pergi dari sini dengan lancar." Ucap Xiao Qi sendu.

Tapi mendengar Xiao Qi mau pergi, sepertinya mulai mempengaruhi Leng dan membuatnya jadi gelisah. Apa Xiao Qi ingin pergi karena dia.

"Tentu saja tidak. Ayo minum dulu."


Tapi Leng jadi semakin gelisah hingga dia  bergegas ke toilet untuk menenangkan diri. Dia sungguh tidak mengerti kenapa dia merasa sedih mendengar Xiao Qi mau pergi.

Xiao Qi mulai cemas saat Leng belum balik juga. Apa mungkin Leng tahu dia memasukkan obat ke dalam airnya, terus Leng melarikan diri. Bagaimana ini? Dia tidak akan punya kesempatan lain.


Xiao Qi akhirnya berinisiatif pakai cara lain. Dia mengambil satu obat lagi lalu menyelinap masuk ke toilet pria dan mendekati Leng dengan tatapan terlalu antusias. Wkwkwk!

"Jangan takut. Aku hanya ingin menstimulasimu."

"Ini toilet pria."

"Terus kenapa?"

Tepat saat itu juga, ada seorang pria lain yang baru keluar dan jelas langsung panik melihat ada wanita ada di sana dan bergegas pergi.

Kesempatan! Xiao Qi langsung menyuruh Leng buka mulut. Leng sendiri kan yang bilang akan memenuhi apapun yang bisa memuaskan Xiao Qi. Ayolah, bantu dia sekali saja.

Leng sontak menjauh dengan kesal dan berusaha mengusir Xiao Qi, tapi Xiao Qi malah tambah agresif berusaha memaksa memaksakan obat itu ke Leng.


Jadilah mereka bergulat dengan seru... sampai obat itu melayang ke udara... lalu mendarat di mulutnya Xiao Qi... lalu dengan cepat dia mencium Leng dan mentransfer obat itu ke mulut Leng hingga sukses tertelan.

Leng kontan panik mendorongnya, apaan yang Xiao Qi berikan padanya barusan? Xiao Qi penasaran, apa manjur? Sini, biar Xiao Qi cek apakah jantungnya Leng sudah berdetak kencang.

Leng sontak mencengkeram tangan Xiao Qi lalu mendorongnya ke dinding... tepat saat pria tadi balik dengan membawa satpam dan jelas saja posisi mereka itu bisa membuat orang salah paham, mengira mereka sedang melakukan hal tak senonoh di tempat umum.

Bersambung ke part 3

4 komentar: