Sinopsis Lucky's First Love Episode 2 - 3

 Sinopsis Lucky's First Love Episode 2 - 3

"Pak Xia, hari ini anda menjalani hari yang panjang dan berat. Sebenarnya, biarpun lidah anda tajam, tapi anda berhati lembut."



Contohnya saja waktu malam tahun baru yang lalu, semua pegawai diminta untuk tinggal dan bekerja lembur. Lalu tengah malam, mereka menerima paket berupa sushi yang mewah kiriman dari orang anonim. Bukankah Xia Ke yang mengirimnya? Xing Yun tahu soalnya restoran sushi itu restoran favoritnya Xia Ke.

Contoh lainnya waktu Dong Dong lambat dalam progres proyek mereka gara-gara dia putus cinta dengan Amu. Biarpun waktu itu Xia Ke marah-marah mengomeli Dong Dong, tapi kemudian Xia Ke memberikan sebuah kartu VVIP sebuah bar pada Amy dan menyuruh Amy memakai kartu itu dengan alasan kalau kartu itu mau kadaluarsa. Tapi waktu Amy mengeceknya, masa kadaluarsanya masih beberapa tahun lagi.

"Kenapa kau bicara banyak sekali?"

Xing Yun masih belum selesai ngomong. Di sebuah film yang pernah dia tonton, pemeran protagonisnya punya dialog yang sangat banyak sebelum mereka mati. Sekarang dia baru mengerti bahwa mereka sesungguhnya tidak ingin mati.

Kalau saja hari ini dia beneran diculik, entah apa yang akan terjadi padanya. Tadi waktu dia ditarik-tarik, berbagai pemikiran bermunculan. Dia pikir selama ini hidupnya cukup bahagia. Dia punya kedua orang tua yang menyayanginya, juga seorang bos yang dingin di luar tapi lembut di dalam.


Xia Ke hampir saja senang. Tapi kemudian Xing Yun memberitahu kalau tadi Chu Nan mengajaknya bertemu kedua orang tuanya. Padahal awalnya dia kencan buta dengan Chu Nan cuma gara-gara kesal dengan Xia Ke dan membuktikan pada Xia Ke kalau dia juga bisa membuat intance dungeon dalam game.

Padahal pacaran dengan Chu Nan awalnya hanya tak disengaja, kadang dia jadi merasa sangat bersalah pada Chu Nan. Tapi gara-gara masalah ini, dia tadi berdoa bahwa jika dia selamat dari insiden ini, dia janji akan benar-benar menghargai segala yang dia miliki sekarang dan menghargai Chu Nan dan pacaran dengan sebaik-baiknya dengannya.


Cemburu, Xia Ke sontak melepaskan pegangannya sampai membuat Xing Yun terjatuh dari gendongannya dan kakinya yang keseleo jadi tambah sakit.

"Kapan kau akan berhenti menjadi bodoh?" Omel Xia Ke.

Malam ini Xing Yun mengalami bahaya besar karena pacarnya yang brengsek itu. Kalau bukan karena dia, Xing Yun tidak akan kesasar di tempat antah berantah seperti itu.

"Dia cuma terlalu lehah, makanya aku tidak melarangnya mengantarkanku."

"Kau itu sedang membohongi dirimu sendiri. Dia tidak seperti ini sebelumnya saat dia mencintai seseorang."

Xing Yun jelas heran mendengar ucapannya itu, apa Xia Ke mengenal Chu Nan? Xia Ke berbohong menyangkal. Xing Yun tidak terima. Kalau begitu, tidak seharusnya Xia Ke asal memfitnah seseorang yang tidak dia kenal tanpa alasan.

"Aku senang melakukannya!"


Xing Yun tiba-tiba teringat ucapan Yi Yi tentang Xia Ke yang menyukainya, apalagi sikap Xia Ke saat ini tampak jelas seperti pria yang sedang cemburu. Dia jadi curiga, apa mungkin sebenarnya malam ini tidak ada manajer proyek sama sekali?

Kalau dipikir-pikir, Xia Ke bisa saja menugaskan Direktur Liu atau orang-orang di departemen promosi untuk menangani masalah ini. Dan Xia Ke juga tahu betul kalau malam ini dia akan datang ke rumahnya Chu Nan. Apa mungkin Xia Ke mempermainkannya lagi?

Xia Ke malah menghindari kontak mata dengan Xing Yun yang jelas saja membuat Xing Yun makin yakin kalau Xia Ke cuma sedang mempermainkannya.

"Pria itu sama sekali tidak menyukaimu!"

"Lalu bagaimana denganmu? Pak Xia, kurasa malam ini kita harus memperjelas segalanya. Tak peduli bagaimanapun perasaanmu padaku, tapi bagiku, kau hanya seorang atasan dan seorang teman."


Yah walaupun dari segi penampilan Xia Ke memang tipe cowok kesukaannya, tapi dia tidak akan jatuh cinta sama Xia Ke. Intinya, dia benci pemimpin kapitalis seperti Xia Ke. Lagipula malam ini dia sudah bersumpah kalau dia akan menghargai Chu Nan sebaik-baiknya.

Jadi sebaiknya Xia Ke berhenti bertingkah kekanak-kanakan dan jangan lagi membuat guyonan membosankan semacam ini lagi. Oh yah, dia juga berharap Xia Ke bisa lebih toleran dan tidak menggunakan kekuasaannya untuk balas dendam padanya dan membuatnya dalam kesulitan.

Xia Ke tak percaya mendengarnya. Apa karena malam ini langit sangat gelap sehingga Xing Yun tidak bisa melihat dengan benar.


Tepat saat itu juga, He Yu muncul menyusul mereka dan memperkenalkan dirinya pada Xing Yun sebagai manajer proyek, dia lama banget loh nunggu Xing Yun di lapangan golf. Duh, malunya Xing Yun. He Yu bingung, ada apa dengan Xing Yun.

"Kurasa ini pertama kalinya dia menolak seorang pria, jadi dia belum sadar diri dari kegembiraannya." Geli Xia Ke.

Xing Yun termenung merana sepanjang perjalanan pulang, menyesali kepedeannya menolak Xia Ke tadi dan mengomeli dirinya sendiri dalam hati.


Setibanya di depan rumah Xing Yun, Xia Ke tetap bersikap manis dan perhatian padanya dengan membantunya turun dari mobil. Xing Yun tak enak dan berusaha menolak, lagipula dia tidak boleh membiarkan He Yu menunggu lama di sini.

Tidak masalah kok, He Yu langsung pamit saat itu juga lalu pergi. Xia Ke memapahnya sampai depan gedung. Tapi tak ada yang menjawab panggilan Xing Yun, sepertinya tidak ada orang di rumah. Dia tidak bisa masuk karena tasnya tadi dicuri dan semua barang-barangnya ada di sana.

Parahnya lagi, saat dia menelepon ibunya, Ibu mengaku kalau mereka sedang tidak di rumah. Karena mereka pikir Xing Yun menginap di rumah Chu Nan, jadi Ayah dan Ibu kencan ke hotel.

Bahkan saat Xing Yun mengaku kalau dia tidak bawa kunci, Ibu sama sekali tidak terlalu ambil pusing dan mengira kalau Xing Yun jadi rada bego gara-gara lagi jatuh cinta. Ibu bahkan santai saja menyuruh Xing Yun balik ke rumah Chu Nan dan menginap di sana.

Tapi Xing Yun harus ingat, karena mereka masih belum mengenal lama, jadi Xing Yun harus menjaga dirinya sendiri. Dan usai mewanti-wanti, Ibu langsung mematikan teleponnya begitu saja.


Canggung, Xing Yun beralasan pada Xia Ke kalau ibunya cuma sedang mandi dan kebetulan ayahnya juga lagi BAB, jadi Xia Ke pulang saja sekarang. Oke, Xia Ke pun berjalan ke mobilnya.

Xing Yun sekarang galau, sudah malam begini, bagaimana kalau Chu Nan sudah tidur. Ah coba sajalah. Bukankah biasanya pacar pasti akan membantu di saat susah. Xing Yun pun mencoba meneleponnya.

Tapi yang tidak diketahuinya, Chu Nan saat itu masih bersama Shen Qing dan dia sengaja mengabaikan teleponnya Xing Yun. Shen Qing tidak ingin mengganggu dan mau pulang saja, tapi Chu Nan dengan cepat mencegahnya dan bersikeras memintanya untuk tetap tinggal lebih lama.


Xing Yun jadi mengira kalau Chu Nan sudah tidur. Dia mencoba menelepon Yi Yi dan Amy, tapi tetap saja tak ada satu pun yang mengangkat teleponnya. Xing Yun berbalik... dan langsung kaget mendapati Xia Ke ternyata belum pergi sedari tadi.

Dia akhirnya masuk lagi ke mobilnya Xia Ke. Tapi Xing Yun masih saja berusaha menghindar dengan alasan kalau dia bisa tinggal di hotel.

"Apa kau punya uang."

"Err... bisakah anda pinjami saya sedikit uang?"

"Apa kau punya KTP?"

"Begini saja, bisakah anda bantu saya pesankan satu kamar, nanti saya transfer uangnya pada anda."

"Aku melihat berita beberapa hari yang lalu tentang seorang gadis yang hampir saja diculik oleh orang asing saat dia tinggal di hotel."

Pfft! Xing Yun tambah galau. Begini saja, bagaimana kalau Xia Ke antarkan dia ke rumah pacarnya? Xing Yun menolak, pacarnya itu tinggal bersama kedua orang tuanya. Lagipula dia tidak menjawab teleponnya tadi. Terpaksalah sekarang Xing Yun hanya bisa menerima bantuan Xia Ke menginap di rumahnya.


Biarpun ini bukan pertama kalinya Xing Yun datang kemari, tapi kali ini Xing Yun gugup banget, soalnya situasi kali ini kan beda. Sebelumnya dia datang bersama yang lain untuk kerja.

"Sekarang juga sama kok. Irisin jeruknya!" Perintah Xia Ke.

Tak lama kemudian, Xia Ke sudah menyiapkan kompres dan obat untuk Xing Yun dan menyuruh Xing Yun mengobati dirinya sendiri. Tapi kemudian dia memperhatikan Xing Yun kesulitan melakukannya sendiri. Maka Xia Ke dengan lembut mengambil kaki Xing Yun lalu membantu mengobatinya dan memijatnya.


"Tak kusangka kalau ahli gambar sepertimu bisa sangat ceroboh."

Melihat Xing Yun tegang banget, Xia Ke pun memberitahu Xing Yun bahwa pacar pertamanya dulu seorang pelatih kendo. Makanya Xia Ke lumayan berpengalaman dalam pengobatan keseleo.

"Apa anda sering membantu mengobati lukanya?"

Xia Ke canggung. "Aku mengobati diriku sendiri." (Pfft!)

"Hah?!"

Bersambung ke episode 3

1 komentar: